
Setelah menerima telepon dari pengacara tadi, seketika Hua Fan jadi tak berminat untuk pergi berbelanja. Dia kemudian langsung kembali ke vila yang sudah diambil dari Hong Yafeng, lalu istirahat dan berbaring di sofa sendirian.
Saat berbaring, dia merasakan ada sesuatu yang mengganjal. Dia mengeluarkan itu dari kantong celana bagian belakangnya, lalu melihat ada kartu undangan Tempat Lelang Dralord yang tadi diberikan Lei Yunlong.
Matanya tiba-tiba berbinar. Dia teringat, "Seperti apa kata pepatah, hadiah adalah hal yang wajib untuk membujuk wanita. Bagaimana kalau aku ikut lelang dan beri hadiah itu ke Waner? Mungkin saja dia bisa memaafkanku."
Setelah ide itu muncul di benaknya, rasa kesalnya mulai sedikit menghilang. Karena bosan, dia pergi ke ruang tengah, duduk bersila dan mulai berlatih.
Setengah hari berlalu sangat cepat dan waktu pelelangan tiba. Hua Fan bergegas meninggalkan Vila dan langsung menuju ke Tempat Lelang Dralord.
Dia berjalan ke depan Tempat Lelang Dralord, banyak mobil mewah terparkir di sana, yang paling tidak bernilai Dua Milliar.
Sekilas, ada BMW warna merah yang terparkir tidak pada tempatnya dan menarik perhatiannya.
Dia berjalan dengan cepat untuk melihat plat nomor mobil itu. "Apa Xia Waner juga ada di sini?" pikirnya.
Dia agak terkejut setelah melihat BMW merah itu. Kemudian langsung masuk ke dalam lift.
Setengah hari berlalu sangat cepat dan waktu pelelangan tiba. Hua Fan bergegas meninggalkan Vila dan langsung menuju ke Tempat Lelang Dralord.
Dia berjalan ke depan Tempat Lelang Dralord, banyak mobil mewah terparkir di sana, yang paling tidak bernilai Dua Milliar.
Sekilas, ada BMW warna merah yang terparkir tidak pada tempatnya dan menarik perhatiannya.
Dia berjalan dengan cepat untuk melihat plat nomor mobil itu. "Apa Xia Waner juga ada di sini?" pikirnya.
Dia agak terkejut setelah melihat BMW merah itu. Kemudian langsung masuk ke dalam lift.
Keluar dari lift, dia lihat banyak orang berbaris di depan pintu. Mereka menunggu untuk bisa masuk ke dalam ruangan acara. Petugas keamanan yang ada di depan pintu memeriksa kartu undangan mereka satu-persatu. Setelah lolos pemeriksaan, barulah mereka bisa masuk ke dalam aula.
__ADS_1
Dia melihat Xia Waner di antara kerumunan itu, Hua Fan kemudian menghampirinya, "Waner!"
Mendengar ada yang memanggilnya, Xia Waner lalu menengok. Seketika dia gugup karena sadar orang yang memanggilnya itu Hua Fan. Sambil memikirkan tentang kejadian semalam dia bertanya, "Kau mengikutiku?"
Seorang pemuda tampan yang mengenakan setelan bermerek berdiri di samping Xia Waner. Kemudian, dia menatap Hua Fan penuh kebingungan sembari bertanya, "Waner, ini?"
Xia Waner yang sama sekali tidak ingin menyebut nama Hua Fan, akhirnya terpaksa menyebutkan nama itu, "Hua Fan ...
"Hua Fan? Dia ... " Pemuda itu belum selesai mengucapkan kalimatnya, lalu berbalik dan ke arah Hua Fan sambil tersenyum, "Tuan Hua, maaf. Karena aku cuma punya satu undangan, jadi aku cuma bisa membawa Waner masuk. Acara sebentar lagi dimulai. Kalau ada sesuatu yang ingin dibicarakan dengan Waner, kau bisa tunggu kami di luar sampai acara ini selesai."
Seolah-olah bersikap sopan, pemuda itu nampaknya sedang merendahkan Hua Fan dengan berkata seperti itu. Han Mei sudah sering kali mencemooh Hua Fan. Tapi beda dengannya, pemuda ini menggunakan cara yang jauh lebih halus dan sopan, yang malah membuatnya semakin jijik mendengarnya.
Xia Waner yang tidak ingin memperbesar masalah, kemudian menghampiri Hua Fan sambil berbisik, "Hua Fan, sudahlah, nanti saja. Acaranya akan dimulai. Undangan yang datang, semuanya orang-orang hebat di Yorkston. Pak Wu ajak aku ke sini agar aku bisa kenalan dengan tamu-tamu yang datang. Itu bisa memperluas koneksi Keluarga Xia."
Hua Fan mengerutkan keningnya sembari bertanya, "Tuan Wu? maksudmu Wu Shaoyang?"
Menurut gosip yang beredar, Wu Shaoyang jatuh cinta dengan Xia Waner. Dia sudah mengejar wanita itu selama bertahun-tahun. Namun karena Waner menderita penyakit kronis, dia menghilang begitu saja dan berhenti mengejar Waner.
Wu Shaoyang tersenyum sombong. "Namaku memang tak layak disebut. Tuan Hua, tolong jangan menertawaiku," ucapnya. Dia kemudian berkata kepada Xia Waner, "Waner, ayo kita masuk. Acara sudah mau mulai."
Sebelum masuk ke ruangan, dia sempat mengolok Hua Fan, "Karena kau sama sekali tidak bisa membantu Waner, kalau begitu biarkan kami masuk, oke? Lagi pula Waner datang ke acara ini untuk memperluas koneksi Keluarga Xia. Apa kau tahu sehebat apa kau di dunia ini? Kehadiranmu di sini hanya untuk membuat Waner!" orang lain semakin mengagumi
Tak peduli dengan ucapan Wu Shaoyang, Hua Fan kemudian berbalik berkata pada Xia Waner, "Kalau kau memang ingin masuk ke sana, aku bisa membawamu masuk ke acara itu. Tak perlu masuk dengan pria lain!"
Wajah Waner seketika memerah. Melihat para tamu menatap ke arahnya dan menghakiminya, dia lalu berkata, "Hua Fan, sudahlah, cukup main-main denganku!"
Wu Shaoyang tiba-tiba tertawa terbahak-bahak karena menganggap itu hanyalah omong kosong belaka. "Hua Fan, sudahlah, berhenti membual. Itu sama sekali tak ada gunanya. Acara lelang hari ini sangat besar. Bahkan sekelas pegawai perusahaan kelas dua di Yorkston pun tidak ada dalam daftar undangan. Bagaimana bisa seorang Hua Fan, Menantu Numpang Mertua bisa mendapatkan undangan ini? Apa kau anggap acara ini seperti pasar?" cemoohnya.
"Tenang saja, kau tak usah risau soal keselamatan Waner. Setelah acara ini selesai, aku yang akan langsung mengantarnya pulang!"
__ADS_1
Kemudian dia langsung mengeluarkan kartu undangan yang ada di sakunya dan menunjukkannya di depan satpam yang bertugas di pintu masuk sambil berkata, "Ini undangan untukku dan wanita ini."
Waner menghampiri sebelum dia masuk dan berkata kepada Hua Fan, "Hua Fan, pulanglah dulu. Kalau ada yang ingin kau katakan, kita bisa bahas nanti di rumah."
Bisa menghadiri acara Tempat Lelang Dralord ini memanglah satu kesempatan yang langka. Itulah mengapa Xia Waner menerima undangan Wu Shaoyang hari ini. Demi Keluarga Xia, dia merelakan banyak hal!
"Kenapa aku harus pulang? Tenang saja, aku sudah bilang, aku juga punya undangan!" ucapnya sambil mengeluarkan kartu undangan yang tempo hari diberikan oleh Lei Yunlong kepadanya.
"Bahkan Keluarga Xia tak ada yang punya undangan. Bagaimana bisa kau punya itu?" Wu Shaoyang tertawa terbahak-bahak saat melihat Hua Fan mengeluarkan kartu undangan miliknya. "Hua Fan, kalau kau benar-benar ingin menyelinap masuk ke dalam acara dengan undangan palsu yang ada di tanganmu, lihatlah terlebih dahulu undangan yang asli, oke? Kalau yang di tanganmu adalah kartu undangan, lalu apa milikku?" imbuhnya.
Saat laki-laki itu sedang berbicara, dia lalu melambaikan kartu undangan yang ada di tangannya dengan bangga.
Hua Fan tak peduli dan menunggu di samping saat Wu Shaoyang menyerahkan kartu undangannya kepada satpam yang berjaga. "Kau akan tahu setelah ini!" ucapnya.
Hua Fan kemudian menyerahkan kartu undangan miliknya kepada petugas, kemudian diterimalah dengan kedua tangan dengan penuh rasa hormat. Wajah si petugas berubah seketika saat membuka dan membacanya. Sambil membungkuk terburu-buru, dia berkata, "Tuan ... Tuan Hua, mari silahkan lewat sini."
Melihat hal ini, Wu Shaoxing menunjuk ke arah Hua Fan sambil berteriak, "Apa-apaan? Bagaimana bisa kau biarkan seseorang dengan kartu undangan palsu masuk ke acara ini?"
Melihat Hua Fan mengeluarkan kartu undangan VIP, petugas itu bingung. Meski begitu, tugas mereka adalah untuk memeriksa keaslian kartu undangan dari tamu-tamu yang datang, tak peduli siapa pemiliknya. "Tuan Wu, tolong hargai. Yang dipegang oleh Tuan Hua adalah kartu undangan VIP. Kalau kau masih bersikap kasar padanya, mohon maaf silahkan keluar dari acara ini segera." ucap petugas.
"Kalau ini kartu undangan, maka punyamu Hua Fan melambaikan kartu undangan yang ada di tangannya, berkata dengan acuh tak acuh, "Itu hanyalah sampah!"
Wajah Wu Shaoyang memerah melihat Hua Fan seolah-olah menang darinya. Namun, dia tetap menolak mengakuinya sambil berkata, "Bagaimana mungkin? Dia itu Menantu Numpang Mertua yang tak berguna. Mana mungkin Tempat Lelang Dralord mengundangnya. Ngomong-ngomong, apa undangan yang dia bawa? Kenapa aku tak pernah melihatnya?"
"Jangan-jangan kau diam-diam mengambil uang Hua Fan? Jadi, kau biarkan dia masuk. Iya, kan? Apa kau siap terima konsekuesinya?"
Petugas tampak sedikit kesal, "Itulah kenapa kau tak pernah melihat undangan seperti ini, jelas karena kau tak memenuhi syarat sebagai anggota VIP Dralord Group. Undangan ini terbatas, kami hanya mengirimkannya ke tidak lebih dari sepuluh anggota kami dalam setiap acara lelang. Sampai sini paham?"
Sebelum Hua Fan mulai bicara, petugas yang ada di sebelahnya berkata dengan tegas, "Kali ini kami akan memberikan satu peringatan terakhir. Kalau kau tetap bersikap seperti ini dan sama sekali tidak menghormati tamu, kami bisa memaksamu keluar dari acara ini!"
__ADS_1