
Hari ini, kelas 12A menjadi hidup kembali.
"Qin Yun, kemarin kami menunjukkan rasa hormat kepadamu. Hari ini kamu tidak boleh ikut campur masalah lagi, kan?" Seseorang di dalam kelas bertanya.
"Aku tidak akan mengganggumu lagi!" Qin Yun berkata sambil mengerutkan keningnya. Karena dia tidak bisa mengumbar identitas Hua Fan, dia pun tidak bisa bicara lebih jauh.
Walaupun Qin Jianqiang memiliki status luar biasa di Yorkston, para siswa di kelas ini semuanya memiliki latar belakang keluarga. Jika Qin Yun menyinggung mereka semua, maka tidak mudah baginya untuk mengakhirinya.
Apalagi, yang paling dikhawatirkan Qin Yun adalah desakannya akan menimbulkan kecurigaan orang lain dan setelah itu identitas asli Hua Fan terungkap. Jika Hua Fan menyalahkannya untuk masalah ini, konsekuensinya tidak dapat ditanggung bahkan oleh ayahnya.
Saat itu, seorang siswa berkata, "Sebenarnya, menurutku Pak Hua cukup menarik, berbeda dengan guru lain. Kamu lihat, kemarin dia tidak melakukan apa-apa ke kita, tapi kepada Zhou Heng dan Lin Yongwen dia tidak menunjukkan belas kasihan!"
Murid lain membantah, "Huang Lin, kamu tidak tahu apa-apa. Dia sengaja mencoba untuk memenangkan hati kita. Kemarin tidakkah kamu melihatnya mengancam untuk memanggil ayah Su Ruiyu? Sampai akhir dia jelas mencoba berantem dengan kita!"
"Oh, Su Ruiyu, tidak mungkin ayahmu akan ke sekolah, kan?"
Langsung, seseorang pun bertanya!
Mendengar ini, Su Ruiyu tertawa dan berkata, "Apakah menurutmu Pak Hua memiliki sihir? Jika ingin menemui ayahku bahkan wali kota harus membuat janji terlebih dahulu dengan ayahku, apalagi dia. Dia jauh dari memenuhi syarat.
"Tentu saja, jika dia mengundang ibuku akan sangat menyenangkan. Selama dia berani mengatakan hal buruk tentangku, pengawal ibuku akan memukulinya di depan semua siswa dan guru. Apa kamu percaya?"
Murid lain menggema, "Itu benar. Aku ingat ketika aku masih kelas 11, seorang guru memanggil ibumu dan dia dipukuli dengan menyedihkan!"
Kemudian, seorang pria paruh baya datang ke pintu kelas 12A. Dengan sopan murid yang ada didepan pintu bertanya, "Pak, siapa yang kamu cari?"
Menurut rutinitas siswa kelas 12A, mereka tidak akan repol-repot untuk memperhatikan orang asing. Akan tetapi, pakaian dan tabiat pengunjung menunjukkan dia bukan orang biasa, jadi siswa di pintu pun bersikap sopan.
Seketika, semua murid memutar ke arah pria itu, termasuk Su Ruiyu, yang terkejut.
"Ayah, kenapa kamu di sini!?" ucap Su Ruiyu sambil menghampirinya.
Pria itu adalah Su Mo!
__ADS_1
Pada saat Su Ruiyu berjalan mendekat, tangan Su Mo diangkat dan menamparnya, yang membuat Su Ruiyu terhuyung dan hampir jatuh ke tanah.
"Ayah!" Karena masih kebingungan, Su Ruiyu berteriak.
"Ikut aku keluar!" Su Mo berkata dengan dingin sambil berbalik dan berjalan keluar kelas. Su Ruiyu hanya bisa mengikuti ayahnya dengan tangan menutupi wajahnya.
"Apa yang lagi terjadi?"
"Apakah ayah Su Ruiyu benar-benar dipanggil Pak Hua? Lagi pula, Pak Hua kemarin mengatakan bahwa orang tua Su Ruiyu akan dia undang!"
"Bagaimana ini mungkin? Bahkan jika dia benar-benar memanggil Pak Su, Pak Su tidak akan sampai memukul Su Ruiyu di depan kita hanya karena pak Hua, bukan? Mungkin karena beberapa kesalahan lain yang Su Ruiyu buat!"
Begitu setelah keduanya pergi, antusiasme sekelas pun terbangkit. Ada berbagai macam spekulasi. Qin Yun, yang selama ini diam pun tersenyum. Sepertinya dia bisa tebak apa yang sedang terjadi.
"Ada apa? Ayah." Su Ruiyu yang telah mengikuti Su Mo keluar masih kebingungan.
Sambil berkata, Su Mo berbalik dan menatap Su Ruiyu dengan tajam, "Aku tidak peduli bagaimana kamu membuat kekacauan di sekolah, tapi ingat satu hal, kamu harus mendengarkan Pak Hua!"
Hari ini ketika menerima telepon Hua Fan, dia hampir menjatuhkan ponselnya karena ketakutan.
Ketika mengetahui Su Mu diselamatkan Hua Fan, Su Mo diam-diam senang bahwa dia dapat mengambil kesempatan untuk lebih dekat dengan Hua Fan dengan alasan Su Mu diselamatkan Hua Fan.
Dia tidak pernah menyangka orang besar seperti Hua Fan akan disinggung Su Ruiyu?
Bagaimanapun, identitas aslinya Hua Fan tidak ingin terungkap, jadi alih-alih memberikan penjelasan kepada Su Ruiyu, Su Mo hanya bisa memaksa Su Ruiyu untuk mendengarkan Hua Fan.
Mendengar kata-kata Su Mo, Su Ruiyu berseru dengan rasa tidak percaya, "Mengapa? Dia hanyalah menantu numpang mertua!"
"Kenapa? Dia adalah orang yang menyelamatkan adikmu. Apakah itu cukup?" Tidak berani mengungkapkan identitas asli Hua Fan, hanya alasan ini yang bisa digunakan Su Ruiyu.
"Apa! Adikku diselamatkan dia!" Su Ruiyu tiba-tiba mengerti kenapa kemarin Hua Fan sangat percaya diri.
Hanya demi kebaikan Hua Fan kepada keluarga Su, Su Ruiyu tidak akan mencari masalah lagi dengannya.
__ADS_1
"Karena itu, ikuti aku sekarang untuk meminta maaf kepada Pak Hua!" Su Mo menambahkan.
Pada waktu yang sama, di bawah bujukan terus menerus dari Zhou Heng dan Lin Yongwen, kepala sekolah juga pergi ke kantor Hua Fan bersama mereka.
Pergi ke kantor Hua Fan bersama mereka.
"Pak Hua, sebaiknya kita hindari hal yang sama seperti kemarin di masa depan. Bagaimana menurut kamu?" kata kepala sekolah langsung.
Mendengar ini, Hua Fan juga berkata terus terang, "Tidak perlu mengatakan itu padaku, katakan saja pada Pak Zhou. Jika aku tidak diprovokasi mereka, aku tidak akan repot-repot berurusan dengan mereka. Kalau tidak, aku tidak akan menunjukkan belas kasihanku!"
"Pak Zhou, bagaimana menurutmu?" Kepala sekolah tidak mau menyinggung kedua belah pihak, tujuannya datang ke sini untuk menengahi.
Setelah itu, seseorang mengetuk pintu.
"Pak Zhou, pergi dan periksa siapa itu!" Melihat Zhou Heng berdiri di dekat pintu, kepala sekolah mengatakan dengan sedikit tidak sabar.
"Oh, aku akan melakukannya." Zhou Heng berkata sambil berjalan untuk membuka pintu. Walaupun dia memiliki latar belakang keluarga, Zhou Heng masih mengerti bahwa jika dia ingin masuk ke Biro Pendidikan, tanda tangan kepala sekolah menjadi keperluannya. Jadi dia tidak berani menyinggung kepala sekolah.
"Pak Su!" Zhou Heng terkejut saat melihat Su Mo. Zhou Heng tidak pernah menyangka Hua Fan akan memanggil Su Mo.
"Halo, Pak. Tolong beritahu Pak Hua bahwa kami ingin menemuinya!" Su Mo menunjukkan kesopanan yang cukup ketika datang untuk bertemu dengan Hua Fan!
"Oh, baiklah. Mohon tunggu sebentar!" Pada waktu itu, mala Zhou Heng berkedip-kedip dan dia langsung memiliki ide. Ketika dia berbalik, dia sengaja membiarkan pintu terbuka sehingga Su Mo dan Su Ruiyu tidak terlihat dari sudut Hua Fan.
"Pak Hua, ada orang tua murid yang ingin bertemu denganmu!" dengan sengaja Zhou Heng mengucapkannya dengan keras.
"Biarkan dia menunggu di depan pintu!" Hua Fan mengetahui pikiran Zhou Heng, tapi dia tidak menghiraukannya.
Melihat Hua Fan jatuh ke dalam perangkapnya seperti harapannya, Zhou Heng sangat senang. Setelah memberitahu informasi ini kepada Lin Yongwen secara rahasia, mereka berdua sama-sama merasa sangat gembira.
Dalam pandangan mereka, apakah mereka bisa mengalahkan Hua Fan dalam percakapan atau tidak tidak lagi penting. Yang terpenting sekarang adalah semakin lama Su Mo menunggu di luar, semakin Hua Fan akan menahan amarah Su Mo.
"Bukankah Hong Yafeng andalan kamu? Jika Su Mo marah padamu, akan kulihat nanti apakah Hong Yafeng akan melindungimu atau tidak." Zhou Heng berpikir dengan gembira.
__ADS_1
Di luar pintu, Su Ruiyu memandang ayahnya yang berdiri tegak di luar pintu dan mendengarkan argumen yang tidak berarti di dalam, ketidakpuasan bahkan tidak muncul di wajahnya.
Faktanya, Su Ruiyu kaget dan bingung. Dia berpikir, "Bahkan jika Su Mu diselamatkan Hua Fan, ayah tidak perlu terlalu sopan padanya!"