Kapan Nikah?

Kapan Nikah?
12# Day-1


__ADS_3

Fandy terbangun dari tidurnya saat dirinya menggigil kedinginan. Ia mencoba mencari remote AC, Tetapi tidak Ia temukan setelah mencarinya kemana-mana.


"Buset.. ini hotel, Nyiksa banget..!"


Gumamnya kesal.


Lalu ia menatap Raline yang meringkuk nyaman di atas sofa dengan berbalut selimut.


"Huh...dasar egois..!"


Fandy mencebikkan bibirnya, Lalu ia duduk di atas ranjang. Tiupan Angin dari AC membuat tubuhnya semakin kedinginan. Lalu ia kembali berdiri menatap Raline. Ia melihat gadis itu seperti sangat kecapaian, Lalu ia mencoba menepuk-nepuk pelan pipi Raline.


"Heh...Heh...Bangun..!"


Seperti orang yang sedang pingsan, Raline tidak kunjung terbangun walaupun pipinya di tepuk-tepuk oleh Fandy.


Fandy menghela napasnya, Lalu dengan kedua tangannya ia membopong tubuh Raline dan memindahkannya ke atas ranjang. Fandi membetulkan letak selimut itu, Lalu ia masuk kedalam selimut yang sama dan segera merebahkan tubuhnya disamping Raline.


Suara ketukan di depan pintu kamar mereka membuat Raline terbangun dari tidurnya yang nyenyak. Saat gadis itu membuka matanya, Ia melihat wajah Fandy tepat di sebelahnya.


"Aaaaaaaaaaa....!"


Teriak Raline dengan histeris, Lalu menendang tubuh lelaki itu hingga terjatuh ke lantai.


Bruuukkkkkk...!


"Aduhhhhh..!"


Teriak Fandy kesakitan.


"Apa-apaan sih..!"


Fandy langsung duduk di atas lantai dan memandang Raline dengan wajah yang kesal.


"Kamu tuh yang apa-apaan..! Kamu gak macam-macam kan semalam? Kenapa aku bisa ada di ranjang..!!"


Raline menatap Fandy sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.


"Itu siapa lagi pagi-pagi begini ganggu orang aja..!"


Tanpa menjawab pertanyaan Raline, Fandy beranjak ke depan pintu dan membuka pintu kamar.


"Good morning baby..."


Mama Fandy langsung menerobos masuk kedalam kamar dan melihat Raline yang sedang duduk di atas ranjang sambil menutupi tubuhnya dengan selimut. Mama Fandy langsung tersenyum sumringah.


"Mama?"


Raline tersenyum canggung saat melihat mertuanya yang tersenyum penuh arti saat melihat dirinya di atas ranjang.


"Mama kesini cuma mau memberikan kalian ini"


Mamanya Fandy memberikan dua lembar kertas kepada Fandy.


"Apa ini ma?"


Tanya Fandy sambil menerima kertas itu dan membacanya dengan perlahan.


"HAH....! KOREAA!!"

__ADS_1


Fandy menatap mamanya dengan tak percaya.


"Raline sangat ingin ke Korea, Jadi mama memberikan hadiah bulan madu untuk kalian ke Korea deh"


"APAAAAAA...!"


Raline dan Fandy saling pandang.


"Loh, Kenapa? Kalian tidak suka ya?"


Mamanya Fandy langsung memasang wajah sedihnya.


"Bu...Bukan begitu ma, Ta...tapi Raline cuma kaget, Tidak menyangka gitu ma.. Kita senang banget kan sayang..!?"


Raline menatap Fandy sambil tersenyum canggung.


"I...Iya sa...sayang"


Jawab Fandy sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ya sudah kalau begitu, Maaf mama mengganggu pagi kalian. Mama juga mau berpamitan akan kembali ke Bali. Oh, Iya... kirimkan Foto kalian waktu di Korea nanti..! Awas kalau tidak dikirim..! Mama pasti akan sangat kecewa..!"


Mamanya Fandy melambaikan tangan nya kepada Raline yang masih diam mematung di atas ranjang, Dan mencium kening Fandy sesaat sebelum mamanya Fandy meninggalkan kamar mereka.


Fandy terduduk lemas di atas ranjang sambil memandangi dua tiket di tangannya.


"Kapan berangkatnya?"


Tanya Raline penasaran.


"Lusa"


"HAH...!"


...


Raline membawa dua koper besar turun kelantai bawah. Sedangkan Fandy dengan santai berjalan di depannya.


Koper-koper itu di antar oleh utusan mamanya Raline ke hotel untuk Raline bawa ke rumah Fandy.


Dengan kesal, Raline memandangi punggung suaminya dari belakang.


"Tega gitu liat perempuan bawa dua koper besar sendirian..!"


Gumamnya dalam hati.


Dengan cuek Fandy masuk kedalam lift lalu menatap Raline yang sedang menatapnya dengan cemberut.


"Gak mau masuk?"


Tanyanya kepada Raline. Gadis itu hanya menghela napasnya lalu mendorong koper-kopernya masuk terlebih dahulu, Lalu di susul oleh dirinya.


Selama di dalam lift sampai di parkiran hotel, Mereka saling diam. Raline dibantu oleh petugas hotel memasukan koper-kopernya kedalam mobil Fandy.


Lalu dengan kesal Raline duduk di samping Fandy.


"Mau langsung pulang atau kemana dulu tuan?"


Tanya supir pribadi Fandy dari balik kemudinya.

__ADS_1


"Pulang"


Sahut Fandy, Lalu lelaki itu mulai sibuk dengan ponselnya. Sesekali lelaki itu tersenyum sendiri, Yang membuat Raline menjadi ingin tahu suaminya sedang chating dengan siapa. Raline melirik kearah ponsel Fandy. Ia membaca nama yang tertera di sudut atas aplikasi chat di ponsel Fandy.


"Carolina"


Gumamnya sambil mencebikkan bibirnya.


Satu jam kemudian, Mereka sampai di rumah Fandy. Koper-koper Raline diturunkan oleh para asisten Fandy, Dan meletakkan koper-koper itu di kamar bawah.


"Kamu tidur di kamar bawah"


Ucap lelaki itu, Lalu beranjak ke lantai atas menuju kamarnya.


Raline merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Tidak pernah terbayangkan olehnya dirinya akan tinggal di rumah yang sebagus ini.


Raline menyusun pakaiannya kedalam lemari dibantu oleh Fatma asisten Fandy.


"Hmmm... Nyonya, Kata tuan saya nanti disuruh menemani nyonya shopping kebutuhan untuk pergi ke Korea, Ini kartu debit untuk shopping dan PINnya sudah di kirim lewat pesan ke ponsel nyonya "


Gadis itu menyerahkan sebuah kartu kepada Raline.


"Sekarang dia dimana?"


Tanya Raline penasaran.


"Tuan sudah pergi ke kantor nyonya.."


"Hah..? Baru saja menikah dia langsung ke kantor? Buruk sekali sandiwara pernikahannya."


Gumam Raline.


*


Setelah bersiap-siap, Raline dan Fatma pergi shopping di temani seorang supir yang khusus melayani Raline.


"Not Bad lah jadi istri pura-pura"


Gumam Raline sambil tersenyum-senyum sendiri.


Raline cukup bersemangat saat dirinya shopping, Walaupun ia hanya ditemani oleh Fatma. Ia membeli semua yang akan ia butuhkan saat di Korea nanti. Tidak lupa ia juga membelikan beberapa baju untuk Fatma. Walaupun gadis itu menolaknya, Tetapi Raline tetap membelikannya untuk Fatma. Dengan rasa sungkan, Fatma mengucapkan terimakasih kepada Raline.


Korea, Negara yang paling dituju oleh Raline. Negara impiannya karena dirinya adalah korban drama Korea. Raline membayangkan betapa romantisnya Negeri itu.


Raline pernah membayangkan ia akan pergi ke Negeri itu saat bulan madu dengan suaminya kelak. Kini, Impian itu menjadi kenyataan. Walaupun ia pergi bukan dengan suami sungguhan, Tetapi tidak masalah baginya. Karena menurutnya Fandy tidak terlalu buruk untuk menjadi partner liburan.


Ia tersenyum sendiri saat menatap kantung-kantung belanjanya. Setelah puas berbelanja, Raline kembali ke rumah Fandy dengan perasaan riang.


Fandy menatap istrinya dengan puluhan kantung belanja ditangan istrinya dan sebagian lagi ditangan Fatma, asistennya.


"Uang ku tidak di habiskan kan?"


Tanya Fandy sambil menatap Raline tak percaya.


"Memberi kartu kepada wanita untuk shopping, Sama saja dengan menyuruhnya untuk menghabiskan semua isi di dalam kartu itu"


Ucap Raline dengan wajah bahagia. Lalu pergi meninggalkan Fandy begitu saja sambil membawa kantung-kantung belanjanya.


Sedangkan Fandy hanya terdiam menatap gadis itu dengan tak percaya.

__ADS_1


"Dasar wanita..!"


Gumamnya kesal.


__ADS_2