
"Astaghfirullah Maya, Kamu ini benar-benar keterlaluan ya! Aku sudah belanja semua bahan untuk masak menu berbuka tapi kamu malah memesan makanan di luar, kamu pikir pesan makanan itu gak pakek uang," bentak Jaka geram dengan sikap istrinya, selama ini tak ada lagi makanan lezat yang terhidang di atas meja.
Dulu, tanpa di minta Maya selalu memasak untuk keluarga kecilnya tapi sekarang ia lebih suka memilih makan di luar tanpa mengajak anak dan suaminya.
"Belanja yang kamu beli sudah aku berikan pada ibuku bang, tadi ibu kesini dan bilang jika ibu belum masak buat buka puasa jadi aku kasih aja pada ibu," kata Maya dengan santai tanpa merasa bersalah.
"Apa, kamu berikan semuanya pada ibu May," kata Jaka berjalan ke arah kulkas dan membukanya, ternyata benar semua belanja yang di beli Jaka sudah lenyap di bawa mertuanya.
"Iya, memangnya kenapa sih bang? Selama ini memang begitu kan, Abang tidak pernah marah dan sekarang kok kamu marah bang," kata Maya.
Melihat keributan itu membuat Lili dan Jali berjalan melangkah kaki mereka untuk pulang. Jika mereka tahu akan seperti ini pasti ia tidak akan datang.
"Aku marah karena aku beli itu pakai uangku bukan uang ibumu," teriak Jaka marah.
"Bang Jaka, ibuku juga ibumu," kata Maya berteriak.
"Aku akan kembali mengambil barang yang sudah di ambil ibumu itu," kata Jaka mengambil kunci mobil karena ia akan mengambil barang belanjaan miliknya, Maya berlari mengejar suaminya tapi Jaka lebih dulu masuk mobil dan mengendarainya.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama, Jaka sampai di rumah mertuanya hanua berjarak 15 menit. Ia langsung turun dan melihat makanan sudah tertata rapi di atas meja.
"Wah, makanan enak nih Bu," ujar Lira berdiri di depan meja makan.
"Iya dong Nak, mau makan enak kita tidak perlu membelinya cukup minta sama kakak mu dan ia pasti menyuruh mengambil di rumahnya," kata Ibu dengan wajah sumringah.
Jaka masih berdiri di pintu tengah penyekat antara ruang tamu dan meja makan pembicaraan mereka.
"Iya Bu, Kak Maya selalu memberikan apa yang ibu minta dan Mas Adit akan senang melihat masakan enak," kata Lira tersenyum.
"Kamu benar, kita tidak boleh memberikan makanan tidak enak pada dia karena dia akan menjadi aset kekayaan kita setelah Jaka, dia kan tergila-gila sekali dengan Kakak mu Maya," kata ibu tertawa begitu juga dengan Lira membuat dada Jaka bergemuruh.
"Jaka, apa-apaan kamu ini? Datang kesini minta belanja, belanja apa maksud kamu," kata Ibunya Maya.
"Sudah, ibu tidak perlu mengelak! Maya bilang semua barang yang aku belanja tadi ibu bawa pulang kesini? Sekarang mana, aku mau mengambilnya," kata Jaka lagi melirik masakan di atas meja.
"Tidak bisa begitu dong Jaka, Maya menyuruh ibu makanya ibu bawa pulang dan kamu tidak bisa mengambilnya, lagian bahannya sudah di masak," kata Ibu menatap tak suka ke arah menantunya.
__ADS_1
Bukannya mendengarkan ibu mertuanya, Jaka memilih membuka kulkas dan mengambil semua belanjaannya kemudian pergi ke dapur mengambil rantang.
"Jaka, apa-apaan kamu ini? Letakkan semua barang itu Jaka, semua itu milik ibu," kata Ibu berteriak, tangan Jaka berhenti kemudian menatap ibunya dengan nyalang.
"Oh ya, kapan ibu beli semua barang ini? Katakan," kata Jaka.
"Tadi ibu membelinya di pasar, kamu tidak bisa mengambilnya Jaka! Akan ibu adukan kamu sama Maya," ancam mertuanya.
"Lakukan saja, gara-gara ibu mengambil belanjaan yang ku beli. Aku harus membatalkan berbuka puasa dengan kakakku dan aku akan bawa pulang masakan ini karena ini adalah milikku, jika ibu mau makanan enak ibu bisa memesannya untuk tamu ibu," kata Jaka memasukkan makanan yang di masak mertuanya ke dalam rantang.
"Bang, apa-apaan kamu ini? Kamu jangan begini dengan ibuku," tiba aja Maya datang melihat suaminya sedang memasukkan masakan ke dalam rantang.
"Kenapa? Apa karena ada tamu spesial yang akan datang kesini atau jangan-jangan tamu kamu," kata Jaka menelisik ke arah istrinya.
"Kok kamu nuduh aku sih bang, mungkin saja benar jika ibu akan terima tamu jadi biarkan saja makanan ini disini," kata Maya sedikit kaku.n
"Tidak akan, aku akan makan bersama putriku ku di rumah. Sampai kapan aku tidak akan memberikan masakan ini, kalau mau makan enak beli bukan ambil punya orang
__ADS_1
lain.
Jaka pergi meninggalkan istri dan mertuanya, ia menenteng kantong belanjaan dan rantang di tangannya, ia pun kembali pulang menuju rumahnya.