Kebangkitan Sang Dokter Jenius

Kebangkitan Sang Dokter Jenius
Bab 78 1.000 push-up


__ADS_3

"Salah paham atau tidaknya itu bukan masalah. Yang perlu kamu lakukan sekarang hanya menyelesaikan taruhanmu!" Hua Fan langsung menyela Lin Yongwen.


Mendengar kata-kata Hua Fan, Zhou Heng berkata dengan terburu-buru, "Hua Fan, kamu berada di sebuah sekolah, yang merupakan tempat untuk belajar. Sepanjang waktu kamu membicarakan perjudian! Apakah kamu pikir itu benar? Ayolah! Kami hanya bercanda denganmu!"


Melakukan push-up di depan banyak orang sungguh memalukan! Terlebih lagi, sampai fajar besok pun mereka tidak akan bisa menyelesaikan 1000 push up!


"Bukan itu yang kamu katakan barusan. Selain itu, sebagai guru, di depan siswamu bukankah kamu harus menepati janjimu? Ini adalah sikap yang baik, bukan?" Hua Fan mencibir.


Mendengar ini, Zhou Heng dan Lin Yongwen hanya bisa menatap kepala sekolah untuk memohon bantuan.


Melihat Hua Fan, kepala sekolah berkata, "Pak Hua aku pikir..."


Sebelum kepala sekolah menyelesaikan kata-katanya, Hua Fan menyela dan berkata, "Pak Zheng, itu sama rata. Jika aku kalah, aku akan melakukannya. Sekarang akulah pemenangnya, mereka harus melakukannya juga. Kurasa sekolah bukanlah tempat yang hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga tempat untuk mengajari mereka bagaimana berperilaku!


"Hanya ijazah SMA yang ku miliki. Aku tidak bisa mengajari mereka banyak pengetahuan, namun aku bisa ajarkan bagaimana cara bersikap!" Hua Fan berkata dengan tegas.


"Kamu menggunakan kami sebagai alat perjudian! Kamu juga bukan orang baik. Hari ini karena Qin Yun, kami tidak akan menimbulkan masalah, tapi besok kamu akan mengetahuinya!" Mendengar apa yang dikatakan Hua Fan, Su Ruiyu mendengus dingin pada Hua Fan.


Sebelum kelas, Su Ruiyu telah merencanakan bagaimana terus membuat masalah untuk Hua Fan, namun dihentikan oleh Qin Yun.


Qin Yun tidak bisa mengendalikan semua hal kelas 12A. Demi Qin Yun, hari ini semua orang setuju untuk tidak menimbulkan masalah, tetapi dia besok tidak boleh bercampur tangan.


Identitas asli Hua Fan tidak bisa diungkap oleh Qin Yun, jadi dia hanya bisa membiarkan mereka melakukan yang mereka inginkan.


Namun, melihat bahwa Su Ruiyu berani berbicara seperti itu dengan Hua Fan, dengan kasihan Qin Yun menatap Su Ruiyu!


"Benarkah itu? Apa kabarmu di sekolah diketahui ayahmu?" Hua Fan mendengus.


"Tentu saja dia tahu! Yah, biar kutebak. Kamu gak bakalan bisa mengundang dia ke sekolah kan?" Su Ruiyu tertawa terbahak-bahak.


Su Ruiyu berpikir, "Meskipun aku menelepon ayahku, yang paling sering menjawab telepon adalah pengawal pribadinya, jadi apalagi kamu. Lagi pula, ayahku terlalu sibuk mendukung Keluarga Su."


"Ibuku bisa dihubungi kapan saja. Namun, mengingat cintanya padaku, aku berharap Hua Fan akan memanggilnya. Lalu akan kulihat bagaimana dia menghadapi seorang ibu yang sangat protektif terhadap putranya."


"Apa aku tidak bisa? Sebagai guru pembimbingmu, aku memang punya wewenang, bukan?" Hua Fan memandang Su Ruiyu sambil menyeringai.


"Oke, besok aku akan menunggumu menelpon ayahku. Jika kamu bisa melakukannya, aku akan fokus belajar. Jika aku tidak bisa masuk ke Universitas Ivy League, aku akan melakukan 10.000 push-up di sini. Aku tak akan bangun sebelum aku selesai melakukannya!" Su Ruiyu tertawa.

__ADS_1


"Baiklah, untuk masa depanmu ayahmu pasti akan datang besok!" Hua Fan juga berkata terus terang.


Mendengar ini, Hua Fan dengan cepat diingatkan oleh kepala sekolah, "Pak Hua, ayah Su Ruiyu adalah Su Mo, Tuan Su!"


"Aku tidak memerdulikannya siapa dia. Bagi aku, dia adalah orang tua siswa!" Hua Fan menjawab.


"Bagus, kamu punya nyali. Besok aku akan menunggumu!" Su Ruiyu merasa bahwa dia sangat dipermalukan oleh Hua Fan. Jika hari ini dia tidak berjanji dengan Qin Yun untuk tidak membuat masalah, dia pasti sudah mulai bertarung dengan Hua Fan.


Kemudian Hua Fan menoleh ke Zhou Heng dan Lin Yongwen dan berkata, "Baiklah, para guru, silakan lanjutkan. Berikan contoh yang baik untuk siswamu!"


ketika Hua Fan mengalihkan perhatiannya kepada mereka lagi, keduanya diam-diam senang akan Hua Fan telah menutup peluangnya untuk sukses. Mereka dengan cepat mengalihkan pandangan memohon kepada kepala sekolah dan berkata dengan penuh semangat untuk meminta bantuan, "Pak Zheng ..."


Kepala sekolah sedikit mengernyit dan buru-buru mengeluarkan ponselnya untuk berpura-pura menjawab panggilan itu. "Halo! Halo! Apa yang terjadi? Kamu harus memindahkan sesuatu dari kantorku! Baiklah, aku akan segera ke sana. Ada banyak hal yang harus ku lakukan. Aku sedang dalam perjalanan!


"Tim keamanan, ikut denganku. Kita akan memindahkan barang!"


Sambil berpura-pura menjawab telepon, tim keamanan langsung dipanggil pergi oleh kepala sekolah.


Namun pada saat itu, salah satu murid kelas 12A mengeluarkan ponselnya dan secara langsung menghubungi nomor kepala sekolah.


langsung bunyi.


"Wah!!! Pak Zheng, ponsel kamu canggih sekali sehingga dapat berdering saat kamu menjawab telepon!" Cowok itu tertawa dengan sengaja saat berhasil dalam kejahilannya.


Kepala sekolah tersipu malu dan segera pergi.


Melihat ini, Zhou Heng mengetahui ketidak inginan kepala sekolah untuk terlibat dalam masalah ini dan tidak mengizinkan penjaga keamanan untuk berpartisipasi.


Zhou Heng jelas panik. Utang itu ingin dia ingkari, namun dia tidak berani. Sebelumnya dia sudah pernah melihat kemampuan bertarung Hua Fan!


Walaupun sebelumnya dia sudah dipukuli Hua Fan, Zhou Heng yang tidak tahu banyak tentang seni bela diri, mengira Hua Fan hanya pandai bertarung. Tetapi meski begitu, Zhou Heng mengetahui bahwa dia tidak bisa mengalahkannya. Terlebih lagi, Ilua Fan akan mengalahkannya tanpa belas kasihan.


Zhou Heng tidak tahan dipukuli di depan begitu banyak siswa.


"Yah, tampaknya kekuatanku harus digunakan untuk membuat kalian memenuhi janji!" Melihat keduanya hanya berdiri di sana, Hua Fan kemudian berkata dengan dingin.


"Apa? Apakah kamu berani memukulku?" Lin Yongwen yang tidak mengetahui kekuatan fisik Hua Fan itu pun berteriak.

__ADS_1


"Tanyakan saja padanya apakah aku berani!" Hua Fan menyeringai sambil menunjuk Zhou Heng.


Saat Lin Yongwen menatapnya, muka Zhou Heng memerah.


"Kekalahan kita sebaiknya kita terima. Ayo kita


lakukan!" Zhou Heng menghela nafas pelan!


Dibandingkan dipukuli oleh Hua Fan lagi, sebaiknya dia melakukannya secara langsung, pikir Zhou Heng.


Melihat Zhou Heng melakukan push-up, Lin Yongwen pun harus mengikutinya.


Zhou Heng masih muda dan dia sering berolahraga, jadi dia melakukan dengan lancar dua puluh sampai tiga puluh push up pertama. Tetapi, setelah dua puluh push-up, Lin Yongwen, yang sudah tidak muda lagi, dengan tangan yang lemah hampir tidak bisa menopang dirinya.


Pada saat mencapai sekitar 50, gerakan Zhou Heng melambat.


"Pak Lin, ayolah!"


"Lakukanlah, Pak Zhou!"


100


"Para guru, kalian harus melakukan 1.000 push-up! Dengan kecepatan ini, sampai besok pagi juga tidak akan kalian selesaikan."


Melihat ini, para siswa di sekitar semua mencibir. Ketika bel berbunyi, seluruh lapangan dikelilingi dan siswa dari kelas lain juga datang, yang membuat lapangan lebih kacau.


Para siswa sangat bersemangat. Sebelumnya mereka dihukum, namun mereka belum pernah melihat guru dihukum.


Untuk sesaat, berbagai macam ejekan terdengar oleh keduanya, dan mereka merasa sangat malu sampai tidak tahu di mana harus menempatkan diri.


"Ada sesuatu yang harus aku urusi, jadi aku harus pergi sekarang. Jika kamu tertarik kamu dapat membantu aku menghitung di sini!" Melihat bahwa setelah satu jam mereka baru selesai sekitar 100 push up, dan menjadi semakin lemah, Hua Fan tidak mau menghabiskan waktu untuk mereka.


Mendengar kata-kata Hua Fan, Zhou Heng dan Lin Yongwen sama-sama senang. Mereka berpikir selama Hua Fan pergi, sebelum waktunya mereka juga bisa pergi.


Akan tetapi, mereka berdua mengganggap remeh antusiasme siswa, yang menjaga mereka sepanjang waktu, bahkan di tengah malam sekalipun. Sebelumnya para siswa sepakat untuk bergiliran menjaga sampai mereka menyelesaikannya.


Baru pada keesokan harinya setelah selesai pelajaran pertama, mereka selesaikan 1000 push-up. Terasa sangat lelah begitu mereka menyelesaikannya, mereka berbaring di tanah, dan tidak bisa bergerak.

__ADS_1


__ADS_2