
"Tuan Kong, kamu berbicara terlalu sungkan. Aku hanya mengetahui teori Jarum Triple Reviving, tapi aku nggak punya pengalaman dalam menggunakannya. Aku juga telah mendapatkan banyak ilmu dari penjelasanmu tadi. Aku akan mengajarimu salah satu teknik Detoksifikas Lima Elemeni seperti yang telah kita sepakati. "Hua Fan enggan menyia-nyiakan kesempatan yang datang kepadanya secara cuma-cuma ini.
Ketika Kong Sanzhen mendengar perkataan Hua Fan, dia pun menatapnya dengan kagum.
Di usia semuda ini, Hua Fan sudah memiliki ilmu kedokteran yang hebat, tetapi dia sangat rendah hati. Ketika Kong Sanzhen memikirkan cucunya, Kong Xinghai, yang bahkan tidak menguasai 30% dari ilmu kedokterannya berani mengaku-ngaku sebagai Dokter Pembuat Keajaiban, dia semakin merasa malu.
Namun, saat Hua Fan mulai menjelaskan teknik Detoksifikasi Lima Elemen, Kong Sanzhen segera memfokuskan perhatiannya.
Untung saja, teknik Jarum Triple Reviving miliknya merupakan teknik akupunktur asli dan dia telah menguasai Qi Asli, jadi kecepatan belajarnya jauh lebih cepat. Namun, meski begitu, dia tetap menghabiskan waktu hampir satu jam untuk bisa memahami teknik awal Detoksifikasi Lima Elemen.
"Baiklah, kamu coba pelajari dulu. Kalau ada yang nggak kamu pahami, hubungi saja aku. " 11 Setelah Hua Fan selesai menjelaskan, mereka pun bertukar nomor ponsel. Lalu, Hua Fan pun pergi dari ruangan pribadi itu, meninggalkan Kong Sanzhen yang masih berkutat dengan pikirannya.
"Kringg!" Begitu Hua Fan keluar, dia menerima telepon dari Xia Waner.
"Hua Fan, kamu di mana?" Di ujung telepon, Xia Waner sudah meninggalkan Hotel Hinsel. Adegan ketika Hua Fan dan Lan Yuxin pergi bersama-sama terus berputar di dalam benaknya.
Meskipun Xia Waner merasa dirinya tidak memiliki perasaan terhadap Hua Fan, dia tetap merasa kesal. Setelah dia melajukan mobilnya selama beberapa saat, dia pun langsung menelepon Hua Fan.
"Aku di Rumah Sakit Kota. Ada apa?" tanya Hua Fan.
Setelah diam sejenak, Xia Waner pun berkata, "Ayo makan bersama. Bagaimanapun juga, besok kita akan bercerai. "
"Boleh." Hua Fan tidak menolak. Beberapa hari ini, dia tidak makan dengan baik. Ketika Xia Waner membahas soal makanan, dia tiba-tiba merasa sedikit lapar.
Hua Fan menyimpan ponselnya, lalu melihat ke sekeliling jalan. Kemudian, dia pun berjalan menuju Restoran Beria, lalu mengirim lokasinya ke Xia Waner.
Setelah mendapatkan imbalan sebesar empat ratus juta dari Zhao Songyang, Hua Fan sanggup makan malam di restoran yang bagus. Karena Xia Waner ingin dia mentraktirnya, dia pun memilih restoran yang lebih bagus.
__ADS_1
Sebenarnya, Hua Fan juga sudah lama kepingin makan di restoran barat. Sejak orang tuanya meninggal, dia selalu hidup hemat. Jadi, pemahamannya terhadap makanan barat hanya sebatas yang pernah ditontonya di TV.
Tidak lama kemudian, Xia Waner memarkir mobilnya lalu menghampiri Hua Fan. Ketika dia melihat Hua Fan membawanya ke Restoran Beria, ekspresinya langsung berubah menjadi dingin. "Hua Fan, apa maksudmu?"
Hua Fan berbalik, lalu bertanya, "Apa ada yang salah?"
"Kamu sungguh keterlaluan!" Xia Waner mendengus dengan dingin. "Jelas-jelas kamu juga sudah mendengar Lan Yuxin mengatakan mulai hari ini tempat-tempat yang berada dibawah naungan Grup Trogon nggak akan lagi menerima kehadiran seluruh anggota keluargaku. Apa maksudmu membawaku makan malam di sini?"
"Apa? Restoran ini juga milik Grup Trogon?" Hua Fan sangat tercengang. Dia benar-benar tidak tahu, tapi dia langsung berkata, "Kamu tenang saja. Yuxin berbicara seperti itu karena tadi dia sedang marah. Sebenarnya, dia lumayan lembut.
"Yuxin? Kamu sudah memanggilnya dengan panggilan yang sedekat ini?" Xia Waner tampak marah. "Coba kamu tanya kepada orang-orang di Yorkston ini siapa yang berani mengatakan Lan Yuxin adalah orang yang lembut?"
Saat ini, sebelum Hua Fan sempat berbicara, Xia Waner sudah mulai berjalan menuju Restoran Beria.
"Kamu hanya ingin pamer, 'kan? Aku akan masuk dan melihat apa yang akan Lan Yuxin lakukan padaku. Jangan lupa, sebelum kita bercerai, secara hukum, kamu masih suamiku!" teriak Xia Waner.
Hua Fan yang tidak tahu harus berkata apa hanya bisa mengikutinya tanpa bersuara.
Mereka berdua berhasil memasuki restoran tanpa dihalangi.
Xia Waner memesan dua steik dan satu salad. Karena mempertimbangkan kondisi keuangan Hua Fan, dia tidak memesan anggur.
Tatapan mata Hua Fan saat menatap Xia Waner berubah menjadi sedikit aneh. Bahkan dia tidak menyadari seiring dengan perubahannya, dia juga mulai mengagumi Xia Waner dari sudut pandang seorang pria.
Balutan pakaian formal di tubuh Xia Waner, membuat lekuk tubuhnya terlihat ramping dan anggun. Kaki putih dan mulusnya yang tidak memakai stoking, membuatnya terlihat semakin memesona. Hua Fan baru tenang setelah minum beberapa teguk air lemon.
"Kamu dan Lan Yuxin ... "Xia Waner tidak mampu menyembunyikan rasa penasarannya.
__ADS_1
"Adiknya sakit, aku kebetulan bertemu dengannya. Aku menggunakan cara tradisional untuk mengobatinya, jadi dia merasa berterima kasih padaku." Hua Fan sudah tahu Xia Waner akan menanyakan hal ini.
"Hanya itu saja?" Xia Waner sedikit terkejut.
Hua Fan tersenyum sembari mengejek dirinya, "Kalau nggak, apa lagi? Menurutmu apa mungkin Lan Yuxin menyukai si menantu numpang mertua seperti diriku?"
"Kenapa kamu gegabah sekali? Kamu nggak mempertimbangkan dia adalah Lan Yuxin yang sangat berkuasa? Apa yang akan terjadi padamu kalau kamu nggak bisa menyelamatkan adiknya?" Saat Xia Waner sedang berbicara, dia tiba-tiba menyadari sepertinya dia sudah menunjukkan perhatian yang seharusnya nggak dia miliki. Kemudian, dia menambahkan, "Lalu, berapa banyak masalah yang akan menimpa keluargaku?"
"Ini... Saat aku membantunya, aku nggak tahu dia siapa," kata Hua Fan.
"Ingat, kalau kelak kamu dihadapkan dalam masalah seperti ini lagi, sebaiknya kamu jangan ikut campur!" Xia Waner lanjut menambahkan, "Aku nggak mengkhawatirkanmu. Aku hanya khawatir apa yang kamu lakukan akan merugikan orang lain!"
Sementara itu, steik dan salad sudah disajikan ke meja.
Dibandingkan dengan tata cara makan Xia Waner yang anggun, tata cara makan Hua Fan tidak begitu baik. Namun, dia tidak peduli. Bagaimanapun juga, steik ini benar-benar enak.
Hua Fan menyentuh Kartu Trogon di sakunya sembari bertanya-tanya apakah sebaiknya kelak dia datang setiap hari ke sini untuk makan steak gratis.
Pada saat ini, seorang pelayan cantik datang, lalu menaruh segelas anggur merah di samping Xia Waner. "Halo, Bu. Anggur merah ini dari manajer kami, Tuan Cao. Beliau bilang saat makan steik harus ditemani anggur merah. Ditambah lagi yang makan adalah seorang wanita cantik, semakin wajib ditemai anggung merah."
Seseorang menghadiahkannya anggur?
Hua Fan dan Xia Waner terdiam sejenak. Ketika mereka melihat ke arah pandangan mata pelayan itu, mereka melihat seorang pria dalam balutan jas Armani sedang tersenyum sembari mengangkat gelasnya kepada Xia Waner.
Di sebelah manajer itu ada beberapa pemuda dan gadis cantik yang juga mengenakan pakaian yang indah dan mewah. Mereka semua menatap Xia Waner dengan tatapan main-main.
"Maaf, tapi aku nggak mengenalnya. Tolong kembalikan anggur ini. " Xia Waner nggak ragu-ragu.
__ADS_1
Pelayan itu tersenyum lalu berkata, "Izinkan saya memperkenalkannya lagi kepada Anda. Tuan Cao adalah bos Restoran Beria. Dia tampan dan kaya! Anda seharusnya merasa terhormat karena beliau telah memberikan anggur ini kepada Anda. Lagipula, saat ini ada banyak tamu yang sedang melihat kita. Kalau Anda mengembalikan anggur ini, Tuan Cao akan malu. "
Tentu saja, pelayan itu tidak mengatakan Tuan Cao ini selalu membual dengan mengatakan dia adalah keturunan Perdana Menteri terkenal. Dia juga mewarisi hobi Perdana Menteri yang suka dengan istri orang lain.