
Bu Peni dan Rima masih terlibat adu mulut, dan masih di lerai oleh ibu-ibu yang di sana.
"Astaghfirullah, ada apa ini ibu-ibu sampai ribut-ribut begini?", 'ucap Wati yang baru datang dan akan belanja sayur juga di tempat Bu Peni'.
"Ini semua gara-gara Bu Wati", 'Jawab Rosma'.
"Maksudnya bagaimana, saya tidak mengerti. Kenapa ini semua gara-gara keluarga saya, padahal kami saja tidak tahu permasalahannya", 'Ucap Wati'.
"Jadi begini Bu Wati, tadi Rosma bilang kalau semalam dia lihat pak RT dan istrinya ada di rumah ibu", 'Jawab Nani menjeda pembicaraannya'.
"Iya benar, semalam Pak RT dan Bu RT kerumah saya", 'jawab Wati dengan memotong pembicaraan Nani'.
"Ntar dulu Bu Wati, dengarin dulu penjelasan saya. Terus Rima menegaskan, maksud kedatangan Pak RT dan Bu RT ibu untuk menjodohkan anaknya Beni dengan Adzkia. Bu Peni tidak percaya, dan bilang Rima itu memfitnah keluarga kalian. Dan terjadilah pertengkaran yang seperti ini", 'Jelas Nani lagi'.
"Astaghfirullah Rima, kamu ini kenapa sih selalu memfitnah keluarga saya. Kamu itu saudara saya, harusnya kamu sendiri yang membela keluarga saya. Ini bukan, kamu malah yang menyebar fitnah dan menjelek-jelekkan keluarga saya", 'Ucap Wati istighfar'.
"Terus apa dong, kalau bukan menjodohkan anak-anak kalian. Orang tadi Rosma bilang, pertemuan dua keluarga. Apalagi kalau bukan menjodohkan anak-anak kalian, toh Adzkia yang katanya udah dapat kerja, belum kerja-kerja juga tuh sampai sekarang. Sudah lah kak, tidak ada yang perlu di tutup-tutupi lagi. Nanti semua orang juga bakalan tahu", 'Jawab Rima dengan tanpa dosa'.
"Istighfar kamu Rima, apa yang sedang kamu bicarakan. Adzkia itu keponakan kamu sendiri, kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu. Asal kamu tahu ya, maksud kedatangan Pak RT dan Bu RT kerumah saya itu karena akan diadakan MTQ tingkat kecamatan. Dan yang di tunjuk sebagai tuan rumah adalah RT kita, dan tempatnya di masjid. Karena papa Adzkia sebagai salah satu pengurus mesjid, jadinya dia datang kerumah saya untuk menyampaikan informasi itu", 'Jelas Wati'.
"Tuh kan benar apa yang saya bilang, Kamu itu selalu menyebar fitnah tentang Keluarga Bu Wati. Bu Wati itu kan saudara kamu berarti dia juga keluarga kamu dan kamu itu menyebar aib keluarga kamu sendiri", 'Ucap Bu Peni'.
"Diam kamu Peni, tidak perlu kamu ikut campur", 'Ucap Rima dengan menunjuk Peni tepat di depan mukanya'.
"Apa maksud kamu nunjuk-nunjuk saya seperti itu, Kamu pikir saya takut sama kamu. Orang yang saya bilang itu kenyataannya, dasar tukang penyebar fitnah", 'Ucap Peni yang maju lagi menghampiri Rima'.
Untung saja, Bu Nani sigap menahan Bu Peni dan di bantu oleh yang lain.
__ADS_1
"Kamu pikir saya juga takut sama kamu, tidak sama sekali Peni", 'Ucap Rima yang juga maju menghampiri Peni'.
"Sudah cukup Rima, Saya malu punya saudara seperti kamu", 'Ucap Wati'.
"Eh Wati, kamu pikir saya suka jadi saudara kamu?", 'Jawab Rima juga tidak mau kalah'.
"Maksud kamu apa bicara seperti itu Rima?", 'Tanya Wati binggung'.
"Jangan pura-pura lupa kakakku tersayang", 'Jawab Rima dan membelai Wajah Wati'.
"Itu semua masa lalu Rima, dan kamu itu salah paham. Cerita yang sebenarnya tidak seperti yang kamu pikirkan Rima", 'Jawab Wati'.
"Sudah lah Kak, saya sudah bosan mendengar semuanya dari mulut kamu. Kamu selalu mengatakan semuanya salah paham", 'Ucap Rima'.
"Sudah cukup Kesabaran saya selama ini Rima, kamu selalu menjelekkan dan memfitnah keluarga saya", 'Jawab Wati dengan penuh Emosi'.
Rima adalah anak dari saudara angkat mamanya Wati.
Malik dan Dewi sangat menyayangi Yati dan Marni, mereka tidak membeda-bedakan antara keduanya.
Dulu Yati ingin menikah dengan laki-laki pilihannya, akan tetapi Malik dan Dewi tidak menyetujui hubungan Mereka, dikarenakan ada suatu hal. Akhirnya Yati memilih untuk pergi, dan kawin lari dengan laki-laki pilihannya itu.
Dari situ lah, Yati di beri 2 pilihan Oleh Malik dan Dewi.
Jika dia lebih memilih Laki-laki itu, maka Yati tidak dapat harta warisan sepersen pun dari
Malik dan Dewi dan akan diberikan sepenuhnya kepada Marni. Tetapi Jika, Yati meninggalkan laki-laki itu, maka Harta Warisan Malik dan Dewi akan di bagi 2 untuk Yati dan Marni.
__ADS_1
Tetapi Yati lebih memilih laki-laki itu, dan pergi meninggalkan rumah orang tua angkat.
Mulai dari situ lah kecemburuan ini terjadi, antara mamanya Rima yang cemburu mamanya Wati karena harta yang diberikan di oleh Malik dan Dewi.
Setelah menikah dan mengandung, Yati di tinggalkan oleh suaminya. Setelah anaknya lahir dan mulai beranjak dewasa, Yati terus menerus mencuci otak anaknya untuk membenci keluarga Marni.
Kebencian itu, semakin lama semakin bertambah.. Hingga anaknya beranjak dewasa...
Malik dan Dewi, kembali mempertemukan Marni dan Yati beserta keluarga mereka. Malik dan Dewi berharap keluarga anak-anaknya hidup rukun. Tetapi tidak sesuai dengan yang di harapkan....
Yati mengajarkan kepada Rima untuk mendekati Marni dan berbuat baik kepada keluarga mereka, itu semua hanyalah berkedok topeng saja. Yati tidak sungkan untuk mengajarkan kepada Rima, untuk selalu meminta uang kepada keluarga Marni. Marni dan suami tidak mempermasalahkan itu semua, karena mereka juga menganggap Rima sebagai anak mereka sendiri. Tetapi Rima semakin lama, semakin meminta lebih.
Kurang baik apa keluarga Marni kepada Rima?, Apa yang di pinta oleh Rima selalu di berikan oleh Marni dan suaminya. Padahal Yati sendiri yang memilih untuk meninggalkan rumah, dan memilih laki-laki pilihannya sendiri. Sekarang mereka beranggapan bahwa keluarga Marni lah, yang membuat mereka jatuh miskin.
Padahal nyatanya tidak seperti itu....
"Itu semua tidak seperti yang kamu kira Rima... Andai nenek dan kakek masih hidup, pasti kamu bakalan tau cerita sebenarnya. Mama saya tidak pernah mempermasalah apapun yang kamu minta, dan berapa pun uang yang kamu mau. Tetapi kenapa kamu masih mempunyai dendam kepada keluarga ku, padahal kenyataannya kamu dan mamamu tidak ada hak sepeserpun dari harta pemberian kakek dan nenek", 'Ucap Wati'.
"Jelas ada bagian aku dan mamaku, karena itu adalah harta dari kakek dan nenek walaupun mama saya hanya seorang anak angkat", 'Ucap Rima penuh Emosi".
"Apa?, Semua itu sudah di berikan kepada Marni mama saya, karena mama kamu lebih memilih laki-laki pilihannya yang sudah meninggal dia", 'Bantah Wati'.
"Oke kalau memang itu semua sudah di berikan kepada mamamu, kenapa mama kamu selalu memberikan apa yang saya mau?", 'tanya Rima dengan penuh Emosi'.
"Itu semua, karena mama saya juga menganggap kamu anaknya. Jadi dia memberikan semua yang kamu mau", 'Jawab Wati'.
"Maaf Bu Wati, mendingan urusan keluarga ibu di selesaikan di rumah saja. Karena tidak enak di dengar oleh warga lain Bu", 'Ucap Bu Peni'.
__ADS_1
Bu Peni dan ibu-ibu yang lain, binggung mendengar permasalahan ini. Dan mereka juga tidak mau ikut campur, urusan keluarga Wati dan Rima.
Wati pun membeli sayur yang akan dibelinya tadi, kemudian dia langsung pulang kerumahnya. Sedangkan Rima, sudah pulang duluan kerumahnya.