Kakak Ipar Serakah

Kakak Ipar Serakah
Bab 37


__ADS_3

Jaka dan Hanna kembali ke rumah tepat jam lima sore, Hanna merasa gembira seharian bersama Chaca.


"Ayah, aku senang deh bisa main bersama Chaca dan Tante Dila," ujar Hanna saat perjalanan


"Oh ya, benarkah! Ayah senang kalau Hanna senang," kata Jaka tersenyum pada putrinya.


"Seandainya Tante Dila jadi Mama Hanna pasti Hanna akan senang Yah, setiap hari bisa bermain dan di masakin masakan enak," Kata Hanna kembali dengan raut sedih.


"Anak ayah kok sedih, meski Mama kamu tidak seperti Tante Dila tapi dia tetap Mama kamu sayang," kata Jaka dengan hati yang nyeri.


"Apa gak bisa, Mama di ganti aja sama Tante Dila," kata Hanna polos.


"Tidak bisa sayang, sudah jangan ngomong seperti itu! Kita sudah sampai rumah," kata Jaka memasuki halaman rumahnya, Hanna hanya diam kemudian Jaka turun kemudian membuka pintu untuk gadis kecilnya.


Tiba-tiba saja, Deru suara motor terdengar dari arah belakang dan Jaka pun menoleh ternyata istrinya yang baru pulang, Maya yang baru sampai rumah terkejut melihat suaminya pulang sebelum dirinya.

__ADS_1


"Abang sudah pulang?" Tanya Maya memakirkan motor.


"Kamu yang habis dari mana?" Tanya Jaka balik tanpa menjawab pertanyaan istrinya.


"Habis dari rumah ibu bang, ayo masuk," Ajak Maya tidak berani menatap suaminya, Jaka memegang tangan putrinya kemudian berjalan masuk ke dalam rumah.


🍁🍁🍁


Kumandang takbir menggema di penjuru dunia, Petasan dan kembang api terdengar nyaring di setiap rumah-rumah. Anak-anak berlarian di depan rumah bermain lilin juga kembang api.


"Bang, gak terasa ya bulan ramadhan pergi meninggalkan kita," kata Lili tersenyum melihat anak-anak bermain di halaman kontrakannya.


"Iya dek,kamu benar! Semoga saja tahun depan kita bertemu lagi dengannya. Oh ya dek, Abang sudah membeli tanah kosong yang kamu katakan itu," kata Jaka menatap istrinya membuat Lili menatap sang suami.


"Alhamdulillah Mas, kapan? Kok gak bilang sama aku," kata Lili.

__ADS_1


"Baru tadi siang dek, nama juga mau kasih surprise! Kebetulan yang untuk membeli tanah itu sudah cukup dek," kata Jaka lagi tersenyum mengelus pucuk kepala istrinya.


"Memangnya berapa tanah itu bang?" Tanya Lili lagi.


"Seratus lima puluh juta dek," kata Jali lagi.


"Alhamdulillah ya bang, aku tidak menyangka jika kita bisa membeli tanah itu," kata Lili bersyukur.


",Semua itu berkat doa kamu dan anak kita dek, doakan semoga rezeki kita bisa bertambah lagi dan bisa membangunkan rumah secepatnya," kata Jaka lagi.


"Aamiin, semoga Allah selalu memudahkan jalan rezeki kita ya bang," kata Lili bersyukur setidaknya mereka sudah membeli tanah kosong untuk membangun rumah kelak.


"Kita masuk yuk dek, sudah terlalu lama kita duduk di luar tidak baik untuk kesehatan. Apalagi saat ini kamu sedang mengandung," kata Jali mengajak istrinya untuk masuk ke dalam rumah.


"Ayo bang, lagian selama hamil aku selalu cepat mengangguk dan pengennya istirahat saja." Kata Lili berdiri beranjak masuk ke dalam rumah mereka kemudian Jali mengekor dari belakang.

__ADS_1


Suasana lebaran masih terasa, suara mobil takbiran mulai terdengar beragam macam. Ada yang di hiasi mobil dengan bentuk mesjid ada yang bentuk yang lain untuk menyambut hari kemenangan.


__ADS_2