Kebangkitan Sang Dokter Jenius

Kebangkitan Sang Dokter Jenius
Bab 80 Su Ruiyu mengaku kalah


__ADS_3

Sudah hampir setengah jam, Zhou Heng berdebat dengan Hua Fan di kantor. Kepala sekolah tidak tahan lagi mendengarkan perdebatan mereka, dengan cepat ia menghentikan perdebatan mereka.


Mereka berdua bersiap pergi. Namun ketika membuka pintu, secara tidak sengaja mereka melihat Su Mo berdiri di depan pintu. Kepala sekolah terkejut.


Dengan keterkejutannya kepala sekolah berteriak, "Tuan Su!" Sebagai kepala sekolah SMA Merpen, dia mengenal Su Mo dengan baik.


"Hua Fan sangat keterlaluan. Waktu Tuan Su sangat berharga, dan dia membuat Tuan Su menunggu begitu lama!" kata Zhou Heng dengan angkuh.


Mendengar itu, Su Mo menatap Zhou Heng dengan dingin dan berkata, "Apa kau pikir aku tidak mendengar perkataanmu barusan?" Su Mo tahu maksud dari perkataan Zhou Heng.


Meskipun Su Mo tidak berani menunjukkan amarahnya pada Hua Fan, ia tidak akan menganggap serius perkataan kentang kecil seperti Zhou Heng


"Hua Fan-lah yang tidak mengizinkanmu masuk!" Zhen Heng mencoba mengalihkan perhatian Su Mo. Su Mo tidak akan tertipu dengan trik sederhana Zhen Heng. Zhen Heng pikir, orang yang harusnya dibenci Su Mo adalah Hua Fan, orang yang tidak mengizinkannya masuk.


Su Mo langsung menampar wajahnya begitu Zhou Heng menyelesaikan kata-katanya.


Su Mo berkata dengan marah, "Siapa kau? Beraninya kamu bicara begitu tentang Tuan Hua, mantan guru putraku!"


Zhou Heng memegang pipinya dan menatap Su Mo dengan terkejut!


Zhou Heng berkata, "Tiga guru masuk ke rumah sakit karena putramu yang nakal. Mengapa kau tidak berpikir mereka adalah mantan guru putramu dan apakah adil bagi mereka?" Namun, ia hanya berani mengatakannya dalam hati. Dia tidak berani mengatakannya secara langsung.


Su Mo menggertak, "Pergi dari sini!"


Dengan menundukkan kepala, ketiganya keluar ruangan dengan cepat. Bahkan kepala sekolah tidak berani mengatakan sepatah kata pun.


Su Ruiyu sangat senang ketika melihat kemarahan Su Mo.


Su Ruiyu tahu Su Mo menunggu begitu lama dan itu membuatnya marah. Menurutnya, Hua Fan yang membuat Su Mo kesal, karena dia yang membuatnya menunggu begitu lama.


Memikirkan itu, Su Ruiyu mencibir Hua Fan, "Pak Hua, setahuku kau cukup cakap. Kau memanggil ayahku. Apa yang ingin kau lakukan? Apa kau ingin menceramahinya?"


Menurut Su Ruiyu, karena Su Mo sudah terlanjur marah, dia dengan senang hati membuatnya lebih marah lagi. Bagaimanapun, orang yang akan menanggung amarahnya adalah Hua Fan.


Su Mo kembali menampar wajah putranya, sebelum Hua Fan mengatakan sesuatu yang dapat memancing amarahnya.

__ADS_1


Su Mo buru-buru menundukkan kepalanya dan berkata pada Hua Fan, "Tuan Hua, Ruiyu masih kecil. Tolong jangan menganggap serius omong kosongnya!"


Butiran keringat menetes dari dahinya, Su Mo berpikir, "Hua Fan adalah orang yang sangat hebat dengan mudahnya dia bisa membunuh Wang Bing yang bertangan darah! Beraninya Ruiyu memancing emosinya? Jika Hua Fan benar-benar marah, bahkan seluruh Keluarga Su pun tidak akan bisa menanganinya.


Keluarga Su tidak akan pernah bisa mengalahkan seluruh pasukan bawah tanah Yorkston, meskipun mereka mampu melawan Qin Jianqiang.


Bagaimana jika kekuatannya menyerang Keluarga Su dari segala sisi? Lalu Keluarga Lei, yang selalu berselisih dengan Keluarga Su menjalin hubungan baik dengan Hua Fan. Jika kita menyinggung Hua Fan, keluarga Su cepat atau lambat pasti akan mengalami kemunduran."


Memikirkan hal ini, Su Mo memarahi Su Ruiyu, "Aku menyuruhmu untuk meminta maaf pada Tuan Hua. Aku jamin aku akan menghajarmu sampai mati kali ini jika kamu berani menyinggung Tuan Hua lagi!"


Su Ruiyu sangat terkejut saat mendengar apa yang dikatakan Su Mo, hingga dia tidak tahu harus berkata apa.


Sejak Su Ruiyu masih kecil, dia sudah sering membuat banyak masalah, bahkan Su Mo tidak pernah mau repot-repot mengurusnya. Su Mo tidak pernah begitu ketat padanya. Itulah mengapa Su Ruiyu seperti ini sekarang. Tapi hari ini, Su Mo harus serius dengan Su Ruiyu!


Su Ruiyu merasa bingung, dengan enggan dia meminta maaf kepada Hua Fan karena Su Mo memarahinya. "Pak Hua, maafkan aku, aku yang salah!"


Su Ruiyu seperti tidak puas, melihat itu Hua Fan mendengus sebelum berkata, "Jika kamu menyadari kesalahanmu, maka berubahlah! Tapi dengan senang hati aku akan membantumu jika kamu tidak ingin berubah!"


"Aku memanggil ayahmu ke sini bukan karena aku tidak bisa membimbingmu tetapi karena aku menghargai Keluarga Su, jadi aku akan memberi ayahmu kesempatan untuk membimbingmu, mengerti?"


Dibandingkan dengan Su Ruiyu, Su Mo lebih tahu apa yang dimaksud campur tangan Hua Fan.


Mendengar tanggapannya yang memuaskan, Hua Fan berkata, "Baguslah! Kalian bisa pergi sekarang!"


"Baik, aku minta maaf telah mengganggumu, Tuan Hua!"


Su Mo bernapas lega, dia tahu itu berarti Hua Fan tidak akan menyalahkan Keluarga Su atas apa yang terjadi hari ini. Tetapi sikap Hua Fan membuat Su Ruiyu semakin marah.


Begitu Su Ruiyu keluar dari kantor, dia mencibir, "Apa apaan ini? Dia memanggilmu tapi dia tidak mengatakan apa pun!"


Su Mo menjambak rambut Su Ruiyu dan menariknya ke sudut, Su Ruiyu masih tidak mengerti mengapa Su Mo memperlakukan Hua Fan dengan sangat hormat. "Dasar bodoh!" Lalu dia mulai memukuli Su Ruiyu!


Alih-alih melampiaskannya pada Hua Fan, Su Mo takut Su Ruiyu akan memancing emosi Hua Fan lagi. Pada saal yang bersamaan, dia juga sangat emosi.


Dalam sekejap, Su Ruiyu telah jatuh ke tanah, dia berteriak kesakitan. Untuk mencegah keluarga Su dihancurkan, Su Mo tidak bisa menahan dirinya.

__ADS_1


Su Mo berkata pada Su Ruiyu dengan tenang, "Aku hanya akan mengatakan ini sekali. Dengarkan aku, jangan bertanya, dan jangan beritahu siapa pun. Jika tidak, Keluarga Su tidak akan ada lagi di Yorkston!"


"Keluarga Lei di selatan dan Keluarga Su di utara sama sekali bukan apa-apa di mata Tuan Hua. Yang harus kamu lakukan adalah menyenangkannya, bukan malah membuatnya marah. Kamu cukup beruntung menjadi anak didiknya. Ini membutuhkan lebih banyak praktek daripada nilaimu dalam ujian!" Su Mo berbalik dan pergi setelah menyelesaikan perkataannya.


"Keluarga Lei di selatan dan Keluarga Su di utara sama sekali bukan apa-apa di mata Tuan Hua." Su Ruiyu terus memikirkan perkataan Su Mo, tiba-tiba matanya melebar kaget, dia tiba-tiba menyadari sesuatu!


Seluruh tubuh Su Ruiyu menjadi gemetar hebat, entah itu karena kegembiraan atau ketakutan.


"Ruiyu! Ruiyu!"


"Apa yang terjadi? Beraninya Hua Fan memukulmu! Ayo kita beri dia pelajaran!"


Su Ruiyu meninggalkan kelas begitu lama. Beberapa siswa yang ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi datang mencarinya. Melihat Su Ruiyu tergeletak di tanah, mereka semua langsung marah!


Pasti Hua Fan yang menghajar Su Ruiyu, karena tidak mungkin Su Mo yang menghajarnya habis-habisan.


Su Ruiyu dengan cepat menyela, "Jangan ganggu Pak Hua!"


Su Ruiyu berpikir, "Jika benar Hua Fan adalah Tuan Hua dan orang-orang seperti mereka datang membuat masalah, maka Keluarga Su akan hancur karena kebodohanku."


Semua siswa menatap Su Ruiyu dengan tatapan kosong seolah-olah mereka tidak mengenalnya. "Ruiyu, ada apa denganmu?"


Setelah dipukuli seperti ini, Su Ruiyu sebenarnya tidak berani membalas dendam. Dia bukanlah orang yang suka mengambil risiko. Semua siswa merasa bingung.


"Jangan libatkan aku lagi! Dan aku tidak peduli apa yang ingin kalian lakukan. Aku mengaku kalah dari Pak Hua!" Su Ruiyu berdiri dan berjalan ke klinik sekolah.


Su Ruiyu masih menebak-nebak siapa Hua Fan yang sebenarnya, bahkan Su Mo saja tidak berani mengatakannya, apalagi dia.


"Bahkan Su Ruiyu sudah mengaku kalah. Apa yang harus kita lakukan? Haruskah kita mengalah pada Menantu Numpang Mertua itu?" Melihat Su Ruiyu pergi, beberapa siswa berkata dengan sedih.


"Bagaimana mungkin? Apakah Su Ruiyu tidak merasa malu menjadi murid menantu numpang mertua? Kurasa Lei Kang pun tidak bisa mengatasinya! Sekarang Keluarga Su sudah menyerah, bagaimana dengan Keluarga Lei! Telepon Lei Kang sekarang!"


"Yah, meskipun Lei Kang sering membolos setiap hari, dia tidak akan mengabaikannya begitu saja!"


Setelah berdiskusi sebentar, para siswa menghubungi ketua kelas yang jarang hadir di sekolah itu.

__ADS_1


__ADS_2