
Adzkia dan teman-temannya sudah selesai pindahan, dan juga sudah memberikan kunci kossan yang lama kepada pemilik kossan. Dan mereka juga sudah mengecek kembali apakah barang-barang mereka masih ada yang ketinggalan atau tidak, karena nantinya mereka tidak ada wewenang lagi untuk masuk kedalam kossan ini lagi.
"Huft, Akhirnya kelar juga kita pindahan. Dan sekarang kita bisa tenang dan nyaman, tanpa ada orang lain yang ganggu kenyamanan kita", 'Ucap Feni'.
"iya tuh benar apa yang di ucapkan oleh Feni, akhirnya kita bebas mau ngapain aja di dalam rumah ini", 'Ucap Gita'.
"iya nih, ini badan bukan rasa badan lagi, udah rasa robot, hehehe", 'Ucap Leni kemudian tertawa'.
"iya tuh benar apa yang di katakan oleh Leni, mana shift 3 tidur cuman 2-3 jam doang. Tapi ngak apa-apa lah, demi kenyamanan, hehehe", 'Ucap Adzkia juga yang kemudian tertawa'.
"Iya tuh benar apa yang di ucapkan oleh Adzkia dan Leni", 'Ucap Feni'.
"Maaf ya teman-teman aku ngak bantuin kalian pindahan, karena kemarin itu kak Gita minta gantiin Lembur soalnya dia kuliah", 'Ucap Ijah merasa bersalah'.
"Terus kenapa kamu ambil jah, kan dari awal kita udah sepakat buat ngak ada yang lembur dulu satu Minggu ini", 'Tanya Feni'.
"Ya ngak ada lagi orang yang gantiin, cuman aku aja yang di shift buk Kristi yang ngak lembur", 'Jawab Ijah melas'.
"Emang kamu ngak bilang kalau kamu mau pindahan?", 'Tanya Feni lagi'.
"Aku udah bilang, aku dia minta tolong bangat soalnya mau kuliah kan. Dia juga udah bilang sama buk Kristi kalau dia jangan di kasih longshift, tapi tetap aja di kasih sama buk Kristi. Karena udah ngak ada orang lagi, yang ada cuman anak-anak baru, Bu Kristi ngak mau di gantiin sama anak baru longshift nya", 'Jawab Ijah masih melas'.
"Kita mah juga ada yang minta gantiin longshift, tapi karena memang mau pindahan kontrakan. Yasudah kitanya ngak mau gantiin, dan juga kan kita semua udah sepakat untuk ngak lembur dulu satu Minggu ini", 'Ucap Feni lagi'.
"Sudah lah Fen, yang udah berlalu mah biarin aja. Yang penting kita sekarang udah selesai pindahan", 'Ucap Adzkia'.
"Iya tuh Fen, benar apa yang di ucapkan Adzkia. Berarti kamu harus traktir kita Jah, dengan uang lembur kamu itu", 'Ucap Leni'.
"Iya tuh, benar apa kata Leni. Kamu harus traktir kita Jah", 'Ucap Feni'.
"Iya deh iya, aku traktir", 'Jawab Ijah'.
"Hore.... di traktir, sekarang ya....?", 'Tanya Gita'.
"Jangan sekarang lah woi...... Ntar aja abis gajian, sekarang mana ada uang aku. Kita kan baru aja patungan buat beli barang-barang ini semua, mana ada lagi uang aku. Uang lemburannya kan untuk bulan besok", 'Jawab Ijah'.
"Yasudah abis gajian yah.....", 'Ucap Feni'.
"Iya deh iya.....", 'Jawab Ijah'.
__ADS_1
"Serius kamu jah?", 'Tanya Leni Lagi'.
"Iya serius......", 'Jawab Ijah'.
"Nanti abis pula uang kamu jah....", 'Ucap Adzkia'.
"Ngak apa-apa kok, sekali-kali. Sebagai ucapan terimakasih aku juga sama kalian. Soalnya kalian sibuk pindahan, sampai kurang tidur dan menolak lemburan. Sedangkan Aku lembur kerja", 'Jawab Ijah'.
"Unch Ijah..... makasih Ijah", 'Ucap Adzkia'.
"Makasih Ijah", 'Ucap Leni'.
"Terimakasih Ijah", ' ucap Feni'.
"Terimakasih Ijah, sering-sering ya jah...", 'Ucap Gita'.
"Terimakasih Ijah....", 'Ucap Diah'.
"Iya sama-sama....", 'Jawab Ijah'.
Akhirnya mereka berenam pun baikan, tanpa harus sindir-sindiran lagi.
Akan tetapi, salah satu teman mereka yang bernama Ijah dia ambil lembur karena ada yang minta gantiin sama dia. Gimana temannya yang lain tidak marah, mereka rela tidak ambil lembur, supaya pindahan cepat kelar, tapi nyatanya teman mereka ada yang ambil lembur. Teman-teman pada capek pindahan tanpa ada yang bayar, sedangkan dia sendiri lembur kerja. Kalau dia lembur kerja mah capek-capek kerja juga kitanya di bayar.
*
"Teman-teman datang ya ke kontrakan kita yang baru di jalan palem 17 di gang paling ujung ya pada hari Minggu, pukul 4 sore (setelah sholat ashar), Kami mau ngadain syukuran kecil-kecilan", 'Ucap Feni mengirim pesan di grup WhatsApp sesama orang Padang di yang tinggal di perumahan tempat mereka juga tinggal'.
"Asik, makan-makan gratis nih", 'Jawab Wahyu'.
"Siap Fen", 'Jawab Riki'.
"oke Fen", 'Jawab Anjeli'.
"Oke Fen, masak yang banyak ya", 'Jawab Abdul'.
"Iya udah nih........ di tunggu kedatangan nya semuanya", 'Balas Adzkia'.
*
__ADS_1
"Ada lagi ngak yang mau di beli?, biar sekalian jadi ngak bolak-balik ke pasar", 'Tanya Gita lewat sambungan telepon kepada Feni'.
"Udah ngak ada kayanya ta, menurut kamu gimana?", 'Tanya Feni balik'.
"ya ngak tahu juga, makanya aku nelpon kalian yang di rumah", 'jawab Gita'.
"Kerupuk ada ngak di catatannya Fen, kayanya ngak ada deh", 'Teriak Adzkia yang sedang berada di dapur'.
"Oh ya ta, kerupuk ada ngak tadi di catatannya?", 'Tanya Feni kepada Gita yang masih dalam sambungan telepon'.
"Ngak ada Fen, tapi bukannya kemarin Leni udah beli kerupuk ya di supermarket. Coba tanya Leni deh, soalnya kemarin dia bilang kalau kerupuk udah di beli", 'Jawab Gita'.
"Yasudah bentar ya, tanya Leni dulu. Jangan di matiin dulu telepon nya", 'Ucap Feni'.
"Leni... Len.....", 'Teriak Feni sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi karena Leni sedang berada di kamar mandi'.
"Iya ada....", 'Jawab Leni'.
"Len, kemarin kamu udah beli kerupuk atau belum Len?", 'Tanya Feni'.
"Udah Fen, itu di dalam Toples di bawah bawah meja kompor sama minyak goreng juga ada di dalam sana. Kemarin aku juga beli bihun juga tuh, kalian lihat aja di dalam Toples itu, semua yang aku beli kemarin ada di sana semua", 'Jawab Leni'.
Adzkia dan Feni pun, melihat bahan apa saja yang di beli oleh Leni kemarin.
"Udah Ta, udah semua di beli oleh Leni kemarin", 'Ucap Feni kepada Gita yang masih dalam sambungan telepon'.
"Yasudah deh, kita langsung pulang ya. Biar cepat selesai masaknya", 'Ucap Gita yang memutuskan sambungan teleponnya dengan Feni'.
*
"Fen kamu udah jadi minjam wajah yang besar sama istrinya pakde hirman?", 'Tanya Adzkia'.
"Belum Ki, ini aku mau pergi. Tadi mau pergi si Gita nelpon, yasudah aku kesana dulu ya", 'Jawab Feni'.
Feni pun pergi ke rumah pakde hirman (pakde yang jualan opor di depan kossan mereka yang lama) untuk meminjam Wajah besar untuk masak, karena mereka tidak ada wajan besar untuk masak banyak.
Sedangkan Adzkia mulai mengeksekusi bahan-bahan yang ada terlebih dahulu, sembari menunggu Gita dan lainnya dari pasar.
Hari ini mereka akan membuat lontong sayur, Bihun goreng, bakwan, dan juga kerupuk kuah (khas Minangkabau)
__ADS_1