
"Aku tak bisa membantumu untuk masalah ini. Kau harus minta bantuan Hua Fan. Dialah orang yang bisa membantumu dan bicara dengan Hong Yafeng!" Xia Waner yang sedari tadi menahan amarahnya juga tak memperlakukan Wu Shaoyang seperti biasanya.
Mendengar hal ini, Wu Shaoyang tak bisa menahan amarahnya, "Xia Waner, kenapa kau bilang begitu? Hong Yafeng juga tak akan bicara dengan Hua Fan kalau bukan karena Keluarga Xia. Apa kau masih mau Menantu Numpang Mertua itu mempermalukanku? Dia tak memberimu kalung itu. Kenapa kau marah padaku? Dia sudah menikahimu selama tiga tahun. Semua orang juga tahu dia hidup dengan keluargamu. Menurutmu, kenapa kalung yang dimenangkannya seharga 20 Miliar itu harus diberikan padamu? Apa kau pantas mendapatkannya?" Wu Shaoyang sangat kesal dan melampiaskan semua amarahnya.
"Aku ... " Xia Waner nampak ingin mengatakan sesuatu, tapi pintu lift sudah terbuka. Dia masuk dan menyalahkan dirinya sendiri. "Aku bahkan tak memperlakukannya dengan baik. Kenapa dia malah memberikan kalung itu untukku? Aku bahkan tak pernah membiarkannya menggenggam tanganku, bagaimana mungkin aku memintanya untuk setia padaku? Lagipula, aku akan menceraikannya. Tak seharusnya aku marah begini padanya." Namun, sejujurnya dia masih merasa sedih dan kesal. Tanpa sadar, air matanya mulai mengalir.
Perintah Karma dan Keterampilan Chaos tiba-tiba terlintas di pikiran Hua Fan, "Oh, jadi begitu!" Dia kemudian sadar kalau mungkin saja Kalung Senja akan berguna.
Namun, saat dia sadar dan membuka matanya, semua orang telah pergi. Hanya ada Lei Shuya dan Hong Yafeng di sana. Hua Fan tak ingin mereka tahu, "Maaf, aku agak lelah. Jadi aku ketiduran." ucapnya.
"Tuan Hua, aku minta maaf. Kau pasti menghabiskan banyak tenaga untuk membantu kakekku," ucap Lei Shuya penuh rasa bersalah, "Karena itulah kau tertidur dan lupa memberikan kalung itu pada Nyonya Hua. Dia marah lalu pergi. Saat kau pulang, tolong katakan padanya bahwa aku minta maaf."
Hua Fan bingung mendengar ucapan Lei Shuya barusan. Dia bahkan tak pernah mengatakan bahwa kalung ini untuk Xia Waner.
Hong Yafeng sudah lama merasakan kerenggangan hubungan antara Hua Fan dan Xia Waner. Dia tak ingin Lei Shuya salah ucap, jadi dia segera mengubah topik pembicaraan, "Pak Hua, kau pasti lelah. Biarkan aku mengantarmu pulang!"
__ADS_1
Hua Fan sangat ingin mengetahui lebih dalam tentang Kalung Senja dan hubungannya dengan Perintah Karma, jadi dia tentu ingin pulang lebih awal, "Baiklah, mari!"
"Tuan Hua, aku sudah mentransfer Dua Puluh Miliar ke rekeningmu. Ambillah kalung itu sebagai hadiah dariku untuk Nyonya Hua." ucap Lei Shuya.
Meski Hua Fan merasa senang saat mendengar "Nyonya Hua" lagi, dia tetap tak berniat menjelaskan apa yang terjadi dalam rumah tangganya. Setelah bicara beberapa saat, dia lalu keluar dengan Hong Yafeng.
Meski Hua Fan merasa senang saat mendengar "Nyonya Hua" lagi, dia tetap tak berniat menjelaskan apa yang terjadi dalam rumah tangganya. Setelah bicara beberapa saat, dia lalu keluar dengan Hong Yafeng.
BMW merah milik Xia Waner sudah tak terlihat di tempat parkir. Setelah masuk ke dalam mobil, Hong Yafeng bertanya, "Pak Hua, mau ke mana kita?" Awalnya Hua Fan ingin langsung pulang, tapi dia merasa tak nyaman untuk pulang jika dia ingin mempelajari rahasia Kalung Senja, "Ayo ke vila di Gunung Phoenix!" ucapnya.
"Baik!" Tebakan Hong Yafeng benar, dia paham. Meski begitu, dia tak bertanya apapun lagi. Hong Yafeng langsung pergi setelah mengantar Hua Fan kembali ke vila.
Saat bertapa, dia mulai merasakan beberapa kekuatan dari kalung itu mengalir ke tubuhnya. Qi Asli juga bergolak seperti air mendidih. Di saat yang sama, perasaan nyaman yang tak bisa dibayangkan mengalir ke seluruh tubuhnya. Itu adalah perasaan yang belum pernah dia rasakan di pertapaan sebelumnya. Karena hal itu, Hua Fan dengan susah payah mulai bertapa kembali. Seiring waktu berlalu, dia bisa merasakan Qi Asli-nya dengan cepat naik, memenuhi Dantian-nya. Bersamaan dengan itu, rasa hangat menyebar dari Dantian ke seluruh tubuhnya.
Tiba-tiba, Hua Fan mendengar suara yang berasal dari Dantian-nya. Tiba-tiba Qi Asli juga menyebar ke seluruh tubuhnya. Dengan cepat dia merasakan Dantian-nya. Dari situlah sebagian besar kekuatannya berasal. Kemudian dia sadar bahwa Qi Asli tidak hanya berubah dari abu-abu menjadi biru muda, tetapi juga berubah menjadi setebal ibu jari.
__ADS_1
Tiba-tiba, Hua Fan teringat catatannya yang ada di Keterampilan Chaos dan membuka matanya dengan semangat. "Itulah Transformasi Qi dan Kondensasi Roh!" Dia melihat ke bawah dan mengetahui bahwa batu safir yang ada di kalung itu telah berubah menjadi abu dan berterbangan di udara. "Bagus, kalau aku bisa dapat lebih banyak, pertapaanku akan lebih mudah dan lebih cepat nantinya" pikirnya.
Meski dia belum begitu paham tentang Tingkat Tinggi dan Qi Asli. Kekuatannya telah bangkit, dia jadi lebih semangat.
Tiba-tiba tercium bau busuk! Melihat lebih dekat, Hua Fan mengetahui kalau ada lapisan zat lengket berwarna hitam di tubuhnya, rupanya dari situlah bau busuk itu berasal.
Seperti yang diperkirakan, itu adalah Transformasi Qi dan Kondensasi Roh. Hua Fan lalu bergegas ke kamar mandi dengan senyuman terpancar di wajahnya.
Tercatat dalam Keterampilan Chaos, bahwa ketika pertapaan Qi Asli dilakukan secara ekstrem, itu akan berubah menjadi Aura Agung, dan sejak saat itu pula bisa berubah menjadi Tingkat Tinggi, hingga membuat orang menjadi Pelaksana Seni Bela Diri Tingkat Tinggi. Dalam prosesnya, saat tubuh menyerap Roh Qi, beberapa residu di dalam tubuh akan dikeluarkan.
Butuh waktu hampir satu jam bagi Hua Fan untuk keluar dari kamar mandi. Setelah lumpur di tubuhnya terbilas bersih, kulitnya menjadi lebih halus. Saat dia berkaca di cermin, dia merasa tampak berbeda dari sebelumnya. Lalu dia membuka teleponnya dan kaget. Nampaknya sudah tujuh hari sejak acara pelelangan.
"Aku sudah bertapa selama tujuh hari kali ini.
Aku sangat bersemangat setelah tujuh hari bertapa tanpa makanan atau minuman. Benar-benar luar biasa!" pikrinya. Dia sedikit bersemangat. Menurut catatan Keterampilan Chaos, setidaknya butuh satu tahun untuk menjadi seorang Pelaksana Seni Bela Diri Tingkat Tinggi. Namun, karena safir di Kalung Senja itulah yang membuatnya mencapai level seperti itu hanya dalam tujuh hari.
__ADS_1
"Kalau saja aku bisa mendapatkan beberapa permata itu lagi, kekuatanku mungkin akan meningkat pesat." Memikirkan hal ini, Hua Fan langsung keluar dari vila dan menemui Keluarga Lei di lereng gunung.
"Karena Keluarga Lei punya Kalung Senja, mereka mungkin juga punya yang lainnya. Kalau tentang uang, aku tak masalah. Bagaimanapun, Hong Yafeng masih membutuhkan Pesona Lima petirku. Aku bisa saja minta uang padanya." pikirnya.