Kehidupan Di Kampung Dan Tetangga Yang Julid

Kehidupan Di Kampung Dan Tetangga Yang Julid
Berancana pindah kos (2)


__ADS_3

drt.....drt..... (handphone Adzkia berbunyi dan ternyata itu adalah alarm handphone nya)


Adzkia sengaja menyetel alarm pukul 16.30 sore, takut dia ketiduran karena mereka akan kembali ke rumah ibu-ibu tadi untuk melihat kontrakan kosong milik ibuk tersebut.


"aaagghhhh.... sudah jam setengah lima aja, aku masih ngantuk lagi. langsung mandi aja lah, biar ngantuknya hilang", 'ucap Adzkia'.


kemudian menyambar handuknya di gantung di salah satu paku di dalam kamar tersebut, dan berlalu ke kamar mandi.


Setelah selesai mandi, Adzkia mulai mengetuk pintu kamar Feni dan Leni secara bergantian.


"Fen.....Feni.....", 'Ucap Adzkia sambil mengetuk pintu kamar Feni'.


"Iya.....", 'Jawab Feni dari dalam kamar tersebut dan berlalu membukakan pintu kamarnya'.


"Kamu sudah mandi atau belum Fen?, katanya kita mau pergi lihat kontrakan", 'Tanya Adzkia'.


"Belum Ki, kamu udah mandi?", 'Tanya Feni' balik'.


"Udah Fen, ini aku baru kelar mandi", 'Jawab Adzkia'.


"Yasudah aku mandi dulu ya, kamu tolong bangunin Leni, soalnya dia agak susah bangunnya", 'Ucap Feni'.


"Iya Fen, itu makanya aku bangunin kamu dulu", 'Ucap Adzkia dan beralih ke kamar Leni yang tepat di sebelah kamar Adzkia'.


Sementara itu Feni, buru-buru ke kamar mandi karena jam sudah menunjukkan hampir pukul 5 sore.


"Len......Leni.....", 'Ucap Adzkia sambil mengetuk pintu kamar Leni'.


"Hhhmmmmm", 'Ucap Leni dari dalam kamar'.


"Bangun Len, katanya kita mau lihat kontrakan yang di palem 17 itu", 'Ucap Adzkia lagi masih mengetuk pintu kamar Leni'.


Leni pun membukakan pintunya, sambil mengucek-ngucek matanya.


"Kamu udah mandi Ki?", 'Tanya Leni juga'.


"Udah Len, sekarang Feni yang lagi di kamar mandi. Kamu jangan tidur lagi ya", 'Jawab Adzkia'.


"Iya ..... iya..... Adzkia", 'Jawab Leni yang masih merem'.


Leni adalah anak yang sangat susah untuk di bangunin, dan juga orang yang ngampang tidurnya, oleh karena itu banyak yang menyebutnya ***** (nempel molor) hehehehe.


Jadi tak heran saat sekolah dulu, dia sering terlambat.


Setelah semuanya selesai mandi, dan berganti pakaian. Mereka bertiga pun menuju rumah ibu-ibu yang tadi untuk melihat kontrakan kosong yang di maksud tadi.


"Buk....ibuk.... permisi", 'ucap Adzkia sambil mengetuk pintu rumah ibu-ibu tadi'.


"Kamu ya, tadi yang mau lihat kontrakan nya?", 'Tanya Ibu-ibu tersebut setelah membukakan pintu rumahnya'.


"Iya Bu", 'Jawab Adzkia'.

__ADS_1


"Bentar ya, panggilin bapak dulu", 'Ucap Ibu tersebut dan berjalan ke dalam rumahnya lagi'.


*


"Ini rumahnya, silahkan masuk dan lihat-lihat dulu", 'Ucap Bapak yang punya kontrakan tersebut'.


"Iya pak", 'Jawab Adzkia'.


"Ini kan gerobak pakde yang jualan opor di depan kossan kita yang sekarang bukan sih", 'bisik-bisik Feni'.


"Iya kayaknya sih, emang gerobak pakde itu", 'jawab Leni'.


kemudian mereka pun masuk, dan melihat-lihat kedalam kontrakan tersebut.


"Ini kamarnya, bagian sini dapur, ada tempat cuci piringnya juga, dan ini kamar mandinya. Nanti di sini ruang tengahnya atau ruang tamu", 'Jelas Bapak yang punya kontrakan'.


"Ini airnya PDAM atau gimana pak?", 'Tanya Adzkia'.


"Airnya PDAM, sama listriknya token ya", 'Jawab bapak yang punya kontrakan'.


"Kamar mandinya ngak ada bak mandi nya gitu pak?", 'Tanya Feni'.


"Ngak ada, nanti bisa pakai ember yang benar itu buat nampung air", 'Jawab bapak yang punya kontrakan'.


"Satu bulannya berapa pak?", 'Tanya Adzkia lagi'.


"ini satu bulannya satu juta", 'Jawab bapak yang punya kontrakan'.


"Iya pak", 'Jawab Adzkia, sedangkan Feni dan Leni hanya mengangguk-angguk'.


"Nanti genteng yang di kamar saya benerin dulu, kayanya itu rembes kalau hujan", 'Ucap bapak yang punya kontrakan'.


"Iya pak, nanti kita kabarin lagi gimana nya pak", 'Ucap Adzkia'.


"Pastinya kapan, nanti biar plang yang di sananya bisa di copot. Takut ada juga yang nanyain nantinya", 'Tanya bapak yang punya kontrakan'.


"Besok pagi pak, kita bicarain dulu sama teman yang lain pak", 'Jawab Adzkia'.


"Yasudah, besok jadi atau tidaknya kerumah yang di sana aja ya", 'Ucap bapak yang punya kontrakan'.


"Iya pak....", 'Jawab Adzkia'.


Adzkia dan teman-temannya pun pamit dari kontrakan tersebut, dan pulang menuju kossan mereka yang sekarang karena hari sudah hampir adzan Maghrib.


"Menurut kalian gimana kontrakan tadi, kalau aku sih yes", 'Ucap Adzkia saat mereka bertiga jalan pulang ke kossan'.


"Aku sih yes juga", 'Ucap Leni'.


"Aku juga", 'Ucap Feni'.


"Leni, Video yang kamu ambil tadi kirim ke grup WhatsApp kita ya, biar yang lain juga lihat gimana ruangannya. Kita lihat juga tanggapan mereka Giman tentang kontrakan ini, setuju sama kita atau tidak", 'Ucap Adzkia'.

__ADS_1


"Udah aku kirim Ki", 'Jawab Leni'.


*


"Hallo, assalamualaikum ma", 'Ucap Adzkia kepada mamanya lewat sambungan telepon'.


"Waalaikumusalam, kamu kerja jam berapa Ki?", "Tanya Wati'.


"Malam ma, aku shift 3", 'Jawab Adzkia'.


" Kamu udah makan?", 'Tanya Wati'.


"Udah ma, mama udah makan?", 'Tanya Adzkia balik'.


"Udah Ki", 'Jawab Wati'.


"Mama dan papa gimana kabarnya?", 'Tanya Adzkia'.


"Alhamdulillah baik nak, kamu sendiri gimana?", 'Tanya Wati juga'.


"Alhamdulillah baik juga ma", 'Jawab Adzkia'.


"Ma, Adzkia sama teman-teman rencananya mau pindah ma. Rencana kita mau ngontrak rumah sama-sama", 'Ucap Adzkia'.


"Kenapa pindah Ki?", 'Tanya Wati'.


"Soalnya udah ngak nyaman di sini ma, anak ibuk yang punya kossan sering bawa cewek-cewek ngak jelas ke kamar yang kosong di sini, dan juga dia sering bawa teman-temannya kesini mereka sering di lantai bawah minum-minum, kadang kita malam-malam mau ke kamar mandi juga mah, ya udah kadang di tahan aja", 'Jawab Adzkia'.


"Emang kalian ngak ngomong sama ibu yang punya kontrakan'', 'Tanya Wati lagi'.


"Udah ma, katanya besok di bilangin ke anaknya. Tetapi tetap aja begitu, yasudah deh kitanya pindah aja", 'Jawab Adzkia lagi'.


"Terus mau pindah ke mana Ki?", 'Tanya Wati'.


"Masih di perumahan sini ma", 'Jawab Adzkia'.


"Emang ngak apa-apa Ki, sama-sama gitu. Takutnya nanti ada selisih paham juga", 'Wejangan dari Wati'.


"Inshaallah ngak ma, lagian kita juga ngak satu shift semua", 'Jawab Adzkia'.


"Terus itu kontrakan kosong atau udah ada isinya?", 'Tanya Wati lagi'.


"Kosong mah, nanti kita patungan buat beli-beli isi rumahnya", 'Jawab Adzkia'.


"Terus nanti kalau kalian udah ngak sama-sama lagi, itu barang gimana?", 'Tanya Wati lagi'.


"Kita jualin ma, terus nanti uang hasil jualnya kita bagi sama rata", 'Jawab Adzkia'.


"Yasudah nak, gimana baiknya aja. Saran mama sama kamu, jangan terlalu lepas saat bicara sama teman-teman kamu yang lain walaupun itu hanya becanda. Soalnya becanda setiap orang itu beda-beda nak", 'Ucap Wati memberikan wejangan-wejangan kepada anaknya'.


"Iya ma, Adzkia akan ingat terus kata-kata mama", 'Jawab Adzkia'.

__ADS_1


Wati pun masih memberikan wejangan-wejangan dan nasihat-nasihat kepada anaknya. Gimana adap kita bicara kepada orang-orang di luar sana, kadang kita bicara baik aja orang juga punya niat buruk, apalagi kalau kita bicara lepas dan ceplas ceplos ngak jelas.


__ADS_2