
"Wa'alaikumsalam, Dila ayo masuk," ucap Kak Sarah keluar dari arah dapur membawa air minuman di atas nampan. Maya hanya diam menatap ke arah Dila yang sangat begitu cantik dengan baju gamis berwarna Sage yang sedang viral sekarang.
"Iya Sa, mohon maaf lahir dan batin ya," kata Dila mengulurkan tangan pada Sarah.
"Iya, aku juga! Oh ya, kenalin ini Maya istrinya Jaka. Tempo hari dia gak datang waktu kita berbuka soalnya dia sangat sibuk.
Dila hanya tersenyum mengangguk kemudian beralih mengulurkan tangan pada Maya.
"Dila," ujar Dila memperkenalkan dirinya.
"Maya istri sahnya Jaka," kata Maya memperjelas siapa dirinya di depan Dila membuat Dila mengerutkan kening tapi sebisanya untuk biasa saja.
"Dila, kapan kesini?" Tanya Jaka tiba-tiba datang dari belakang.
"Baru saja kok Jak, Mohon maaf lahir dan batin ya," kata Dila menangkupkan kedua tangannya di dada.
"Saya juga," kata Jaka tersenyum.
"Ayo duduk dulu biar aku ambilkan minum" kata Jaka mendapatkan anggukan dari Dila.
"Om Jaka, Kak Hanna dimana?" Tanya Cacha.
"Kak Hanna ada di dalam lagi main sama Naufal, Cacha mau main sama Kak Hanna biar Om anterin," kata Jaka menunduk tersenyum sambil mencubit pipinya Cacha.
Maya melihat keakraban suaminya dengan anak perempuan lain mengerutkan kening, dadanya kembang kempis api cemburu. Takut jika Jaka akan jatuh cinta pada wanita lain selain dirinya.
"Iya Om, aku mau bermain sama Kak Hanna," kaya Chaca.
Jaka pun membawa Chaca bertemu dengan Naufal yang sedang bermain di ruang keluarga sedangkan mereka duduk di ruang tamu. Lili duduk di samping Dila sedangkan Maya duduk di hadapan mereka.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan kamu, Li?" Tanya Dila tersenyum kearah Lili, meskipun baru pertama kali bertemu waktu di cafe tapi ia masih ingat dengan wajah Lili.
"Alhamdulillah baik kak, keadaan kak Dila gimana?" Tanya Lili basa basi.
"Alhamdulillah juga baik," sahut Dila kembali.
Tak lama Jaka datang membawa minuman dari dapur, di susul oleh Jali dan suaminya Sarah duduk di sofa ruang tamu.
"Di minum, Dil?" Ujar kak Sarah.
"Iya Sarah," kata Dila mengembang senyum lesung pipinya.
Maya merasa terabaikan duduk di antara mereka, tidak ada yang mengajaknya bucara. Semuanya asik bercengkrama dengan Dila begitu juga dengan suaminya membuat Maya semakin tersulut emosi.
"Bang, ayo kita pulang! Aku capek mau istirahat," ujar Maya sedikit keras membuat tawa mereka terhenti.
"Pokoknya aku mau kita pulang, aku gak betah disini," kata Maya makin mengamuk.
"Tapi kenapa May, bukannya tadi kamu baik-baik saja," timpal Sarah heran.
"Sudah, pokoknya aku mau pulang! Aku tunggu di mobil," kata Maya keluar dari rumah kakak iparnya, Jaka merasa malu dengan sikap istrinya di depan Dila.
"Sebaiknya kamu turuti saja apa yang di katakan istrimu," kata Sarah pada Jaka.
"Iya Kak, aku temui Hanna dulu," kata Jaka melangkah pergi ke ruang tamu menemui putrinya.
"Hanna, ayo kita pulang," Ajak Jaka.
"Kok pulang sih Yah, aku lagi main loh sama Chaca," kata Hanna keberatan.
__ADS_1
"Iya Om, nanti saja Kak Hanna pulangnya," kata Naufal.
"Mama ngajak pulang sayang, nanti main sama Chaca lain kali saja. Lagian Hanna kan belum mengunjungi Eyang," kata Jaka membujuk anaknya.
"Ya sudah kalau begitu, Chaca, Naufal, Hanna pulang dulu ya," kata Hanna dengan raut wajah sedih karena ia masih ingin bermain dengan Chaca juga Hanna.
****
Sepanjang perjalanan, Maya hanya diam di dalam mobil. Sesekali ia melirik ke arah suaminya yang sedang menyetir sedangkan Hanna duduk di belakang.
"Ayah, tadi Tante Lili kasih aku THR loh," kata Hanna bersuara di belakang.
"Oh ya,memangnya Tante Lili kasih THR-bya berapa sayang?" Tanya Jaka antusias agar anaknya merasa senang.
"Palingan juga lima ribu," sahut Maya ketus.
"Ish Mama sok tahu, lihat uang Hanna aja enggak kok malah bilang Tante Lili kasihnya lima Ribu," kata Hanna cemberut.
"Memangnya Tante kamu itu kasih berapa kalau bukan lima ribu," tanya Maya sewot.
"Tante kasih THR-nya itu dua ratus ribu, Nih uangnya sama Lili," kata Hanna mengeluarkan uang di dalam tas kecil miliknya membuat mata Maya membulat.
"Apa, dua ratus ribu? Lili dapat uang dari mana kasih THR segitu," batin Maya berkata.
"Wah, Alhamdulillah! Nanti uangnya di tabung ya sayang biar nanti apa yang mau Hanna beli tercapai," kata Jaka tersenyum.
"Oke sip Ayah," kata Hanna tersenyum.
Maya kembali bersungut kesal, ia tidak menyangka jika Lili akan memberikan THR pada putrinya sebesar itu. perjalanan dari rumah kak Sarah dan Jaka cukup memakan waktu satu Jam tapi karena lebaran membuat Jalanan macet sehingga membuat Jaka telat sampai ke rumah mertuanya.
__ADS_1