Kebangkitan Sang Dokter Jenius

Kebangkitan Sang Dokter Jenius
Bab 19 merebut istriku?


__ADS_3

"Kamu tahu tes DNA, 'kan? Kamu akan tahu setelah melakukan tes. Oh iya, aku ingatkan ke kamu, kamu sudah memakai kalung Simbol Buddha itu selama lima tahun, Qi Jahat-nya sudah merasuk ke dalam tulangmu. Kalau sekarang kamu melepaskannya, kamu masih bisa hidup selama satu tahun. Kalau kamu terus memakainya, kamu akan mati dalam kurun waktu tiga bulan!" ucap Hua Fan.


"Lan Yuxin, lepaskan aku ..." Hou Jiao meronta-ronta dengan raut wajah panik, tapi dia tidak bisa melepaskan diri dari genggaman Lan Yuxin.


"Oke, aku akan melakukan tes DNA. Kalau kamu gak bohong, aku akan memberimu imbalan yang setimpal. Kalau kamu berbohong..." Hong Yafeng menarik Hou Jiao lalu berbalik dan pergi. Meskipun dia tidak menyelesaikan perkataannya, caranya menatap Hua Fan dan Lan Yuxin sebelum dia pergi sudah cukup untuk menjelaskan maksudnya.


"Yafeng, kamu mau apa? Kamu benar-benar mau tes DNa Yaner? Kamu gak mikirin akan sesedih apa kalau Yaner tahu hal ini?" Meskipun Hou Jiao berusaha keras untuk mengendalikan perasaannya, nada bicaranya tetap terdengar sedikit panik.


Hong Yafeng tidak mengatakan apa-apa.


Hong Yafeng tidak sepenuhnya memercayai perkataan Hua Fan, tetapi dia juga nggak merasa perkataan Hua Fan tidak benar. Selain itu, sebulan sejak dia mengenakan kalung Simbol Buddha pemberian Hou Jiao ini, kondisi kesehatannya memang memburuk.


"Yang kamu katakan tadi benaran?" Lan Yuxin menutup pintu lalu menatap Hua Fan dengan kaget.


Lan Yuxin tahu betul sebelum dia sempat memberitahu Hua Fan mengenai situasi pasangan suami istri itu, Hua Fan telah mengatakan sesuatu yang bahkan tidak dia ketahui.


Terlebih lagi, dilihat dari reaksi Hong Yafeng, selain dia tidak yakin apakah putrinya adalah putri kandungnya atau bukan, semua perkataan Hua Fan sepenuhnya benar.


"Harusnya benar sih!" Meskipun Hua Fan memercayai Perintah Karma, ini merupakan sesuatu yang sulit dipercaya, jadi dia tidak berani mengatakan hal ini seratus persen benar.


Saat itu, ponsel Hua Fan tiba-tiba berdering. Ketika dia melihat panggilan telepon itu dari Han Mei, dia pun mengernyitkan keningnya.


"Hua Fan, kamu sungguh berani.


Berani-beraninya kamu memblokir nomor Waner?" Begitu telepon terhubung, teriakan Han Mei langsung terdengar dari ujung telepon.


"Maaf, mungkin aku salah pencet" Hua Fan malas menjelaskan permasalahannya dengan Xia Waner kepada Han Mei.


"Aku gak peduli. Intinya, Waner bilang ada masalah di perusahaan dan menyuruhmu segera ke sana!" Ketika Han Mei teringat dengan suara panik Waner saat meneleponnya tadi, kali ini dia pun tidak memarahi Hua Fan.


"Ada masalah di perusahaan?" tanya Hua Fan sembari mengernyitkan keningnya. Dia sama sekali tidak tahu-menahu mengenai urusan perusahaan.


"Jangan bicara lagi! Cepat ke sana. Kalau nggak, siap-siap saja saat kamu pulang!" teriak Han Mei lalu mengakhiri panggilan telepon.


Setelah Hua Fan menyimpan ponselnya, Lan Yuxin, yang ada di sebelahnya pun bertanya, "Ada apa?"

__ADS_1


"Gak apa-apa hanya masalah keluarga. Aku pulang dulu ya!" Hua Fan juga tidak menjelaskannya kepada Lan Yuxin.


"Kalau gitu, aku akan mengantarmu!" Lan Yuxin juga tidak bertanya lagi.


"Terima kasih, tapi gak usah. Aku bisa sendiri!" tolak Hua Fan lalu berjalan keluar.


Meskipun di telepon tadi Han Mei mengatakan masalan ini sangat mendesak, Hua Fan tetap curiga Xia Waner menelepon Han Mei karena tidak bisa menghubunginya untuk menipunya pergi ke Kantor Catatan Sipil agar bisa menyelesaikan perceraian mereka.


Bagaimanapun juga, Hua Fan tidak pernah ikut campur dalam urusan perusahaan Xia Group. Kalau ada masalah di perusahaan, juga tidak mungkin diselesaikan olehnya.


Karena Hua Fan khawatir Xia Waner menipunya, dia bahkan tidak naik taksi. Setelah berjalan kaki selama setengah jam, dia pun akhirnya tiba di Xia Group.


Begitu Hua Fan keluar dari lift, dia menerima telepon dari nomor tidak dikenal.


"Apakah aku sedang bicara dengan Tuan Hua? Aku Hong Yafeng..."


"Oh, Tuan Hong. Ada apa?" Hua Fan merasa sedikit terkejut.


"Itu ... Tuan Hua, tadi aku nggak jeli, sehingga sudah meragukan kemampuanmu. Maafkan aku karena sudah menyinggungmu," ucap Hong Yafeng dengan sedikit menyesal.


"Oh, gak apa-apa kok... " Begitu Hua Fan mendengar perkataan Hong Yafeng, dia langsung mengerti. Seharusnya Hong Yafeng sudah mendapatkan hasil tes DNA.


"Tuan Hua, aku sudah membuang kalung Simbol Buddha itu, tapi kamu bilang aku hanya bisa hidup satu tahun lagi. Apakah aku masih mungkin hidup lebih lama lagi?" tanya Hong Yafeng.


"Bisa. Meskipun aku gak bisa jamin kamu akan panjang umur setelah menjalani pengobatan, setidaknya kamu bisa hidup lebih dari setahun," jawab Hua Fan.


"Oke... oke, terima kasih, Tuan Hua. Kapan kamu kembali? Sekarang aku di gerbang vila!" Begitu mendengar perkataan Hua Fan, Hong Yafeng pun langsung bersemangat.


"Aku? Kamu mungkin harus tunggu sebentar. Gimana kalau aku meneleponmu setelah urusanku selesai?" Hua Fan tidak tahu kenapa Xia Waner mencarinya, jadi dia tidak bisa mengatakan kapan dirinya kembali. Dia juga tidak enak hati membiarkankan Hong Yafeng menunggunya terlalu lama.


"Boleh ... sekarang kamu di mana? Kalau boleh, setelah urusanmu selesai aku jemput saja, gimana?" Meskipun Hong Yafeng tidak berani mengganggu Hua Fan, dia tidak ingin ada waktu yang terbuang sia-sia.


Bagaimanapun juga, hidupnya hanya tinggal satu tahun. Sebaiknya dia segera mengobati penyakitnya agar bisa segera sembuh.


gimana?" Meskipun Hong Yafeng tidak berani mengganggu Hua Fan, dia tidak ingin ada waktu yang terbuang sia-sia.

__ADS_1


Bagaimanapun juga, hidupnya hanya tinggal satu tahun. Sebaiknya dia segera mengobati penyakitnya agar bisa segera sembuh.


"Boleh, aku di Xia Group." Setelah itu, Hua Fan mengakhiri panggilan telepon itu.


Ketika Hua Fan berjalan memasuki Xia Group, dia melihat seluruh karyawan perusahaan terlihat sangat sibuk. Meskipun banyak karyawan yang sebelumnya pernah melihatnya, tidak ada yang menyambutnya saat dia berjalan masuk. Mereka semua hanya menatapnya dengan tatapan merendahkan dan menghina.


Namun, Hua Fan tidak peduli. Dia langsung berjalan menuju kantor Xia Waner.


"Waner, aku tahu kamu udah nikah, tapi aku juga tahu kamu bahkan gak ngeizinin pria gak berguna itu nyentuh jarimu. Asalkan kamu cerai dengannya dan terima lamaranku, aku punya cara untuk mengajukan permohonan ke kantor pusat untuk memperpanjang tenggat waktu pelunasan pinjamanmu. Kalau nggak, aku juga gak mungkin berani mempertaruhkan masa depanku. Kamu juga tahu, saat ini karirku sedang naik-naiknya!"


Saat Hua Fan hendak mengetuk pintu untuk masuk, dia mendengar suara dari dalam kantor.


Kemudian, Bu Xia menimpali, "Waner, aku setuju dengannya. Kamu terima saja tawarannya. Hua Fan itu sama sekali gak tahu terima kasih, lebih baik kamu sama Zhou Heng saja, dia selalu setia sama kamu dan punya masa depan yang cerah. Meski bukan demi perusahaan, demi kebahagiaanmu, aku juga berharap kamu bisa bersama Zhou Heng!"


"Kalau aku gak setuju gimana?" Pada saat ini, Hua Fan membuka pintu lalu berjalan masuk.


Kalau Hua Fan tidak tahu Xia Waner adalah gadis kecil yang dulu telah menyelamatkan nyawanya, dia pasti tidak akan peduli. Namun, sekarang dia tahu Xia Waner adalah gadis itu. Tentu saja dia juga tidak senang terhadap Zhou Heng yang ingin merebut istrinya.


Hua Fan kenal dengan Zhou Heng.


Baru berusia dua puluhan tahun, dia sudah menjadi manajer Bank Attrix. Selain memiliki latar belakang keluarga yang baik, dia juga memiliki kemampuan yang hebat.


Zhou Heng selalu mengejar cinta Xia Waner, tetapi setelah Xia Waner jatuh sakit, dia berhenti mengejarnya.


Setelah Hua Fan menikahi Xia Waner, Xia Waner perlahan sembuh lalu Zhou Heng mulai mengejarnya lagi. Namun, saat itu, Hua Fan tidak memiliki perasaan terhadap Xia Waner, jadi tidak nggak peduli dengan pemuda itu.


Sementara itu, Xia Waner sama sekali tidak menyukai Zhou Heng, jadi dia selalu menolak cintanya.


Namun, begitu Xia Waner melihat Hua Fan masuk, dia merasa sedikit canggung.


Meskipun Xia Waner tidak mencintai Hua Fan, dipaksa menikah dengan pria lain di depan suaminya tetap membuatnya merasa sedikit canggung.


Akan tetapi, Nyonya Xia hanya mengangkat alisnya. "Memangnya kenapa kalau kamu gak setuju? Kebetulan sekali kamu datang, cepat urus perceraianmu dengan Waner. Jangan merusak kebahagiaannya."


Kemarin, Han Mei memang ingin memanfaatkan Hua Fan untuk mendapatkan keuntungan dari Lan Yuxin, tetapi hari ini, Lan Yuxin sudah melancarkan serangan habis-habisan terhadap Keluarga Xia, jadi dia tidak berharap mendapatkan uang lagi darinya.

__ADS_1


Sebaliknya, kalau Xia Waner bersama dengan Zhou Heng, mereka bisa mendapat pinjaman tambahan, lalu membantu Keluarga Xia melewati krisis ini.


"Karena ini kamu mencariku?" tanya Hua Fan dengan marah sembari menatap ke arah Xia Waner.


__ADS_2