Kebangkitan Sang Dokter Jenius

Kebangkitan Sang Dokter Jenius
Bab 18 tuan hong telah ditipu


__ADS_3

Karena Hua Fan tidak dapat dihubungi, Xia Waner pun melajukan mobilnya menuju perusahaan.


Saat ini, Hua Fan tidak tahu Keluarga Xia sedang di ambang kebangkrutan.


Akan tetapi, sebenarnya semua itu tidak ada hubungannya dengan Lan Yuxin. Semua itu adalah perbuatan Chen Haifeng karena tadi malam dia melihat Lan Yuxin sangat peduli kepada Hua Fan.


Namun, Hua Fan yang baru saja menolak beberapa panggilan telepon dari Xia Waner, juga merasa sangat kacau.


Tadi malam, Hua Fan masih sangat menanti-nantikan dan berharap, tapi dia menyangka tidak masalah ini akan menjadi seperti ini. Terlebih lagi, dari beberapa panggilan telepon Xia Waner barusan, dia bisa merasakan Xia Waner sangat bersikukuh ingin bercerai.


Pada saat ini, Hua Fan menerima telepon dari Lan Yuxin.


"Hua Fan, ada temanku yang sakit. Dia sudah berobat ke banyak dokter dan rumah sakit, tapi tak kunjung sembuh. Jadi, dia mau minta tolong ke kamu." Begitu panggilan telepon itu terhubung, Lan Yuxin langsung berbicara tanpa basa-basi.


"Boleh." Hua Fan tidak menolak untuk membantunya.


Meskipun Lan Yuxin merasa Hua Fan layak mendapatkan Gelang Lima Kebajikan dan Kartu Trogon, tapi Hua Fan merasa dirinya yang telah berutang budi pada Lan Yuxin.


Setelah itu, Hua Fan mengirimkan lokasinya kepada Lan Yuxin. Tak lama kemudian, mobil Porsche merah Lan Yuxin pun muncul di hadapannya lalu membawanya ke kawasan vila mewah Yorkston yang terletak di Gunung Repton.


Setelah mereka tiba di depan pintu sebuah vila, Lan Yuxin pun memasukkan kata sandinya, lalu pintu vila pun terbuka.


"Loh kok kita ke rumahmu? Bukannya kita mau pergi memeriksa temanmu?" Hua Fan mengira mereka akan pergi ke rumah teman Lan Yuxin yang sakit, jadi dia menatap Lan Yuxin dengan bingung.


"Tuan Hua, kamu adalah dokter hebat yang bahkan dihormati oleh Tuan Kong. Tentu saja pasiennya yang harus datang dong!"


Lan Yuxin tersenyum jahil, lalu berjalan masuk. Hua Fan hanya bisa mengikutinya.


Setelah mereka memasuki villa, bel pintu sudah lebih dulu berbunyi sebelum mereka sempat mengobrol. Lan Xinyu segera pergi membukakan pintu.


"Tuan Hong dan Bu Hong, silakan masuk!" ucap Lan Yuxin sembari mengangguk.


Pasangan suami istri itu masuk, lalu melirik Hua Fan dan ke sekeliling vila. Setelah itu, Bu Hong pun bertanya, "Bu Lan, Dokter Jeniusnya belum datang?"

__ADS_1


"Oh, biar aku kenalkan dulu. Tuan Hong Yafeng ini adalah manajer umum Bank Attrix cabang Yorkston dan ini istrinya. Tuan Hong, Bu Hong, Tuan Hua Fan ini adalah Dokter Jenius yang aku ceritakan sebelumnya."


"Halo, Tuan Hong dan Bu Hong!" Hua Fan mengangguk kepada mereka.


Hampir semua orang di negara ini tahu akan Bank Attrix. Selain empat bank besar yang merupakan milik pemerintah, Bank Attrix ini merupakan bank swasta terbesar di tanah air. Bahkan orang-orang sering bercanda kalau bukan karena bank ini adalah bank swasta, bank ini akan memiliki peringkat yang lebih tinggi lagi.


"Dia dokternya?" Hou Jiao yang juga merupakan Bu Hong, menatap Hua Fan dengan tatapan merendahkan, lalu berkata kepada Lan Xinyu, "Bu Lan, kamu pasti tahu dong betapa sibuknya seorang manajer umum Bank Attrix cabang Yorkston? Menyia-nyiakan waktu Yafeng seperti ini kan gak baik."


Setelah Hou Jiao selesai berbicara, dia merangkul lengan Hong Yafeng sembari berkata, "Yafeng, ayo pergi."


"Bu Lan, terima kasih atas kebaikan kamu, tapi aku rasa aku nggak jadi memeriksakan diri." Meskipun Hong Yafeng berbicara lebih sopan daripada istrinya, perkataannya juga menunjukkan rasa tidak percayanya terhadap Hua Fan.


Lan Yuxin bergegas membujuk. "Tuan Hong, Bu Hong, percayalah padaku. Ilmu kedokteran Tuan Hua benaran hebat. Bahkan Tuan Kong Sanzhen pun sangat mengaguminya."


"Dia?" Hou Jiao melirik Hua Fan dengan tatapan merendahkan sembari dan mencibir, "Bu Lan, aku gak akan bicara panjang lebar lagi, tapi benar-benar nggak ada artinya kamu melakukan ini!"


"Tuan Hong, kalau tebakanku nggak salah, akhir-akhir ini kamu sering insomnia dan setiap hari kamu hanya tidur sekitar dua jam. Kamu juga sering mengalami halusinasi. Seharusnya kamu sudah begini sudah sejak lima tahun yang lalu, 'kan?" tanya Hua Fan.


"Kok kamu bisa tahu?" Hong Yafeng langsung berbalik untuk melihat Hua Fan.


Mungkin saja Hou Jiao yang memberi tahu orang lain dia memiliki insomnia, tetapi dia tidak pernah mengatakan kepada siapa pun dirinya mengalami halusinasi.


Bahkan saat dia berobat ke dokter, dia tidak memberitahukan hal ini. Karena jika hal ini tersebar, kantor pusat pasti akan meminta orang lain untuk menggantikannya menjadi manajer umum.


"Sejak kamu memasuki vila ini, aku melihat Qi Jahat berputar-putar di sekitarmu. Wajar kalau kamu memiliki kondisi seperti ini," ujar Hua Fan sembari tersenyum percaya diri.


Informasi Perintah Karma tidak hanya sekadar ilmu kedokteran saja.


Namun, sudut mulut Hou Jiao sedikit berkedut, lalu dia segera berkata, "Oh ... melihat kami gak tertipu dengan ilmu kedokteranmu kamu mulai menggunakan ilmu ramalanmu untuk menipu kami? Masih muda, tapi kamu sudah sangat hebat!"


Hua Fan tidak menghiraukan sindiran Huo Jio, lalu lanjut berkata, "Kalau aku gak salah, setelah kalian menikah, kalian terus mencari dokter ke mana-mana untuk mengobati kemandulan, 'kan?"


"Mandul?" Hou Jiao tiba-tiba tertawa terbahak-bahak. "Anak muda, kalau mau menipu, seharusnya kamu mengumpulkan lebih banyak informasi dulu. Paling nggak, sebelum menipu kami, kamu tanya dulu kondisi keluarga kami pada Bu Lan."

__ADS_1


Meskipun Hong Yafeng menggelengkan kepalanya, kepercayanya terhadap Hua Fan juga sudah sepenuhnya sirna.


Lan Yuxin bergegas berjalan ke sisi Hua Fan, lalu berbicara dengannya dengan suara rendah.


Setelah Hong Yafeng dan istrinya menikah, selama dua tahun mereka memang tak kunjung punya anak. Meskipun semua dokter mengatakan mereka sehat, Hou Jiao tidak kunjung hamil. Sampai dua tahun lalu, dia baru melahirkan seorang anak perempuan. Namun, Hong Yafeng ingin memiliki seorang putra, tetapi setelah melahirkan anak perempuan, istrinya tidak kunjung hamil lagi. Itu sebabnya mereka terus mencari dokter ke mana-mana.


Oleh karena itu, mereka tidak bisa dikatakan mandul.


"Oh ya?" Hua Fan juga sedikit terkejut mengetahui hal ini, lalu dia pun berpikir, "Ada Amarah Kepunahan pada diri Hong Yafeng. Dia nggak mungkin bisa memiliki keturunan kalau Qi Jahat ini belum dihilangkan."


Hou Jiao kembali menarik Hong Yafeng, lalu berkata, "Yafeng, ayo pergi. Aku nggak mau mendengar kebohongan penipu ini lagi!"


"Tuan Hong, tunggu sebentar!" Namun, Hua Fan tiba-tiba teringat akan sesuatu, lalu matanya langsung berbinar. "Kalau aku gak salah, kamu memakai kalung giok Simbol Buddha, 'kan? Kamu mulai insomnia dan berhalusinasi sejak kamu memakai kalung itu."


Saat ini, Hou Jiao terlihat marah sembari berteriak dengan ketus, "Heh penipu, kamu mau bohong sampai kapan? Sekarang kamu sudah semakin mendalami peranmu, ya? Percaya gak, aku akan lapor polisi untuk menangkapmu!"


Namun, Hong Yafeng menatap Hua Fan lekat-lekat. Dia bertanya pada Hua Fan, lalu menatap Hou Jiao di sampingnya dengan sorot mata penuh makna. "Kok kamu bisa tahu?"


Hong Yafeng tidak pernah menghubungkan kedua hal ini, tetapi setelah diingatkan oleh Hua Fan, dia memang mulai insomnia dan berhalusinasi sejak memakai kalung itu.


"Karena kalung giok Simbol Buddha yang kamu pakai itu telah ditanam dengan Amarah Kepunahan. Kalau kamu gak menghilangkan Qi Jahat dari dirimu, kamu nggak akan pernah bisa punya anak!" ucap Hua Fan menjelaskan.


"Omong kosong! Kami sudah punya seorang putri. Dasar penipu, masih saja mau menipu kami! Lan Yuxin, kamu kira Grup Trogon sudah sangat hebat dan gak perlu dukungan Bank Attrix lagi, jadi kamu mencari orang gak jelas untuk menipu Yafeng?" teriak Hou Jiao.


Hua Fan mencibir, "Lebih epatnya, kamu memang melahirkan anak perempuan, tapi ayah anak itu jelas bukan Tuan Hong!"


"Kamu ... berani-beraninya kamu menghinaku dan suamiku? Aku akan membunuhmu!" teriak Hou Jiao sembari menerjang Hua Fan.


Namun, sebelum Hua Fan bisa bergerak, Lan Yuxin sudah mengulurkan tangan dan meraih Hou Jiao. Dengan kemampuannya, dia dengan mudah membuat Hou Jiao tidak bisa bergerak.


Namun, Lan Yuxin masih menatap Hua Fan dengan kaget. Bagaimanapun juga, perkataannya ini sangat sulit dipercaya.


"Kamu harus memberikan penjelasan yang jelas padaku. Kalau nggak, Lan Yuxin pun gak akan bisa melindungimu!" Meskipun Hong Yafeng tidak marah seperti Hou Jiao, peringatannya terhadap Hua Fan sudah penuh dengan niat membunuh.

__ADS_1


__ADS_2