
Mereka mulai mengobrol setelah memasuki villa. Namun, suasananya cukup canggung karena Hua Fan menghindari hal-hal untuk dibicarakan, dan Lin Yu tidak berani bertanya. Tak lama, keduanya saling mengucapkan selamat malam dan pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
Kembali ke kamarnya, Hua Fan duduk dalam posisi bersila dan mulai bertapa.
Master Lipan Apii di belakang Miao Haiyang dan saudaranya masih menjadi sesuatu yang tidak mengenakkan didalam benaknya. Dia tahu bahwa dia harus memanfaatkan waktu untuk bertapa agar dia percaya diri untuk bertemu dengannya suatu hari.
Untungnya, dia telah membunuh kedua bersaudara itu tanpa meninggalkan banyak bukti. Seharusnya butuh beberapa waktu bagi Master Lipan Api untuk mengetahui bahwa dia adalah orang di balik kematian mereka.
Saat dia memulai bertapa, aliran Kekuatan Spiritual terus menerus mengalir kedalam tubuhnya, dan Qi spiritual di Dantiannya berangsur-angsur meningkat. Namun, dibandingkan saat dia memiliki kalung Senja, kecepatan peningkatannya masih jauh lebih lambat.
Ketika Hua Fan membuka matanya, hari sudah siang di keesokan harinya.
Dia keluar dan melihat Lin Yu telah meninggalkan catatan di meja teh di ruang tamu.
Lin Yu bangun lebih awal dan melihat Hua Fan masih di kamarnya. Dia sedang bersiap-siap untuk hari pertamanya bekerja, dia tidak ingin mengganggunya dan pergi.
Hua Fan senang bisa membalas perbuatan Lin Yu,ia berharap Lin Yu bisa menjalani kehidupan yang baik.
Tiba-tiba, bel pintu vila berbunyi.
"Apa si bodoh itu meninggalkan kuncinya ?" Hua Fan bergumam pada dirinya sendiri sambil berjalan untuk membuka pintu.
Lagian, dia hanya membawa Lin Yu ke vila ini. Tidak banyak orang yang tahu bahwa dia tinggal di sini.
Hua Fan membuka pintu, ia sedikit tertegun melihatnya.
Ada banyak mobil mewah yang diparkir di depan vila, dan para pengawal berpakaian jas dan kacamata hitam berdiri di kedua sisi pintu.
Lalu ia melihat seorang pria paruh baya berjalan ke arahnya.
Meskipun Hua Fan tidak mengenalinya, dia bisa merasakan Kekuatan Spiritual yang kuat pada tubuh orang tersebut. Dia melihat bahwa dia pasti seorang Pelaksana Bela Diri Tingkat Tinggi, dan kekuatannya jauh lebih besar daripada tiga orang yang telah menculik Hua Xue kemarin.
__ADS_1
"Apa kamu sedang mencari seseorang?" tanya Hua Fan dengan hati-hati.
"Apa kamu Hua Fan?" Tidak ada kesopanan dalam nada bicaranya.
"Siapa kau?" Hua Fan menyipitkan matanya dan menjawab dengan pertanyaan lain.
Tidak banyak orang tahu kalau Hong Yafeng telah memberikan vila ini kepadanya, tetapi ada orang lain yang mencarinya. Jadi, Hua Fan harus berhati-hati karena lawannya adalah seorang Pelaksana Bela Diri Tingkat Tinggi.
"Tunggu di sini!" Katanya sambil berbalik dan berjalan ke sebuah mobil mewah di seberang. Begitu ia membuka pintu, seorang pria berusia empat puluhan keluar.
Pria itu terlihat sopan santun dan elegan. Mereka berdua mengobrol sebentar sebelum ia berjalan dan menyerahkan selembar kertas kepada Hua Fan.
"Perkenalkan saya Qin Jianqiang, saya tidak suka berhutang budi kepada orang lain. Gadis yang kamu selamatkan di Bar Street kemarin adalah putriku. Jadi, jika kau memiliki masalah kepada keluarga Lei atau Hong Yafeng, kau dapat menghubungi nomor di kertas ini kapan saja, di mana saja. Aku akan membantumu agar bisa membalas budi yang telah aku miliki.
"Pada saat itu juga, putriku tidak melihatmu dengan jelas, jadi dia akan melupakan kejadian semalam. Saya berharap bahwa kamu dapat berpura-pura bahwa kejadian itu tidak pernah terjadi bahkan jika kamu melihat putri saya suatu hari nanti. Kau pahamkan apa yang kumaksud?"
Qin Jianqiang berkata dengan sikap sombong, dan matanya penuh dengan penghinaan.
Di sisi lain, Hua Fan juga mencurigai pria itu.
Hua Fan tidak mau mengambil kertas itu dan lalu ia berkata, "Apakah kau sudah selesai? Silakan pergi jika tidak ada lagi yang ingin kau katakan. Aku tidak akan mengantarmu pergi dan semoga harimu menyenangkan."
Hua Fan kembali ke rumah dan menutup pintunya.
Melihat Hua Fan bersikap kasar, Pelaksana Bela Diri Tingkat Tinggi itu bergegas.
Dia berteriak, "Nak, aku tahu kau sudah mencoba seni bela diri, tetapi dunia ini jauh lebih besar dari yang kamu pikirkan!
"Zhao Zhennan hanyalah anjing bagi Tuan Qin! Mengalahkan orang seperti dia tidak berarti apa-apa!"
"Liu Si. Sudah cukup, "kata Qin Jianqiang sambil melambaikan tangannya. Liu Si langsung terdiam. Qin Jianqiang berkata, "Tidak ada yang bisa menolak bantuanku. Ambillah nomorku. Tiga hari lagi, akan ada kompetisi bela diri di Stingen. Pergilah melihat-lihat ketika kau punya waktu. Saat itu juga, kau akan tahu pentingnya kontakku!"
__ADS_1
Qin Jianqiang menyadari bahwa Hua Fan masih tidak ingin mengambil nomornya, wajahnya menjadi muram, dan dia melemparkan selembar kertas itu ke tanah.
"Selamat tinggal!" Hua Fan tersenyum dan langsung menutup pintu.
Kemarin, dia menyelamatkan gadis itu karena kebaikan. Jika Qin Jianqiang datang untuk berterima kasih dengan sopan, maka Hua Fan juga akan memperlakukannya dengan sopan. Jadi Hua Fan tidak akan menerima bantuannya ketika dia menuntut dan bertindak sombong.
"Kuang ajar! Beraninya kau begitu, tidak menghormati Tuan Qin! " Ekspresi wajah Liu Si berubah saat melihat ini.
"Lupakan saja." Qin Jianqiang menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tadi malam, dia yang menyelamatkan putriku. Aku tidak bisa membalas kebaikan dengan rasa tidak berterima kasih. Aku memberinya kesempatan, jadi terserah dia mau atau tidak."
"Ya, Tuan Qin! "Liu Si mengangguk.
Kemudian Qin Jianqiang berbalik dan masuk mobil sambil berkata, "Ayo pergi. Kita akan langsung ke Stingen. Aku dengar ada pasukan lain juga menemukan beberapa kandidat kuat. "
Hua Fan menguping obrolan mereka di balik pintu dan menjadi penasaran.
Hua Fan jadi tertaik dengan pertemuan itu. Ia berpikir bahwa itu sepertinya menyenangkan jika ia ke Stingen untuk melihatnya.
Dia juga sudah bisa dianggap sebagai pelaksana seni bela diri sekarang. Itu adalah dunia yang sangat baru baginya, dan hal-hal yang dia dengar dari Lei Yunlong hampir tidak menggores permukaannya.
Hua Fan langsung membuka pintu dan keluar, tetapi Qin Jianqiang dan yang lainnya sudah pergi.
Sudah pasti Hua Fan tidak ingin berangkat bersama mereka. Dia meninggalkan vilanya dan pergi dengan naik taksi ke Stingen.
Stingen adalah negara bagian Yorkston. Sebelah kampung halaman Hua Fan dan jaraknya tidak jauh. Jadi, ongkosnya tidak mahal. Selain itu, Hua Fan tidak terlalu memikirkan hal itu.
Saat dia masuk ke mobil, sopir taksi bertanya, "Hei bung, kau pasti akan pergi ke pertandingan bawah Stingen?"
"Kau tahu itu?" Hua Fan terkejut saat dia bertanya.
Jika Qin Jianqiang tidak datang hari ini, dia tidak akan tahu. Tapi sekarang, sudah pasti sopir taksi itu mendapat informasi yang baik.
__ADS_1
"Ayolah, hal ini sudah biasa di Yorkston. Cuman tidak ada yang ngomongin hal ini di depan umum," Kata sopir itu sambil tersenyum," Aku menyarankanmu menonton pertandingan pada siang hari, bukan di malam hari. Apalagi saat ini kau sendirian."
"Kok gitu? Tidak amankah saat malam hari? ' Tanya Hua Fan, ia merasa senang bertemu seseorang yang dapat ditanyai.