Kebangkitan Sang Dokter Jenius

Kebangkitan Sang Dokter Jenius
Bab 4 perceraian


__ADS_3

Hua Fan tidak tahu bagaimana membalas perkataan Xia Waner.


Dia tidak bisa begitu saja menceritakan peristiwa di mana dia bisa menyembuhkan Hua Xue dengan Perintah Karma. Bahkan jika dia mengatakannya juga tidak akan ada yang akan mempercayai kata-katanya.


Bagaimanapun juga setelah mendengarkan penjelasan Xia waner, Hua Fan juga mengakui bahwa dia juga melakukan kesalahan dengan menuduh Xia Waner.


"Xue memang mendapatkan dianogsis yang salah. Kamu bisa langsung datang ke rumah sakit dan mengecek catatan medisnya jika kamu masih tidak percaya. Aku tidak bisa memalsukan catatan medis, kan?"


"Mengenai uang yang kamu transfer, tadinya aku akan mengembalikannya padamu saat aku pulang. Tetapi karena kamu juga sudah mengungkitnya, aku akan mentransfernya kembali kepadamu sekarang juga," kata Hua Fan.


"Kamu akan mentransfernya kembali padaku? Tahukah kamu berapa banyak uang yang sudah kuhabiskan untukmu selama beberapa tahun ini? Apa kamu pikir bahwa aku sangat menginginkan uang yang berjumlah kecil itu?"


"Jangan berlagak tangguh sekarang. Jika kamu tidak lemah, kamu tidak akan menikahiku dan masuk ke keluargaku."


Perkataan Xia Waner yang penuh hinaan itu langsung menghilangkan rasa bersalah yang muncul di hati Hua Fan.


Hua Fan mengangkat kepalanya untuk melihat Xia Waner dan tiba-tiba bertanya, "Apa kamu mencintaiku?"


Xia Waner langsung tertawa terbahak-bahak seakan akan dia telah mendengar lelucon terbaik di dunia. Dia menahan tawanya sambil berkata, "Cinta? Apakah kamu pikir aku pantas mencintaimu? Jika bukan karena anjuran dari tabib yang menyarankanku untuk menikahimu demi meningkatkan kesehatanku, apa menurutmu aku akan menikah dengan orang sepertimu? Jika kamu hal sesimpel itu saja tidak tahu, bisakah kamu berkaca dulu sebelum mengatakan hal tersebut?"


"Tapi memang aku harus mengakui kalau kesehatanku perlahan membaik sejak aku menikah denganmu. Aku hanya menghabiskan uangku untuk orang yang tidak berguna sepertimu karena aku takut orang lain akan mengatakan jika aku tidak mengerti cara berterima kasih ... "


"Oke, kalau begitu kita bercerai saja." Hua Fan menotong ucapannya karena tidak ingin mendengarkan kelanjutannya.


"Tunggu, apa? Kamu bilang apa? Kamu mau cerai? "Xia Waner menatapnya dengan kaget. Dia tidak bisa mempercayai apa yang baru saja di dengarnya dan bahkan bertanya-tanya apakah dia salah dengar. Dia merasa bahwa sampah di depannya ini bersikap kurang ajar karena berani meminta cerai.


"Kamu sudah sehat dan aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan, jadi sekarang adalah waktu yang tepat untuk bercerai," kata Hua Fan terus terang.


Keputusannya bukan karena dia sekarang memiliki Perintah Karma yang memiliki kemungkinan untuk mengubah hidupnya. Tetapi karena mereka berdua dari awal memang tidak memiliki perasaaan terhadap satu sama lain. Menahan penghinaan adalah kejadian yang sudah biasa yang terjadi dalam perkelahian mereka. Tetapi karena Hua Fan sekarang yakin bahwa dia bisa melindungi adiknya, dia tidak mau melanjutkan kehidupan seperti ini.


Siapa yang mau tunduk jika bisa memimpin?

__ADS_1


Xia Waner segera bereaksi dan berkata, "Baiklah... Kamu punya nyali untuk melakukan hal seperti ini di hari ini! Kamu jelas tahu bahwa hari ini adalah hari ulang tahun nenek, tapi kamu mau menceraikanku hari ini? apa kamu mencoba mempermalukanku ya?"


Mendengar kata-katanya, Hua Fan baru ingat jika hari ini adalah hari ulang tahun nenek Xia Waner. Untuk keluarga besar Xia, semua anggota keluarga harus datang ke acara perayaan seperti ini. Karena mengkhawatirkan biaya pengobatan adiknya selama beberapa hari terakhir dia jadi lupa akan hal ini.


"Aku akan menemanimu ke acara ulang tahun hari ini dan kita bercerai keesokan harinya." Hua Fan berkata sambil mengeluarkan ponselnya. "Dan untuk uang empat ratus juta itu, aku akan mentransfernya padamu sekarang."


"Apa aku kelihatan seperti orang yang kekurangan uang?" Xia Waner memelototi Hua Fan dengan arogan dan berkata, "Ambil saja uangnya dan beli hadiah ulang tahun yang layak untuk nenek."


Xia Waner tidak menunggu balasannya dan dia langsung berbalik. Sebelum dia membuka pintu mobil dia berkata, "Kita bertemu di Hotel Hinsel jam lima sore nanti,"


Meskipun Hua Xue berada di dalam mobil tetapi dia masih bisa mendengar percakapan kedua orang itu dengan jelas. Dia menjelaskan kepada Xia Waner yang memasuki mobil, "Kakiku benar-benar terluka... "


Tetapi sebelum dia bisa menyelasaikan perkataannya, Xia Waner sudah memotongnya duluan dan berkata, "Xue, ini bukan salahmu. Kamu juga tahu kalau cepat atau lambat kakakmu dan aku akan bercerai."


"Kamu adalah anak yang baik Xue jadi kamu harus tetap berpegang pada prinsipmu. Jangan sampai kamu dipengaruhi oorang-orang yang malas dan jahat."


"Oke, aku masih harus kembali bekerja ke kantor, jadi aku tidak akan mengantarmu ke sekolah hari ini." ucap Xia Waner yang sudah masuk ke mobilnya.


Xia Waner langsung pergi begitu saja setelah Hua Xue keluar dari mobil.


mobil itu menghilang di kejauhan. Meskipun Xia Waner selalu merendahkan dirinya tapi selama beberapa tahun terakhir ini, dia tetap memperlakukan adiknya dengan baik.


Hua Xue berjalan mendekatinya dan bertanya, "Mengapa kakak tidak memberinya penjelasan yang tepat?"


"Yang dia bilang ada benarnya. Perceraian kita tidak ada hubungannya denganmu sama sekali dan memang kita lebih baik berpisah daripada melanjutkan pernikahan yang tidak bahagia. Bagaimanapun juga, aku punya sudah punya sejumlah uang sekarang, jadi aku dapat membayar biaya sekolahmu sampai kamu lulus," kata Hua Fan.


"Oh... "Hua Xue bingung apa dia harus membujuknya atau membiarkannya dalam menghadapi kondisi ini.


Dia merasa perceraian bukanlah hal yang baik. Tetapi dia juga tahu bahwa kakaknya tidak bahagia saat berada di keluarga Xia.


Setelah hening sejenak, Hua Fan memanggil taksi untuk mengantar Hua Xue ke sekolah. Kemudian dia berjalan kaki di jalanan sambil memikirkan ide bagaimana menghabiskan empat ratus juta rupiah untuk hadiah ulang tahun nenek Xia Waner.

__ADS_1


Tiba-tiba, sebuah mobil mewah menepi di pinggir jalan dan gadis berbaju merah keluar dari dalam mobil. Dia langsung berteriak dengan cemas, "Tolong! Tolong! Apa ada dokter di sini? Siapapun tolong!"


Orang-orang di jalanan mulai berkumpul tetapi tidak ada yang berani maju untuk membantu.


Lagi pula, di jaman sekarang orang baik gampang menjadi sasaran penipuan. Hanya karena dia mengendarai mobil mewah tidak menutup kemungkinan kalau ini penipuan juga.


"Seseorang tolong selamatkan adikku! Pasti akan kubayar!" Dia berteriak sambil melihat orang-orang di sekitarnya. Namun, tidak ada yang berani mendekatinya. Lalu dia berkata, "Selama bisa menolong adikku supaya bisa bertahan sampai ambulans datang, aku akan memberinya semua uang yang ada di tas ini." Gadis berbaju merah itu mengeluarkan tas perginya dan membukanya. Tas itu penuh dipenuhi tumpukan uang ratusan.


"Aku, Lan Yuxin juga akan berhutang budi pada orang itu."


Melihat tumpukan uang yang bernilai ratusan juta itu tetap tidak membuat kumpulan orang di sekitarnya berani untuk maju. Sebaliknya, mereka malah reflek mundur beberapa langkah.


Jika gadis berbaju merah ini bukan penipu, mereka juga tetap takut untuk berurusan dengan orang yang begitu kaya raya.


Pada saat itu, Hua Fan bergegas datang dan berkata, "Biarkan aku membantu melihatnya."


Dia tidak membantunya karena dia berhati baik. Setelah beberapa tahun memiliki pengalaman kerja dan tinggal di dalam keluarga Xia, gairah hidup Hua Fan telah lama padam. Tetapi beda masalahnya jika ini adalah Lan Yuxin.


Saat pertama kali Hua Fan melihatnya, dia langsung mengenalinya. Dia adalah orang yang telah membawanya dari kafe ke rumah sakit.


"Apakah kamu seorang dokter?" Lan Yuxin bertanya.


Meskipun dia adalah orang yang telah mengantar Hua Fan ke rumah sakit, tetapi saat itu muka Hua Fan dipenuhi dengan darah jadi dia pasti tidak mengenalinya sama sekali.


Lan Yuxin menjadi curiga ketika dia melihat Hua Fan yang berpakaian sangat biasa dan masih terlihat muda.


Sementara Lan Yuxin masih curiga kepadanya, Hua Fan sudah bergegas mendekat ke arah mobil dan menyentuh bocah yang tidak sadarkan diri di dalam mobil.


Lengan kanannya digigit oleh Lipan Merah dan racunnya sudah menyebar ke seluruh organ dalam badannya.


Karena energinya untuk bertujuan baik tidak cukup, dia tidak dapat menggunakan Pengobatan Karma. Namun, dia masih bisa menggunakan "Teknik Jarum Lima Elemen Detoksifikasi" untuk membersihkan racun di badan bocah itu, atau dia juga bisa menggunakan "Teknik Burung Mengacaukan Surga" untuk menghentikan peredaran racunnya sementara waktu.

__ADS_1


Ketika dia memperoleh informasi ini, Hua Fan menemukan bahwa sisi putih Perintah Karma mengedipkan cahaya secara terus-menerus. Tapi sekarang sisi putih jauh lebih lemah jika dibandingkan dengan saat dia baru saja mendapatkannya di awal.


Tampaknya Perintah Karma tidak dapat digunakan terus menerus. Hua Fan segera menyadari bahwa energi dari Perintah Karma habis setelah dia menyembuhkan adiknya.


__ADS_2