Kehidupan Di Kampung Dan Tetangga Yang Julid

Kehidupan Di Kampung Dan Tetangga Yang Julid
Adzkia dan teman-temannya


__ADS_3

"eh.... kita kita jajan yuk", 'Ajak Adzkia'.


"Ayuk.....", 'Jawab Ifa'.


"Ngak bawa uang Ki", 'Jawab Monik'.


"Sama aku juga", 'Jawab Adel'.


"Aku juga ngak bawa uang", 'Jawab Ani juga'.


"Udah pakai uang aku aja, aku bawa lebih kok, takutnya ntar lauknya juga pada habis lagi", 'Ucap Adzkia'.


"Yaudah yuk", 'Ajak Ifa'.


Adzkia, Ifa, Monik, Adel, dan Ani pun berjalan menuju kantin uang jajan beberapa cemilan dan juga minuman dingin.


"ih.... minumnya ngak ada dingin", 'Keluh Adel'.


"Coba kak Adel yang paling belakang pasti dingin", 'Ucap Ifa'.


"Iya nih fa dingin", 'Ucap Adel yang memegang minuman paling belakang dalam kulkas tersebut'.


"Ki.... Kamu mau minum apa?, Monik kamu juga mau minum apa?", 'Tanya IFA kepada Adzkia dan Monik'.


"Aku air mineral FA, yang dingin ya", 'Jawab Adzkia'.


"Aku Teh deh fa, yang dingin juga ya", 'Jawab Monik juga'.


"ini pak, Air mineral 2 teh 4, jajanannya 6 Mie gelasnya 3, berapa pak totalnya", 'tanya Adzkia'.


"36 neng semua", 'jawab bapak-bapak yang jualan di kantin'.


"Ini pak uangnya", 'Ucap adzkia sembari memberikan uang 50 ribu'.


"ini neng kembaliannya, 14.000 kan", 'Ucap Bapak kantin dan memberikan uang kembaliannya'.


"Iya pak, terimakasih ya pak", 'Ucap Adzkia dan mengambil uang kembalian tersebut'.


"Nih Ki, tadi aku jajan 12rb, utang dulu ya 2rb", 'Ucap Ifa sembari memberikan uang 10rb'.


"Aku juga Ki, 5rb, besok ya ki", 'Ucap Monik'.


"Aku juga, 5rb ya Ki", 'Ucap Adel juga'.


" Aku juga Ki, 5rb", 'Ucap Ani juga'.


"Udah lah biarin aja, selow", 'Ucap Adzkia menanggapi ucapan teman-temannya'.


"Hari ini donatur kita Adzkia, hehehe", 'Ucap Ifa cengengesan'.


"Sekali-kali Fa", 'Jawab Adzkia tersenyum'.


Adzkia dan teman-temannya pun, terus berjalan menuju tempat makan karyawan. Jarak dari kantin tempat mereka belanja dari ke ruangan makan karyawan, adalah sekitar 5 menit jalan kaki, karena mereka harus naik turun tangga terlebih dahulu.

__ADS_1


"Mas, lauknya ini doang ngak ada lagi?", 'Tanya Adzkia kepada abang-abang katering nya'.


"Ngak ada neng, cuman sisa itu", 'Jawab abang-abang katering tersebut'.


"Ya begini lah nasib kita yang istirahat terakhir, selalu lauknya tinggal dikit", 'Keluh Ani'.


"ngak apa-apa lah An, kita ada jajanan ini", 'Ucap Adzkia'.


"Iya An, pas kok kalau kita istirahat ketiga. Coba aja kalau kita istirahat pertama, nanti sore kita lapar lagi, soalnya Kitakan longshift. Kalau istirahat kedua rame, orang-orang office juga pada istirahat", 'Jawab Monik juga'.


"Tapi lauknya kita ngak bisa milih nik", 'Ucap Ani lagi'.


"Iya juga sih", 'ucap Monik cengengesan'.


Waktu Istirahat di tempat Adzkia Bekerja di bagi 3 bagi departemen Quality Control field, dan di bagi 4 bagi departemen produksi, jadi istirahatnya gantian dan waktu istirahat hanya 1 jam. Karena tidak memungkinkan untuk stop produksi terlebih dahulu jika waktu istirahat tiba, karena Adonan juga cepat basi. Stop produksinya di hari sabtu, atau tidak apabila kuantiti dari gudang terpenuhi, dan kemudian di lakukan cleaning.


*


"Ini Adzkia kemana ya, pesan ngak di balas-balas, telepon juga ngak di angkat, padahal ini udah jam 7 lewat Lo", 'Ucap Revan Sendirian, yang dari tadi menunggu balasan WhatsApp dari Adzkia'.


"Adzkia.... kamu di mana sih, ini udah jam 7 lewat loh. Dari tadi aku kirim pesan ngak di balas-balas, telepon juga ngak di angkat-angkat. Kamu itu di mana sih", 'Revan mengetik pesan dan mengirimnya kepada Adzkia'.


"Kalian pulang naik apa, bareng ya?", 'Tanya Ifa, kepada Adzkia, Leni, dan Feni, saat mereka berjalan menuju gerbang pabrik, dan arah rumah Ifa searah dengan Adzkia dan teman-temannya'.


"Ngak tahu Fa, aku ngikut yang lain aja", 'Jawab Adzkia'.


"Kita naik angkot aja yuk, ntar kan kita juga mau turun di pasar buat beli makan, 'Jawab Feni'.


"Yasudah Ayuk ke depan", 'Ajak Ifa'.


Sambil jalan Adzkia pun mengaktifkan data seluler handphone, dan ternyata begitu banyak notifikasi pesan dari Revan dan juga ada beberapa panggilan suara dan panggilan video.


"Iya Rev, ini aku baru keluar. Maaf aku lama balas pesan kamu, soalnya tadi aku telat keluarnya", 'Adzkia membalas pesan Revan'.


"Terus sekarang kamu di mana?", 'Revan membalas pesan Adzkia'.


"Masih di depan pabrik, ini mau kedepan nunggu angkot", 'Balas Adzkia juga'.


"Kamu pulang sama siapa?", 'Balas Revan lagi'.


"Rame Rev, Adzkia Leni, Feni, dan teman aku yang lain juga", 'Adzkia membalas pesan Revan lagi'.


"Yasudah kamu hati-hati, kamu udah makan belum?", 'Tanya Revan'.


"Tadi mah udah, ini ntar pulang sekalian ke pasar beli makan. Kamu di mana Rev?", 'Tanya Adzkia balik'.


"Aku lagi di tempat teman Ki", 'jawab Revan'.


"Tempat teman apa deman", 'balas Adzkia'.


Revan pun langsung melakukan panggilan video kepada Adzkia, agar Adzkia percaya kalau bahwasanya dia sedang berada di tempat temannya. Tetapi Adzkia menolak panggilan video dari Revan, karena Adzkia merasa tidak enak atau segan di depan teman-temannya.


"Kenapa di tolak?", 'Tanya Revan mengirim pesan kepada Adzkia'.

__ADS_1


"Ngak enak Rev, sama teman-teman aku", 'Jawab Adzkia'.


"Tadi kamunya ngak percaya", 'Ucap Revan'.


"Aku percaya kok, tadi itu aku hanya bercanda", 'balas Adzkia'.


"Kamu hati-hati ya pulangnya, ntar sampe di kos kabarin aku ya", 'Balas Revan lagi'.


"Iya Rev, kamu juga pulangnya jangan kemalaman", 'Balas Adzkia juga'.


Adzkia dan teman-temannya pun naik angkot yang berwarna merah, sesuai dengan jurusannya.


"Kamu mau ikut ke pasar ngak Fa?", 'Ajak Leni kepada Ifa saat mereka berada di atas angkot'.


"ngak ah Len, udah malam. Lagian bapak aku juga udah nunggu di depan gang", 'Jawab Ifa'.


"Emangnya jauh Fa kedalamnya, kok sampai di jemput segala kedepan gang?", 'Tanya Feni'.


"Ngak juga sih Fen, tapi kalau malam itu sepi, jadinya aku minta jemput bapak kalau ngak Adek aku", 'Jawab Ifa'.


"Pasar ya pak...", 'Ucap Adzkia kepada supir angkot'.


"Iya neng", 'Jawab supir angkot tersebut dan memberhentikan angkotnya di pasar'.


"Ini pak uang nya, bertiga", 'Ucap Adzkia dan memberikan uang 12rb'.


"Bye-bye Fa, kita turun dulu ya. Hati-hati", 'Ucap Adzkia, Leni dan Feni sembari turun dari angkot yang tadinya mereka tumpangi'.


"Iya kalian juga hati-hati", 'Jawab Ifa melambaikan tangan'.


Adzkia dan teman-temannya pun menyusuri pasar, untuk membeli makanan untuk makan malam mereka.


"Beli kebab yuk", 'Ajak Feni'.


"Ayuk....", 'jawab Adzkia'.


"Aku ngak deh, soalnya aku ngak suka daging", 'Ucap Leni'.


"Pesan yang ngak pake daging aja Len", 'Ucap Feni'.


"Emang ada?", 'Tanya Leni balik'.


"Ada Len, isinya tu telur sama sayur", Jawab Feni'.


"ngak deh, kalian aja", 'Ucap Leni'.


"Bang kebab spesialnya 2 ya extra saus pedas sama mayonaise", 'Ucap Feni mesan kebab'.


"Iya neng, tunggu bentar ya", 'Jawab Abang-abang yang jualan kebab'.


"Fen, kamu tungguin kebabnya ya, kita mau beli ayam penyet dulu, kamu mau ngak?", 'Ucap Adzkia'.


"Mau aku, nitip ya satu. Ngak usah pakai nasi Ki, ada nasi di rumah banyak", 'Jawab Feni'.

__ADS_1


"Iya, Fen", 'Jawab Adzkia'.


Adzkia dan Leni pun pergi membeli ayam penyet, sedangkan Feni sendiri masih di tempat kebab, menunggu pesanan mereka. Adzkia dan Leni juga membeli tempe mendoan, yang sering mereka beli bahkan hampir tiap hari, karena tempe mendoan di sini enak menurut mereka. Setelah membeli beberapa makanan Adzkia, Leni, dan Feni pun pulang menuju kos-kosan mereka yang tidak terlalu jauh dari pasar ini.


__ADS_2