Kebangkitan Sang Dokter Jenius

Kebangkitan Sang Dokter Jenius
Bab 66 martabat siapa?


__ADS_3

Hua Fan melirik Liu Si sebelum mengalihkan pandangannya ke arah Qin Jianqiang dan bertanya, "Kalau aku tidak jadi berguru kepadanya, bisakah kau memberiku Dua Milyar Rupiah lagi?"


Raut wajah Liu Si yang tadinya terlihat sombong langsung berubah menjadi masam.


Meskipun tadi Lu Si mengkritik Hua Fan, dia lumayan menyukainya. Bagaimanapun juga, kalau seorang Pelaksana Seni Bela Diri tidak bersifat sombong, kelak pencapaiannya pasti akan terbatas.


Namun sekarang, Hua Fan malah melewatkan kesempatan belajar darinya demi mendapatkan Dua Milyar Rupiah.


Qin Jianming juga terkejut mendengar persyaratan yang diajukan Hua Fan, jadi dia pun bertanya, "Kau serius? Kau harusnya tahu zaman sekarang ini punya guru yang memiliki ilmu Tingkat Tinggi jauh lebih berarti daripada Dua Milyar Rupiah."


"Berikan saja uangnya," ucap Hua Fan lugas.


"Oke, kalau gitu aku kasih kau Empat Milyar," Ketika Qin Jianqiang melihat Hua Fan adalah orang yang sangat tidak bijaksana, dia akhirnya memutuskan untuk tidak mengajari Hua Fan lagi.


Sembari berbicara, Hua Fan mengambil kertas dan pena di atas meja lalu menulis nomor rekeningnya. "Ini nomor rekeningku. Transfer saja uangnya ke sini."


"Oke." Qin Jianqiang sangat marah sampai-sampai dia tidak ingin berbicara lagi dengan Hua Fan.


"Begitu aku ambil uang ini, kita sudah impas. Jadi, kelak kau nggak akan ngeganggu aku lagi, 'kan?" Hua Fan bertanya lagi untuk memastikan.


Bagi Hua Fan uang ini tidak banyak, tetapi dia mengambil uang itu untuk mengakhiri hubungannya dengan Qin Jianqiang agar kelak dia tidak akan menganggunya lagi.


Qin Jianqiang memahami arti di balik perkataan Hua Fan. Dia mengertakkan giginya sembari berkata, "Kau tenang saja, aku sudah melunasi hutangku, aku tidak akan mencarimu lagi. Tapi, kau juga jangan pakai alasan bahwa kau sudah menyelamatkan putriku untuk mendekati dia. Kalau aku tahu, aku tidak akan mengampunimu."


"Terima kasih," Hua Fan tidak mengganggu mereka lagi dan bersiap untuk pergi.


"Tunggu sebentar," Saat itu, Liu Si menghentikan Hua Fan. "Malam ini aku membawamu ke pertarungan bawah tanah. Aku mau kau lihat sendiri apa yang telah kau lewatkan untuk mendapatkan uang itu."


Jelas sekali, Liu Si sangat tidak senang karena Hua Fan telah menjual kesempatan untuk menjadi muridnya hanya demi Dua Milyar Rupiah.

__ADS_1


"Karena aku sudah datang ke sini, aku akan pergi melihatnya, tapi aku nggak akan pergi denganmu. Aku punya cara untuk masuk," kata Hua Fan lalu pergi meninggalkan orang-orang itu.


Meskipun Hua Fan tidak suka dengan sikap Luo Hao dan anak buahnya, dia masih bisa tahan dengan sikap mereka dibandingkan dengan sikap arogan Qin Jianqiang dan Liu Si.


Setelah Hua Fan menutup pintu dan pergi, Liu Si mengertakkan giginya sembari berkata, "Dasar bajingan! Aku nggak peduli dia udah menyelamatkan putrimu atau nggak. Malam ini aku akan memberinya pelajaran."


"Kau tenangin diri dulu, lalu siap-siap untuk bertarung. Kudengar mereka sudah menyewa beberapa pertarung handal. Kita harus hati-hati," kata Qin Jianqiang.


"Asalkan nggak ada grandmaster, aku jamin aku bakal menjaga takhtamu," jawab Liu Si dengan penuh percaya diri.


Lu Si sangat percaya diri karena telah mencapai tingkatan akhir Tingkat Tinggi dan selangkah lagi bisa berada di tingkatan Master setengah langkah.


Qin Jianqiang mengangguk karena dia juga yakin dengan kekuatan Lu Si.


Ketika Hua Fan keluar dari vila, dia mendapatkan pesan yang berisi Empat Milyar Rupiah telah tiba di rekeningnya. Akhirnya, Hua Fan merasa lega. Dia merasa seharusnya Qin Jianqiang tidak akan mengganggunya lagi.


Hua Fan malas berinterkasi dengan Luo Hao dan anak buahnya, jadi dia pun mencari tempat makan dulu. Lalu, dia akan pergi mencari mereka saat malam tiba.


"Oh, kamu di sini juga," Ketika Zhao Tian melihat Hua Fan, ekspresinya menjadi sedikit gugup, tapi dia terus mengenggam erat tangan Su Feng.


"Hari ini kamu pergi ke mana? Luo Hao juara sepuluh dalam kompetisi hari ini. Dia cukup tangguh." Zhao Tian masih merasa sedikit canggung, jadi dia berinisiatif memulai percakapan terlebih dahulu sebelum Hua Fan memulainya.


Ketika Luo Hao mendengar Zhao Tian mengatakan dirinya berhasil menduduki juara sepuluh besar, dia pun berkata dengan bangga, "Yah, kalau bukan karena aku mau kalian menang lebih banyak dalam babak terakhir, aku pasti bisa masuk lima besar."


Meskipun Luo Hao hanya sedang membual, dia tahu dirinya tidak akan bisa menandingi lawan yang telah mencapai peringkat lima besar. Oleh karena itulah, dia menyuruh mereka bertaruh dalam jumlah besar bahwa dirinya akan kalah, dengan begitu dia masih bisa menjaga harga dirinya.


"Juara sepuluh besar sudah sangat hebat. Bukankah kamu bahkan mendapat pesan dari utusan Tuan Qin? Kurasa itu yang paling penting," ucap Zhao Ya menimpali dari samping.


Kali ini, Luo Hao tidak berbohong. Qin Jianqiang memang mengutus orang untuk memuji penampilannya kali ini.

__ADS_1


"Benar, kita bahkan sangat beruntung karena malam ini Tuan Qin juga meminta kita duduk di sebelahnya. Kita bisa mengaguminya dari dekat.' Luo Hao merasa jauh lebih bangga bisa duduk di sebelah Qin Jianqiang daripada mendapatkan juara sepuluh dalam kompetisi malam ini.


"Oh iya, Hua Fan, meskipun aku sudah janji akan membawamu masuk, sebaiknya kamu diam saat bertemu Tuan Qin. Soalnya kalau dia marah padamu, aku nggak bakal bisa melindungimu," kata Luo Hao pada Hua Fan.


"Kamu nggak usah mengkhawatirkanku. Aku tahu harus berbuat apa." Meskipun Hua Fan berbicara seperti itu, tapi sebenarnya dia tidak bisa berkata-kata saat mendengar ucapan Luo Hao tadi.


Kalau Hua Fan tahu akan seperti ini, dia sudah langsung mencari Qin Jianqiang. Setidaknya, dia tidak perlu berpura-pura lagi.


Namun, karena situasi sudah menjadi seperti ini, Hua Fan pun hanya bisa mengikuti mereka dulu.


Mungkin Luo Hao merasa terlalu senang karena diundang oleh Tuan Qin, jadi dia tidak sengaja mempersulit Hua Fan. Tak lama kemudian, dia pun membawa mereka ke lokasi kompetisi.


Arena pertarungan bawah tanah malam ini berbeda dengan yang mereka lihat siang tadi.


Para hadirin sudah tiba lebih awal sebelum pertarungan dimulai, tapi suasananya sunyi dan orang-orang juga berbicara dengan suara yang rendah. Hanya ada satu arena bertarung di tengah serta beberapa meja dan kursi di sekitarnya.


"Lihat nggak pria botak di sana? Dia Liu Shan, bos mafia di Kabupaten Panjang. Nggak seperti namanya, dia adalah seorang pria yang kejam."


"Yang itu Huang Bao, dia adalah bos dari Kabupaten Dasar Laut."


Di sepanjang jalan, Luo Hao memamerkan pengetahuannya dan memperkenalkan bos mafia kepada semua orang, hingga membuat orang-orang menatapnya dengan iri.


Semakin mereka berjalan ke depan, mereka bisa melihat Qin Jianqiang dan Liu Si yang sedang duduk di barisan depan. Ada sekelompok orang duduk di belakang mereka. Bahkan ada sebuah meja kosong di sana.


"Kamu nampak meja itu, 'kan? Meja itu untuk kita." Luo Hao menunjuk meja kosong itu dengan raut wajah yang sangat bangga.


"Kamu sungguh hebat. Bisa diundang oleh Tuan Qin saja sudah hebat, kita bahkan mendapat perlakukan spesial ini berkat kamu. Hal ini bisa kamu bangga-banggakan seumur hidupmu." Su Feng langsung menyanjung Luo Hao.


"Ayo, mari kita pergi menyapa Tuan Qin nanti, tapi perhatikan tutur kata kalian." Luo Hao mengangguk, lalu kembali memperingatkan mereka dengan serius.

__ADS_1


"Kamu tenang saja. Kami nggak akan asal bicara." Raut wajah orang-orang itu langsung berubah menjadi serius. Bagaimanapun juga, orang yang akan mereka temui nanti adalah bos mafia paling menakutkan di Yorkston.


__ADS_2