Kakak Ipar Serakah

Kakak Ipar Serakah
Rencana Maya


__ADS_3

Ting...tong....


Jaka menekan bel pintu berbunyi sepertinya ada yang datang tapi Jaka tak menggubrisnya dan memilih membersihkan tubuhnya yang lengket oleh keringat tadi.


Usai membersihkan tubuhnya ia keluar dari kamar dan melihat rumahnya yang begitu sepi, ramadhan sebentar lagi akan usai. Ia belum membeli baju lebaran untuk putrinya dan ia juga harus membayar piutang di bank.


Rumah begitu sepi, tidak ada melihat tanda ada Maya di rumah. Jaka juga melihat mobilnya tidak ada di rumah kemungkinan sudah di bawa oleh Maya.


"Ayah...!" Panggil Hanna yang kini berdiri di depan pintunya.


"Sayang, kamu sudah bangun! Mandi yok," ajak Jaka pada putrinya.


Hanna hanya mengangguk kemudian membawa putrinya ke kamar mandinya, ia harus ke kafe bekerja paruh waktu dan akan membawa Hanna karena Hanna tidak mungkin di tinggalkan sendirian di rumah.


Sebelum ke Cafe, ia akan ke rumah Jali menjenguk Lili bersama putrinya. Sudah lama Juga dia tidak kesana setelah tempo hari ingin meminjam uang, mengingat hal itu membuat dia malu.


***


"Bang Jaka, ayo masuk," kata Jali melihat abangnya turun dari mobil.


"Iya, gimana keadaan istrimu kamu?" Tanya Jaka berjalan menuju teras rumah dan duduk dengan memangku Lili, Meli bersama putra kembarnya juga berada disana.

__ADS_1


"Alhamdulillah, sudah mendingan bang! Maklum sedang hamil," kata Jali tersenyum.


"Wah selamat ya Jal," kata Jaka senang.


Jali hanya mengangguk menanggapi ucapan Abangnya.


"Hanna tinggal disini saja ya, di dalam ada dedek kembar loh," kata Jali.


"Dedek kembar, bener di dalam ada dedek kembar Om," kata Hanna menatapnke arah Jali.


"Iya, kalau gak percaya ayo kita lihat," ajak Jali memegang tangan Hanna membawanya masuk.


Jaka terlihat senang melihat adiknya menyayangi anaknya.


"Iya, Om benar ada dedek kembar! Ayah, aku bolehkan tinggal disini mau main sama dedek kembar," kata Hanna mencubit pipi Daffa dan Daffi karena gemas melihat tingkah bocil tersebut.


"Iya, boleh nanti sepulang dari ayah kerja! Ayah jemput ya," kata Jaka mendapatkan anggukan dari Hanna, kemudian bermain dengan si kembar dengan mainan di depannya.


"Jal, Abang titip Hanna ya," kata Jaka.


"Iya bang, Abang tenang saja Hanna aman kok tinggal disini," kata Jali tersenyum dan mendapatkan anggukan dari Jaka, ia pun pergi menuju cafe yang memang tidak jauh dari rumah Jali.

__ADS_1


Di tempat lain, Maya sedang bersenang-senang dengan kekasihnya padahal Jaka lebih baik dari selingkuhan yang hanya ingin memanfaatkan dirinya hanya untuk kesenangan semata.


"Sayang, kapan kamu akan mengambil semua harta suami mu itu?" Tanya Adit memeluk Maya dari belakang.


"Aku masih berusaha sayang, lagian untuk mendapatkan tanda tangan Jaka itu tidak mudah apalagi dia memiliki harta warisan yang banyak jadi kita tidak boleh gegabah," kata Maya lagi memeluk erat tubuh selingkuhannya.


"Kamu kok maksa aku buat ngambil hartanya si Jaka, kamu gak miskin kan Dit," tanya Maya menelisik ke dalam manik mata Adit.


"Kan kamu udah lihat sendiri rumah aku, apa aku semiskin suami mu itu," kata Adit berbohong.


"Gak sih, aku cuma heran aja kamu ngotot sekali untuk memiliki harta Jaka," kata Maya heran.


"Ya semua itu aku lakukan untuk kita berdua, jangan sampai jika kalian bercerai nanti kamu tidak mendapatkan apa-apa," kata Adit terus menghasut Maya.


"Kamu benar dit, lagian aku bosan sama Jaka! Kamu tenang saja aku sudah memindahkan semua aset milik Jaka dan kita hanya butuh tanda tangannya saja untuk merubah nama menjadi milikku," kata Maya tersenyum bangga kemudian merenggangkan pelukan tangan Adit di pinggangnya, ia berjalan mengambil tas.


"Kamu mau kemana sayang?" Tanya Adit.


"Aku harus pulang, Dit! Jaka sudah curiga dengan hubungan kita, aku tidak mau ketahuan sebelum mendapatkan semuanya," kata Maya menenteng tas kecil miliknya.


"Kamu benar sayang, setelah mendapatkan semuanya kita akan pergi dari sini," kata Sdit tersenyum menyeringai.

__ADS_1


"Aku pulang dulu, Bay," Maya melenggang pergi keluar dari kamar Adit karena mereka tidak bisa leluasa bertemu di luar karena takut ketahuan oleh Jaka suaminya.


__ADS_2