
"Di kehidupan masa lalu dan sekarang, berlakulah adanya hukum sebab dan akibat. Seperti apa yang dia tabur, sama dengan apa yang akan dia tuai. Hasil dari suatu perbuatan melekat pada perbuatan itu sendiri. Proses sebab akibat yang terjadi di semua tingkatan disebut karma.
"Mendapatkan Perintah Karma adalah langkah pertama untuk menuju lahir kembali!"
Terdengar adanya raungan yang sangat dalam yang sepertinya berasal dari zaman kuno. Sejumlah memori yang sangat besar tiba-tiba muncul di dalam pikiran Hua Fan. Terdapat memori tentang seni bela diri, keterampilan medis, metode pengolahan, dan lain-lain.
Tidak lama setelah kejadian itu, Hua Fan merasa otaknya tidak mampu menampung beban ini lebih lama lagi dan dia terbangun dengan berteriak kesakitan.
Begitu dia bangun, rasa sakit yang muncul di kepalanya langsung menghilang dan Hua Fan berpikir sambil mengguncangkan kepalanya, "Apa yang barusan itu mimpi?"
Dia ingat dengan samar-samar bahwa Zhao Songyang menyuruh pelayan untuk membuangnya di pinggir jalan setelah menghabisinya dengan tendangan. Kemudian setelah itu terlihat seorang wanita berbaju merah yang membawa Hua Fan masuk ke mobil dan membawanya ke rumah sakit.
Pada saat itu juga, Hua Fan merasakan adanya aura panas di perut bagian bawahnya.
"Apakah kekuatan batin ini benar-benar ada?" Hua Fan tersenyum tak berdaya, tetapi dia segera dapat merasakan Perintah Karma yang memiliki warna hitam dan putih di masing-masing sisinya sudah mulai muncul di pikirannya.
Saat Perintah Karma berputar, potongan memori yang lain muncul di dalam pikiran Hua Fan.
"Kamu memiliki enam belas luka gores, limpa yang pecah, gegar otak ringan, dan lima tulang rusuk patah."
"Penyebab luka berasal dari pukulan yang dilakukan oleh sekelompok orang."
"Apakah kamu ingin mengaktifkan Pengobatan Karma?"
Hua Fan tercengang mendengar kata-kata yang berasal dari kepalanya sendiri sambil dia berpikir, "Apa yang terjadi?"
Namun, dia juga secara reflek memberikan persetujuan untuk Pengobatan Karma bahkan ketika dia tidak memiliki petunjuk apa yang sedang terjadi.
Tiba-tiba, Perintah Karma berputar-putar di dalam pikirannya dan bagian sisi putih dari Perintah Karma berkelibat menimbulkan cahaya terang. Seketika itu juga, Hua Fan merasa tubuhnya bergidik.
Dia bisa merasakan gerakan yang terjadi di ototnya. Ia juga bisa mendengar suara decit yang berasal dari tulang rusuknya. Kemudian dia melihat memar yang ada di tubuhnya sembuh dengan kecepatan yang dapat dilihat oleh mata telanjang.
Dalam sekejap mata, rasa sakit di badannya
yang dikarenakan oleh pukulan-pukulan itu
menghilang. Mata Hua Fan terbuka lebar
ketika dia menepuk dadanya sebanyak dua
kali, tapi dia tidak merasakan sakit apapun.
__ADS_1
Setelah dia memastikan bahwa semuanya bukanlah mimpi, Hua Fan berteriak dengan penuh semangat, "Ya Tuhan... Aku mendapatkan keajaiban!"
Tapi sekarang Hua Fan tidak terlalu memperhatikannya. Dia segera berlari keluar kamar dan bergegas ke ruang rawat adiknya.
Dia hanya memiliki satu pikiran yang ada di benaknya, "Jika Perintah Karma dapat menyembuhkanku, semestinya dia juga bisa menyembuhkan adikku kan?"
Sekarang ia mulai bersemangat. Dia masuk ke ruang rawat adiknya dan melihat adiknya yang masih tertidur saat dia berjalan mendekat untuk meraihnya. Keraguan muncul di benaknya dan tangannya berhenti di udara.
Dia takut jika Perintah Karma hanya dapat bekerja padanya. Dia akan sangat sedih jika itu sampai benar-benar terjadi.
Tapi sekarang, ia jelas tidak punya pilihan lain. Setelah mengalami keraguan sejenak, dia meletakkan tangannya di kedua kaki adiknya.
Kecelakaan mobil telah menyebabkan kedua kaki adikknya mengalami patah tulang yang parah.
Tiba-tiba deretan kata muncul lagi di pikirannya, "Apakah kamu ingin mengaktifkan Pengobatan Karma?"
"Iya!" Hua Fan tidak ragu sama sekali untuk memutuskan saat dia menjawab pertanyaan itu.
Hua Fan menyadari bahwa sisi putih Perintah Karma sudah sangat redup saat ada suara yang rendah dan dalam bergema di pikirannya. Ia sampai merasa sedikit pusing.
Namun beberapa detik kemudian, Hua Xue perlahan dapat membuka matanya.
"Kakak ... Aku akan baik-baik saja, aku pasti akan baik-baik saja. Jadi, jangan khawatirkan aku." Melihat ekspresi rumit di wajah Hua Fan, Hua Xue yang baru saja bangun mencoba untuk menghibur kakaknya.
"Operasi besok?" Hua Fan bertanya dengan terkejut.
"Iya, bukankah kamu sudah melunasi biaya operasi ke rumah sakit?" Dokter melihat Hua Fan dengan ekspresi yang janggal tersirat di wajahnya dan melanjutkan perkataannya, "Aku di sini untuk mendiskusikan beberapa hal denganmu sebelum operasi dilaksanakan."
"Selalu ada risiko dalam melakukan operasi apapun. Tapi situasi yang dihadapi adikmu lebih serius dan menyebabkan tingkat keberhasilannya hanya mencapai 40%."
"Apa? Hanya mencapai 40%? Aku tidak mau melakukannya."
"Ayo kita pergi, Kak. Ayo keluar dari rumah sakit." Hua Xue langsung segera turun dari ranjang ketika ia mendengar tingkat keberhasilan operasinya hanya mencapai 40% walaupun kakaknya sudah membayar empat ratus juta rupiah.
Daripada mengambil risiko, lebih baik jika dia memberikan uang itu untuk Kakaknya. Dia sangat mengerti kehidupan seperti apa yang kakaknya jalani selama berada di dalam Keluarga Xia.
"Kamu tidak mau melakukannya? Kalau begitu kamu bisa melupakan kemungkinan untuk bisa berdiri sepanjang hidupmu. Kamu ... " Dokter secara reflek berkata, tetapi Hua Xue sudah berdiri di samping tempat tidur. Dokter terkejut dan berteriak, "KAKIMU!"
"Oh." Mendengar teriakan dokter, Hua Xue langsung bereaksi. Tidak hanya bisa bangun dari tempat tidur, tetapi dia bahkan dapat berjalan maju ke depan dua langkah.
Kemudian, Hua Xue menghentakkan kakinya dan baru sadar jika dia sudah tidak merasakan sakit sama sekali.
__ADS_1
Mata Hua Fan melebar. Walaupun dia tahu sebab kesembuhan adiknya tetapi dia masih tidak bisa percaya.
"Cepat, duduklah! Aku akan langsung memeriksamu di sini!" Dokter itu sangat bersemangat sambil terus berkata dengan keras karena dia telah menyaksikan adanya keajaiban di sini.
"Benar, biarkan dokter mengecek badanmu lagi," Hua Fan langsung berkata kepada Hua Xue.
Meskipun dia telah merasakan keajaiban dari Perintah Karma, tapi dia tidak berani untuk terlalu percaya diri karena itu menyangkut masalah kaki adiknya.
Dokter mulai memeriksa kaki Hua Xue. Dia juga melakukan tes-tes seperti mengambil darahnya, melakukan beberapa foto sinar X, dan lain-lain. Akhirnya, dia sudah mencapai kesimpulan bahwa kaki Hua Xue sudah sembuh. Ditambah lagi, laporan juga mengatakan bahwa Hua Xue lebih sehat daripada orang biasa.
Meskipun Hua Xue juga tidak tahu mengapa ini bisa terjadi, tetapi dia memutuskan untuk meninggalkan rumah sakit segera setelah dia mendengar laporan dari dokter.
Hua Fan paham adik perempuannya ini takut jika dia menghabiskan uang. Jadi, Hua Fan menyetujui permintaannya setelah mendapatkan pemahaman baru tentang kekuatan menakjubkan dari Perintah Karma.
Ketika dia meninggalkan rumah sakit, dia baru mengetahui bahwa uang untuk operasi Hua Xue dibayar oleh istrinya, Xia Waner.
Meskipun Hua Fan tidak tahu mengapa istrinya membayar biaya operasi walau dia telah memindahkan Hua Fan ke dalam daftar hitam di kontaknya. Dia sudah berencana mengembalikan uang itu kepada Xia Waner ketika dia kembali.
Setelah itu, Kedua bersaudara itu meninggalkan rumah sakit.
Namun, ada dua mobil mewah melaju melewati mereka ketika mereka baru berjalan belum terlalu jauh. Kedua mobil itu menyipratkan air dari tanah dan membuat Hua Xue jadi basah kuyup.
"Apa kamu tahu cara menyetir mobil? Apa kamu buta?" Hua Fan mengumpat sambil menarik Hua Xue ke belakangnya.
Pada saat yang sama, kedua mobil mewah itu mendadak berhenti dan ketika pintu mobil terbuka muncul sembilan orang yang keluar dari dalam mobil.
Dua di antaranya adalah Zhao Songyang dan Huang Linlin yang baru saja dia temui di kafe. Dan bersamaan dengan mereka, ada tujuh pemuda yang mengenakan lengan pendek dan memiliki warna rambut yang berbeda-beda serta tato di badan mereka.
"Apa kamu sudah gila? Beraninya kamu mengumpat Tuan Zhao!"
"Bukankah ini Hua Fan? Sepertinya ketahanan tubuhmu cukup bagus. Kamu bahkan tidak sampai menginap di rumah sakit setelah mendapatkan tendangan-tendangan itu? Kelihatannya aku masih terlalu baik padamu karena kamu belum mendapatkan apa yang pantas kamu dapatkan." Zhao Songyang mencibir.
Pada saat yang sama, tatapan mata Huang Linlin menggambarkan kejijikannya saat dia berkata, "Aku tidak menyangka kamu adalah pembohong. Baru saja kamu berkata jika kaki adikmu terluka dan kamu membutuhkan uang untuk biaya operasinya."
"Aku memang buta sampai dulu bisa menyukai bajingan sepertimu!" Huang Linlin berkata sambil mengguncangkan kepalanya.
Hua Fan tidak bisa berkata-kata karena memang tidak ada cara untuk membantahnya. Dia tidak bisa berbicara tentang apa yang telah terjadi dan kejadian dia yang dengan putus asa berusaha untuk meminjam uang sebelumnya memang terlihat seperti tindakan penipuan.
Huang Linlin semakin percaya diri setelah melihat ekspresi Hua Fan lalu dia berkata, "Tapi kamu masih belum cukup mengenalku!"
"Tapi tidak penting juga jika kamu berbohong atau tidak. Apakah kamu berpikir bahwa aku akan meminjamkan uang bahkan jika itu benar terjadi?"
__ADS_1
"Jika ada seekor anjing liar mengibaskan ekornya dan memohon belas kasihan di depanku, mungkin saja aku masih akan memberinya sebuah tulang. Tapi jika itu adalah kamu, kamu tidak pantas mendapatkan apapun!"
"Aku sudah melepaskanmu hari ini. Tapi kamu masih saja berani menampakkan diri di depan suamiku lagi. Apakah kamu benar-benar cari mati?"