Kebangkitan Sang Dokter Jenius

Kebangkitan Sang Dokter Jenius
Bab 17 kesalahpahaman ini terlalu banyak


__ADS_3

"Kalian sudah gila? Sudah begini kalian masih menantang Fan ... Kalian sudah bosan hidup?"


Namun, sebelum Hua Fan sempat berbicara, Zhao Songyang yang sudah kembali tenang, berlutut dengan terisak-isak. "Hua Fan ... Hua Fan, aku salah. Semua ini bukan ideku. Pamanku yang mendengar bahwa aku dipukuli, jadiingin mencarimu karena malu aku dipukuli. Semua ini gak ada hubungannya denganku. Huang Linlin yang menggodaku. Aku hanya khilaf sesaat karena nggak tahan dengan godaannya. Aku salah besar. Hua Fan, tolong maafkan aku ...


"Dia bohong. Hua Fan, jangan dengarin dia. Aku cuma cinta sama kamu. Tapi Zhao Songyang memaksaku mencampakkanmu. Kamu juga sudah lihat, pamannya sangat berkuasa, aku gak berani ngebantah. Tapi aku gak pernah ngelupain kamu. Aku benar-benar cinta sama kamu!" Huang Linlin bergegas berlutut untuk memohon.


Situasinya sudah sangat jelas, kalau kedua belah pihak benar-benar bertarung sampai mati, Hua Fan pasti bisa membunuh mereka semua dan membungkam mereka. Pasangan kekasih itu tidak mau mati secepat ini.


"Haha..." Hua Fan tertawa terbahak-bahak lalu menunjuk para preman di sekelilingnya. "Mereka cuma preman jalanan, tapi mereka tetap setia meski sudah di situasi begini! Pamanmu aku hajar sampai babak belur, tapi dia sama sekali gak bersuara dan bahkan memlimpakan semua kesalahan ke dirinya. Dia bahkan sama sekali gak nyalahin kamu tapi kamu malah cepat-cepat memutuskan hubungan sama dia? Kalian memang pasangan yang serasi!"


Hua Fan bahkan bingung kenapa dulu dirinya bisa jatuh cinta pada wanita seperti Huang Linlin.


"Kamu orang baik!" Hua Fan menggelengkan kepalanya sembari menatap Zhao Zhennan yang tengah terbaring di atas lantai. Kemudian, dia pun berkata, "Aku akan melupakan semua kejadian hari ini, tapi aku gak mau melihat kedua orang ini lagi. Kamu bisa beresin mereka,'kan?"


Meskipun Zhao Zhennan sedang kesakitan, sorot matanya terlihat garang. "Tenang saja, Tuan Hua. Besok pagi dua orang ini pasti lenyap dari Yorkston!"


Hua Fan tidak mengatakan apa-apa lagi, lalu langsung berjalan menuju pintu.


Preman yang tadi menunjuk Hua Fan dengan golok dan mengancamnya bergegas menyusulnya, lalu membukakan pintu dengan sebelah tangannya sembari berkata, "Terima kasih, Tuan Hua. Tadi aku sudah menyinggungmu, izinkan aku menebus kesalahanku!"


Setelah si preman itu selesai berbicara, dia menusukkan golok di tangannya ke bahu kirinya.


"Kamu oke juga!" ucap Hua Fan sembari mengangguk. Meskipun dia mengagumi sikap para preman ini, dia tidak tertarik untuk berhubungan dengan mereka.


"Fan ... Tolong aku!"


"Hua Fan, jangan tinggalkan aku. Tolong aku. Aku akan mengabulkan apa pun yang kamu mau


Si preman pun menutup kembali pintu itu. Suara teriakan meminta tolong Zhao Songyang dan Huang Linlin terus bergema di belakang Hua Fan, tapi dia hanya tersenyum sinis, lalu pergi tanpa menghiraukan mereka.


Hua Fan tahu karma itu ada. Orang yang berbuat jahat akan mendapatkan karma buruk.

__ADS_1


Hua Fan tahu karma itu ada. Orang yang berbuat jahat akan mendapatkan karma buruk.


Pada saat ini, Hua Fan merasa Perintah Karma di dalam benaknya kembali berdengung. Sisi hitam Perintah Karma menjadi sedikit lebih terang.


Sisi putih adalah Kekuatan Perbuatan Baik, sedangkan sisi hitam adalah Kekuatan Pengaruh Jahat. Dia bisa menggunakan sisi putih untuk menyelamatkan orang, tetapi dia tidak tahu bagaimana memanfaatkan Kekuatan Pengaruh Jahat.


Hua Fan merasa hal ini sedikit aneh, tapi tidak ada petunjuk mengenai Perintah Karma, jadi dia pun nggak terlalu memikirkannya lagi. Bagaimanapun juga, saat ini dia bisa mengandalkan Kekuatan Perbuatan Baik untuk bertahan hidup.


Tadinya, Hua Fan datang untuk melihat apakah dia bisa menemukan kesempatan untuk menghasilkan uang di Persatuan para Menantu. Namun, dia malah mengalami kejadian seperti ini, jadi dia pun tidak punya pilihan selain kembali ke Kediaman Keluarga Xia. Pada jam-jam seperti ini, Han Mei pasti sudah tidur. Ketika dia melihat pintu kamar Xia Waner yang tertutup rapat, dia pun kembali ke sofa di ruang tamu.


Sebenarnya, selama tiga tahun mereka menikah, Hua Fan selalu tidur di sofa di ruang tamu. Apalagi, sekarang Xia Waner telah salah paham padanya.


Namun, Hua Fan tidak langsung tidur. Sebaliknya, dia duduk bersila di atas sofa lalu mulai berlatih Keterampilan Kekacauan yang dia dapatkan dari Perintah Karma.


Perkelahian tadi telah membuat Zhao Zhennan sadar bahwa meskipun dia mewarisi kungfu dari Perintah Karma, di dunia ini pasti ada orang yang bisa mengalahkannya. Kalau dia ingin dirinya tetap selamat, dia harus berkonsentrasi untuk berlatih dan meningkatkan kemampuan dirinya.


Hua Fan berlatih semalaman hingga fajar menyingsing. Dia merasa tubuhnya penuh dengan energi dan bahkan merasa pelatihan ini membuat tubuhnya jauh lebih segar dibandingkan dengan tidur nyenyak.


Setelah itu, seperti biasa Hua Fan pun pergi ke pasar untuk membeli berbagai macam bahan makanan untuk membuat sarapan.


Hua Fan mencari beberapa resep yang memiliki efek menenangkan dari buku medis di dalam benaknya, lalu dia pun segera menyiapkan sarapan. Tak lama kemudian, seluruh dapur langsung dipenuhi dengan aroma yang harum.


Setelah Xia Waner keluar dari kamar, dia melirik sarapan di atas meja. Kemudian, tatapan matanya yang dingin langsung tertuju ke arah Hua Fan. "Jam delapan kita jumpa di Kantor Catatan Sipil!"


Setelah Xia Waner selesai berbicara, dia pun pergi sebelum Hua Fan sempat menjawab. Meskipun mereka akan pergi bercerai, dia tidak mau pergi bersamanya.


"Waner..." Sebelum Hua Fan selesai berbicara, dia mendengar Xia Waner sudah membanting pintu.


Hua Fan pun tersenyum tak berdaya. Tadi, dia berniat untuk memberitahukan identitasnya kepada Xia Waner. Namun, kebenaran ini terkesan sangat nggak masuk akal. Jangankan Xia Waner, kalau dirinya tidak memiliki Perintah Karma, dirinya pun tidak akan mempercayai hal ini.


Bagaimana mungkin Hua Fan berani berharap Xia Waner akan memercayainya?

__ADS_1


Seiring dengan kepergiaan Xia Waner, sarapan di atas meja menjadi hambar di lidah Hua Fan. Karena merasa tertekan, dia pun keluar rumah.


Hua Fan menyusuri jalan tanpa tujuan sembari memikirkan cara untuk menyelesaikan kesalahpahamannya dengan istrinya. Ketika dia sedang hanyut dalam pikirannya, ponselnya tiba-tiba berdering. Setelah dia melihat panggilan telepon itu dari Xia Waner, dia pun segera mengangkatnya.


"Hua Fan, kamu di mana? Aku sudah tiba di Kantor Catatan Sipil!"


"Aku nggak akan datang. Aku nggak mau cerai! "


"Pokoknya hari ini kita harus cerai. Cepat ke sini


Tadinya, Hua Fan hendak menjelaskan kepada Xia Waner, tapi ketika dia teringat tadi malam Xia Waner pingsan karena terguncang. Sekarang, dia tidak berani membuatnya terguncang, jadi dia langsung menutup panggilan telepon itu.


Begitu Hua Fan mengakhiri penggilan telepon itu, dia kembali menerima telepon dari Xia Waner. Namun, dia terus menolak panggilan itu.


Setelah Hua Fan beberapa kali menolak panggilan telepon dari Xia Waner, dia pun langsung memblokir nomor telepon wanita itu.


Di luar Kantor Catatan Sipil, saat Xia Waner yang terlihat marah hendak menyimpan ponselnya, dia menerima telepon dari neneknya.


"Halo, Nek..."


"Waner, kamu sedang apa? Kenapa teleponmu sibuk terus? Bawa Hua Fan ke perusahaan sekarang."


"Kok Nenek cari dia?"


"Kamu tanya kok aku cari dia? Kemarin, berita kita menyinggung Lan Yuxin sudah menyebar ke mana-mana. Beberapa mitra kita sudah mengajukan pemutusan hubungan kerja sama dengan kita. Bank juga ingin kita melunasi pinjaman kita lebih awal. Kalau Lan Yuxin nggak membantu kita memberikan penjelasan, Xia Group akan bangkrut dalam kurun waktu seminggu!"


"Apa... Nenek, tenang dulu. Aku akan sana." segera ke


Xia Waner tidak menyangka Lan Yuxin akan benar-benar mengambil tindakan terhadap Keluarga Xia. Bahkan cara yang digunakannya benar-benar sangat kejam.


"Apa gunanya kamu datang ke sini? Telepon Hua Fan. Sekarang hanya dia yang bisa membujuk Lan Yuxin," ujar Bu Xia dengan cemas dari ujung telepon.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan meneleponnya sekarang!" Setelah Xia Waner menutup telepon, dia langsung menelepon Hua Fan.


Ketika Xia Waner mendengar suara operator, raut wajahnya langsung berubah menjadi dingin sembari berpikir, "Hua Fan, kamu benar-benar kejam. Kamu tahu Keluarga Lan sudah mengambil tindakan, jadi kamu langsung memblokir nomorku!"


__ADS_2