Kebangkitan Sang Dokter Jenius

Kebangkitan Sang Dokter Jenius
Bab 68 berhenti menggangguku


__ADS_3

Sebelum Qin Jianqiang sempat berbicara, Liu Si sudah berdiri dan berteriak, "Bajingan. Kau tahu siapa aku? Kau kira kau siapa, berani-beraninya kau bertindak seenaknya di Yorkston ini."


"Emangnya aku perlu tahu kau itu siapa?" Pria di atas arena pertarungan mencibir, "Kalau kau nggak berani naik ke arena pertarungan ini, kau nggak layak memberitahuku namamu. Tapi kalau kau berani, kau juga bakalan mati dan aku nggak tertarik buat tahu nama orang yang sudah mati."


"Baik, aku harap kau sanggup mempertanggungjawabkan ucapan sombongmu ini." Liu Si pada dasarnya sudah geram setelah dibuat marah oleh Hua Fan. Jadi, dia langsung naik pitam saat mendengar orang idiot ini juga ikut meremehkannya.


"Bocah tengik, lihat saja nanti. Kau akan segera menyesal karena tidak berguru padaku." Liu Si berkata sambil mendengus dingin kepada Hua Fan. Kemudian, Kekuatan Spiritualnya bergelora, lalu dia bergegas naik ke arena pertarungan.


"Kau hanya seseorang di puncak Tingkat Tinggi. Kenapa kau begitu sombong? Sepertinya aku perlu menunjukkan perbedaan level kita, "Pria itu memandang hina Liu Si yang akan naik keatas panggung.


"Aku bukan orang yang membunuh lawanku yang tidak jelas. Katakan siapa namamu!" ucap Liu Si sembari menatap pria itu.


"Aku Wang Bing," Pria di arena pertarungan itu menatap Liu Si dengan sorot mata merendahkan.


"Apa? Dia adalah Wang Bing yang bertangan darah? Dia orang terkuat di Tingkat Tinggi!"


"Apa?" Setelah Wang Bing memberitahukan namanya, lokasi pertarungan langsung heboh.


Di dunia ini ada banyak orang yang bernama Wang Bing. Namun, tidak mudah menemukan seseorang di Tingkat Tinggi yang juga bernama Wang Bing


"Kamu benar-benar Tangan Darah Wang Bing?" Saat ini raut wajah Liu Si sedikit berubah.


Reputasi seseorang dinilai dari prestasinya.


Wang Bing yang bertangan darah dikenal sebagai orang terkuat di Tingkat Tinggi. Selain orang-orang yang berada di atas Tingkat Tinggi, tidak ada yang bisa mengalahkannya. Dia bukanlah tandingan Liu Si. Cara membunuh Wang Bing juga sangat kejam. Konon katanya, selama sepuluh tahun terakhir ini, lebih dari sepuluh Pelaksana Bela Diri Tingkat Tinggi telah mati di tangannya. Selain itu, ini hanya jumlah orang-orang yang tercatat, belum lagi orang-orang yang tidak tercatat.


"Aku bisa melihat kau ketakutan, jadi aku akan membiarkanmu hidup. Patahkan tanganmu, lalu kau boleh pergi," kata Wang Bing dengan gembira. Dia terlihat sangat menikmati melihat orang-orang takut padanya.


"Itu tergantung kau bisa mematahkannya atau tidak." Meskipun Liu Si takut, sebagai seorang pertapa, kehilangan tangannya tidak ada bedanya dengan mati.


Liu Si lalu berteriak sembari menerjang ke arah Wang Bing.


Saat dihadapkan dengan lawan yang sangat mengerikan, dia harus menyerang lebih dulu. Hanya dengan begitu, dia akan memiliki kesempatan untuk menang.


"Aku sudah memberimu kesempatan untuk pergi, tapi kau menolak kebaikanku. Kurasa sekarang kau harus mati." Ketika Wang Bing melihat Liu Si menyerangnya, dia menatapnya dengan sorot mata merendahkan. Kemudian, alih-alih mundur, dia langsung menghadapinya dan melayangkan pukulan ke arah Liu Si.

__ADS_1


Liu Si berteriak kesakitan, seiring dengan dadanya cekung ke dalam. Tubuhnya langsung terpental ke arah Qin Jianqiang dan cipratan darahnya muncrat ke mana-mana.


Wang Bing menepuk tangannya sembari bertanya, "Siapa lagi yang mau coba?" Para hadirin langsung tenang.


Begitu orang-orang melihat petarung terbaik yang dikenal tak terkalahkan telah dikalahkan dalam satu pukulan, tidak ada yang berani maju karena takut akan mati.


"Liu Si!" Melihat tubuh Lu Si terpental, Qin Jianqiang bergegas maju untuk memapah tubuh Lu Si.


"Tuan Qin ..." Begitu Liu Si membuka mulutnya, darah kembali muncrat dari dalam mulutnya.


"Sudah, jangan bicara lagi," ucap Qin Jianqiang sembari menyeka darah di sudut bibir Liu Si. Dia merasa sangat sedih melihat kondisi Liu Si saat ini.


Meskipun status Qin Jianqiang dan Lu Si adalah atasan dan anak buah, tetapi sebenarnya mereka seperti saudara. Tanpa bantuan Liu Si, Qin Jianqiang tahu dirinya tidak akan memiliki ketenaran dan kedudukannya saat ini.


"Aku perlu memberitahumu sesuatu, aku udah nggak sanggup lagi dan kurasa aku nggak akan bisa membantumu lagi. Aku hanya bisa membalas budi padamu karena kau sudah menyelamatkan hidupku ... di kehidupanku selanjutnya." Napas Liu Si mulai tersengal-sengal dan saat berbicara suaranya juga lemah.


Melihat kondisi Liu Si, Hua Fan berjalan menghampirinya lalu memeriksa denyut nadinya.


Organ dalam Liu Si sudah cedera berat karena diserang oleh Energi Qi dan dia hanya bisa bertahan paling lama sekitar satu jam lagi.


Melihat apa yang sedang dilakukan oleh Hua Fan, Qin Jianqiang bergegas bertanya, "Kau mau apa?"


"Meskipun pria tua ini menganggap dirinya sangat hebat, bukan berarti dia pantas mati." Sembari berbicara, Hua Fan menancapkan jarum pertama ke tubuh Liu Si.


"Ini?" Liu Si berseru saat jarum memasuki tubuhnya. Matanya membelalak dengan terkejut saat merasakan Kekuatan Spiritual yang berasal dari jarum.


"Maafkan aku, Nak. Aku sudah salah menilaimu. Aku minta maaf atas semua perbuatanku sebelumnya," ucap Liu Si dengan merasa bersalah.


Lu Si bisa merasakan Hua Fan sudah mencapai Tingkat Tinggi. Meskipun dia merasa bahwa dirinya jauh lebih kuat dibanding Hua Fan, dia merasa malu menawarkan pemuda sehebat ini menjad muridnya.


Pada saat ini, Liu Si menyadari Hua Fan memiliki sifat yang sombong karena memiliki kemampuan yang sangat hebat. Dia bahkan merasa Hua Fan sudah cukup rendah hati padahal memiliki kemampuan yang sehebat ini.


Namun, Lu Si yakin latar belakang Hua Fan pasti tidak kalah dengan mereka. Kalau tidak, Hua Fan yang masih terbilang muda ini, tidak mungkin bisa memiliki kekuatan yang sehebat ini.


Qin Jianqiang menatap Liu Si dengan bingung, lalu bertanya, "Ada apa?"

__ADS_1


Liu Si takut Qin Jianqiang akan menyinggung Hua Fan, jadi dia bergegas menjelaskan, "Tuan Qin, kita salah. Dia juga seorang Pelaksana Bela Diri Tingkat Tinggi."


"Apa?" Qin Jianqiang terlihat sangat kaget. Seketika, dia langsung terdiam.


Namun, tepat pada saat itu, Wang Bing yang berada di atas arena pertarungan mendengus dengan dingin, lalu berkata kepada pada Hua Fan, "Hei kau! Berani-beraninya kau mengobati orang yang sudah aku lukai?"


"Kau buta? Nggak nampak aku sedang mengobatinya? Kok masih nanya sih?" cibir Hua Fan sembari kembali menancapkan dua jarum ke dalam tubuh Liu Si.


Menyelamatkan nyawa seseorang bisa menambah Kekuatan Perbuatan Baik. Apalagi menyelamatkan orang yang sedang sekarat seperti ini. Hua Fan tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan emas seperti ini.


"Baik Kau sungguh berani, Nak.


"Sejak aku tidak aktif selama beberapa tahun ini, sepertinya reputasiku sudah kian menurun. Bahkan orang nggak penting sepertimu saja berani mengabaikanku. Sepertinya aku harus membuat orang-orang kembali mengingatku."


"Baiklah, lagi pula untuk menguasai Yorkston aku harus menunjukkan kekuatanku. Jadi, aku akan mulai denganmu."


Wang Bing berteriak sembari menerjang ke arah Hua Fan. Kekuatan Spiritualnya bergelora, lalu dia melayangkan telapak tangannya ke arah kepala Hua Fan.


Energi Qi di telapak tangannya berubah menjadi gelombang kekuatan yang mengubah meja dan kursi di sekitar Hua Fan menjadi butiran debu. Ketika para hadirin melihat kekuatan Wang Bing yang mengerikan, mereka semua langsung menyingkir.


"Minggir! Nggak liat aku sedang menyelamatkan orang?" Hua Fan mendengus, lalu tanpa menoleh, dia langsung mengayunkan telapak tangan ke arah Wang Bing.


Namun, Hua Fan baru saja meningkatkan ilmu bela dirinya ke tingkat yang jauh lebih tinggi. Meskipun pukulan telapak tangannya terlihat biasa-biasa saja, sebenarnya mengandung Kekuatan Spiritual yang sangat luar biasa.


Tiba-tiba terjadi ledakan besar ketika pukulan tangan Hua Fan mengenai Wang Bing. Ledakan ini sama sekali tidak membuat Hua Fan bergerak dari tempatnya, bahkan dia terus menancapkan jarum ke tubuh Liu Si. Sebaliknya, Wang Bing sudah terbang jauh dengan kecepatan yang lebih cepat dibanding saat dia datang.


Wang Bing terbang kembali ke posisinya semula, di tengah arena pertarungan. Darahnya langsung mengalir dari mulut dan hidungnya. Tubuhnya sedikit bergerak, sebelum akhirnya dia tersungkur di atas arena pertarungan dalam keadaan tak bernyawa.


Semua orang terlihat tercengang saat melihat kejadian itu.


Hari ini, Wang Bing tiba-tiba muncul di arena pertarungan ini saja sudah mengejutkan semua orang. Namun, siapa sangka ada monster yang lebih menakutkan dibanding Wang Bing, tersembunyi di dalam tubuh pemuda yang berada di sebelah Qin Jianqiang?


Para hadirin mulai berpikir di dalam hati, "Barusan dia membunuh Wang Bing hanya dengan satu pukulan? Apakah dia sudah mencapai tingkat Master setengah langkah?"


Di dalam keheningan, semua mata tertuju pada Hua Fan dan melihatnya terus mengobati Liu Si. Tak ada yang berani bersuara.

__ADS_1


__ADS_2