
"Miao Haiyang?" tanya Hua Fan setelah menganalisa pria itu.
Jika itu orang lain, Hua Fan mungkin tidak mengenalinya, tetapi tidak dengan Miao Haiyang.
Ketika Hua Fan membunuh Miao Haibo di kediaman keluarga Lei, Lei Yunlong secara khusus memberitahunya bahwa Miao Haibo memiliki saudara laki-laki bernama Miao Haiyang, yang sekarang berada tepat di depannya. Kedua kakak beradik itu sama-sama belajar di Sekte Lipan Api, tetapi diantara keduanya, Miao Haiyang lah yang lebih berbakat. Dia telah bertapa hingga setengah langkah ke tingkat Master Setengah Langkah dan dikenal sebagai salah satu Pelaksana Seni Bela Diri yang paling memungkinkan untuk menjadi Grandmaster di generasi ini.
Kedua bersaudara itu memiliki kemiripan satu sama lain. Dengan menggabungkan informasi dari dasar pertapaannya dan Lipan Merah yang ia temui dalam perjalanan ke sini, Hua Fan segera menyadari apa yang akan terjadi.
"Tidak pernah terlewat di benakku bahwa seorang generasi muda akan mengenaliku setelah aku memasuki pelatihan tertutup selama sepuluh tahun!" Miao Haiyang terkejut dan mulai menganalisa Hua Fan.
Tiba-tiba, ekspresinya sedikit berubah. "Tidak, aku sudah mengikuti pelatihan tertutup selama sepuluh tahun dan tidak pernah berpartisipasi dalam kegiatan lain. Secara logis, seharusnya tidak ada banyak informasi tentang aku di dalam Organisasi Bayangan Hitam! Belum ada kabar tentang adikku sejak dia memasuki Yorkston. Nak, apakah masalah ini ada hubungannya denganmu?" Ketika dia berbicara dengannya, terlihat niat membunuh yang besar di matanya.
Apa yang tidak dia sebut adalah bahwa dia tidak berpartisipasi dalam masalah kekuatan asing sama sekali, dan hanya tiba di Yorkston untuk menemui adik laki-lakinya.
Dia ditemukan oleh pasukan itu secara kebetulan. Tidak hanya dijanjikan hadiah yang sangat tinggi, mereka bahkan setuju jika adik laki-lakinya masih hidup setelah masalah ini selesai, mereka akan menggunakan semua kekuatan mereka untuk menemukannya. Jika dia sudah mati, maka mereka akan membantu Miao Haiyang menyelidiki penyebab kematian adiknya dan melacak musuh-musuhnya.
Karena inilah Miao Haiyang setuju untuk membantu mereka mentransfer flash drivenya.
Dia berpikir, "Bahkan jika Organisasi Bayangan Hitam memiliki profilku, aku tidak memiliki catatan kriminal dan tidak mungkin bagi pemuda ini untuk mengenali aku dengan cepat, jadi hanya ada satu kemungkinan..."
Jantung Hua Fan berdebar kencang.
"Kau menebak dengan benar!" Meskipun dia sedikit terkejut dengan perkataan Miao Haiyang, Hua Fan tidak menyangkalnya.
Karena mereka bertemu satu sama lain dengan cara ini, maka untuk bertahan hidup semuanya hanya tergantung pada kekuatan mereka.
"Nah! Jangan khawatir, aku akan membuatmu menyesal telah dilahirkan ke dalam dunia ini!" Miao Haiyang mendengus dengan dingin, dan sosoknya nampak berkilau saat dia menyerang ke depan dengan cepat.
Kecepatannya yang sangat tinggi membuatnya nampak seperti telah menembus penghalang spasial. Beberapa saat yang lalu, dia berjarak puluhan meter jauhnya, tetapi hanya dalam setengah kedipan mata, dia muncul tepat di depan Hua Fan. Dia mengangkat tangannya dan mengirim serangan telapak tangan ke arah dada Hua Fan.
Serangan telapak tangan tersebut tidak terlihat mengesankan namun dipenuhi dengan aura dan kekuatan yang menggelora dan terjadi dengan sangat cepat.
Sambaran telapak tangan belum mengenai sasarannya, tetapi angin kencang yang dibentuk oleh Kekuatan Spiritual sudah meniup pakaian Hua Fan dengan kencang. Karena hembusan angin yang besar tersebut, Hua Fan tidak bisa menahan diri untuk melangkah mundur sampai kakinya meninggalkan goresan yang dalam di tanah.
"Apa-apaan ini! Seorang Master Setengah Langkah sangat mengerikan!" serunya dalam hati.
Pada saat yang bersamaan, dia terkagum dan dengan sekejap menyalurkan Kekuatan Spiritualnya, yang telah terkumpul untuk waktu yang lama, ke dalam tangannya. Dia mendorong tangannya kedepan dan segera memblokir serangan telapak tangan Miao Haihai yang ganas.
__ADS_1
"Dor!"
Dengan suara yang sangat keras, telapak tangan keduanya bertabrakan dan menyebabkan kekuatan yang dahsyat untuk meluap. Dalam sekejap, tanah dalam radius sepuluh meter dari mereka berdiri terguncang dan beterbangan ke segala arah.
Pada saat yang sama, Hua Fan terus terdorong mundur sampai sepuluh langkah jauhnya, meninggalkan jejak kaki yang dalam di tanah. Akhirnya ia berhenti setelah menabrak pohon besar.
"Krak!"
Beberapa detik kemudian, batang pohon yang terkena punggung Hua Fan hancur dan jatuh ke tanah.
Miao Haiyang pun terdorong mundur meskipun hanya satu langkah. Namun, langkah ini menyebabkan keheranan melintas di benaknya.
Dia bertanya-tanya, "Bagaimana mungkin seorang Pelaksana Seni Bela Diri Tingkat Tinggi dapat memaksaku mundur selangkah dalam pertempuran yang mengandalkan kekuatan murni?"
Yang lebih membuatnya heran adalah saat dia menyadari bahwa meskipun Hua Fan terlihat berantakan dan napasnya terengah-engah, dia tidak terluka.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Pada saat yang sama, Hua Fan sedang berpikir, "Keterampilan Chaos memang bisa diandalkan!"
Pada saat yang sama, terlihat senyuman tipis melintas di sudut mulutnya.
Karena pada saat perlawanan barusan, Perintah Karma berdengung di dalam benaknya dan menunjukkan beberapa informasi tentangnya.
"Miao Haiyang telah melakukan segala macam kejahatan. Dia telah membunuh ratusan anak untuk memberi makan darah mereka ke Lipan Merah dan membunuh puluhan orang tanpa alasan. Juga...
Dalam sekejap, semua kejahatan yang Miao Haiyang pernah lakukan muncul di dalam benak Hua Fan.
Pada saat yang sama, ada juga perintah untuk menunggu Hua Fan memutuskan apakah ia ingin mengaktifkan Kekuatan Pengaruh Jahat.
"Kekuatan Pengaruh Jahat?"
Sejak menerima Perintah Karma, Hua Fan hanya menggunakan Kekuatan Perbuatan Baik untuk menyelamatkan orang. Dia belum pernah menggunakan Kekuatan Pengaruh Jahat sebelumnya. Tetapi dilihat dari situasi saat ini, dia merasa bahwa jenis kekuatan tersebut tepat digunakan untuk menghukum Miao Haiyang.
Meskipun dia tergoda, Hua Fan tidak segera memberikan perintahnya.
Karena serangan telapak tangan Miao Haiyang tidak mengancaman hidupnya, dan dia akhirnya bertemu lawan yang bisa memberi perlawanan yang kuat baginya, dia berpikir bahwa ini adalah kesempatan baik untuk menggunakannya sebagai latihan.
__ADS_1
"Apakah yang membuatmu tersenyum?" Miao Haiyang tidak bisa menahan diri untuk bertanya saat dia melihat senyuman aneh di wajah Hua Fan.
"Aku hanya ingin tahu kenapa kau begitu berbakti pada adikmu dan ingin membalaskan dendam untuknya. Katakan padaku, apakah dia tahu bahwa tiga dari empat putranya sebenarnya adalah putramu?" cibir Hua Fan.
Informasi ini adalah salah satu kejahatan yang dilakukan Miao Haiyang yang ia dapat melalui Perintah Karma.
"Nak, jika hari ini kau bisa meninggalkan tempat ini hidup-hidup, aku tidak akan pernah menginjakkan kaki ke dalam dunia seni bela diri lagi!" Miao Haiyang berkata dengan geram.
Hubungan dia dan adiknya memang baik, tapi dia mempunyai kebiasaan buruk. Ia telah meniduri beberapa istri dari adiknya dengan paksa, bahkan memiliki anak bersama mereka.
Ini adalah rahasia terbesar di hatinya, tapi sekarang diketahui oleh Hua Fan. Pada saat itupun, niat membunuhnya terlihat semakin membara dalam mata Miao Haiyang dan mulai melakukan perlawanan lagi.
Dari perlawanan barusan, dia merasakan kekuatan Hua Fan yang luar biasa. Maka sekarang, ia tidak berani ceroboh lagi.
Dia berteriak, "Pukulan Laba-laba Lipan!"
Serangan pertama yang dia berikan adalah keterampilan unik yang dimiliki Master Lipan Api, yaitu Tinju Lipan Api.
Dia mengangkat tangannya dan dengan momentum yang besar langsung menyerang Hua Fan dari kedua sisi.
"Permulaan Kekacauan!"
Melihat ini, Hua Fan yang sudah bersiap, membalas menggunakan teknik seni bela diri dari Keterampilan Chaos.
"Bam!"
Dalam sekejap mata, keduanya kembali bertarung. Dengan bantuan Keterampilan Chaos dan Kekuatan Spiritual, Hua Fan tidak lagi terpuruk seperti sebelumnya. Meskipun ia tahu kekuatannya tidak sebanding Miao Haiyang, dia mencoba bertahan menggunakan keterampilan seni bela dirinya.
Semakin banyak variasi gerakan yang ia lakukan, pemahamannya tentang seni bela diri semakin mendalam dan dia pun perlahan-lahan menjadi lebih bersemangat.
Bagaimanapun, ini adalah pertama kali baginya untuk melakukan begitu banyak teknik seni bela diri, yang selama ini hanya bisa ia pikirkan. Kegembiraan semacam ini bukanlah sesuatu yang bisa dirasakan oleh orang biasa.
Di sisi lain, semakin keras Miao Haiyang bertarung, semakin dia dibuat terkejut.
Intensitas Kekuatan Spiritual Hua Fan meningkat lagi. Yang membuatnya takut adalah teknik seni bela diri Hua Fan lebih hebat dari yang dia bayangkan.
Miao Haiyang sadar bahwa jika dia tidak terus menekan Hua Fan dengan Kekuatan Spiritualnya, dia mungkin sudah kalah. Ini membuatnya semakin bertekad untuk membunuh Hua Fan.
__ADS_1