Kebangkitan Sang Dokter Jenius

Kebangkitan Sang Dokter Jenius
Bab 38 musuh mengetuk pintu


__ADS_3

Melangkah ke Tingkat Tinggi, Hua Fan dengan cepat sampai di vila Keluarga Lei. Saat bel rumah berbunyi, Lei Shuya yang membuka pintu. "Tuan Hua?" Lei Shuya terkejut melihat Hua Fan.


Hua Fan tersenyum sambil menatapnya, "Apa aku datang di saat yang kurang tepat?"


"Tuan Hua, jangan salah paham. Keluarga Lei menerimamu kapan saja kau mau datang!" Lei Shuya lalu masuk ke dalam rumah bersama Hua Fan.


Lei Yunlong seketika berdiri saat dia melihat Hua Fan, "Tuan Hua!"


Hua Fan sedikit tersenyum melihat wajahnya yang memerah, "Tuan Lei, kau terlihat baik-baik saja."


"Tuan Hua, ini semua berkatmu! Kalau tidak, aku pasti sudah dimakamkan sekarang." Lei Yunlong pun tertawa terbahak-bahak.


Setelah Hua Fan selesai berbicara, Lei Yunlong mulai bertanya, "Apa yang bisa ku lakukan untukmu, Tuan Hua?"


"Aku hanya ingin tanya, apa kau punya batu safir seperti yang ada di Kalung Senja, yang bisa menyala di malam hari?" tanya Hua Fan tanpa bertele-tele.


Lei Yunlong sedikit mengerutkan keningnya. Dia kemudian berkata, "Kami memiliki cukup banyak koleksi safir, rubi, dan berlian. Tapi, satu-satunya benda yang bersinar di malam hari adalah yang ada di Kalung Senja."


"Oh... Boleh aku lihat koleksimu? "


"Tuan Hua, kau sudah menyelamatkan nyawaku. Kau bisa ambil apapun yang kau suka!" ucap Lei Yunlong sambil tersenyum, "Tuan Hua, mari ikut denganku!"


Ditemani oleh Lei Yunlong dan Lei Shuya, Hua Fan kemudian masuk ke lemari besi tempat penyimpanan harta keluarga Lei. Ada berbagai macam barang antik di dalamnya, seperti lukisan kaligrafi, ornamen batu giok, dan batu rubi.

__ADS_1


Hua Fan memegang satu per satu barang yang ada di sana. Mulai dari batu rubi, safir, berlian dan giok yang semuanya sangat indah. Tapi dia tetap tak bisa menemukan apa yang dia cari. Setelah terus mencari, akhirnya Hua Fan sadar bahwa batu permata biasa tak akan membantu pertapaannya. "Tuan Lei, kalau kau lihat batu permata yang bisa menyala di malam hari seperti yang ada di Kalung Senja, tolong bantu aku mengumpulkannya!" ucapnya.


"Baiklah, aku akan minta seseorang untuk mencari itu sekarang juga!" Meskipun Lei Yunlong tak tahu mengapa Hua Fan sangat menginginkan permata itu, dia tak akan melewatkan kesempatan ini untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan Hua Fan. Kemudian mereka keluar dari ruang penyimpanan.


Hua Fan sedikit kecewa, dan dia berniat untuk langsung pergi, "Kalau begitu aku akan langsung pulang."


"Kalau begitu aku akan antar ... "Sebelum Lei Yunlong selesai bicara, pintu dibanting terbuka dengan keras.


"Siapa di sana?!" Lei Shuya berteriak seketika saat dia berdiri di hadapan Lei Yunlong dan Hua Fan. "Ah..." Melihat ada sesorang muncul di pintu, dia tak bisa menahan diri untuk tidak berteriak.


Seorang pria menyeramkan dengan bekas luka di wajahnya muncul dan menatap Lei Yunlong dengan tajam. Wajah Lei Yunlong kemudian berubah. Dia lalu menarik Lei Shuya ke belakangnya, "Miao Haibo?"


"Sepertinya kau tak melupakanku. Bagus!" Miao Haibo menatap Lei Yunlong dengan sinis, seolah-olah dia sedang melihat orang mati.


"Dia cucumu, kan?" Miao Haibo memelototi Lei Shuya, lalu menunjuk bekas luka yang ada di wajahnya sembari berkata, "Dia berteriak saat melihatku barusan. Kau pikir aku bisa melupakannya?"


"Beberapa tahun ini, aku menderita sakit sama seperti yang kau berikan padaku, bukankah itu impas?" Lei Yunlong dengan cepat bertanya. Dulu dia sama sekali tak takut pada Miao Haibo. Namun, karena Racun Penderitaan Mayat membuatnya tak bisa mengembangkan kemampuannya. Sekarang dia sadar kalau dia tak bisa mengalahkan Miao Haibo.


"Jangan konyol! Kini kau tak bisa lari dariku!" Miao Haibo tertawa. Apa kau pikir aku sudah lupa dengan dendam kita? Aku pikir, lebih baik membiarkanmu menderita dengan racun mayat daripada membunuhmu! Sekarang kau telah menyingkirkan racun mayat itu, kini saatnya aku mengirimmu ke neraka!"


"Oke! Kalau begitu mari kita selesaikan semua dendam kita hari ini!" Lei Yunlong tahu bahwa Miao Haibo tak akan pergi. "Tapi masalah ini tak ada hubungannya dengan mereka. Biarkan mereka pergi dari sini!"


"Lei Tua, bagaimana kau masih bisa begitu naif? Aku harus membungkam mereka selamanya. Apa kau tak paham?" ucap Miao Haibo seraya tertawa puas.

__ADS_1


"Tuan Hua, aku akan mengalahkannya nanti. Tolong antar Shuya pergi dulu!" Meski mereka belum bertarung, Lei Yunlong bisa merasakan kekuatan lawannya itu dan sadar dia mungkin bukan tandingannya.


"Kek, aku tak akan pergi!" Lei Shuya tak lagi takut. Matanya penuh yakin.


"Menurutlah!" Mata Lei Yunlong terbuka lebar saat dia berteriak dengan suara yang keras.


"Kali ini, tak ada satu pun dari kalian yang bisa keluar dari sini hidup-hidup!" teriak Miao Haibo saat dia menyerang.


"Tuan Hua, cepat bawa Shu Ya pergi dari sini!" Lei Yunlong langsung menyerang ke arah Miao Haibo. Bersamaan dengan itu, energi halus yang dikeluarkan olehnya mengarah ke Hua Fan dan Lei Shuya.


Lei Shuya terdorong ke belakang. Hua Fan sudah mencapai Tingkat Tinggi, jadi dia tak bisa dipengaruhi oleh energi itu. Dia bahkan mengulurkan tangannya untuk menggenggam Lei Shuya.


Saat ini, suara yang sangat keras dari depan terdengar, "Kau ... Kau sudah mencapai Tingkat Tinggi!" Lei Yunlong menatap Miao Haibo dengan penuh tak percaya. Dia terus melangkah mundur, tanah di bawahnya ikut hancur setiap dia melangkah. Setelah itu, Lei Yunlong muntah darah dan pingsan di lantai.


"Tuan Lei..."


"Kek..."


Hua Fan dan Lei Shuya berkumpul. Saat Hua Fan menyentuh Lei Yunlong, Perintah Karma itu langsung muncul di benaknya. "Dia terluka karena kekuatan luar. Organ dalamnya hancur. Dia hanya punya waktu setengah hari untuk hidup! Kau bisa menyembuhkannya dengan Pengobatan Karma atau Tujuh Jarum Menentang Yin dan Yang!


Saat Perintah Karma mengirimkan informasi, di saat yang sama pula Tujuh Jarum Menentang Yin dan Yang muncul di benak Hua Fan. Dia memutuskan untuk menyerah pada Pengobatan Karma. Bukannya dia tak ingin kehilangan Kekuatan Perbuatan Baik. Sebaliknya, justru di saat situasi seperti ini, jika dia langsung menyembuhkan Lei Yunlong, Miao Haibo pasti akan langsung melukainya lagi.


"Kalian berdua... " Lei Yunlong hanya bisa menghela napas saat melihat ke arah mereka. Setelah dipikirkan baik-baik, dia sadar bahwa dia tak punya cukup waktu bagi Hua Fan dan Lei Shuya untuk melarikan diri. "Tuan Hua, maafkan aku. Kau sudah mengeluarkan Racun Mayat untukku, tapi pada akhirnya, aku malah merepotkanmu!" ucap Lei Yunlong penuh rasa bersalah.

__ADS_1


"Apa? Kau yang membantu Lei Tua bebas dari Racun Mayat?" Miao Haibo menatap Hua Fan dengan mata dingin. "Karena kau yang menyelamatkannya dari siksa racun, akan kupastikan kau akan mati dengan sadis hari ini!" ucap Miao Haibo sambil perlahan berjalan mendekat.


__ADS_2