Kakak Ipar Serakah

Kakak Ipar Serakah
Bab 28


__ADS_3

Seminggu sudah Jali meninggalkan Lili di rumah mertuanya dan hari ini ia kembali pulang menjemput istrinya, ia begitu rindu dengan calon buah hatinya sedangkan Jaka hanya dua harI berada di rumah pamannya.


"Kamu mau kemana, bang?" Tanya Maya menghentikan langkah kaki suaminya.


"Kamu gak lihat aku mau berangkat kerja," kata Jaka kesal.


"Bukan begitu, maksud aku dua hari kamu gak pulang kamu dimana?" Tanya Maya lagi, akhir-akhir ini ia begitu frustasi melihat perubahan suaminya.


Padahal ia selalu memberikan ramuan penunduk pada suaminya tapi tak juga bereaksi.


"Aku menginap di rumah pamanku, kau puas," kata Jaka berangkat ke kantor karena ia sudah dua hari libur tidak masuk kantor.


Maya hanya bisa diam membiarkan suaminya pergi, ia merasa suaminya sudah berubah dan semua itu membuat ia gelisah.


****


"Abang kok pulang gak kabari Lili," ucap Lili menyalami tangan suaminya saat baru sampai di rumah mertuanya.


"Biar surprise dek, ini ada oleh-oleh untuk ibu dan juga kamu dek," kata Jali memberikan bingkisan pada istrinya.

__ADS_1


"Apa ini bang?" Tanya Lili.


"Nanti juga kamu tahu dek, Abang istirahat dulu ya," kata Jali masuk ke dalam kamar yang mereka tempati jika menginap di rumah mertuanya.


Lili hanya mengangguk kemudian membiarkan suaminya untuk istirahat di dalam kamar, selama di rumah ibunya ia hanya duduk manis tanpa di bolehkan mengerjakan apapun.


Mentari mulai menenggelamkan cahayanya, Lili duduk bersandar di ranjang dengan di alasi bantal. Ia duduk sambil bermain sosial media hanya sekedar untuk membaca novel dan melihat status orang, namun sebuah pesan masuk dari Wanya.


Ting....


[ Li, kamu ada uang gak? Mbak pinjam ya, tidak banyak kok hanya 50 juta aja. ]


Pesan yang di kirimkan Maya berhasil membulatkan mata Lili dengan nominal yang tertera, Jali yang baru saja selesai sholat magrib mengerutkan kening kemudian mengambil ponsel di tangan istrinya.


"Aku juga gak tahu, aku harus balas apa ya bang," kata Lili bingung.


Pasalnya bukan kali ini saja Mbak Maya berhutang tapi sudah 3 kali dengan dalih untuk membuat usaha tapi Lili dan Jaka tidak memberikannya.


[ Maaf Mbak, kalau jumlah sebanyak itu kami tidak ada Mbak? Apalagi kami masih tinggal di kontrakan, ]

__ADS_1


Lili membalas pesan kakak iparnya tersebut.


[ Bukannya kalian punya uang pembagian kemarin, kasih mbak aja dulu nanti mbak ganti kalau sudah ada uangnya tapi ingat, jangan kasih tahu sama bang Jaka ]


Maya kembali mengirim pesan.


[ Uang itu sudah di pakai Mbak, lagian kenapa bang Jaka tidak boleh mengetahui hal ini ]


Kali ini Lili kembali memberondongnya dengan pertanyaan.


[ Sudah, tidak usah banyak tanya? Bilang aja gak mau kasih, dasar kismin ]


Pesan Kembali datang, kali ini membuat wajah Lili merenggut kesal karena membaca pesan yang di kirim oleh kakak iparnya.


"Wajah kamu kenapa dek? Kok di tekuk begitu, emangnya Mbak Maya bilang apa lagi?" Tanya Jali lagi melihat perubahan di wajah istrinya.


Bukannya menjawab, Lili hanya diam kemudian tidur. Selama hamil, ia sangat negatif dengan perkataan orang lain.


Jali mengambil ponsel kemudian membacanya membuat ia mengerti kenapa istrinya bisa seperti itu.

__ADS_1


"Besok kita akan membeli tanah itu dek, Abang Janji akan membuat mereka bungkam." Batin Jali berkata kemudian meletakkan kembali ponsel di atas nakas, kemudian merebahkan tubuhnya dan mencium kening istrinya.


"


__ADS_2