
Setelah pulang dari rumah ibu yang punya kontrakan, Adzkia, Leni dan Feni sarapan. Setelah itu mereka bertiga lanjut istirahat ke kamar mereka masing-masing karena nanti siang mereka akan pergi ke toko elektronik untuk membeli perlengkapan untuk mengisi kontrakan mereka yang baru. Kenapa mereka harus membeli perlengkapan kontrakan yang baru?.....
Karena dari awal mereka sampai di sini mereka itu tinggal di kos-kosan, yang mana perlengkapan semuanya sudah di siapkan oleh orang yang punya kos-kosan. Seperti kasur, lemari, alat masak, dan bahkan ember pun kadang kita bisa Makai yang ada di kosan tersebut. Tetapi kalau kita ngontrak rumah atau kontrakan lah istilahnya, itu murni rumah kosong saja tanpa ada perlengkapan satu pun.
Itu lah perbedaan kos-kosan dan kontrakan menurut author ya teman-teman.
Kalau menurut teman-teman semuanya perbedaannya apa?, tulis di komen ya, hehehehe.
Allahu Akbar Allahu Akbar......
(Suara Adzan sholat Dzuhur berkumandang)
Kos-kosan Adzkia dan teman-temannya sekarang itu, tepat di sebelah musholla jadi terdengar suara adzan tiap waktu. Dan juga dekat kalau mau sholat berjamaah atau pun yang sholat tarawih pada bulan puasa.
Biasanya yang sering sholat berjamaah di mushollah ini kebanyakan bapak-bapak maupun remaja laki-laki yang tinggal di sekitaran mushollah, sangat jarang ibu-ibu bahkan tidak pernah terlihat malah ibu-ibu yang sholat berjamaah tiap waktu di mushollah ini dan sebut saja nama mushollah Al-Ikhlas.
"hhuammm.... udah jam berapa ya?", 'Ucap Adzkia yang kebangun mendengar suara adzan dan meraih handphone yang berada di sampingnya untuk melihat waktu'.
"Ini mau pergi jam berapa ya?, mana aku masih ngantuk bangat lagi", 'Ucap Adzkia yang dari tadi nguap terus menerus'.
Tadi setelah sarapan Adzkia tidak langsung tidur, karena dia belum ngantuk dan juga memainkan handphonenya.
Tadi Adzkia juga video call dulu dengan pacarnya Revan, maklum lah ya namanya juga hubungan jarak jauh atau biasa di sebut LDR (long distance relationship) jadi lebih sering mengirim pesan dan juga video call agar tidak ada kecurigaan, heehehehe.
"Kita pergi jam berapa Fen?", 'Tanya Adzkia kepada Feni'.
Adzkia dan Feni bertemu di tangga, saat Adzkia mau ke kamar mandi dan Feni mau balik ke kamarnya.
"Sekitar jam 2 an aja kali ya Ki, biar ngak ke sorean kita balik nya, soalnya kan kita ntar shift malam, jadi bisa istirahat lagi balik dari sana", 'Jawab Feni'.
"Yasudah Fen, kamu udah mandi?", 'Tanya Adzkia lagi'.
"Udah Ki barusan sekalian ambil wudhu", 'Jawab Feni'.
"Yasudah aku juga sekalian mandi lah", 'Jawab Adzkia yang balik lagi ke kamarnya ambil handuk'.
"Fen, ntar kalau udah abis sholat tolong bangunin Leni ya, kalau dia belum bangun", 'Teriak Adzkia'.
"Iya Ki.....", 'Jawab Feni juga dengan teriak karena dia sudah hampir masuk kamar'.
*
"Kita mau ke toko yang mana nih?", ' Tanya Leni saat mereka baru turun dari angkot'.
"Yang depan ini aja kali ya, panas soalnya kalau jalan ke ujung sana", 'jawab Feni'.
"Yasudah yuk nyebrang", 'Ucap Adzkia mengandeng tangan Leni dan Feni, ini posisinya Adzkia berada di tengah-tengah'.
"eits.... tunggu dulu, kamu yang di sebelah di sini ki, kan kamu doang yang bisa nyebrang di tempat keramaian kayak gini", 'Ucap Feni dan dia pindah posisi ketempat Adzkia berdiri sekarang'.
"Iya deh iya.....", 'Ucap Adzkia'.
Setiap nyebrang di tempat keramaian seperti ini, pasti Adzkia yang selalu di andalkan oleh teman-temannya, karena mereka pada tidak bisa nyebrang kalau lagi ramai begini.
Ya namanya di kota besar dan kawasan industri ya, nama ada sepinya kendaraan. Kalau nunggu sepi mah, ngak bakalan nyebrang kalau begitu, hehehehe.
Adzkia berasal dari kampung yang cukup jauh dari kota sekitaran 3-4 jam an, dan teman-temannya padahal orang kota semua. Tetapi Adzkia dari di kecil sudah di aja bagaimana cara menyebrang di tempat keramaian oleh mamanya.
__ADS_1
Masa orang kota kalah sama orang kampung soal menyebrang jalan, hehehehe.
"Permisi........", 'Ucap Adzkia dan teman-temannya saat memasuki toko elektronik yang berada di pinggir jalan raya tersebut'.
"Iya mau cari apa?", 'Jawab seorang laki-laki tinggi, putih dan bermata sipit dan memakai kacamata sebut saja koko karena dia seperti orang keturunan china'.
"Mau Cari Lemari Ko", 'Jawab Adzkia'.
"Lemari yang seperti apa?, ayo kesebelah sini", 'Tanya Koko yang punya toko dan mengajak mereka bertiga ketempat bagian lemari'.
"Ini ada pilihannya, mau yang mana?", 'Tanya koko itu lagi'.
"Yang ini berapa ko?", 'Tanya Adzkia balik dan menunjuk salah satu lemari plastik 2 ruang dan 3 tingkat'.
"Hhmmm itu 650.000", 'Jawab koko'.
"Tidak bisa kurang Ko?", 'Tanya Adzkia lagi'.
"Mau ambil berapa?", 'Tanya koko itu balik'.
"2....", 'Jawab Adzkia'.
"Yasudah 1.200.000 aja 2 ya, mau ngak?", 'Tanya koko itu balik'.
"Gimana?", 'Tanya Adzkia berunding dengan Leni dan Feni'.
"Iya ngak apa-apa, emang segitu pasarannya kayanya, soalnya kamarin mama aku di Padang beli 700.000 malahan", 'Jawab Feni'.
"Yasudah ko, 1.200.000 ya ko", 'Ucap Adzkia lagi'.
"Iya.....", 'Jawab koko tersebut'.
"Kalau yang itu 250.000 kalau yang ini 200.000", 'Jawab koko tersebut'.
"Bedanya apa?", 'Tanya Adzkia'.
"Bedanya itu yang ini 285rb itu lebih gede dan tebal, kalau yang 250rb itu lebih kecil hanya muat untuk 1 orang aja dan agak tipis", 'Jawab koko'.
"Yang 285rb itu 250rb ya ko", 'Tawar Feni'.
"Ngak dapat lah, 260 aja", 'Jawab koko'.
"Kurang lagi lah ko, kita ambil 4 itu kasur", 'Tawar Feni lagi'.
"4 cukup kali ya?", 'Tanya Feni kepada teman-temannya.
"Cukup kayanya, soalnya itu kan kita dempet-dempetin jadi bisa 3 orang 2 kasur", 'Jawab Adzkia'.
"Yasudah deh, ambil lah 250, 4 ya?, 'Tanya koko itu balik'.
"Iya ko 4", 'Jawab Feni'.
"Lemari udah, kasur udah, kompor gas ko", 'Ucap Adzkia'.
"Yang satu tungku atau dua tungku?", 'Tanya koko itu lagi'.
"Satu tungku aja ko", 'Jawab Adzkia'.
__ADS_1
"Merk-nya apa?", 'Tanya Koko itu lagi'.
"Rinnai", 'Jawab Feni'.
"Apalagi, Magicom ngak?", 'Tanya Koko lagi'.
"Udah ada ko", 'Jawab Adzkia'.
"Kipas angin ko, yang baling-baling di atas itu Lo ko, ada ngak?", 'Tanya Feni'.
"Yang seperti ini?", 'Tanya Koko itu balik dan memperlihatkan model kipas anginnya'.
"ini yang kecil ya ko?, ngak ada yang lebih besar ko?", 'Tanya Feni lagi'.
"Ini yang besarnya di sini", 'Jawab koko' tersebut'.
"Yasudah deh ini 2 ko", 'Ucap Feni'.
"Kulkas Ko yang 1 pintu merk Sharp?", 'Tanya Adzkia'.
"Ini ya, 1.8 JT", 'Ucap Koko'.
"Ngak kurang lagi ko?", 'Tanya Feni'.
"Yasudah deh karena kalian sudah belanja banyak disini 1,6 JT deh Koko kasih", 'Jawab Koko tersebut'.
"Itu totalnya berapa Ko, ntar pilih-pilih aja tahu nya budget ngak cukup, hehehe", 'Ucap Adzkia sambil ketawa'.
"4.220.000", 'Ucap Koko yang punya toko'.
"Ngak ada korting nya lagi ko?", 'Tanya Feni'.
"Itu kan tadi barangnya satu-satu sudah di korting, kalau di korting lagi ngak dapat untung saya, hehehe", 'Jawab Koko sambil tertawa'.
"Apalagi ya?", 'Tanya Adzkia kepada Leni dan Feni'.
"Dispenser air udah belum?", 'Tanya Leni balik dan memegang dispenser'.
"Oh iya dispenser, hampir lupa", 'Jawab Adzkia'.
"Dispenser berapa ko?", 'Tanya Adzkia'.
"Yang biasa sama panas atau yang biasa, dingin dan panas?", 'Tanya Koko balik'.
"yang biasa sama panas aja ko, kalau mau dingin bisa masukin air dalam kulkas", 'Jawab Adzkia'.
"Koko kasih harga pas aja sekalian 150rb, biasanya tak jual 180rb", 'Jawab koko'.
"Berarti 4.220.000 + 180.000 \= 4.400.000", 'Ucap Adzkia'.
"Jadi beli TV?", 'Tanya Adzkia'.
"Jadi aja, udah lama nih ngak nonton TV", 'Jawab Leni'.
"TV ko?", 'Tanya Adzkia'.
"TV di seberang sana ya, di seberang itu juga toko saya, ada istri saya di sana", 'Jawab Koko tersebut'.
__ADS_1
Adzkia dan teman-temannya pun, menyebrang jalan menuju toko yang di maksud Koko yang tadi