
"Apa ini Lei Kang?" Tanyanya dengan hati-hati.
"Bicara saja! Jangan buang-buang waktuku! Aku sedang main game." Terdengar suara yang tidak sabar di seberang sana
Mereka buru-buru berbicara, "Guru yang baru itu benar-benar sesuatu. Bahkan Su Ruiyu dan Qin Yun tunduk kepadanya. Sekarang kelas kita dapat diselamatkan atau tidak tergantung padamu!"
"Bukan urusanku. Jangan ganggu aku!" Setelah mengatakan itu, Lei Kang langsung menutup teleponnya. Sepertinya Lei Kang tidak berniat membantu mereka sama sekali.
Mendengar nada terputus, mereka saling berpandangan satu sama lain. "Apa kita akan kalah dari Menantu Numpang Mertua ini?"
"Tidak! Kita tidak bisa menyerah! Jika kita menjadi anak didiknya, kita akan malu seumur hidup kita."
Salah satu siswa menyahut, "Biarkan Tuan Leopard yang memberinya pelajaran!"
"Tapi Qin Yun," seseorang segera memperingatkannya.
Mereka tahu bahwa Tuan Leopard hanyalah penjahat di sekitar sekolah. Tidak ada penjahat yang berani menyinggung Tuan Qin di Yorkston.
Mereka berpikir, "Bahkan Qin Yun tidak mencoba mencari tahu sisi gelap Hua Fan. Apakah pantas bagi kita meminta bantuan penjahat-penjahat itu?"
"Apa kamu bodoh? Qin Yun hanya tidak ingin menghadapinya. Aku tidak perlu memberitahu sikap Qin Yun pada Tuan Leopard. Bahkan jika kita menggertak Hua Fan, dia tidak akan berani mengatakannya pada publik. Semuanya akan baik-baik saja!" kata siswa itu.
"Masuk akal juga. Berapa banyak yang Tuan Leopard inginkan? Aku akan membayarnya."
"Aku juga!"
Para siswa ini hanya memerdulikan reputasi mereka, mereka tidak pernah kekurangan uang.
"Baiklah! Aku akan menghubungi Tuan Leopard sekarang."
"Bagaimana jika Hua Fan tidak keluar sekolah? Tuan Leopard tidak bisa masuk sekolah dan dia tidak bisa menunggunya di gerbang setiap hari."
"Kenapa kamu bodoh sekali? Setelah Tuan Leopard datang, kita bisa membuat keributan di gerbang. Pasti akan ada seseorang yang memberi tahu Hua Fan. Jika dia keluar dan kemudian bertemu dengannya, itu bukan urusan kita."
__ADS_1
Selama tiga tahun terakhir, para siswa ini sudah berhasil mengusir selusin guru, ini menunjukkan betapa cerdasnya mereka.
Hua Fan tidak tahu mereka bersekongkol untuk menentangnya. Meskipun dia tahu, dia tidak akan memedulikannya.
Karena tidak bisa meninggalkan sekolah, dia selalu berdiam diri di kantor dan bertapa.
Saat Hua Fan melakukan pemeriksaan di sekolah, dia mengubur kertas mantra di berbagai tempat. Kertas mantra ini tidak akan membahayakan siapa-siapa, tetapi Hua Fan dapat merasakan energinya begitu ada seseorang mendekat. Selain itu, jimat Chen Xueqing membuatnya tidak perlu menemaninya sepanjang waktu.
Tiba-tiba ponselnya berdering.
"Pak Hua, para siswa sedang dalam masalah! Cepat datang ke gerbang!" kata Zhou Heng dengan penuh kemenangan.
Zhou Heng menjadi dekan sekolah karena bantuan keluarganya. Dia telah memperhatikan sikap Pak Zheng terhadap Hua Fan. Kali ini, dia memutuskan untuk mengatasinya sendiri dan tidak membiarkan Pak Zheng mendukung Hua Fan.
Hua Fan tersenyum tipis. Dia tahu bahwa Zhou Heng sedang memancing emosinya lagi. "Hidupku tidak akan membosankan lagi dengan adanya orang ini di sini," batinnya geli.
Setelah menerima panggilan itu, Hua Fan bergegas pergi ke gerbang sekolah.
Di depan gerbang, Wang Qiang, siswa kelas 12A, dia tertangkap basah oleh Zhou Heng dan Lin Yongwen tengah melempari jendela mobil Lin Yongwen dengan balu.
Dengan cepat Hua Fan berjalan ke gerbang dan bertanya, "Ada apa ini?"
"Pak Hua, mereka adalah siswamu, bukan? Beraninya dia menghancurkan jendela mobilku? Kamu harus menjelaskannya padaku! Kalau tidak, sebaiknya kamu keluar dari sekolah ini jika kamu tidak bisa mendidik siswa-siswamu dengan baik!" Lin Yongwen menjadi lebih emosi ketika melihat Hua Fan datang, gara-gara dia, dia mengalami kerugian.
Hua Fan mengangguk. "Baiklah, aku mengerti. Aku akan mendidik mereka dengan baik."
"Hanya itu?" Lin Yongwen tidak menyangka jawaban Hua Fan hanya sesederhana itu.
"Lalu?" Hua Fan membalas, "Kamu bisa minta uang ganti rugi pada mereka. Mereka tidak kekurangan uang sama sekali!"
Mendengar itu, Wang Qiang juga terkejut.
Dia jadi ragu. Dia tidak menyangka Hua Fan akan melindungi mereka.
__ADS_1
Siswa-siswa yang lain diam-diam menggelengkan kepala mereka pada Wang Qiang.
Setelah berpikir sejenak, akhirnya mereka tidak memberi isyarat pada Tuan Leopard untuk menghajar Hua Fan.
Zhou Heng berkata, "Ini adalah masalah moralitas. Lantas kenapa dia ingin menghancurkan jendelaku? Mungkin dia ingin mencuri sesuatu, jika itu benar, itu adalah kejahatan!"
Zhou Heng tidak akan melewatkannya begitu saja, tidak mudah untuknya mendapatkan kesempatan berdebat dengan Hua Fan.
"Kamu bisa menghubungi polisi jika menurutmu dia melanggar hukum. Kalau tidak, itu adalah urusanku mendidik siswa-siswaku. Kamu tidak perlu khawatir." Hua Fan tahu bahwa Zhou Heng menggunakan alasan ini untuk membuat keributan.
"Baik, kalau begitu urus saja sendiri! Tapi aku butuh laporan yang rinci!" Melihat sikap Hua Fan, Zhou Heng tidak punya pilihan lain selain pergi bersama Lin Yongwen.
Begitu mereka berdua pergi, Hua Fan juga berbalik hendak kembali ke kantor.
Para siswa tertegun, mereka bertanya, "Pak Hua, kenapa kamu tidak memarahi kami?"
"Memarahi kalian?" Hua Fan tersenyum. "Tentu saja, aku harus memarahi kalian. Apa kalian sengaja tertangkap? Kalian yang menyuruh orang-orang di sana datang ke sini, bukan?"
Hua Fan mencibir dan melirik Tuan Leopard. "Karena kalian melepaskanku, aku tidak akan memarahi kalian. Mari kita berteman!"
Sebelum mereka sempat bereaksi, Hua Fan berbalik dan pergi. Lalu, senyum misterius terlintas di wajahnya.
Dia belum begitu tua, jadi dia bisa menebak apa yang dipikirkan bocah-bocah itu. Selama bukan masalah serius, ia tidak akan memedulikannya. Lagi pula, dia datang ke sini bukan untuk menjadi guru tetapi untuk melindungi Chen Xueqing.
"Pak Hua sepertinya bukan orang bodoh seperti rumor yang beredar. Dia langsung tahu rencana kita hanya dengan melihatnya sekilas!"
Beberapa siswa saling berbisik, "Apa kamu lihat matanya? Penuh dengan percaya diri. Aku merasa jika kita menyuruh Tuan Leopard memukulnya, malah kita yang akan kena batunya!"
"Apa yang kalian lakukan? Apa kalian bercanda?" Tuan Leopard datang bersama beberapa bawahannya dengan marah.
"Tuan Leopard, mendadak ada masalah. Aku minta maaf. Tapi jangan khawatir. Meskipun kamu tidak melakukan tugasmu, aku akan tetap memberikan bayaranmu!" Wang Qiang berkata sambil mengeluarkan uang 100 juta yang telah ia siapkan.
"Hanya 100 juta? Apa kalian pikir aku pengemis?" Tuan Leopard berkata sambil merebut uangnya.
__ADS_1
"Tuan Leopard, bukankah kita sudah sepakat 100 juta?" Wang Qiang menjawabnya dengan gugup.
"Maksudku 100 juta per orang! Lihatlah ada berapa banyak orang yang aku bawa!" Tuan Leopard menunjuk delapan orang di belakangnya.