
Meskipun mereka sangat gembira dan bersemangat, tapi selain Hua Fan, mereka semua juga gemetaran karena ketakutan.
Luo Hao adalah bawahan Qin Jianqiang, tetapi sebenarnya, dia direkut oleh salah satu anak buah Qin Jianqiang. Jadi, ini pertama kalinya dia bertatap muka langsung dengan Qin Jianqiang.
Luo Hao merasa cemas, karena dia tahu dirinya mendapatkan perlakuan seperti itu karena penampilannya dalam kompetisi.
"Tuan Qin!"
"Tuan Liu!"
Sekelompok orang yang datang bersama Luo Hao menyapa Qin Jianqiang dan Lu Si
Meskipun Liu Si hanya merupakan anak buah Qin Jianqiang, sebagai Pelaksana Bela Diri Tingkat Tinggi, dia tetap dihormati orang-orang.
"Penampilanmu sangat baik." Meskipun Liu Si sedang berbicara dengan Luo Hao, matanya menatap Hua Fan dengan sorot mata menantang dan meremehkan.
Namun, selain Hua Fan, tidak ada orang lain yang berani mengangkat kepala mereka. Jadi, mereka tidak menyadari makna di balik perkataan Liu Si.
Sebaliknya, Luo Hao yang masih tidak memahami maksud di balik perkataan Liu Si masih berkata dengan bangga, "Kemampuan saya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Tuan Liu. Saya tahu bahwa saya tidak layak menjadi murid Anda. Tapi saya akan sangat berterima kasih kalau Anda bersedia meluangkan waktu untuk memberi saya beberapa petunjuk."
Meskipun Luo Hao bersikap sopan, dia juga berbicara dengan jujur. Bagaimanapun juga, dia memang tidak layak menjadi murid Liu Si.
"Nanti kita bahas lagi," ucap Liu Si seraya tersenyum. Kemudian, dia mengalihkan pandangannya ke arah Hua Fan sembari bertanya, "Bagaimana perasaanmu sekarang?"
"Biasa saja." Hua Fan seolah-olah mengerti maksud di balik perkataan dua orang ini.
Mendengar jawaban Hua Fan, Luo Hao langsung berkeringat dingin, lalu menegurnya, "Kok kamu bicara seperti itu dengan Tuan Liu? Cepat minta maaf. Tadi kan aku sudah menyuruhmu jangan bicara sembarangan kan?"
Liu Si tidak menghiraukan Luo Hao, sebaliknya dia menatap Hua Fan sembari mencibir, "Kami mengajakmu datang dengan kami, tapi kamu malah menolaknya. Jadi, ini caramu datang ke sini? Mengikuti orang yang tidak lebih hanya seekor anjing bagi kami!"
Semua orang yang hadir seketika tercengang saat mendengar perkataan Liu Si.
Liu Si menyebut "kami."
Itu berarti, bahkan Qin Jianqiang pun secara langsung mengajak Hua Fan untuk ikut dengan mereka. Namun, Hua Fan malah menolak ajakan mereka.
__ADS_1
Yang lebih mengejutkan lagi adalah setelah Hua Fan melolak ajakan mereka, dia masih bisa keluar hidup-hidup dalam keadaan sehat walafiat.
Sejak kapan Tuan Qin dan Tuan Liu menjadi begitu mudah diajak bicara?
"Aku hanya datang untuk melihat-lihat, jadi datang sama siapa pun sama saja," kata Hua Fan sambil tersenyum.
Bagi orang-orang, Qin Jianqiang dan Liu Si bak seorang dewa, tapi bagi Hua Fan, mereka tidak ada bedanya dengan Luo Hao dan anak buahnya.
Sebenarnya, Hua Fan malah merasa Luo Hao jauh lebih baik, karena Luo Hao tidak semenyebalkan Qin Jianqiang dan Liu Si.
"Bagus kalau begitu." Liu Si tidak menyangka Hua Fan masih begitu keras kepala, meski sudah dihadapkan dengan situasi seperti ini. Dia lalu berkata, "Kamu sudah melihat kompetisi ini, 'kan?"
"Meskipun kamu cukup hebat, kamu kira kamu sanggup melawannya?" Liu Si menunjuk Luo Hao, lalu lanjut berkata, "Dia bisa masuk sepuluh besar, tapi dia masih minta bimbinganku. Kamu tahu nggak ini artinya apa?"
"Ini artinya melepaskan kesempatan untuk menjadi muridku demi Dua Milyar Rupiah merupakan keputusan terbodoh dalam hidupmu."
"Dua Milyar Rupiah sama sekali tidak berarti. Hanya dengan menyandang status sebagi muridku, meskipun aku tidak mengajarimu apa-apa, kau tetap bisa mendapatkan uang dengan mudah."
Jelas sekali Liu Si dan Qin Jianqiang tidak terima dengan perbuatan Hua Fan tadi. Namun, Hua Fan telah menyelamatkan Qin Yun, jadi mereka tidak boleh membalas kebaikannya dengan kejahatan.
Itu sebabnya mereka melakukan semua ini untuk menyelamatkan harga diri mereka.
Ada sedikit penyesalan di balik tatapan mata Zhao Tian yang sedang menatap Hua Fan.
Kembali bertemu dengan Hua Fan memang telah membangkinkan perasaan yang pernah dimiliki Zhao Tian terhadap Hua Fan saat mereka masih duduk di bangku sekolah.
Ketika Zhao Tian melihat sekarang Hua Fan hidup miskin dan menyedihkan, dia langsung dibutakan oleh uang Su Feng. Kalau dia tahu Hua Fan memiliki Dua Milyar Rupiah, dia akan mempertimbangkan untuk menjalin hubungan dengannya.
Meskipun dibandingan dengan uang ini bersama Su Feng jauh lebih menguntungkan, bisa bersama dengan seseorang yang kamu sukai juga merupakan hal yang membahagiakan. Sayangnya, semuanya sudah terlambat, Zhao Tian hanya memendam perasaannya ini.
Sayangnya, semuanya sudah terlambat, Zhao Tian hanya bisa memendam perasaannya ini.
Hua Fan tersenyum sembari berkata, "Ini bukan masalah uang. Aku hanya merasa kau tidak layak menjadi guruku. Hanya sebatas itu saja."
"Baik, kau benar-benar sombong. Tapi hari ini aku akan membuatmu tahu apa akibatnya kelewat percaya diri!" Hua Fan sudah membuat Liu Si kehilangan kesabarannya.
__ADS_1
Namun, saat ini, seseorang melompat ke arena pertarungan.
Melihat hal ini, Qin Jianqiang akhirnya berbicara, "Kompetisi akan dimulai. Kita bicarakan lagi setelah kompetisi berakhir. "
"Duduklah di sana," ucap Liu Si sembari mendengus pada Luo Hao dan anak buahnya. Kemudian, dia menoleh untuk menatap Hua Fan sembari bertanya, "Kau berani duduk di sebelah kami?"
"Siapa takut?" ujar Hua Fan sembari duduk di kursi kosong sebelah Liu Si.
Luo Hao dan anak buahnya melirik Hua Fan sekilas, lalu berjalan ke meja kosong yang disediakan untuk mereka.
Begitu mereka duduk, Xiao Long pun berbisik, "Ya ampun! Hua Fan benaran akrab dengan Tuan Qin? Setelah mendengar ucapannya tadi, aku kira mereka akan membunuhnya. Zhao Tian, teman sekelasmu yang misterius ini sebenarnya siapa sih?"
"Benar, Zhao Tian. Kalau kita putus sekarang masih sempat gak?" gumam Su Feng dengan dahi yang sudah bercucuran keringat.
Meskipun Su Feng tidak tahu Hua Fan tertarik pada Zhao Tian atau tidak, selama beberapa hari ini dia bisa merasakan Zhao Tian masih menyukai Hua Fan.
Ketika Su Feng mendengar Hua Fan berani berbicara seperti itu kepada Tuan Qin dan Tuan Liu. Dia merasa masalah ini akan menjadi runyam, jadi dia tidak ingin terlibat dalam masalah ini.
"Kalau mau putus ya putus saja!" Pada dasarnya, Zhao Tian tidak menyukai Su Feng, karena Su Feng sudah bersikap seperti ini, dia merasa tidak ada gunanya dirinya mempertahankan hubungan ini.
"Saat kamu bertemu dia nanti bisakah kamu membelaku? Bilang ke dia semua yang terjadi sebelumnya hanya salah paham ... "Luo Hao merasa sedikit bersalah karena beberapa hari ini dia telah memperlakukan Hua Fan seperti seorang pecundang.
Sementara itu, baik Qin Jianqiang, Liu Si maupun Hua Fan sama sekali tidak peduli dengan permasalahan mereka. Mereka justru sedang fokus memperhatikan pertarungan di atas arena pertarungan.
"Sudah saatnya pertarungan dimulai, karena tidak ada yang naik ke arena, aku yang mulai duluan. Lebih cepat selesai, aku bisa pulang lebih cepat." Tepat pada saat ini, orang yang melompat ke atas arena pertarungan mulai berbicara kepada para hadirin.
Saat ini, seseorang bertanya, "Hei kau, sepertinya aku belum pernah melihatmu. Kau anak buah siapa?"
"Aku bukan anak buah siapa-siapa. Karena di peraturan kompetisi ini ditentukan oleh orang paling hebat, mulai hari ini aku yang akan membuat peraturan di dunia gelap Yorkston."
"Boleh-boleh saja kalau kalian tidak setuju, tapi kalian harus mengalahkanku dulu."
Pria itu berdiri di arena pertarungan sembari berkata dengan nada bicara yang sombong.
Begitu pria itu selesai berbicara, semua orang langsung menatap Qin Jianqiang.
__ADS_1
Meskipun orang-orang ini datang untuk memperebutkan juara, semua orang tahu tidak ada yang bisa mengalahkan Liu Si. Ini artinya, tidak ada yang bisa mengguncang Jianqiang dan menyingkirkannya. kedudukan Qin
Tapi karena pria ini tiba-tiba muncul dan ingin menjadi juara dalam kompetisi, semua orang langsung menunggu tanggapan Qin Jianqiang.