Kehidupan Di Kampung Dan Tetangga Yang Julid

Kehidupan Di Kampung Dan Tetangga Yang Julid
kepergian Adzkia


__ADS_3

Senin, 1 Agustus 2017, hari dimana Adzkia akan berangkat untuk bekerja ke pulau Jawa, tepatnya Tangerang Banten.


Jam 3 dini hari Adzkia dan keluarga berangkat dari rumahnya, karena kebandara memakan waktu sekitar 3 jam an, dan Adzkia mendapat keberangkat jam 7.45. Adzkia di antar oleh mama, Abangnya, kakak ipar, dan keponakannya. Papa Adzkia tidak ikut, karena hari ini juga berlangsungnya MTQ tingkat kecamatan yang di laksanakan di kampung Adzkia, papa Adzkia sebagai ketua panitia pelaksana acara tersebut, jadi tidak bisa ikut mengantar Adzkia ke bandara. Adik Adzkia gio, juga tidak bisa ikut karena dia harus sekolah dan tidak bisa izin.


"Pa, Kia pamit ya. Papa jaga kesehatan, jangan terlalu capek bekerja", 'Ucap Adzkia menahan agar air matanya tidak tumpah'.


"Iya nak, kamu hati-hati ya di sana. Kerja yang benar, jangan kecewain papa, mama dan keluarga mu. Kamu jaga kesehatan juga, makan yang teratur jangan sampai sakit. Nanti tidak ada yang ngurusin kamu kalau kamu sakit. Selalu kabarin kerumah ya, kalau ada apa-apa", 'Ucap Ajis yang juga menahan air matanya tidak tumpah, dia tidak mau terlihat cengeng di depan anak-anaknya'.


"Iya pa, papa juga harus selalu ngabari Adzkia juga kalau terjadi apa-apa", 'Ucap Adzkia yang sudah berurai air mata'.


"Sudah nak jangan nangis, sebenarnya papa juga berat melepas kamu pergi lagi. Sudah cukup rasanya kamu jauh dari papa selama 3 tahun kamu sekolah di kota, tetapi karena ini adalah mimpi kamu inshaallah papa ridho melepas kamu lagi demi mengejar mimpi mu nak. Kamu janji ya, kerja hanya 1 tahun saja, setelah itu kamu kembali lagi ke sini, untuk bersama-sama dengan papa, mama, dan yang lainnya", 'Ucap Ajis'.


"Kalau untuk itu Adzkia tidak janji ya pa, tapi Adzkia pasti bakalan kembali lagi kesini. Adzkia janji sama papa, bahwa Adzkia tidak akan menetap di sana selamanya", 'Ucap Adzkia cengengesan'.

__ADS_1


"Kalau kamu lama-lama di sana, nanti dapat jodoh orang sana gimana?. Kalau sudah menikah dengan orang sana, bakalan susah untuk pulang", 'Ucap Ajis'.


"Adzkia tidak bakalan lama-lama kok pa, Adzkia hanya mencari pengalaman", 'Ucap Adzkia'.


Adzkia kemudian pamit kepada Papa dan Adiknya, Adzkia juga berpesan kepada gio untuk belajar yang rajin, dan jangan sering menyusahkan orang tuanya. Adzkia juga mengajarkan kepada gio buat menabung, jika kita menginginkan membeli sesuatu, tidak mengandalkan uang orang tua.


Karena Adzkia pernah ada di posisi orang tuanya lagi jatuh hampir bangkrut malahan.


Kejadian itu terjadi saat Adzkia sekolah di kota, dan itu posisinya Adzkia mau ikut studi tour ke pulau Jawa, dan itu memakan biaya sekitar 3jt lebih itu hanya ongkos, penginapan, dan lainnya, dan itu di luar jajan kita. Uang studi tour itu di cicil 3 kali bayar, saat Adzkia akan membayar cicilan itu, uangnya hilang di dalam tasnya saat dia lagi sholat di mesjid bersama teman-temannya. Adzkia binggung mau mengadu kepada siapa, dia juga tidak tega minta kepada orang tuanya. Tetapi Adzkia tidak punya pilihan lain, selain memberi tahu orang tuanya, karena jika tidak ikut studi tour berarti kita tidak naik kelas.


Saat Adzkia hendak pindah, di larang oleh kakek dari mamanya dan kakeknya lah yang memberi uang untuk membayar uang studi tour itu. Karena itu adalah mimpi Adzkia untuk bersekolah disana, dulu saat seleksi masuk sekolah, Adzkia gagal di tahap pertama, dan akhirnya mencoba lagi di tahap kedua. Tahap pertama itu, semacam seleksi melalui nilai raport SMP kita, bukan seleksi tertulis, dan Adzkia gagal di tahap itu, sedangkan temannya lolos. Karena keinginannya kuat buat masuk di sana, akhirnya Adzkia mengikuti seleksi kedua yaitu seleksi tertulis, dan Alhamdulillah Adzkia Lulus di peringkat ke 7 dari sekitar 300 calon siswa-siswi baru.


Saat sekolah, untuk membeli gadget aja, Adzkia tidak berani minta sama orang tuanya, padahal banyak tugas-tugas yang di kirim melalui grup WhatsApp. Tetapi Alhamdulillahnya, Adzkia mempunyai laptop yang dulu merupakan milik abangnya, karena abangnya sudah lulus jadi di berikan kepada Adzkia. Adzkia rela tidak jajan waktu sekolah, demi bisa menabung dan membeli handphone dengan tabungannya sendiri. Padahal orang tua Adzkia terbilang bercukupan, meskipun pernah jatuh dan hampir bangkrut, Alhamdulillahnya kondisi keuangan keluarga Adzkia cepat pulih kembali.

__ADS_1


*


Sebelum masuk kedalam Bandara untuk check in dan mengurus bagasi, Adzkia dan teman-temannya di beri arahan terlebih dahulu oleh guru pendamping yang akan mengantarkan mereka perusahaan. Adzkia dan teman-temannya juga pamit kepada orang tua dan keluarga mereka masing-masing sebelum memasuki bandara dan berangkat. Adzkia berangkat bersama tujuh orang temannya yang lain, dan di dampingi oleh seorang guru yang akan menyerahkan mereka secara langsung kepada perusahaan dan akan melaksanakan serangkaian tes lagi di sana, sebelum akhirnya mereka benar-benar di terima, dan memulai bekerja. Kemungkinan besar Adzkia dan teman-temannya di terima, karena mereka seperti ikut seleksi jalur khusus, dan bisa jadi mereka gagal saat MCU (medical check up) karyawan atau calon karyawan.


MCU (Medical Check Up) adalah pemeriksaan kesehatan yang di lakukan untuk karyawan atau calon karyawan suatu lingkungan pekerjaan.


Medical check up ini penting, karena bertujuan untuk mendeteksi gangguan kesehatan akibat aktivitas dalam pekerjaan atau yang dapat memengaruhi kemampuan dalam menjalani pekerjaan.


Tes medical check up meliputi, Rontgen, mata, urin, darah, jantung, fungsi hati, gula darah, kolesterol, dan lainnya.


Tes medical check up juga bisa gagal, karena penyebabnya adalah seseorang yang akan bekerja memiliki resiko penyakit diabetes, hipertensi, kolestrol tinggi, kanker, epilepsi, dan penyakit yang membahayakan lainnya.


*

__ADS_1


Setelah sampai di bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang Banten. Adzkia beserta teman-temannya, diantar terlebih dahulu ke kos an yang akan mereka tempat sementara, mungkin nantinya mereka akan mencari yang lebih bagus dan nyaman oleh guru pendamping mereka. Setelah beristirahat sejenak dan Mengganti pakaian, menggunakan kemeja putih, celana hitam, dan jilbab instan hitam. Mereka kembali menuju perusahaan tempat seleksi di lakukan, untuk mengantarkan dokumen syarat-syarat lamaran seperti surat lamaran, CV (Curiculum Vitae), SKCK, KTP atau Resi KTP, NPWP, Transkip nilai dan lampiran lainnya sebagai penunjang lamaran mereka seperti sertifikat non akademik lainnya, mereka kali ini masih tetap di dampingi oleh guru, setelah urusannya selesai guru pendamping tersebut akan meninggalkan mereka, dan melakukan aktivitas yang lain, karena itu sudah di luar tanggung jawab pihak sekolah.


__ADS_2