Kakak Ipar Serakah

Kakak Ipar Serakah
Berbuka puasa dengan calon kakak ipar


__ADS_3

Jaka pulang dengan membawa makanan dan bahan makanan dari rumah mertuanya, ia masuk ke dalam dan melihat putri kecilnya masih tertidur pulas.


Ting.... Pesan notifikasi masuk ke ponselnya Jaka dan melihatnya ternyata pesan dari Kak Sarah mengajak makan di restoran.


Jaka pun ke dalam kemudian membangunkan putrinya dan membersihkan putrinya, selama ini ia terlalu membiarkan istrinya dengan kemauannya sendiri tapi sekarang ia harus tegas semua yang di lakukan karena putrinya.


Di tempat lain, Maya Masih kesal pada suaminya padahal sebentar akan berbuka puasa tapi semua makanan sudah di bawa oleh suaminya.


"Gimana ini May, semua makanan sudah di bawa suamimu dan sebentar lagi waktunya berbuka," kata ibu dengan tatapan kesal pada putrinya.


"Pesan aja Bu, kan malu kalau mas Adit datang makanannya gak ada," bisik Lira di telinga ibunya.


"Ibu mana ada duit, kamu tahu kan selama ini kita hanya bergantung pada pemberian Maya setia bulannya," kata ibu lagi membuat Lira terdiam.


"Suruh kak Maya aja yang pesan," kata Lira lagi.


"May, kamu pesan aja makanan untuk kita! Kalau Adit datang bisa-bisa kita malu melihat tidak ada makanan di atas meja," kata Ibu menoleh ke arah Lira yang sedang bermain ponsel.


"Hmmm.... Baiklah Bu! Tapi aku gak bisa pesan makanan yang mahal-mahal ya Bu," kata Maya melihat isi dompetnya yang mulai menipis sedangkan ATM berada pada suaminya.


"Terserah kamu deh pokoknya ada makanan di atas meja," kata Ibu berlalu meninggalkan Maya di meja makan dan pergi ke kamarnya.


Di sebuah restoran mewah, Keluarga Sarah juga adik-adiknya sudah berkumpul kecuali Maya. Kehadirannya tidak di harapkan oleh Sarah karena sifatnya yang berbeda dengan mereka, bukan tak menyuruhnya datang tapi mendengar cerita dari Lili membuat Sarah tidak ingin mengundangnya padahal bisa saja ia menelpon adik iparnya itu.


"Kamu gak menghubungi istri kamu datang kesini, Jak?" Tanya Sarah membuka obrolan sembari menunggu seseorang.

__ADS_1


"Gak kak, ngapain yang ada bikin rusuh aja! Lagian dia juga lagi berbuka puasa sama seseorang," kata Jaka keceplosan pada kakaknya.


"Seseorang siapa?" Tanya Lili penasaran.


"Tuh orangnya sudah datang," kata Sarah saat melihat temannya bersama anak kecil yang hampir


seumuran dengan putrinya Jaka.


"Hai Dil, sudah lama kita gak ketemu ya," Sapa Sarah pada temannya.


"Ho'oh iya, aku sampai pangling lihat kamu cantik begini," kata Dila tersenyum sedangkan Jali dan Jaka hanya diam melihat perempuan yang kini berada di depannya dengan balutan gamis.


Melihat itu semua, membuat Lili marah kemudian menginjak kaki suaminya.


"Kamu kenapa, Jal?" Tanya Sarah.


"Tidak apa-apa, kak," kata Jali meringis.


"Kamu kenapa dek, kok kaki Abang di injak?" Tanya jali menoleh istrinya.


"Makanya mata itu di jaga buka lihat cewek lain," kata Lili cemburu membuat Jali tak mengerti.


"Siapa yang melirik perempuan lain, ada-ada saja kamu dek," kata Jali kembali yang hanya mendapatkan cibikan kecil dari istrinya.


"Ah kamu bisa aja, oh ini kenalin adik aku namanya Jaka dan Ini Jali dan ini istrinya," kata Sarah memperkenalkan keluarganya sedangkan suaminya sudah pergi ke toilet.

__ADS_1


"Dila," ujar Dila menyalami Lili sedangkan pada mereka berdua hanya menangkupkan kedua tangannya.


"Anak cantik nama kamu siapa?" Tanya Dila yang duduk di samping Hanna.


"Nama aku Hanna Tante, nama Tante siapa?" Tanya Hanna.


"Panggil saja Tante Dila, Shasa kenalan dulu sama kak Hanna," pinta Dila pada putrinya.


"Shasa...Hanna, rambut kamu lucu ya," kata Shasa tertawa.


"Iya, Ayah ngikat rambut aku," kata Hanan tertawa membuat Jaka ikut tertawa.


Melihat itu semua membuat Jaka ikut tersenyum melihat dua tingkah anak kecil di sampingnya.


"Sudah, Dila ayo duduk dulu sebentar lagi waktu berbuka sudah tiba," kata Sarah lagi mendapatkan anggukan dari mereka.


Mereka berbuka dengan nikmat, canda tawa beradu di atas meja bersama keluarga. Di ujung sana Maya juga melakukan hal yang sama berbuka puasa bersama dengan Adit selingkuhannya.


Tak lupa pose foto tersebut ia unggah di status akun sosial media, Maya yang tidak tahu jika Jali juga berteman dengannya melihat fotonya bersama lelaki yang lain.


Lili punya ide Kemudian membisikkan pada Jala tapi mendapatkan penolakan dari suaminya, karena tidak mempan ia pun memperlihatkan foto tersebut pada Sarah dan membisikkan ide pada Kakak iparnya yang langsung mendapatkan persetujuan.


Lili pun mengabadikan foto mereka dengan menampakkan Dila juga di samping Jaka kemudian memberi taq "Berbuka bersama calon kakak ipar," kemudian memposting di akun sosial media agar Maya melihatnya jika Jaka bisa juga sepertinya.


bukan ingin memperkeruh suasana tapi ia hanya ingin memberi peringatan pada Maya jika Jaka juga punya perasaan bukan hanya dia saja.

__ADS_1


__ADS_2