Kakak Ipar Serakah

Kakak Ipar Serakah
Tertangkap basah


__ADS_3

"Bang, kita ke rumah ibu saja ya," kata Maya setelah menerima pesan dari seseorang.


"Ke rumah ibu, bukannya tadi kau minta pulang," kata Jaka kesal.


"Iya tapi sekarang aku mau ke rumah ibu saja, lagian aku bosan di rumah lebaran begini," kata Maya beralasan padahal selingkuhannya berada di rumah ibunya sekarang.


"Baiklah tapi aku tidak bisa menjemputmu, nanti kamu bisa pulang sendiri kan," kata Jaka menghentikan mobil tepat di depan rumah mertuanya, Jaka melihat seorang lelaki yang sedang duduk di depan rumah bersama Lira tanpa curiga.


Kebetulan sekali, rumah mertua Jaka searah dengan rumahnya sehingga tidak perlu memutar balik lagi.


"Aku turun dulu ya, Bang! Hanna ikut mama ya," ujar Maya basa basi agar suaminya tidak curiga.


"Gak ah, Ma! Aku mau sama Ayah aja lagian kalau di rumah nenek aku gak ada teman mainnya," kata Hanna.


"Ya sudah, kalau begitu aku turun dulu bang," kata Maya turun dari mobil kemudian menutup kembali pintunya.


Jaka melajukan mobilnya setelah mengantarkan istrinya tapi setengah perjalanan ia baru sadar melihat tas istrinya ketinggalan sehingga harus putar balik lagi.


"Kok putar balik yah?" Tanya Hanna heran.


"Tas Mama mu ketinggalan, kita antar sama Mama kamu dulu sayang," kata Jaka memutar arah kemudi, entah kenapa? Degup jantung berdetak kencang, perasaan gelisah menyelimuti dirinya.


Tadi hatinya baik-baik saja tapi sekarang, hatinya menjadi gelisah tak karuan saat menuju ke rumah mertuanya.

__ADS_1


"Ayah kenapa?" Tanya Hanna.


"Tidak apa-apa sayang," kata Jaka melajukan mobil dengan kecepatan sedang agar cepat sampai di depan rumah mertuanya.


Tak butuh waktu lama, Jaka kini berada di depan rumah mertuanya. Sepi? Kemana mertuanya pergi begitu juga dengan Lira.


"Hanna tunggu di mobil saja ya, Ayah hanya sebentar kok," kata Jaka turun dari mobil menenteng tas istrinya yang tadi berada di belakang kemudi. Dia turun perlahan melihat rumah tidak terkunci tapi orang tidak ada disana.


"Kemana Maya juga ibu kok tidak nampak, apa mereka ke rumah tetangga untuk bersilaturahmi. Sebaiknya aku letakkan disini saja nanti biar Maya lihat," ujar Jaka dengan lirih meletakkan tas istrinya di atas meja sofa kemudian berbalik arah ingin keluar.


Namun langkah kakinya terhenti saat mendengar suara seseorang yang sangat familiar, ia pun berhenti kemudian berbalik mencari sumber suara.


"Kau sungguh perkasa, Dit! Kau membuat aku terbang melayang," Suara itu kembali terdengar di telinga Jaka di sebuah kamar yang bersebelahan dengan ruang tamu.


Deru nafas Jaka terdengar memburu, ia pun naik pitam tidak menyangka jika perempuan di dalam kamar itu adalah istrinya.


Brak....


"Bang Ja..ka," Maya kaget melihat suaminya berdiri di depan pintu sedangkan ia masih dengan tubuh tanpa busana, ia pun menarik selimut untuk menutupi tubuhnya kemudian turun mengumpulkan baju yang berserakan di atas lantai.


Berbeda dengan Adit, ia hanya tersenyum menyeringai melihat ke arah Jaka tapi tidak dengan Maya. Dia ketakutan melihat suaminya mengetahui semuanya.


Jaka pun keluar menuju mobil, ia teringat jika Hanna bersamanya. Sebelum mengurus masalahnya ia harus mengantar Hanna dulu untuk sementara di rumah kakaknya agar Hanna tidak melihat apa yang terjadi di antara kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Ayah kok lama?" Tanya Hanna.


"Tadi Ayah ke kamar mandi dulu sebentar, sekarang kita kembali ke rumah Tante Sarah ya nanti Hanna nginap aja disana," kata Jaka lagi.


"Memang boleh Hanna nginap disana yah?" Tanya Hanna.


"Boleh dong," kata Jaka mencoba menepi rasa sakit dan kecewa hanya untuk membahagiakan putrinya.


"Asik!" Teriak Hanna gembira, mobil melaju sangat kencang sehingga mobil yang di kendarai Jaka lebih cepat mendarat di depan rumah kakaknya.


"Kak Sarah... Kak Sarah...!" Teriak Jaka.


"Ada apa sih Jak, kok teriak-teriak?" tanya Sarah keluar dari dapur.


"Aku titip Hanna ya kak, dia akan tinggal disini untuk sementara," kata Jaka.


"Memangnya mau kemana?" Tanya Sarah lagi.


"Gak kemana-mana kak, ada masalah yang harus aku urus sama Maya dan aku tidak Hanna melihat pertengkaran kami," kata Jaka menatap Hanna yang sedang bermain lagi bersama Naufal.


"Memangnya kalian punya masalah apa?" Tanya Sarah.


"Aku memergoki dia berzina dengan lelaki lain jadi aku ingin menyelesaikan masalah ini hari ini juga," kata Jaka sendu.

__ADS_1


"Apa?"


__ADS_2