Kehidupan Di Kampung Dan Tetangga Yang Julid

Kehidupan Di Kampung Dan Tetangga Yang Julid
Akibat dari Fitnah (2)


__ADS_3

"Assalamualaikum Ki", 'ucap Edi'.


"Waalaikumusalam bang Edi, ada apa nih tumben-tumbennya kesini", 'Ucap Eki memberhentikan pekerjaannya'.


"Ini Ki, saya mau minta tolong sama kamu, kamu ikut saya bentar ya", ',Ucap Edi'.


"Kemana bang?, dan ada apa?", 'Tanya Eki'.


"Begini Ki, sebenarnya saya malu sama masalah ini, ini adalah aib keluarga saya dan keluarga istrinya. Tapi kalau tidak dengan begini, pasti masalahnya tidak akan selesai", 'Jelas Edi'.


Eki yang mengerti maksud Edi pun, ikut dengan Edi yang entah akan pergi kemana.


Edi, Eki pun lewat belakang Rumah Weni, begitu pun dengan Suni dan Ita. Meskipun itu lewat pematang sawah tapi tidak apa-apa, agar mereka mendengar sendiri apa yang di bicarakan oleh Rosma. Ibu-ibu di sana sudah lumayan banyak, emang kalau sore-sore begini mereka akan ngumpul di sana untuk mengosip.


"Kamu udah sendal sendiri kan Ki?", 'Tanya Edi'.


"Sudah bang, benar-benar ya itu orang tidak ada kapok-kapoknya. Padahal itu mah aib dia sendiri juga", 'jawab Eki'.


Dulu juga pernah Rosma menuduh Edi, minjam uang kepada Ibnu. Katanya Edi selingkuh di belakang Ita, jadinya dia minjam uang untuk pacarnya itu. Tuduhan itu pun juga Sampai ke telinga Edi, Edi pun membawa ibnu ke hadapan Rosma. Dan ibnu pun menjelaskan bahwa Edi tidak pernah meminjam uang kepadanya, dan sekarang Rosma menuduh Edi lagi kalau meminjam uang kepada Eki. Padahal Edi lah yang selalu membantu Rosma, tetapi Rosma tidak tahu terimakasih.


Terlebih saat kemarin anaknya si Meti menikah, Edi lah yang membantu membiayai separuhnya. Tetapi Rosma tidak berterima kasih, malah menjelek-jelekkan Edi kepada Warga lain.


"Sudah cukup Rosma, kamu selalu menjelekkan dan memfitnah saya. Salah saya apa sama kamu, emang saya pernah meminta atau menganggu keluarga kamu. Padahal saya lah yang sering membantu keluarga kamu, saat kamu mengeluh tidak ada uang. Saat anak kamu menikah, sudah dua orang kan?, kamu tidak ingat apa yang saya berikan?. Hampir separuh dari biaya nikahan anak kamu saya yang menanggungnya Ros, tapi kamu apa? malah tidak tahu terimakasih", 'Ucap Edi dengan penuh Emosi'.


Membuat ibu-ibu di sana dan juga Rosma kaget, melihat kedatangan Edi dan juga Eki. Rosma hanya diam tanpa berkutit sedikit pun.


"Berarti kamu juga kan yang mengadu domba saya dengan bapak, supaya dia membenci dan marah sama keluarga saya. Ini saya hadapin kamu dengan Eki, yang kamu bilang kalau saya pernah meminjam uang sama dia untuk membiayai istri muda saya", ' ucap Edi yang masih marah'.

__ADS_1


"Saya bilang ya sama kamu Rosma dan ibu-ibu yang ada di sini, yang kemakan sama omongan-omongannya Rosma. Bahwa Edi tidak pernah meminjam uang kepada saya sepersen pun", 'Ucap Eki dengan tegas'.


"Bisa saja kan kalian bersekongkol-kongkol untuk berbohong", 'Ucap Rosma terbata-bata'.


"Itu urusan kamu mau percaya atau tidak, saya tegaskan sekali lagi jangan pernah bawa-bawa saya kedalam urusan keluarga besar kamu. Benarnya juga kata Edi, kamu adalah orang yang tidak tahu terimakasih. Padahal saat anak kamu nikah, Edi lah yang sana kesini sibuk mengurusnya. Tetapi sekarang kamu malah memfitnah dia", 'tegas Eki lagi'.


Rosma hanya berdiam diri, tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulut.


"Saya masih ada segan sama kamu Ros, karena kamu adik ipar saya, adik kandung istri saya. Kalau tidak, saya tidak segan-segan melaporkan kamu ke kantor polisi tentang pencemaran nama baik", 'Ucap Edi dengan tegas lagi'.


Edi dan Eki pun langsung berbalik badan, dan pulang kerumah mereka masing-masing. Begitu pun dengan Ita dan Suni, mereka juga berbalik badan dan melangkah untuk pulang. Tidak ada sepatah kata pun juga yang keluar dari mulut Ita, karena dia juga sudah abis pikir dengan adiknya itu. Padahal mereka hanya berdua kakak beradik, tetapi mereka sangat bertolak belakang. Ita juga berpikir bahwa Rosma tidak ada kapok-kapoknya, dia selalu mengompiri ibu-ibu di kampung ini.


"Seram ya kalau Edi marah, baru kali ini saya lihatnya", 'Ucap Nani'.


"Iya yah, saya juga baru kali ini", 'Ucap Teni'.


"Kamu sih Ros, gara-gara kamu nih. Kita semua di marahin oleh Edi", 'Ucap Vina yang menyalahkan Rosma'.


"Kenapa pada nyalahin saya sih?", 'Ucap Rosma yang masih kesal'.


"Iya nyalahin kamu lah, terus kita nyalahin siapa lagi. Orang kamu yang menyebarkan gosip kalau Edi itu sering minjam-minjam uang orang lain untuk menafkahi istri mudanya, dan kenyataannya setelah di hadap-hadapin dengan kamu. Kamu malah diam saja tidak berkutit sedikit pun, huhhhh gimana sih kamu Ros", 'Ucap Vina sembari menyoraki Rosma'.


"Huhhhh", 'Ibu-ibu yang lain juga ikut menyoraki Rosma'.


Rosma pun Langsung pulang kerumahnya, karena dia tidak tahan menahan malu di depan Ibu-ibu di sana.


Semenjak kejadian Itu Rosma sangat jarang keluar rumah, karena tidak tahan malu.

__ADS_1


Untuk belanja sayur pun dia rela, pergi belanja ke tempat Bu wisma yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya dan itu harus naik motor biar cepat sampai. Dan juga Rosma tidak pernah ikut ngumpul-ngumpul lagi, dengan ibu-ibu kampung sini di sore harinya.


*


"Nani?, kamu nyari siapa sih, dari tadi saya lihat kamu celengak-celinguk", 'Tanya Teni'.


"Hmmmm.... saya nyari Rosma, kok dia tidak kelihatan ya", 'Jawab Nani'.


"Kenapa?, kamu kangen ya sama Rosma?, heheheh", 'Tanya Teni lagi dan sambut tawa ibu-ibu yang lain'.


"Bukan begitu Teni, biasanya dia kan paling duluan ikut kerja bakti ini. Walaupun hanya pergi mengibah bukah kerja, sekalian saya mau minta uang saya yang seminggu lalu dia pinjam katanya mau bayar 3 hari lagi, tapi ini udah seminggu belum di bayar", 'Ucap Nani'.


"Iya juga ya, semenjak pertengkaran dia dan Edi itu, dia jarang kelihatan", 'Ucap Teni'.


"Iya juga ya, kamu samperin aja nan, kerumahnya", 'Ucap Vina'.


"Pintu rumahnya selalu tertutup, setiap saya lewat sana. Biasanya kan terbuka terus, kecuali dia tidak ada di rumah", 'Ucap Nani'.


"Eh itu ada si Eli tu anaknya. coba kamu tanya aja Nan", 'Ucap Teni menunjuk kearah Eli'.


Nani dan yang lainnya pun mendatangi Eli, untuk menanyakan keberadaan Ibunya.


"Eli, ibu kamu mana. Kok tidak kelihatan", 'Tanya Nani'.


"Ibu saya lagi tidak enak badan Bu tadi katanya, jadi tidak ikut kerja bakti", 'Jawab Eli'.


"Ooo.... gitu, yasudah. Nanti bilangin ibu mu ya, di cariin Bu Nani gitu, penting. Tolong bilangin ya", 'Ucap Nani'.

__ADS_1


"Iya Bu, nanti saya bilangin", 'Jawab Eli'.


Nani dan yang lainnya, pun mulai bekerja sesuai arahan dari pak RT dan pengurus mesjid.


__ADS_2