
Xia Waner berbalik, lalu berteriak dengan mata yang memerah, "Hua Fan, kamu mau terus ngehina aku sampai kapan sih? Mumpung kita belum cerai, kamu berencana ngebalas dulu semua hinaan yang pernah kamu alami?"
"Gadis kecil, aku ... " Hua Fan memanggil Xia Waner dengan sebutan yang dia gunakan saat mereka masih kecil. Dia berharap Xia Waner akan mengingat masa-masa itu.
"Tutup mulutmu!" Xia Waner berteriak, lalu menyela perkataan Hua Fan, "Gadis kecil? Haha ... Haha... Hua Fan, setelah kamu berhasil menarik Lan Yuxin, kamu langsung memanggilku gadis kecil? Uhm, wajar sih. Keluargaku mana mungkin bisa dibandingkan dengan Lan Yuxin dan Grup Trogon?"
Xia Waner menertawakan dirinya. "Kamu mau cerai, 'kan? Baik, aku akan turuti maumu. Besok, aku akan menceraikanmu. Kamu sudah puas, 'kan?"
"Nggak ... Aku gak mau cerai!" Kalau Hua Fan tidak tahu Xia Waner adalah gadis kecil yang telah menyelamatkannya, dia tentu akan dengan senang hati menceraikannya. Namun sekarang, bagaimana mungkin dia mau bercerai dengannya?
"Kamu gak mau cerai? Kamu belum puas ngehina aku? Sekarang kamu sudah hebat, sudah bisa balas dendam, jadi kamu mau balas dendam sampai puas dulu baru mau cerai gitu, 'kan?" Xia Waner lanjut tertawa. Tiba-tiba, pandangannya menjadi gelap, lalu pingsan.
Untung saja, respons Hua Fan sangat cepat. Dia segera menangkapnya dan tidak membiarkannya jatuh ke tanah.
"Ini..."
Hua Fan yang tadinya ingin mengaktifkan Pengobatan Karma, tiba-tiba berhenti. Pengobatan ini sepertinya bisa menyembuhkan segala macam penyakit, tapi dia tidak yakin apakah pengobatan ini bisa menenangkan seseorang atau tidak.
Dinilai dari keadaan Xia Waner saat ini, mungkin lebih baik membiarkannya beristirahat.
Ketika Hua Fan memikirkan hal ini, dia memanggil taksi lalu membawanya ke Kediaman Keluarga Xia.
Di dalam taksi, Hua Fan teringat mobil Xia Waner masih berada di pinggir jalan. Jadi, dia pun menelepon Lan Yuxin untuk membantunya menangani hal ini.
Begitu mereka tiba di rumah, ibu mertuanya, Han Mei melihatnya menggendong Xia Waner yang sedang pingsan. Dia bergegas merebut putrinya dari gendongan Hua Fan, lalu menatapnya dengan waspada.
"Mungkin ... dia kecapekan jadi ketiduran," jawab Hua Fan.
"Capek..." Han Mei merasa terkejut, tapi kemudian dia membaringkan tubuh Xia Waner di sofa. Setelah dia mendengar suara napas Xia Waner, akhirnya dia merasa lega.
__ADS_1
Han Mei berbalik lalu bertanya, "Hua Fan, kok kamu bisa kenal dengan Lan Yuxin?"
Han Mei juga menghadiri pesta ulang tahun hari ini. Namun, sejak ayah Xia Waner meninggal karena sakit empat tahun lalu, dia dan putrinya semakin tidak memiliki kedudukan di Keluarga Xia. Dia nggak layak berbicara dalam acara sebesar itu.
"Oh itu... Yu- Adik Bu Lan sakit. Aku menyembuhkannya pakai cara tradisional di desaku, jadi dia berterima kasih padaku. " Hua Fan tidak punya pilihan selain menggunakan alasan yang sama.
"Cuma gitu?" tanya Han Mei dengan ragu.
Tanpa menunggu Hua Fan menjawab, Han Mei mengangguk, lalu berkata, "Uhm, sepertinya kamu gak bohong. Kalau nggak, orang gak berguna macam kamu mana mungkin bisa kenal dengan orang hebat macam Lan Yuxin?"
"Selain gelang barang berharga apa lagi yang dia kasih ke kamu?" tanya Han Mei sembari menatap Hua Fan.
"Uhm..." Hua Fan merasa terkejut.
"Dia berani memberimu Gelang Lima Kebajikan yang harganya sepuluh milyar, dia pasti juga memberimu barang lainnya. Selama ini kami sudah ngebiarin kamu tinggal di sini. Sekarang kamu sudah dapat hadiah yang mahal, bukankah seharusnya kamu balas budi pada kami?" Han Mei menatap Hua Fan dengan sorot mata yang dipenuhi dengan keserakahan.
"Aku cuma dikasih gelang!" Hua Fan menggelengkan kepalanya.
Lan Yuxin juga memberinya Kartu Trogon.
Namun, dia mengetahui tahu betul Han Mei adalah orang macam apa. Setelah dia menyaksikan kehebatan kartu itu, dia tidak berani memberikannya kepada Han Mei.
"Dasar manusia nggak guna. Kamu hanya dikasih Gelang Lima Kebajikan dan itu pun sudah kamu jadikan hadiah ulang tahun Bu Xia? Kok kamu sok hebat sekali? Sekarang gelang itu sudah rusak dan gak ada nilainya lagi! Jadi orang kok gak berguna sekali..."
Setelah Han Mei selesai berbicara, raut wajahnya langsung berubah. "Gak bisa gini. Kamu sudah menyembuhkan adiknya Lan Yuxin, 'kan? Besok kamu pergi minta uang padanya. Bilang saja ... aku mau ngeganti semua uang yang sudah keluarga kami kasih ke kamu. Minta dua milyar .. Tidak, enam milyar!"
"Ini... Tidak pantas." Raut wajah Hua Fan langsung berubah menjadi dingin.
Meskipun Hua Fan tahu Han Mei serakah dan jahat, dia tidak menyangka Han Mei akan mengatakan hal seperti itu. "Aku memang sudah menyelamatkan adiknya, tapi dia juga sudah memberiku Gelang Lima Kebajikan yang bernilai sepuluh milyar. Bisa dikatakan, sekarang aku yang berutang ke dia."
__ADS_1
Meskipun Hua Fan tahu kalau dia meminta uang kepada Lan Yuxin, jangankan enam milyar, bahkan 10 milyar rupiah sekalipun, Lan Yuxin pasti akan memberikannya tanpa ragu. Namun, bagaimana mungkin dirinya berani meminta uang padanya?
"Kamu masih berani membahas gelang itu? Sekarang gelang itu di mana? Apakah kamu memberikannya kepadaku? Pokoknya aku beri kamu waktu tiga hari. Kalau dalam waktu tiga hari kamu nggak memberiku enam milyar, aku akan suruh Waner menceraikanmu!" teriak Han Mei. Dia lalu berbalik dan membawa Xia Waner ke kamar tidurnya.
Hua Fan mengerutkan kening sembari melihat pintu kamar yang tertutup itu. Saat itu, ponselnya kembali berdering.
Begitu panggilan telepon tersambung, suara Hu Hai langsung terdengar, "Hua Fan, Xu ada di Beiliff Bar. Dia memintaku menyuruhmu datang!"
Hu Hai juga seorang menantu yang numpang rumah mertuanya. di
Sebenarnya, di Yorkston, banyak keluarga yang tidak ingin putri mereka ke luar dari rumah, jadi mereka akan membiarkan menantu mereka tinggal di rumah mereka. Beberapa menantu ini memiliki kemampuan dan latar belakang keluarga masing-masing, ada juga beberapa menantu yang tidak sehebat istri mereka. Meskipun mereka tidak sampai kehilangan martabat seperti Hua Fan, hidup mereka juga tidak mudah.
Entah siapa yang memiliki ide untuk mengumpulkan para menantu yang menyedihkan ini lalu membuat persatuan para menantu.
Meskipun hidup mereka tidak baik, mereka tetap menjadi bagian dari keluarga terpandang. Jadi, mereka bisa mendengar beberapa informasi yang tidak diketahui orang biasa. Mereka bisa menggunakan informasi ini untuk menjalin relasi dan mendapatkan uang.
Persatuan para menantu sebenarnya merupakan organisasi bebas yang digunakan untuk berbagi informasi dan mendapatkan uang. Terkadang, para anggota akan berkumpul bersama, minum-minum, mengobrol dan bersantai untuk melupakan penderitaan mereka sebagai seorang Menantu Numpang Mertua.
Meskipun hubungan Hu Hai dan Hua Fan biasa-biasa saja, biasanya Xu sangat baik padanya.
Setelah berbicara beberapa patah kata dan menutup telepon, Hua Fan pun naik taksi dan langsung pergi ke Bar Beiliff.
"Hua Fan, sebelah sini ... "Begitu Hua Fan masuk ke dalam bar, Hu Hai langsung berdiri menyambutnya. Ada tujuh pria pria paruh baya di mejanya.
Pria yang duduk di tengah bertelanjang dada. Ada sebuah tato naga di tangan kanannya yang menjutai hingga ke bahu kanannya, lalu memanjang sampai di tiga bekas luka mengerikan di dadanya.
"Kamu Hua Fan?" tanya pria itu saat Hua Fan berjalan mendekat.
Hu Hai yang berada di samping Hua Fan bergegas menjawab, "Tuan Zhao, dia adalah Hua Fan. Aku sudah menyuruhnya ke sini. Aku sudah boleh pergi, 'kan?"
__ADS_1
Hu Hai tentunya tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Meskipun dia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya akan sangat menarik, dia juga tahu tidak semua orang layak untuk menonton tontonan menarik itu.
"Kalau kamu mau, kamu juga boleh tetap di sini!" Pada saat ini, sebuah suara dengusan dingin terdengar dari pintu, lalu lebih dari 30 orang menerobos masuk ke dalam bar. Sekelompok orang itu dipimpin oleh Zhao Songyang yang tangannya dibalut dengan perban dan Huang Linlin yang wajahnya masih bengkak.