Kebangkitan Sang Dokter Jenius

Kebangkitan Sang Dokter Jenius
Bab 77 menolak membayar hutang


__ADS_3

"Ruiyu, kalian benar-benar tidak becus hari ini! Bahkan berurusan dengan menantu numpang mertua saja kamu tidak bisa!" Di sisi lain di tempat pelatihan, Zhou Heng berjalan ke sisi Su Ruiyu saat dia berkomentar sinis.


"Apa yang ku lakukan tidak perlu penilaian darimu." Karena terkejut dengan sikap yang keluar dari karakter Hua Fan di kelas hari ini, Su Ruiyu yang sudah kesal menunjukkan tampilan muram kepada Zhou Heng.


"Apakah kamu pikir bisa mengandalkan kakekmu yang sudah pensiun itu untuk melindungi kamu? Apakah kamu percaya jika aku dapat membuatmu tidak bisa bertahan di SMA Merpen?" Su Rui Yu menatap Zhou Heng dengan dingin.


"Tidak, tidak! maksudku bukan begitu!" Zhou Heng dengan cepat menjelaskan.


Kakek tua dari keluarga Zhou dulunya adalah orang penting di kota, tetapi dia sudah pensiun bertahun-tahun. Sebagian besar koneksinya sudah hampir dia habiskan, jadi untuk mengirim Zhou Heng ke SMA Merpen dan membuka jalan untuk kesuksesan Zhou Heng di masa depan sudahlah tidak mudah baginya. Tampaknya, keluarga Zhou tidak sebanding dengan keluarga Lei yang berkembang pesat di Selatan dan keluarga Su di Utara.


Mendengar tanggapan Zhou Heng, Su Ruiyu mencemooh, "Apa yang kamu inginkan? Apakah kamu memiliki masalah dengan Hua Fan? Bahkan sebelum dia masuk ke kelas hari ini, kamu sudah mengirimkan semua informasinya. Apakah kamu ingin menggunakan aku untuk mengusir dia?"


"Untuk memanfaatkanku, kamu pikir kamu memenuhi syarat ?" Su Ruiyu mendengus dingin.


"Tuan Su, kamu salah paham!" Ketika melihat Su Ruiyu benar-benar marah, Zhou Heng bahkan tidak berani memanggil nama depannya.


"Aku juga tidak senang dengan pria itu, jadi yang akan mengusirnya adalah aku sendiri. Tapi, aku harus mengingatkanmu bahwa jika kamu bergabung dan menganggapku bodoh lagi, maka jangan salahkan aku karena mengusirmu dari sekolah!" Su Ruiyu mendengus dingin sebelum berbalik dan pergi.


Mendengar ancaman Su Ruiyu, Zhou Heng merasa sedikit terhina, tetapi pada akhirnya dia menghela nafas lega. Selama Hua Fan bisa diusir dari sekolah, tidak peduli apapun alasannya.


Namun Hua Fan tidak tahu dengan semua ini, sekarang dia sedang berkeliaran di sekitar kampus. Dia berpikir karena dia perlu melindungi Chen Xueqing di sekolah, area tersebut harus dipahami olehnya dengan lebih baik.


Tang Qi sudah memberi informasi dengan sangat rinci, namun Hua Fan merasa lebih nyaman bila memeriksanya sendiri.


Tepat pada saat setelah itu, bel masuk kelas berbunyi.


Tetapi, Hua Fan tidak peduli. Sebagai guru olahraga, dia tidak memiliki banyak kelas.


"Hua Fan!" Pada saat ini, Zhou Heng dan Lin Yongwen memanggil Hua Fan.


"Sebaiknya kamu pergi ke kelas untuk mengeceknya. Kami mendengar bahwa siswa kelas 12A sangat tidak puas bahwa kamu adalah guru pembimbing mereka. Nanti bisa-bisanya mereka membuat masalah!" Zhou Heng bersukacita.


"Oh ya? Mereka tidak akan berani!" ucap Hua Fan dengan senyum.


Walaupun selama beberapa waktu Hua Fan tidak berada di kelas, dia tahu status Qin Yun di kelas. Karena Qin Yun sudah mengetahui identitas Hua Fan, maka dia tidak akan membiarkan para siswa itu membuat Hua Fan dalam masalah.


Berpikir tentang Su Ruiyu, yang sudah dengan sangat kasar memperlakukannya, Zhou Heng berpikir, "Mereka tidak berani? Aku tidak berpikir begitu!" Lalu, Zhou Heng berteriak, "Mereka tidak akan berani? Hua Fan, kamu punya banyak nyali untuk mengatakan kata-kata seperti itu!"

__ADS_1


"Aku tidak memiliki waktu untuk berbicara omong kosong denganmu!" Hua Fan berkata, lalu berbalik untuk pergi.


"Pak Hua, jangan terburu-buru! Karena kamu sangat meyakini bahwa mereka tidak berani membuat masalah, mengapa kita tidak bertaruh?" Hua Fan dihentikan Zhou Heng lagi.


"Taruhan apa?" Hua Fan bertanya.


"Aku pikir dalam sepuluh menit sesuatu akan terjadi dikelasmu. Kemudian, kamu, guru pembimbing, akan dipanggil. Apakah kamu berani bertaruh?" Memikirkan bagaimana penampilan Su Ruiyu ketika dia pergi, Zhou Heng berpikir dia pasti akan menang.


"Taruhan apa?" Hua Fan, yang tingkat kepercayaannya sama, bertanya lagi.


"Ini sangat mudah. Jika aku menang, di tengah lapangan olahraga kamu melakukan 1.000 push-up. Tidak ada batasan waktu. Jika kamu gagal melakukannya, malam ini kamu harus tidur di lapangan olahraga. Sebaliknya jika kamu menang, Pak Lin dan aku akan melakukan 1.000 push-up. Apakah kamu berani bertaruh?" Zhou Heng mencemooh.


Zhou Heng tahu bahwa begitu Hua Fan kalah, dia akan merasa sangat malu untuk datang bekerja besok setelah mempermalukan dirinya sendiri di lapangan olahraga.


"Sepakat!" jawab Hua Fan tanpa ragu.


"Oke, kita tunggu di sini!" Zhou Heng sedikit terkejut, tidak disangka Hua Fan setuju begitu saja.


Setelah itu, mereka bertiga berdiri berkeliling dan menunggu. Waktu terus berjalan, menit kelima, menit kedelapan, dan menit kesembilan.


"Bukankah kamu baru saja bilang bahwa Su Ruiyu akan mengusir Hua Fan?" Lin Yongwen bertanya sembari melihat arlojinya dengan cemas.


"Itu yang dia katakan! Bagaimana aku tahu apa yang sebenarnya pria itu lakukan? Sama sekali masih belum ada pergerakan!" Zhou Heng juga tampak tertekan dan bingung.


Saat itu, Hua Fan berkata, "Para guru, waktunya selesai!"


"Waktu? Jam berapa? Pak Hua, kamu sedang membicarakan apa? Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan. Pak Lin, tahukah kamu apa yang Pak Hua bicarakan?" Melihat bahwa dia telah kalah, Zhou Heng langsung mencoba menolak untuk membayar hutang.


Melihat reaksi Zhou Heng, Lin Yongwen langsung mengerti. Melihat Hua Fan, Lin Yongwen berkata, "Mungkin Pak Hua bertanya-tanya kapan dia bisa meninggalkan sekolah. Pak Hua, kamu adalah guru pembimbing. Meskipun kamu tidak memiliki kelas, kamu tetap tidak dapat meninggalkan sekolah sampai waktu pemberhentian resmi. Sekarang kamu belum bisa pergi!"


"Jadi, utang kalian ingin kalian ingkari?" Hua Fan mencibir.


"Terus terang, jika kita ingin mengingkari utang, emangnya kenapa? Kamu tidak punya bukti! Kamu bisa mengatakan apapun yang kamu mau, sama halnya dengan kita bisa lakukan apa yang ingin kita lakukan, kan?" Zhou Heng tidak berusaha menyembunyikan apapun.


Mendengar ini, Hua Fan mendengus.


Setelah itu, mereka berdua langsung dia tendang ke tengah lapangan olaharaga!

__ADS_1


"Hua Fan, beraninya kamu!"


"Penjaga, penjaga, Kita dipukul Hua Fan!"


Walaupun Hua Fan tidak menggunakan Kekuatan spiritualnya, di perut bagian bawah mereka berdua masih merasakan sakit yang luar biasa. Buru-buru mereka terhuyung bangun dan berteriak sekencang mungkin.


"Apa yang sedang terjadi? Apa yang sedang terjadi?" Sebuah tim penjaga segera berlari. Petugas keamanan di SMA Merpen sangatlah bertanggung jawabannya


"Cepal, ada tontonan yang bagus!"


"Pertarungan guru! Jarang sekali! Pergi dan lihatlah!"


Mendengar teriakan mereka, para siswa kelas lain tidak berani bergerak, tetapi satu demi satu para siswa kelas 12A sudah berlari keluar dan bergegas ke lapangan olahraga.


"Apa yang sedang terjadi?" Pada saat ini, Pak Zheng juga bergegas menuju lapangan sekolah.


"Pak Zheng, aku sangat senang kamu datang ke sini. Inilah yang terjadi. Aku dan Pak Lin baru saja memperkenalkan situasi sekolah kepada Hua Fan. Hanya karena ketika berbicara dengannya, kami tidak menggunakan gelar kehormatannya, dia pun memukul kami!"


"Dia tidak pantas menjadi guru! Jelas sekali ini adalah penyerangan. Orang seperti itu harus dihapuskan dari staf pengajar. Jika tidak, reputasi sekolah kita akan rusak!"


Zhou Heng dan Lin Yongqiang langsung berbicara lebih dulu.


"Pak Hua, apa yang terjadi?" Pak Zheng bingung dan dengan canggung bertanya.


Secara khusus kepala sekolah diberi tahu untuk tidak menanyakan apapun tentang Hua Fan, melainkan untuk bekerja sama dengannya sepenuhnya. Tetapi, kepala sekolah merasa Hua Fan sangat sombong telah melakukan hal ini. Sekarang, di depan para guru dan siswa, kepala sekolah tidak yakin bagaimana harus menghadapi masalah tersebut.


"Apakah begitu? Yah, mungkin ini akan menjelaskan ," kata Hua Fan sambil mengeluarkan semuanya," ponselnya. Setelah beberapa ketukan, langsung terpular kembali percakapan mereka.


Setelah kalah, Hua Fan berharap Zhou Heng menyangkalnya, jadi dia merekam dari awal percakapan mereka!


"Apa! Pak Zhou, Pak Lin, kalian sungguh bagus ya? Beraninya kalian mengambil kelas kami sebagai taruhan!"


"Sepertinya kami melakukan kesalahan karena hanya menargetkan guru pembimbing di masa lalu. Bagi guru yang tidak menghargai kita, kita harus membuat masalah!"


Setelah mendengarkan rekaman itu, para siswa kelas 12A semuanya langsung berteriak dengan ketidakpuasan. Mereka berpikir para guru jelas-jelas tidak menghormati mereka.


Melihat ini, Lin Yongwen menjadi sangat gugup sehingga dia dengan cepat menjelaskan, "Anak-anak, ini adalah sebuah kesalahpahaman!"

__ADS_1


__ADS_2