Kakak Ipar Serakah

Kakak Ipar Serakah
Mbak Maya Iri


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, Lili dan Jali sudah siap untuk shalat hari raya idul Fitri, baju putih dengan renda di lutut dan pinggang berwarna mocca membuat Lili tampil cantik dengan polesan make up tipis di wajahnya.


Begitu juga dengan Jali, celana Jeans berwarna mocca dan baju kemeja berwarna putih membuat Jali terlihat tampan menawan.


"Wah, istri Abang sangat cantik ya," puji Jali pada istrinya.


"Abang juga tampan, ayo bang kita ke mesjid nanti kita ketinggalan saf di belakang lho," kata Lili mengambil mukena di tangannya.


"Iya dek, ayok kita berangkat," kata Jali menggenggam tangan istrinya kemudian keluar dari rumah mengunci pintu dan pergi ke mesjid.


Usai shalat hari raya, Lili dan Jali mengunjungi mertuanya untuk sungkeman di hari raya yang selalu di lakukan setiap lebaran tiba.


"Bang kita ini langsung ke rumah ibu atau pulang dulu?" Tanya Lili saat keluar dari mesjid menuju sepeda motor mereka.


"Ke rumah ibu langsung juga boleh dek, Setelah itu baru kita ke rumahnya kak Sarah," kata Jali.


"Kalau begitu ya sudah bang," kata Lili menaiki motor di belakang suaminya. Tak butuh waktu lama untuk sampai di rumah mertuanya, Meli dan Zaki sudah berada di sana bersama si kembar. Lili langsung turun kemudian masuk ke dalam dan sungkeman pada kedua orang tuanya.

__ADS_1


Kemudian Lili beralih bersalaman dengan adik dan adik iparnya, begitu juga dengan yang di lakukan oleh Jali.


Kini mereka beralih mengunjungi di kediaman Sarah, disana juga terlihat Bang Jaka beserta istrinya di rumah kak Sarah.


"Baru sampai kalian ternyata, aku pikir kalian gak berkunjung karena takut gak bisa kasih THR buat anak-anak kita," ujar Maya sinis menatap ke arah baju yang di pakai Lili yang simple namun terlihat elegan.


"Memangnya Mbak Maya butuh THrnya berapa?" Sahut Jali geram dengan sikap iparnya.


"Sudah-sudah, ayo masuk dulu! Kok masih berdiri di luar," Sarah menghampiri Jali dan Lili.


"Iya kak, selamat hari lebaran ya kak! Mohon maaf lihair dan batin, sangkiranya Lili banyak salah sama kakak mohon di maafkan," ujar Lili.


Kini Lili beralih menyalami Maya yang duduk di sofa, ia terus melirik ke arah baju yang di pakai oleh Lili.


"Kamu beli baju itu dimana, Li?" tanya Maya tidak bisa lagi membendung rasa penasarannya, Lili yang mendengar ucapan kakak iparnya terhenyak kemudian mengulas senyum.


"Di Kanaya butik Mbak," kata Lili.

__ADS_1


Mata Maya melotot saat Lili menyebut nama butik, desain baju disana memang bagus-bagus belum lagi lainnya yang tidak panas membuat Lili lebih suka membeli baju di butik tersebut.


"Mana mampu kamu membeli baju di butik itu, kamu kan miskin Li," Ujar Maya sewot.


"Kok Mbak Maya bilang gitu, jangan-jangan Mbak iri lihat baju aku ya," kata Lili berhasil membuat Kakak iparnya jengkel, entah kenapa? ia ingin sekali membungkam kakak iparnya.


"Mana mungkin aku iri sama kamu yang miskin Li, baru bisa baju kek gitu aja bangga," kata Maya meninggalkan Lili yang duduk di sofa kemudian beralih ke dapur mengambil makanan yang di hidangkan oleh kakak iparnya.


"Kamu ngomong apa sama Mbak Maya dek, kok wajahnya kusut gitu," bisik Jali di telinga istrinya.


"Biasalah Bang, orang iri mah sekali-kali boleh lah di buat mati kutu," kata Lili tersenyum.


Jali hanya menanggapi ucapan suaminya dengan anggukan.


"Tante, THR buat aku mana?" teriak Hanna berlari ke arahnya.


"Owalah, Tante lupa belum kasih THR buat kamu," kata Lili tersenyum.

__ADS_1


"Palingan juga lima ribu," cibir Maya.


"Assalamualaikum..," tiba-tiba seseorang datang membuat Maya mengerutkan keningnya.


__ADS_2