Kebangkitan Sang Dokter Jenius

Kebangkitan Sang Dokter Jenius
Bab 16 tuan zhao


__ADS_3

"Saya tidak berani menggangu urusan Tuan Zhao ... "Hu Hai langsung berlari keluar.


"Whuss!" Saat Hu Hai pergi, pintunya juga ikut tertutup. Semua lampu di bar langsung dinyalakan hingga bersinar dengan terang.


"Hua Fan, kamu jago berkelahi, 'kan? Kok diam saja?" Huang Linlin membantu Zhao Songyang berjalan mendekat. "Sudah kubilang jangan cari masalah dengan Paman Songyang. Kamu nggak percaya, 'kan? Biar aku perkenalkan ke kamu! Zhao Zhennan, seorang tokoh besar yang juga dikenal sebagai Tuan Zhao yang hebat. Pada pagi hari bagian timur Yorkston diatur oleh polisi, tapi begitu malam tiba, diatur oleh Tuan Zhao. Sudah paham, 'kan?"


Huang Linlin merasa ditampar oleh Hua Fan di luar rumah sakit merupakan penghinaan terbesar yang pernah dia alami sepanjang hidupnya. Sekarang, akhirnya dia bisa melampiaskan amarahnya.


Zhao Zhennan menyipitkan matanya menatap Hua Fan. "Kamu mematahkan tangan ponakanku, tapi sekarang aku gak akan ngebahas hal ini. Gini saja, kamu tinggalkan tangan dan kakimu di sini aku akan membiarkanmu hidup. Gimana?"


"Tuan Zhao, kamu juga orang hebat. Kamu gak takut derajatmu jadi turun gara-gara berurusan sama orang gak penting sepertiku?" Setelah melihat situasi saat ini, bagaimana mungkin Hua Fan tidak tahu Xu sama sekali nggak mencarinya? Jelas-jelas ini adalah jebakan untuknya.


"Kamu terlalu banyak omong kosong. Kalau gitu, patahkan juga tulang rusuknya. Serang!" teriak Zhao Zhennan dengan dingin. Para preman di sekeliling yang tadinya mengumpulkan seluruh kekuatan mereka sembari menunggu perintah, langsung menyerbu dengan memegang golok dan tongkat besi di tangan mereka.


Setelah melihat pemandangan di depannya, Zhao Songyang pun berteriak, "Hua Fan, di luar rumah sakit sebelumnya, pernah gak kamu ngebayangin hal seperti ini akan menimpamu? Kenapa rupanya kalau kamu jago berkelahi? Hari ini, aku akan membuatmu berlutut di depanku sambil meminta ampun seperti manusia sampah!"


Hua Fan tidak menjawab. Dia mengelak ke samping, lalu meninju bahu kanan seorang preman. Seiring dengan jatuhnya golok preman itu, bahu kanannya terkulai sepenuhnya.


Kemudian, Hua Fan berbalik, lalu menangkap sebuah tongkat besi yang menghantam ke arahnya. Dia merebut tongkat itu, lalu mengangkatnya ke atas untuk menghadang beberapa serangan. Setelah itu, dia mengayunkan tongkatnya secara horizontal.


Seiring dengan suara teriakan beberapa orang, satu per satu orang yang berada di sekitarnya pun langsung tersungkur di atas tanah.


Kemudian, dengan memegang tongkat besi di tangannya, Hua Fan berinisiatif menyerang sekelompok preman itu sebelum mereka mengepungnya. Ke mana pun dia melangkah, dia bak seekor serigala yang memasuki kawanan domba dan suara jeritan terus menerus terdengar.


Hua Fan tidak terlihat seperti sedang dikepung. Sebaliknya, dia mengejar dan memukuli lebih dari 30 orang sendirian.


Tepat pada saat ini, para preman di belakang merasa ada yang tidak beres, jadi mereka pun hendak melarikan diri. Namun, hanya dalam kurun waktu sekitar tiga menit, Hua Fan menaklukkan semua preman itu hingga merintih kesakitan di atas lantai.


"Kamu kamu ... "

__ADS_1


Zhao Songyang dan Huang Linlin menatap Hua Fan seolah-olah mereka baru saja melihat hantu.


Sebelumnya, di rumah sakit mereka telah menyaksikan betapa hebatnya kemampuan berkelahi Hua Fan, tetapi mereka tidak menyangka dia sehebat ini.


Semua preman yang datang ke bar ini adalah preman yang sudah lama bekerja untuk Zhao Zhennan dan mereka sudah sering bertarung. Terlebih lagi, mereka dilengkapi senjata. Namun, mereka langsung kalah dalam sekejap.


Hua Fan membuang tongkat besi di tangannya, lalu duduk di hadapan Zhao Zhennan. Dia menuangkan segelas anggur untuk dirinya sembari berkata, "Tangan dan kakiku masih lengkap, gimana kalau kamu ambil sendiri saja?"


Hua Fan menghabiskan anggur itu dalam sekali teguk, lalu menatap Zhao Zhennan dengan tatapan dingin.


"Baiklah, kamu emang pahlawan muda. Mulai sekarang kerjalah denganku. Aku janji dalam setahun akan mengajimu di atas empat milyar. Gimana menurutmu?" Meskipun kemampuan berkelahi Hua Fan sangat hebat, tapi Zhao Zhennan adalah penguasa dunia bawah tanah di bagian timur kota, dia sama sekali tidak kehilangan kewibawaannya. Sebaliknya, dia mengangkat gelas di tangannya dan juga menghabiskan anggur di dalam gelasnya.


Zhao Zhennan bersikap seolah-olah Hua Fan adalah rekan bisnisnya dan orang-orang yang baru saja dihajar Hua Fan bukanlah anak buahnya.


"Paman, kenapa kamu... "Ekspresi Zhao Songyang seketika berubah ketika dia mendengar perkataan Zhao Zhennan. Kalau Hua Fan benar-benar menjadi bawahan pamannya, dirinya tidak akan bisa balas dendam lagi padanya.


Hua Fan mendengus dingin, lalu mengulurkan tangannya untuk menangkap Zhao Zhennan. Namun, Zhao Zhennan malah memukul meja dengan keras, lalu berguling ke belakang.


Hua Fan gagal mengangkap Zhao Zhennan. Zhao Zhennan mencibir, "Kamu memang jago berkelahi, tapi bukan berarti kamu tak terkalahkan. Sekarang kamu hanya punya dua pilihan, antara kamu tunduk padaku atau kamu akan tetap berakhir seperti yang aku katakan tadi!


Ini pertama kalinya Hua Fan gagal sejak dia memiliki Perintah Karma. Saat ini, matanya penuh dengan semangat bertarung. "Kalau gitu, tunjukkan padaku sehebat apa kamu sehingga bisa membuatku tunduk!"


Setelah Hua Fan selesai berteriak, dia pun kembali menerjang.


Tinju Hua Fan melayang ke dada Zhao Zhennan. Zhao Zhennan berbelok kesamping untuk mengelak. Pada saat yang sama, tangannya hendak menangkap tinju Hua Fan yang menyerang ke arahnya.


"Kamu masih anak ingusan!" teriak Zhao Zhennan sembari menangkap tangan Hua Fan, lalu memelintirnya dengan kedua tangannya.


Namun, pada saat ini, Zhao Zhennan merasakan kekuatan yang sangat besar menyeruak dari tangan Hua Fan, yang langsung membuat tangannya mati rasa dan tanpa sadar tubuhnya juga mundur ke belakang.

__ADS_1


"Qi Asli, kamu seorang Pelaksana Bela Diri Tingkat Tinggi?" Sambil mundur, rasa takut berkelebat di mata Zhao Zhennan.


Namun, jawaban yang dia peroleh adalah telapak tangan Hua Fan yang tak kasat mata.


Hua Fan mengenggam pundak Zhao Zhennan, lalu mematahkannya. Seiring dengan suara retakan yang keras, Hua Fan membalikkan tubuhnya, lalu berpindah ke belakang tubuh Zhao Zhennan. Kemudian, kaki kanannya menendang Zhao Zhennan, lalu membuat pria paruh baya itu tersungkur di atas lantai.


Seiring dengan dua tendangan beruntun Hua Fan, lutut Zhao Zhennan pun menekuk. Kemudian, Hua Fan mencondongkan tubuhnya untuk menghajar tulang rusuk Zhao Zhennan, lalu suara retakan yang nyaring pun terdengar.


"Tadi kamu minta ini, 'kan?" Hua Fan sedikit terkejut saat melihat Zhao Zhennan tetap diam meskipun raut wajahnya sudah berubah karena kesakitan.


Zhao Songyang dan Huang Linlin yang berada di samping sudah ketakutan setengah mati.


"Bahkan Paman pun bukan tandingan Hua Fan? Paman bisa menjadi seperti sekarang ini karena kemampuan memiliki ilmu bela diri yang hebat, tapi sekarang... " pikir Zhao Songyang.


"Tuan Zhao "Melihat situasi saat ini, para preman yang sebelumnya sudah terluka segera mengambil senjata mereka, lalu menerjang ke arah Hua Fan.


"Berhenti!" teriak Zhao Zhennan yang sudah terbaring di atas lantai dengan bercucuran keringat dingin karena kesakitan setengah mati.


"Tuan Zhao..." Meskipun bos mereka sudah terbaring di atas lantai, para preman ini tetap berhenti melangkah, lalu menatap bos mereka dengan penuh kekhawatiran.


"Tuan Hua, aku sudah menyinggungmu dengan menganggap remeh kehebatanmu. Kalau kamu ingin melampiaskan amarahmu, lampiaskan saja ke aku. Kamu boleh membunuhku atau membuatku cacat. Tapi jangan sakiti anak buahku. Mereka hanya mengikuti perintahku," kata Zhao Zhennan sembari menahan rasa sakit yang hebat.


Begitu Zhao Zhennan merasakan kekuatan Qi Asli yang terpancarkan dari tubuh Hua Fan, dia tahu dirinya tidak akan bisa mengalahkan Hua Fan meskipun ada 30 lebih anak buah tambahan di sini.


"Tuan Zhao ..."


Di antara sekelompok preman itu, seorang pemuda remaja yang bahu kirinya sudah terkulai, memegang golok dengan tangan kanannya. Dia menunjuk Hua Fan sembari berkata, "Kami gak berani melanggar perintah Tuan Zhao, tapi kalau terjadi sesuatu padanya, antara kamu kami keroyok sampai mati atau kamu membunuh kami semua. Tapi setelah itu, kamu akan ditembak sampai mati!"


"Iya!" seru para preman lain dengan serempak.

__ADS_1


__ADS_2