
Hampir seketika, Lokasi yang dikirim dari Lin Yu diterima oleh Hua Fan. Berpikir bahwa tidak ada yang harus dia dilakukan lagi sekarang, dengan tanpa daya dia menggelengkan kepalanya dan berjalan keluar.
Lokasinya di Hotel Hinsel!
Hua Fan tidak menyangka bahwa pertemuan mereka akan diselenggarakan di sana.
Dia memanggil taksi di luar dan segera sampai di pintu masuk hotel.
Melihat logo hotel, Hua Fan mengerutkan sedikit sudut mulutnya. Tampaknya takdirnya berubah semenjak pesta ulang tahun Nyonya Xia.
Cheng Haifeng baru saja lewat melihat Hua Fan memasuki aula, dan dia langsung bergegas untuk menyambutnya dengan hangat, "Tuan Hua!"
Hotel Hinsel adalah milik dari Trogon Group Lan Yuxin. Setelah kejadian Cao Feng, hampir semua orang yang bertanggung jawab atas Trogon Group tahu bahwa Huan Fan adalah pemegang Kartu Trogon.
"Halo Tuan Chen," Hua Fan membalas dengan sapaan santai.
"Tuan Hua, aku benar-benar minta maaf tentang apa yang terjadi kemarin ... " Chen Haifeng yang telah pulih dari keterkejutan kemunculan Hua Fan, buru-buru menundukkan kepalanya dan berkata dengan sedikit takut.
Walaupun dia pada awalnya ingin menjadikan Keluarga Xia sebagai target untuk mendapatkan bantuan dari Hua Fan, siapa yang tahu dia akan mengacaukannya.
"Tidak apa-apa, biarkan yang silam menjadi masa lalu," Tidak peduli apa yang ada dalam pikiran Chen Haifeng, dia hanya mencoba membantunya. Jadi, tidak ada alasan lagi bagi Hua Fan untuk melanjutkan masalah ini.
"Terima kasih, Tuan Hua. Apakah kamu sedang mencari ruangan? Atau aku akan segera mengatur Ruang Pribadi Kaisar untukmu? Ini adalah kamar terbaik yang kita miliki di hotel," kata Chen Haifeng.
"Tidak perlu melakukan itu. Aku menghadiri acara reuni kelas dengan teman-teman sekelasku di sini. Tunjukkan saja jalan ke kamar nomor 6." Hua Fan mengggelengkan kepalanya saat berkata. Dia masih belum terbiasa dengan etiket dalam keterlibatan dalam obrolan ringan, sehingga dia ingin mengakhiri perbincangan.
"Oh!!! Kalau begitu aku akan mengantarmu ke sana," Cheng Haifeng menawarkan lagi.
"Tidak apa-apa, aku akan pergi sendiri," Hua Fan melambai dan berjalan masuk ke lift.
Dia tidak pernah memamerkan statusnya, dan jenis tindakan seperti ini tidaklah disukainya. Maka, tidaklah mungkin baginya untuk menerima tawaran Chen Haifeng untuk memandunya kesana.
"Oke, kalau begitu hati-hati Tuan Hua," Chen Haifeng sepertinya bisa membaca pikirannya. Walaupun dia sedikit menyesal akan melewatkan kesempatan untuk menjilat Hua Fan, dia mengetahui bahwa hari ini dia sudah tidak pantas lagi muncul di hadapan Hua Fan.
Berjalan keluar dari lift, Hua Fan segera menemukan ruangan dan masuk.
__ADS_1
Meskipun Hua Fan telah sampai lebih awal dari jadwal, di ruang pribadi sudah ada beberapa orang.
Mereka semua sedang berbicara dan tertawa di sekitar seseorang. Hua Fan bisa mengenali bahwa Zhao Yongqiang adalah orang yang memimpin. Dia memakai setelan gelap dan kacamata berbingkai emas. Rambutnya terawat dengan baik, seperti rambut pengusaha sukses. Di atas meja ada kunci merek mewah yang sengaja diletakkan. Jelas, dia sudah mulai langkah-langkah reuni kelas yang biasanya terjadi.
Yang lainnya juga berpakaian bagus dan semuanya bermerek terkenal. Tampaknya mereka hidup dengan baik sejak mereka meninggalkan sekolah dalam beberapa tahun terakhir.
Jika dibandingkan, pakaian lusuh yang dikenakan Hua Fan tampak seperti dia dapatkan dari toko barang bekas.
Walaupun pada masa sekolah, nilai Zhao Yongqiang yang terendah, namun keluarganya kaya dan memiliki hubungan. Setelah dia lulus, dia langsung bergabung dengan bisnis keluarganya dan memiliki karir yang bagus dalam beberapa tahun terakhir.
Zhao Yongqiang menikmati kata-kata pujian dari teman-teman sekelasnya.
Bagaimanapun, ketika masih sekolah mereka hanya bersaing dengan nilai, dan dia lebih banyak diabaikan oleh teman-teman sekelasnya. Jadi, ketika orang-orang itu berkumpul dan mencoba yang terbaik untuk menyanjungnya, dia merasa sangat puas.
Tetapi ketika dia melihat Hua Fan, dia tidak menyangka Hua Fan akan menghadiri reuni ini, sehingga dia terkejut untuk sesaat.
Ketika masa sekolah, Zhao Yongqiang tidak diperhatikan oleh Hua Fan, tetapi itu tidak berarti bahwa Zhao Yongqiang tidak peduli padanya.
Hua Fan adalah kutub yang berlawanan dari Zhao Yongqiang. Latar belakang keluarganya sederhana, tapi nilai Hua Fan selalu sangat bagus. Sebab dari itu, guru mereka sering membandingkan mereka berdua, membuat Zhao Yongqiang selalu merasa tidak nyaman.
"Wow, ini benar-benar kamu!" Salah satu orang berbalik dan melihat dengan tatapan kaget. Setelah itu dia berjalan menuju Hua Fan dan bertanya, "Apa kabarmu akhir-akhir ini?"
"Monyet, Apakah itu kamu?" Saat Hua Fan melihat postur badan orang lain yang dua kali lebih besar sejak mereka lulus, dia pun terkejut. Jika bukan karena ciri mukanya yang tetap tidak berubah, Hua Fan tidak akan mengenalinya.
"Sekarang dia adalah Tuan Hou. Dia sudah bukan lagi orang yang sama yang kita kenal," Zhao Yongqiang langsung mengoreksinya.
Monyet tidak mengatakan apa-apa, dia hanya membenarkan kacamatanya, Hua Fan pun menganggapnya sebagai suatu persetujuan.
"Maaf, sulit menghilangkan kebiasaan," Hua Fan mengangguk dan berbicara.
Memang benar bahwa setiap orang memiliki kebiasaan untuk menggunakan nama panggilan pada saat masih sekolah. Namun mereka semua sudah dewasa dan sudah mulai bekerja. Jadi, untuk menggunakannya agak tidak pantas, kecuali mereka sudah sangat dekat satu sama lain.
Saat ini, salah satu wanita bertanya,
"Ngomong-ngomong, Hua Fan, apa yang kamu kerjakan sekarang? Baru saja, semua orang sudah memperkenalkan diri. Kamu harus melakukan hal yang sama. Bagaimanapun, kita semua adalah teman sekelas. Karena kita semua bekerja di Yorkston, kita bisa saling membantu satu sama lain."
__ADS_1
"Wang Xiaoli, kamu mengajukan pertanyaan yang tepat," Sebelum Hua Fan dapat berbicara, Zhao Yongqiang melanjutkan, "Apakah kamu tahu Xia Group?"
"Ah? Hua Fan bekerja di Xia Group?" Setelah mendengar ini, tiba-tiba monyet merasa sedikit nyesal.
Xia Group tidak layak disebut di depan keluarga Lei, keluarga Su dan Trogon Group. Namun itu masih menjadi tempat tujuan dan kekaguman bagi para remaja yang datang dari tempat kecil ke kota untuk merantau.
Zhang Yongqiang menatap Hua Fan dengan senyuman jahat dan berkata, "Tidak, tidak, tidak. Kamu terlalu meremehkan Hua Fan. Dia adalah suami dari Xia Waner dari Xia Group."
"Ya Tuhan! Benarkah?"
Ketika semua orang tercengang, salah satu orang yang agak cerdas segera memujinya dan berkata, "Tidak layak untuk kita memanggilnya Hua Fan, kita harus menyebutnya Tuan Hua! Tuan Hua, perusahaan kami menjalin kerja sama dengan Xia Group. Ketika saatnya tiba, bisakah kamu membantu kami dengan mengucapkan beberapa kata bagus?"
Melihat semua orang tergoda, Zhao Yongqiang akhirnya berkata, "Kalian tidak cukup pintar. Pekerjaan dan kinerjalah yang hanya mengisi otak kalian. Kamu perlu belajar dari Hua Fan. Dia memilih untuk menjadi menantu yang tinggal di Keluarga Xia! Sekarang, dia sama sekali tidak perlu bekerja keras. Hal yang perlu dia lakukan hanyalah tinggal di rumah dan melakukan pekerjaan rumah. Kemudian dia bisa menjalani hidup dengan tenang selama sisa hidupnya. Itu bagus, bukan? Mengapa bekerja begitu keras ketika kamu bisa menjadi lintah dari istrimu?"
"Jadi, jangan membuat dia menanggung beban dengan hal yang berhubungan dengan bisnis ini. Dia tidak akan tahu apa-apa tentang hal itu. Namun jika ada yang ingin mendapatkan lelaki atau wanita kaya untuk diandalkan, seharusnya tidak menjadi masalah baginya untuk membantumu menjalin hubungan."
Zhao Yongqiang nyaris masuk ke lingkaran sosial kelas elit, jadi dia pun pernah dengar beberapa rumor tentang Hua Fan.
"Kukira itu hanya rumor...'
"Hua Fan, kamu tidak benar-benar mencari keuntungan dari istrimu, kan?" Sebelumnya teman-teman lain yang sudah mendengar rumor itu tidak berkomentar. Sekarang Zhao Yongqiang sudah mengungkitnya di depan Hua Fan, rumor tersebut mulai dirasa benar oleh mereka.
"Iya, emang kenapa?" Selama tiga tahun menderita penghinaan yang sama, Hua Fan sudah kebal terhadapnya. Lebihnya Xia Waner masih merupakan gadis yang menyelamatkan hidupnya dulu, bisa mengatakan kalau Xia Waner tidak bertengkar untuk bercerai, dengan senang hati dia akan dihidupi Xia Waner selama sisa hidupnya selama dia bisa bersama dengannya.
Setelah mengatakan itu, dengan tenang dia berjalan menuju salah satu kursi kosong.
Namun, segera setelah Hua Fan bergerak, Zhao Yongqiang langsung mengambil teko teh yang di atas meja dan menuangkan air ke dalam gelas kosong, "Tunggu, kursi itu sudah ditempati."
"Begitu juga dengan ini."
"Ini juga."
"Aku rasa itu tid... Tidak, itu juga sudah ditempati."
Segera, semua cangkir di atas meja telah diisi air oleh Zhao Yongqiang. Jelas dia memberikan petunjuk bahwa Hua Fan tidak layak untuk duduk bersama mereka.
__ADS_1
Setelah itu Zhao Yongqiang menunjuk kearah kursi tambahan yang terletak di sudut dan berkata, "Kamu bisa duduk ... di ... di sana!"