
"Kamu beruntung sekali, Selamat, Nona Lan! Ini benar-benar sebuah keajaiban! Adikmu baru saja batuk karena mengeluarkan racun yang ada di tubuhnya. Walaupun tetap masih ada sisa-sisa racun di tubuhnya, hal itu tidak akan berakibat fatal untuk sementara waktu. Ini benar-benar berkah dari Tuhan!" Kong Xinghai berkata dengan kaget.
Tetapi kemudian dia berdiri dan berteriak pada Hua Fan, "Dasar bodoh! Kau tahu betapa berbahayanya apa yang kamu lakukan tadi? Kamu bisa masuk penjara jika kamu tidak beruntung, bodoh!"
Meskipun Kong Xinghai juga mengakui jika tindakan yang dilakukan Hua Fan lah yang telah menyelamatkan Lan Yuxuan, tetap saja dia tidak dapat menerimanya.
Dia akan merasa dipermalukan jika Hua Fan bisa melakukan sesuatu yang dia tidak bisa. Levelnya akan jatuh berada di bawah si 'Menantu yang menumpang dirumah Mertuanya' itu.
"Apakah begitu? Apakah menurutmu racun dari Lipan Merah ini dapat keluar dari tubuh anak kecil itu dengan sendirinya?" ucap Hua Fan mengejek.
"Hentikan omong kosongmu! Kamu itu hanya beruntung! Apakah kamu pikir aku akan percaya kalau kamu tiba-tiba mendapatkan keajaiban dapat menggunakan keahlian medis? Apakah kamu tahu jika kamu digigit oleh Lipan Merah kamu akan mati dalam waktu 10 menit?" Kong Xinghai berkata sambil tertawa dengan keras.
"Jika kamu sebegitunya tidak percaya padaku, kamu bisa membuka lengan baju kanannya dan melihatnya sendiri. Dengan keahlian medis yang kamu punya, kamu seharusnya dapat mengetahui apakah dia digigit oleh Lipan Merah atau bukan." Hua Fan berkata dengan nada mengejek sekali lagi.
"Oke, mari kita lihat bagaimana kamu terus berkata omong kosong ... " Kong Xinghai berkata sambil menggulung lengan baju Lan Yuxuan.
Tetapi sebelum dia bisa menyelesaikan ucapannya, dia sudah melihat bekas gigitan yang masih bengkak dengan warna campuran merah dan ungu yang ada di lengan Lan Yuxuan.
"Tunggu dulu, Hah? Bagaimana bisa ini terjadi?" ucap Kong Xinghai terheran-heran.
Dia tidak bisa percaya kalau apa yang diucapkan Hua Fan benar. Dengan ilmu medisnya, seharusnya dia bisa melihat sekilas bahwa Lan Yuxuan memang digigit oleh Lipan Merah. Tapi Hua Fan bahkan tidak memeriksa lengannya jadi bagaimana dia bisa tahu tentang ini?
Ditambah lagi, bagaimana dia menghentikan peredaran racun yang begitu mematikan?
Sebelum ini dia memang berkata bahwa kakeknya bisa menghentikan peredaran racun itu untuk sementara, tetapi itu sebelum dia tahu bahwa ini adalah racun gigitan Lipan Merah. Kalau tidak, dia mana berani mengeluarkan pernyataan angkuh seperti itu.
Itu adalah tindakan yang bahkan kakeknya sendiri tidak akan bisa melakukannya, tetapi si 'Menantu Numpang Mertua' ini dapat melakukannya.
Dia berkata dalam hatinya, "Sejak kapan si 'Menantu Numpang Mertua' ini menjadi hebat?"
"Terima kasih, Tuan Hua! Terima kasih banyak! "Lan Yuxin yang sedang duduk di tanah dengan memeluk adiknya bergegas mengucapkan berterima kasih kepada Hua Fan, dia benar-benar mengabaikan Kong Xinghai yang berjalan pergi dengan lesu.
__ADS_1
"Tidak masalah, Nona Lan. Oh iya, Bolehkah aku meminjam ponselmu sebentar?" ucap Hua Fan sambil mengangguk.
"Tentu saja." Walaupun dia tidak tahu apa yang akan dilakukan Hua Fan dengan ponselnya, dia tetap menyerahkan ponselnya.
Hua Fan dengan cepat mengetikkan nomor teleponnya dan berkata, "Aku hanya menghentikan peredaran racunnya untuk sementara waktu. Alangkah baiknya kalau dia dapat mendapat perawatan di rumah sakit. Tetapi jika tidak, jangan ragu untuk menghubungiku lagi."
"Oke, terima kasih sekali lagi."kata Lan Yuxin sambil menerima balik teleponnya. Dia tidak meminta Hua Fan untuk segera menghilangkan racun yang berada di tubuh adiknya. Meskipun teknik yang dilakukan Hua Fan terlihat luar biasa, tetapi dia masih memilih untuk percaya dan mengandalkan medis yang modern.
"Tuan Hua, ambillah ini. Ini sekarang milikmu." Lan Yuxin berkata sambil mendorong tasnya yang berisi kumpulan uang ke depan Hua Fan, "Selain uang, aku juga berhutang budi padamu. Jika kamu ada keinginan dan aku bisa menyanggupinya, aku berjanji akan melakukannya untukmu."
"Apa kamu ingat kalau tadi pagi kamu mengantar orang yang terluka dari depan kafe Bean ke rumah sakit?" kata Hua Fan sambil tersenyum.
"Orang itu kamu?" Lan Yuxin memandang Hua Fan dengan kaget dan dia baru sadar bahwa kedua orang itu sepertinya memang memiliki kesamaan.
"Jadi, sebenarnya kamu sudah membalas budi lebih dahulu jadi kamu juga bisa simpan uang ini." Hua Fan tersenyum dan mendorong kembali tas itu padanya.
"Melihat situasi adikmu sekarang, kemungkinan kamu juga akan menghabiskan banyak uang untuk biaya rumah sakitnya. Sebaiknya kamu gunakan untuknya saja."
Ia baru saja mengalami pengalaman buruk di saat dia mencoba meminjam uang kesana sini untuk adiknya yang terbaring di rumah sakit. Jadi tentu saja dia sangat mengerti bahwa uangnya akan terkuras begitu dia membawa adiknya ke rumah sakit. Meskipun Lan Yuxin terlihat seperti orang kaya, tetapi tetap masih lebih baik berjaga-jaga daripada menyesal.
Dengan cepat Lan Yuxuan langsung dibawa ke rumah sakit dengan ambulans. Lan Yuxin yang sangat khawatir tentang kondisi adiknya dan tidak bisa berdebat lebih lanjut dengan Hua Fan untuk masalah uang itu. Lagipula, dia sudah punya nomor teleponnya jadi dia bisa menghubunginya kapan saja.
Lan Yuxin masuk ke dalam mobil mewahnya dan berkata, "Tuan Hua, aku harus pergi mengurus adikku sekarang, jadi aku pergi duluan ya.
"Ya, silakan duluan." Hua Fan mengangguk sedikit dan menjawab.
"Oh iya," Lan Yuxin mengeluarkan kotak hadiah dari jendela mobilnya setelah menyalakan mobil dan berkata, "Karena kamu menolak uang yang aku kasih, jadi tolong terimalah hadiah ini. Sebenarnya aku berencana memberikan ini untuk nenekku, barang ini bisa kamu berikan pada istrimu saja."
Awalnya Hua Fan ingin menolaknya, tetapi dia ingat kalau hari ini adalah hari ulang tahun nenek. Ditambah lagi, Lan Yuxuan awalnya ingin memberikan hadiah itu kepada neneknya, jadi barang ini pasti cocok untuk dijadikan hadiahnya juga. Jadi akhirnya, ia tidak menolaknya.
Lan Yuxin langsung pergi mengikuti ambulans setelah Hua Fan menerima hadiahnya.
__ADS_1
"Apa dia beneran masuk ke dalam keluarga Xia hanya demi uang?" Lan Yuxin berpikir sambil melihat tasnya yang berisi uang di kursi penumpang lalu mengguncangkan kepalanya.
""'si Menantu yang Numpang Mertuanya' ... hmm dia benar-benar orang yang menarik."
Hua Fan melihat kotak hadiah yang ada di tangannya terbungkus secara rumit. Dia takut tidak bisa mengembalikan bungkusannya ke bentuk awal jika dia membukanya, jadi akhirnya dia memutuskan untuk tidak mengintip dan hanya membawanya dengan aman.
Dia percaya kalau Lan Yuxin dapat dengan mudah menghabiskan uang ratusan ribu hanya untuk membeli hadiah, jadi hadiah yang dia pilih seharusnya tidak mungkin jelek. Kemudian setelah itu, besok dia akan mengajukan perceraian dengan Xia Waner, jadi sekarang dia tidak perlu bersusah payah menyiapkan kado ulang tahun untuk seorang wanita tua yang yang hanya bisa mengejek dan menjelek-jelekkannya.
Setelah memikirkan hal ini, Hua fan mengecek jam dan dia memanggil taksi langsung menuju Hotel Hinsel.
Ketika Hua Fan baru saja datang, Xia Waner sudah menunggunya di pintu masuk. Matanya dipenuhi dengan tatapan menghina saat dia melihat kalau Hua Fan keluar dari taksi hanya dengan tangan kosong. Dia bertanya, "Apa kamu sudah dapat hadiah untuk Nenek?"
"Yah, aku mendapatkannya dengan gratis ... "ucap Hua Fan sambilmenepuk saku celananya yang menggembung.
Hua Fan belum sempat selesai berbicara ketika Xia Waner memotongnya dan berkata, "Ya ampun, kamu enggak perlu menjelaskannya untukku. Dalam situasi apapun, aku enggak pernah berpikir untuk mengambil kembali uang yang telah aku beri ke kamu. Apapun enggak masalah selama kamu cukup tulus untuk memberikannya sebagai kado ulang tahun."
Menurut Xia Waner, hadiah Hua Fan palingan hanya barang murah karena dia adalah orang serakah yang pastinya enggan mengeluarkan uang untuk hal itu.
Di ruang makan pribadi Hinsel Hotel.
Pesta ulang tahun Bu Xia selalu diadakan di sini hampir setiap tahunnya. Di sana sudah ada empat meja bundar besar yang sudah terisi lebih dari empat puluh orang di aula.
Tepat saat mereka berdua masuk, kakak tertua kedua Xia Waner, Xia Feng berdiri dan memanggil mereka, "Waner, akhirnya kamu datang. Ke sini! Ayo kita lihat kado ulang tahun seperti apa yang telah disiapkan Hua Fan untuk Nenek tahun ini.
Xia Waner memelototi dengan dingin Xia Feng. Tapi dia hanya menyingkir seperti biasa. Dia tidak terlalu peduli jika Hua Fan akan menjadi bahan ejekan selama hal itu tidak merugikan dirinya.
"Tentu saja." ucap Hua Fan sambil mengeluarkan kotak hadiah yang diberikan Lan Yuxin padanya.
"Hua Fan, apa kamu yakin?"
"Hei, apakah kamu melihat apa yang dibawa si 'Menantu Numpang Mertua'? Apakah ini lelucon?"
__ADS_1
Melihat kotak hadiah yang ada di tangan Hua Fan dan mendengar hinaan Xia Feng, orang-orang yang berada di sekelilingnya mulai tertawa terbahak-bahak.
Bahkan Xia Waner pun mengerutkan keningnya saat dia melihat hadiah Hua Fan. Dia menyesal tidak menanyakannya saat mereka bertemu di pintu masuk.