Kebangkitan Sang Dokter Jenius

Kebangkitan Sang Dokter Jenius
Bab 36 tuan hua, nyonya hua


__ADS_3

"Aku ... Aku ... " Wu Shaoyang tak menyangka akan dipermalukan oleh Hua Fan dengan cara seperti ini. Dia ingin menawar lebih, tapi dia tahu uangnya tak sebanyak itu. Dia lalu tertawa terbahak-bahak sambil berkata. "Hua Fan, kau hanyalah Menantu Numpang Mertua dan tak punya apa-apa. Kau pikir, aku akan tertipu begitu saja? Dua Puluh Miliar katamu? Aku ingin tahu bagaimana kau mengeluarkan uang sebanyak itu hari ini!"


Mendengar kata-kata Wu Shaoyang, orang-orang mengangguk dan memandang remeh Hua Fan seolah-olah dia idiot, mereka berbisik. "Dia pasti terlalu banyak menonton drama. Dia pikir orang-orang akan terus menawar tiap kali ada yang menaikkan harga?" "Bahkan Xia Waner tak punya uang sebanyak itu, apalagi dia yang hanya Menantu Numpang Mertua!" "Sungguh malang nasib Xia Waner. Dia wanita yang cantik, tapi berakhir dinikahi seorang yang bodoh dan tak berguna."


Xia Waner mengerutkan keningnya. Dia tak menyangka akan jadi seperti ini. "Urus ini sendiri. Jangan libatkan Keluarga Xia!" bisiknya pada Hua Fan. Wu Shaoyang mengambil kesempatan emas ini untuk menghiburnya, "Waner, tenang saja. Semua orang di Yorkston tahu status Hua Fan di keluarga Xia. Keluarga Lei tak akan menyalahkan keluargamu!" Meskipun Xia Waner mengetahuinya, dia tetap saja khawatir.


"Dua Puluh Miliar! Selamat untuk Tuan Hua sudah memenangkan Kalung Senja ini!" Setelah Lei Shuya mengumumkan hasil lelangnya di atas podium, sang asisten ingin memberikan kalung itu pada Hua Fan, namun Lei Shuya langsung mengambil kalung itu dan menghampiri Hua Fan.


Melihat hal ini, Wu Shaoyang menantang sombong, "Kau lihat itu? Biasanya asisten yang akan menurunkan barang lelang, tapi sekarang Nona Lei yang melakukannya sendiri. Sepertinya dia juga ingin melihat orang bodoh mana yang mau menghabiskan Dua Puluh Miliar untuk kalung ini! Tentu aku juga ingin lihat apa akan terjadi kalau dia tak sanggup membelinya!"


Di saat yang sama, para tamu yang ada langsung berdiri dari tempat duduk mereka, menunggu pertunjukan yang bagus.

__ADS_1


Lei Shuya menghampiri Hua Fan dan menyerahkan kalung itu pada Hua Fan dengan kedua tangannya. "Tuan Hua, selamat!" ucapnya. Lei Shuya sama sekali tak tahu tentang apa yang terjadi antara Xia Waner dan Hua Fan, jadi dia mengira kalung itu akan diberikan untuk Waner, "Nyonya Hua, kau sangat beruntung!"


Hua Fan mengambil kalung itu dan menyerahkan sebuah kartu kredit pada Lei Shuya. Lei Shuaya mengambil kartu itu dengan kedua tangannya, "Tuan Hua, mohon tunggu sebentar!"


"Hua Fan, ada apa denganmu? Apa ada uang di kartu itu? Mau sampai kapan kau terus seperti ini?" Melihat Hua Fan bertingkah seperti ini, Wu Shaoyang tertawa lebih keras. Namun, Lei Shuya melirik tegas ke arahnya.


Kemudian, dia memasukkan enam nomor kata sandi. Melihat hal itu, Wu Shaoyang bertanya-tanya, "Bagaimana dia tahu kata sandinya?" "Transfer berhasil!" Tamu-tamu seketika terdiam melihat ini.


Xia Waner juga memandang Hua Fan dengan penuh heran. Dia mengira, "Dengan keadaanku sekarang, rasanya sulit untuk mengeluarkan lebih dari Dua Miliar, tapi Hua Fan langsung mengeluarkan 20 Miliar sekaligus! Dan dia membelikan kalung itu untukku! Apa aku sudah salah paham dengannya?" Ini pertama kalinya Xia Waner berubah sikap pada Hua Fan.


"Tuan Hua, ini kartumu!" Sementara semua orang terkejut, Lei Shuya mengembalikan kartu itu pada Hua Fan. Setelah Lei Shuya pergi, Hua Fan tersenyum lebar sambil memegang Kalung Senja yang ada di tangannya. Bukan karena kalung atau Wu Shaoyang, tapi karena ucapan "Nyonya Hua" dari Lei Shuya barusan. Selama bertahun-tahun, semua orang selalu memanggil Xia Waner dengan sebutan Nona Xia, dan memanggilnya Menantu Numpang Mertua Keluarga Xia.

__ADS_1


"Tuan Hua dan Nyonya Hua" adalah gelar paling menyenangkan yang pernah dia dengar. Memikirkan bahwa Xia Waner adalah Nyonya Hua, tanpa sadar dia lalu membusungkan dadanya.


Xia Waner mengerutkan keningnya mendengar ucapan Lei Shuya barusan, tapi dia tetap tidak bisa menahan diri untuk tidak menatap Hua Fan. Meskipun dia tidak mencintainya, dia senang karena pria itu membelikan kalung untuknya di depan banyak orang. Dengan dia membeli kalung seharga Dua Puluh Miliar, itu juga sangat berarti Xia Waner dan keluarganya. Nantinya, Keluarga Xia juga masih tetap bisa diterima di lingkungan ini.


Xia Waner dan orang-orang di sekitarnya bersiap untuk tepuk tangan saat itu. Namun, terbuai dengan ucapan "Nyonya Hua," Hua Fan melihat kalung di tangannya dan mulai mempelajari hubungan antara kalung itu dan Perintah Karma. Seolah-olah tak ada hal lain yang berhubungan dengannya di dunia ini selain kalung ini.


Ekspresi Xia Waner berubah dari was-was menjadi ragu, kemudian marah. Dia mengetahuinya! "Bagaimana Hua Fan bisa punya uang sebanyak itu? Darimana asalnya? Aku yakin, pasti Lan Yuxin lah yang memberinya! Ini sama sekali bukan untukku!" pikirnya. Wanner tiba-tiba sadar apa yang sedang terjadi, suara orang-orang di sekitarnya semakin keras. Dia tak bisa menahan diri dan langsung memelototi Hua Fan, lalu keluar dari ruang acara.


Pada saat itu, Hua Fan belum menyadarinya karena dia masih fokus pada kalung yang ada di tangannya.


"Waner... " Wu Shaoyang yang juga malu, mengambil kesempatan untuk mengejarnya. Dia menatap Xia Waner dan langsung berkata, "Jangan marah padaku, kumohon. Aku sama sekali tak tahu kalau Hua Fan akan menawarnya menjadi 20 Miliar! Dia benar-benar gila! Bisakah kau bantu aku untuk menjelaskan semua ini ke Tuan Hong? Ku mohon!" Meski dia telah kehilangan muka di acara ini, dia masih tetap berusaha memperbaiki citra Keluarga Wu di depan Hong Yafeng.

__ADS_1


__ADS_2