Kebangkitan Sang Dokter Jenius

Kebangkitan Sang Dokter Jenius
Bab 14 kenapa bisa jadi dia?


__ADS_3

Sebelumnya, Xia Waner juga pernah mendengar tentang Kartu Trogon. Sekarang, saat dia melihat Hua Fan mengeluarkan kartu legendaris ini, kegembiraan yang tadinya menghiasi wajahnya karena Hua Fan telah melindunginya seketika sirna dan langsung berubah menjadi ketus.


Si pelayan bergegas menghampiri Cao Feng untuk memapahnya. "Tuan Cao, kamu kenapa? Kenapa kamu takut padanya? Sekalipun dia jago berkelahi, dia hanya seorang diri. Jumlah kita jauh lebih banyak... "


"Pergi sana!" teriak Cao Feng sambil menjambak rambut pelayan itu untuk menarik kepalanya ke bawah. "Dasar wanita ******. Kalau kamu masih berani bersikap nggak sopan terhadap Tuan Hua, aku akan langsung membunuhmu!"


Sebelum pelayan itu sempat memahami apa yang sedang terjadi, dahinya sudah menempel di atas lantai. Kepalanya berdengung dan dia tidak bisa berbicara.


"Bu, maafkan saya ... Saya sudah bersikap tidak sopan. Tolong maafkan saya! " Cao Feng sepertinya telah menyadari sesuatu, lalu dia bergegas bersujud di hadapan Xia Waner.


"Memaafkanmu atau nggak, itu adalah urusannya dan Lan Yuxin. Tidak ada hubungannya denganku! " Xia Waner malah mendengus dingin, lalu dia mengambil tasnya dan berjalan keluar.


"Waner?" Hua Fan tidak mengerti kenapa Xia Waner bersikap seperti itu. Namun, dia tetap mengikutinya.


"Tuan Hua, saya ... "Cao Feng memohon di belakang Hua Fan.


Meskipun Cao Feng tahu Hua Fan sudah pergi dan untuk saat ini dirinya akan baik-baik saja, tapi kalau Hua Fan tidak menuntaskan masalah ini, dirinya pasti akan tamat saat Lan Yuxin mengetahui masalah ini.


"Kamu bilang kamu ingin aku meninggalkan tanganku yang memukulmu di sini? Baiklah kalau begitu, aku akan mematahkan tangan kananmu agar kelak kamu bisa makan dengan tangan kirimu!" Hua Fan langsung berlari keluar dari restoran.


"Terima kasih, Tuan Hua, terima kasih ... " Cao Feng langsung bersujud ke arah pintu.


Meskipun menjadi orang cacat sangat menyedihkan, tapi setidaknya dia masih bisa hidup.


Setelah itu, Cao Feng pun pergi ke dapur.


Setelah Hua Fan berhasil menyusul Xia Waner, dia pun bertanya, "Waner, ada apa?"


"Hua Fan, kamu rasa seru membohongiku seperti ini?" Xia Waner menatapnya dengan marah.


"Bohong? Kapan aku membohongimu?" tanya Hua Fan.


"Kamu bilang Lan Yuxin baik padamu karena kamu menyembuhkan adiknya dengan cara tradisional. Coba kamu jelaskan padaku penyakit serius sapa yang bisa disembuhkan dengan cara tradisional sampai-sampai dia memberimu Kartu Trogon sebagai ucapan terima kasih? Tadi kamu juga sudah melihat sikap Cao Feng, 'kan? Kamu bilang kartu ini kamu dapatkan dengan pengobatan tradisionalmu itu? Kamu kira aku bodoh?" teriak Xia Waner.

__ADS_1


"Uhm... itu..." Hua Fan memang telah membohongi Xia Waner dalam hal ini. Namun, dia tidak ingin ada yang tahu tentang Perintah Karma.


Hua Fan tahu apa yang akan terjadi pada dirinya kalau rahasia ini tersebar.


Ketika Xia Waner melihat Hua Fan terlihat ragu-ragu, dia merasa tebakannya benar. "Bagus, kamu merasa keluargaku nggak berguna lagi, jadi kamu ingin menjadi menantu yang numpang mertua di Keluarga Lan? Hari ini kamu bahkan sengaja membawaku makan di restorang milik Grup Trogon? Hua Fan, selama ini keluargaku memang bersikap nggak baik terhadapmu, tapi sejak kamu menikah denganku, kamu seharusnya tahu bahwa kamu telah menggunakan harga dirimu untuk membayar uang sekolah adikmu! Sekarang dia sudah mau lulus, kamu ingin mencampakkan kami? Aku nggak akan membiarkan hal ini! Aku katakan padamu aku nggak akan menceraikanmu lagi. Kita lihat saja Lan Yuxin bersedia menjadi wanita simpanan atau nggak!"


Setelah Xia Waner marah-marah, dia langsung masuk ke BMW merahnya lalu pergi.


Di dalam mobil, air matanya terus membasahi wajahnya.


Selama beberapa tahun ini, bukan hanya Hua Fan yang mendapatkan hinaan, dia juga sama.


Namun sekarang, pria tidak berguna itu malah ingin menceraikannya demi wanita lain.


Bu Xia telah menyuruhnya menggunakan perceraiannya sebagai alat tawar menawar agar Lan Yuxin memberikan keuntungan kepada Keluarga Xia, tapi Xia Waner tidak sanggup melakukan hal seperti itu.


Xia Waner merasa mereka menikah bukan karena cinta, jadi pernikahan ini harus segera akhiri.


Hari ini Xia Waner mengajak Hua Fan makan malam perpisahan, karena dia kesal melihat Lan Yuxin bersikap ramah terhadap Hua Fan di pesta ulang tahun sebelumnya.


Namun, ketika tadi dia melihat Hua Fan mengeluarkan Kartu Trogon-nya, dia tiba-tiba merasakan sebuah perasaan yang entah hanya merupakan perasaan tidak senang, tidak rela atau cemburu.


Semua perasaan tidak menyenangkan itu langsung bergejolak di dalam hatinya. Dia bahkan merasa dirinya sudah tidak sanggup menahan semua perasaan ini.


"Bam!" Tepat pada saat ini, BMW merah Xia Waner menabrak petak bunga di pinggir jalan.


Hua Fan yang tadinya sedang melihat kepergian Xia Waner dengan tenang, langsung berseru dengan kaget dan bergegas berlari ke depan, "Waner ... "


Saat Hua Fan membuka pintu mobil, dia melihat wajah Xia Waner penuh dengan air mata. Dia mengira Xia Waner menangis karena terluka, jadi dia bergegas menarik Xia Waner keluar dari dalam mobil. "Apa yang telah terjadi? Kamu terluka, nggak?"


"Lepaskan aku, cepat lepaskan aku!" Xia Waner berusaha melepaskan diri karena dipeluk oleh Hua Fan.


Meskipun barusan Xia Waner mengatakan dia tidak akan bercerai dengan Hua Fan, tapi dia tidak ingin melihatnya lagi.

__ADS_1


"Tenang... Kamu tenang dulu ... " Karena Hua Fan tidak bisa menenangkan Xia Waner, dia memukul bokongnya beberapa kali.


"Aah!!! Kamu ... !" Meskipun mereka sudah tiga tahun menikah, mereka belum pernah menyentuh sama lain. Mereka bahkan belum pernah berpegangan tangan. Tiba-tiba, Xia Waner merasakan sebuah sensai panas yang berasal dari bokongnya. Kemudian, Xia Waner yang terkejut tidak bisa mengendalikan dirinya lagi, lalu dia langsung memeluk leher Hua Fan sembari menangis dengan keras.


Pada saat ini, Hua Fan mendapat informasi dari Perintah Karma.


"Karena dia sudah memendam emosinya untuk waktu yang lama, emosinya sudah tak terbendung lagi. Dia mengalami luka ringan karena kecelakaan ini. Karena saat dia berusia tujuh tahun, dia pernah menyelamatkanmu, ada bekas luka di punggung bawahnya. Apakah kamu ingin mengaktifkan Pengobatan Karma?"


Ketika Hua Fan menerima semua informasi ini, dia merasa sangat terkejut. "Saat Xia Waner berusia tujuh tahun dia pernah menyelamatkanku? Bagaimana mungkin gadis itu adalah dia?"


Ketika Hua Fan memikirkan hal ini, dia langsung mendudukkan Xia Waner di atas tanah. Dia sedikit menaikkan baju Xia Waner, lalu melihat bekas luka yang mengejutkan di punggungnya.


"Hua Fan, dasar bajingan ... " Xia Waner yang tadinya sedang menangis di dalam pelukan Hua Fan sudah merasa jauh lebih baik. Namun, dia tidak menyangka Hua Fan akan melakukan hal seperti itu padanya.


Xia Waner yang merasa marah dan terkejut, memukul lengan Hua Fan. Kemudian, dia berbalik dan pergi sembari menutupi wajahnya.


"Waner, Waner ... "Hua Fan bergegas mengejar Xia Waner. Pikirannya penuh dengan sosok gadis kecil yang dulu pernah menyelamatkannya.


Saat itu, Hua Fan yang masih berusia sembilan tahun sedang berjalan di jalan. Namun, tiba-tiba sebuah mobil melaju dengan cepat ke arahnya. Saat dia sedang panik, seorang gadis kecil mendorongnya dari belakang.


Meskipun akhirnya mereka berdua sama-sama tertabrak, untungnya mereka tidak terluka parah.


Setelah mereka dilarikan ke rumah sakit, Hua Fan yang baru berusia sembilan tahun, sama sekali tidak dapat mengingat nomor telepon rumahnya, jadi dia tidak dapat menghubungi orang tuanya. Selama beberapa hari itu, ayah gadis kecil itu menjaganya.


Saat itu, mereka tinggal di bangsal yang sama dan bermain bersama setiap hari.


Meskipun gadis kecil itu baik-baik saja, ada bekas luka di punggungnya karena dia terjatuh di atas tanah. Hua Fan masih ingat dirinya pernah berkata dengan arogan, "Gadis kecil, kamu nggak usah sedih karena ada bekas luka di punggungmu. Kalau nanti nggak pria yang mau denganmu, setelah aku besar nanti aku akan menikahimu...


"Janji, ya. Kalau nanti nggak ada pria yang mau menikahiku, aku akan mencarimu..."


Namun, setelah gadis kecil itu dirawat beberapa hari di rumah sakit, dia dipindahkan ke rumah sakit lain. Kemudian polisi menghubungi orang tua Hua Fan untuk menjemputnya.


Meskipun mereka hanya bersama sebentar saja, hari-hari itu telah menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi Hua Fan. Saat itu, dia sudah bisa menilai gadis kecil itu berasal dari keluarga yang berada, jadi dia selalu belajar dengan giat dengan harapan suatu hari nanti dirinya akan pantas bersanding dengannya.

__ADS_1


Namun, bagaimana dia bisa tahu gadis yang selalu dirindukannya adalah istrinya, Xia Waner?


Hua Fan sangat memercayai Perintah Karma. Terlebih lagi, di punggung Xia Waner masih ada bekas luka dia dapatkan dulu.


__ADS_2