
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh", 'Ucap moderator dalam acara kali ini'.
"Waalaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh", 'Jawab para audiens yang berada dalam ruangan tersebut'.
"Terimakasih kepada Bapak-ibuk wali murid yang telah hadir dalam acara pelepasan siswa-siswi Kami ke dunia kerja. Baik lah dalam acara kali ini, sepatah kata yang akan di sampaikan oleh kepala sekolah, kepada Bapak di persilahkan", 'Ucap Moderator'.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh....", 'Ucap Kepala sekolah Adzkia dalam pembukaan acara pelepasan siswa-siswi mereka ke dunia kerja'.
"Waalaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh", 'Jawab seluruh orang yang berada di dalam ruangan tersebut'.
"Pertama dan utama pujian syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul di sekolah yang sama-sama kita cintai ini. Dan tak lupa pula sholawat beriringkan salam,kita sampaikan kepada nabi besar kita yakni nya Nabi Muhammad Saw. Terimakasih kepada Bapak-ibuk dan wali murid semuanya, yang telah hadir dalam acara pelepasan siswa-siswi kita ke dunia kerja.
Ananda-ananda ku sekalian, Kami memohon dengan sangat kepada kalian. Saat kalian berada di dunia kerja nantinya, tolong jaga sikap, dan perilaku kalian jangan sampai mencoreng nama baik sekolah. Ibu tegaskan sekali lagi, tolong jaga nama Almamater kalian, jangan sampai gara-gara ulah satu orang berimbas kepada yang lainnya. Jangan Sampai gara-gara satu orang yang berbuat kesalahan, pihak perusahaan memutuskan kerja sama dengan pihak sekolah dan juga itu semua akan berimbas kepada adik-adik di bawah kalian nantinya. Tolong dengan sangat-sangat, jaga attitude kalian saat berada di dunia kerja. Yang di butuhkan di dunia kerja bukan lah kalian yang hebat dan bisa segalanya, tetapi yang sangat di butuhkan adalah Attitude yang bagus. Masalah pekerjaan yang kalian tidak bisa, kalian bisa belajar dari teman atau senior atau bahkan atasan kalian. Cukup sekian dari saya, atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh", 'Ucap Kepala sekolah'.
"Baiklah Ibu-bapak semuanya, Kita lepas ananda-ananda kita kedunia kerja. Semoga ananda kita sukses di dunia kerja dan tetap menjaga nama baik sekolah yang kita cintai ini", 'ucap Moderator dalam acara pelepasan kali ini', sambil mengetuk mic yang di pegang nya yang menandakan bahwa siswa-siswi telah di lepas dari pihak sekolah dan di sambung tepuk tangan semua orang yang berada dalam ruangan tersebut.
"Baik lah bapak-ibuk wali murid beserta ananda yang kami, selanjutnya untuk pembayaran tiket pesawat untuk keberangkatan pada hari Senin tanggal 1 Agustus besok di bayar silahkan di bayar kepada Ibu Erna dan Bapak Riko. Mereka ada di depan ruangan ini, sekian acara pelepasan ini salah dan khilaf nya kami mohon maaf, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh", 'ucap Moderator menutup acara kali ini'.
"Waalaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh", 'Jawab para audiens yang berada dalam ruangan tersebut'.
Orang tua wali murid beserta siswa-siswi keluar ruangan, dan menuju meja tempat pembayaran tiket pesawat keberangkatan besok.
__ADS_1
*
Hari ini adalah dua hari sebelum keberangkatan Adzkia ke Tangerang, Adzkia sudah mulai packing-packing dan pamitan dengan keluarga besarnya.
Hari ini Adzkia akan pergi kerumah keluarga dari papanya, sedangkan keluarga dari mamanya Adzkia sudah pamit dari kemarin.
"Nek, Kia pamit ya nek, Alhamdulillah Adzkia keterima bekerja di pulau Jawa. Sehat sehat-sehat ya, doain Adzkia sukses di sana dan juga sehat terus. Adzkia pasti bakalan kangen dengan nenek", 'Ucap Adzkia menahan air matanya agar tidak jatuh'.
"Iya nak, kamu baik-baik ya di sana. Nenek pasti bakalan kangen kamu terus, jaga kesehatan, jaga makan. Nenek pasti bakalan doain kamu terus", 'Ucap nenek Adzkia yang berurai air mata'.
"Iya nek, Adzkia pasti juga bakalan kangen sama nenek, nenek juga jaga kesehatan ya, jangan terlalu banyak bekerja, nanti nenek sakit", 'Ucap Adzkia yang juga tidak bisa menahan air matanya untuk jatuh'.
"Iya nenek bakalan jaga kesehatan kok, kamu makan yang teratur ya, takutnya nanti kamu sakit di sana tidak ada yang jagain", 'Ucap nenek Adzkia yang masih berurai air mata'.
"Kenapa kamu tidak cari kerja dekat sini aja Ki, kenapa kamu harus pergi jauh untuk bekerja. kenapa kamu ninggalin nenek", 'Ucap Nenek Adzkia yang masih berurai air mata'.
"Sudah nek, kia tidak ninggalin nenek. Kia janji sama nenek, Kia bakalan pulang dan nemui nenek lagi. Kan masih ada bang Rian, kak ira, gio dan cucu yang lainnya yang bakalan nemani nenek. Sudah ya nenek jangan nangis lagi", 'Ucap Adzkia menenangkan nenek ya'.
Adzkia dan saudaranya paling dekat dengan nenek dan keluarganya dari papanya, mungkin karena mereka tinggal satu desa dan bisa ketemu setiap saat, nenek Adzkia juga paling dekat dengan Adzkia dan saudaranya, dengan cucunya yang lain tidak terlalu dekat.
Kenapa Adzkia hanya membahas neneknya, karena kakek dari papa Adzkia sudah meninggal saat Adzkia masih kelas 5 SD. Sampai sekarang Adzkia sangat menyesali kepergian kakeknya, karena saat kepergian kakeknya Adzkia tetap pergi kesekolah karena ada ulangan hari. Jadi Adzkia tidak bisa melihat saat kakeknya di masukkan ke liang lahat, hal itu yang sangat di sesali Adzkia sampai sekarang, menurutnya itu adalah hal terbodoh yang dia lakukan seumur hidupnya.
Kalau dengan keluarga dari ibunya Adzkia dan saudaranya tidak terlalu dekat, mungkin karena tinggalnya jauh-jauhan jadi jarang ketemu, palingan ketemu ketika ada acara-acara keluarga yang penting-penting saja, misalnya lebaran, memasuki bulan Ramadhan.
__ADS_1
"Sudah Mak jangan berlarut-larut, nanti Adzkianya berangkat tidak tenang dan kepikiran Mak terus", 'Ucap Tante Adzkia, yakni adik paling bontot dari papa Adzkia'.
"Iya mak, betul yang di bilang Adel, masih ada kita yang bakalan nemani Mak. Biar lah Adzkia mewujudkan keinginan untuk bekerja mak, biar lah dia merantau ke negeri orang untuk mencari pengalaman. Sebenarnya dia juga berat untuk pergi meninggalkan kita", 'Ucap mama Adzkia yang juga ikut menenangkan mertuanya'.
"Maaf ya Ki, nenek hanya bisa kasih ini", 'Ucap nenek Adzkia dan menyelipkan uang 100.000 ketangan Adzkia saat Adzkia pamit hendak pulang ke rumahnya'.
""Tidak nek, maaf Adzkia tidak bisa nerima ini nek. Uang ini nenek simpan saja", 'Ucap Adzkia mengembalikan uang yang tadi di berikan oleh nenek ya'.
"Tidak kamu ambil saja, uang itu. Kalau tidak aku ambil nenek bakalan tambah sedih, hanya itu yang bisa nenek berikan kepada kamu", 'Ucap nenek Adzkia yang masih berlinang air mata'.
"Sudah Ki, ambil saja. Mungkin kalau kamu ambil uang itu, dia bakalan lebih tenang", 'Ucap Tante Adel'.
"Tapi Tan", 'Ucap Adzkia yang menjeda ucapannya'.
"Sudah ambil saja", 'Suruh tante Adel'.
"yasudah", 'Ucap Adzkia dan menerima uang itu kembali'.
"Nek Adzkia janji, bakalan balikin uang ini lagi dengan hasil kerja Adzkia sendiri, bahkan lebih", 'Ucap Adzkia kepada neneknya'.
"Kamu hati-hati ya nak, ingat jaga kesehatan kamu", 'Ucap nenek Adzkia'.
"Iya nek, nenek juga jaga kesehatan", 'Ucap Adzkia'.
__ADS_1
Adzkia pun pamit kepada neneknya dan yang lain.