Kehidupan Di Kampung Dan Tetangga Yang Julid

Kehidupan Di Kampung Dan Tetangga Yang Julid
Flashback


__ADS_3

Diah sudah berusaha buat membantu menjelaskan semuanya kepada Adzkia, tetapi Adzkia masih belum bisa mempercayainya. Saat ini Adzkia masih ingin menenangkan pemikirannya, karena dia tidak ingin punya hubungan spesial dengan siapa pun atau yang biasa di sebut pacaran. Apalagi harus balikan lagi dengan mantannya yang bernama Revan, untuk saat ini Adzkia masih berpikir dua kali buat balik lagi dengan Revan, meskipun tidak pernah keluar dari mulut Adzkia mau Revan kata-kata putus, tetapi Adzkia menganggapnya mereka sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi alias putus. Meskipun kedua orang tua mereka sudah saling kenal satu sama lain, begitu pun dengan Revan dan Adzkia juga dekat dengan keluarga mereka satu sama lain.


"Sudah lah Di, aku mau pikirin dulu buat balik lagi sama dia. Soalnya masih terngiang-ngiang di dalam pemikiran saya, apa yang pernah di lakukan dia dulu. Kalau aku mendengar dari orang lain itu tidak masalah bagi aku Di, tapi ini aku lihat dengan mata kepala aku sendiri Di. Dan yang lebih pasti, aku tidak mau di sakiti lagi untuk ke sekian kalinya Di. Kamu juga tahu kan, orang aku sering ceritanya sama kamu", 'Jelas Adzkia berusaha buat Tegar'.


"Iya Ki, tapikan dia sudah nunjukin buktinya Ki", 'Jawab Diah lagi pelan'.


"Beri aku waktu buat pemikiran semua ini dulu Di, kamu perlu lagi melakukan ini semua buat dia. Biarkanlah dia sendiri Di", 'Ucap Adzkia'.


"Okeh Ki, kamu pikirkan dulu aja. Aku juga tidak bisa memaksa kamu buat balik sama dia lagi Ki, itu hak kamu", 'Ucap Diah lagi'.


"Iya Di, terimakasih ya kamu sudah mengerti. Dan maaf kamu selalu terlibat, di saat hubungan aku sama Revan tidak baik", 'Ucap Adzkia yang merasa bersalah karena selalu terlibat dalam setiap hubungannya".


"Iya Ki, kamu tidak perlu minta maaf. Aku akan lakukan apapun, buat sahabat aku tersenyum lagi", 'Jawab Diah tersenyum'.


"Terimakasih ya Di, maaf tadi aku sudah marah-marah juga sama kamu. Dan aku pikir aku itu bantuin Revan untuk menutupi kesalahannya", 'ucap Adzkia yang masih merasa bersalah'.


"Iya Ki sama-sama, aku ngerti kok kamu bakalan berpikir seperti itu. Aku begini karena Revan menunjukan bukti-bukti yang kuat, karena dia di jebak Ki. Kalau tidak mah, ogah aku bantuin dia buat balik lagi sama kamu. Itu sama aja aku masukin sahabat aku sendiri, ke lubang buaya, hehehe", 'Ucap Diah tertawa'.


"heehhehe, bisa aja perumpamaan kamu Di", 'Ucap Adzkia yang juga tertawa'.


"Yasudah kamu pikirin dulu aja ya, tapi jangan terlalu di pikirin juga ntar Yang ada kamu sakit lagi. Aku mau balik dulu, siap-siap mau kerja sudah jam 9 malam soalnya", 'Ucap Diah pamit'.

__ADS_1


"Iya Di, kan kalau aku sakit ada kamu yang ngurusin aku, hehehehe", 'Ucap Adzkia cengengesan'.


"Jangan lah, repot ngurusin kamu mah, hehehe. yang iya aja Ki mikirin cowok sampai sakit", 'Ucap Diah lagi'.


"Iya-iya, kamu hati-hati ya dan semangat kerjanya. Tidur itu di kasur Diah di rumah, bukan di pabrik, hehehe", 'Ledek Adzkia lagi'.


"Lihat aja ntar ya, ada masanya kok kamu ntar shift 3 dan juga tidur di pabrik", 'Ucap Diah'.


"Iya-iya, udah sana balik, siap-siap ntar ketinggalan jemputan", 'Ucap Adzkia mengusir Diah'.


"Iya-iya, ini aku balik ni, bye-bye", 'Ucap Diah melangkahkan kakinya keluar kamar Adzkia, dan melambaikan tangannya'.


"Bye-bye hati-hati ya, semangat kerjanya", 'Ucap Adzkia yang juga melambaikan tangannya'.


Semenjak kepulangan Diah tadi, Adzkia pun menutup pintunya, dan mulai merebahkan tubuhnya di kasur dan dia berusaha keras buat memejamkan matanya. Adzkia memiringkan badannya ke kiri dan kanan, tetapi dia tetap tidak bisa tidur karena masih kepikiran apa yang di bicarakan oleh Diah tadi. Itu semua, membuat Adzkia mengingat kembali saat dia melihat Revan dengan perempuan lain.


Flashback.....


Saat itu Adzkia berjalan kewarung di dekat rumahnya, karena ada yang mau di beli. Saat hendak pulang dari warung, Adzkia melihat seorang laki-laki lewat dengan motor dan memboncengi perempuan. Orang itu tidak lain adalah Revan yang memboncengi seorang cewek yang Adzkia tidak kenali, padahal Revan sendiri masih berstatus sebagai pacar Adzkia. Dan yang tidak di sangka-sangka, perempuan itu melambaikan tanganny kepada Adzkia, Semenjak kejadian itu, Adzkia merasa sakit hati dan kecewa dengan Revan.


"Kamu harus pilih Rev, antara aku atau cewek itu?", 'Ucap Adzkia meminta kejelasan'.

__ADS_1


"Ya jelas aku pilih kamu lah, aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Perempuan itu. Dia hanya teman aku Ki, dan aku hanya menolong dia buat antar dia pulang", 'Jelas Revan'.


"Kamu pilih aku, tetapi kamu juga berhubungan dengan cewek itu. Enak bangat kamu, semuanya mau jadi milik kamu. Sudah lah Rev, aku sudah lihat semuanya kok dengan mata kepala aku sendiri, dan ternyata tadi kamu bawa motor dengan kecepatan tinggi itu, agar tidak terlihat oleh aku", 'Ucap Adzkia'.


"Sumpah Ki, demi Allah ki aku tidak ada hubungan apa-apa dengan dia Ki. Aku hanya niat buat bantu dia saja, sudah itu aja tidak lebih", 'Jelas Revan lagi'.


"Niat bantu?, terus ini apa", 'Ucap Adzkia mengirim pesan dari cewek yang tadi'.


"Eh, kamu Adzkia kan pacarnya Revan. Sorry ya, tadi aku jalan sama pacar kamu, dan kamu tadi lihat sendiri kan. Soalnya dia yang ajak aku jalan, katanya kamu tidak mau keluar kalau di ajak. Dan tadi juga Revan, mengungkapkan perasaannya loh, sama saya. Jadi kamu jangan dekatin dia lagi ya, Soalnya dia bilang udah mutusin kamu karena kamu tidak asik dan tidak mau di ajak keluar buat main", 'Ucap seseorang mengirim pesan kepada Adzkia melalui pesan messenger Facebook'.


Adzkia pun mengingat kembali wajah cewek yang di bonceng Revan tadi, dan mirip dengan orang yang di foto Facebook tersebut. Dan saat itu juga, perempuan tersebut mengganti foto profil Facebook dengan foto dia dan Revan saat berboncengan, dan cara pengambilan foto itu dari samping.


"Aku tidak pernah berbicara seperti itu Ki, sumpah demi Allah Ki. Ini sepertinya aku di jebak Adzkia", 'Ucap Revan lagi dan kembali bersumpah'.


"Sudah Lah Rev, tidak perlu bawa-bawa nama Allah kamu. Tidak ada yang perlu kamu jelasin lagi Rev, semuanya sudah terpampang dengan nyata", 'Ucap Adzkia'.


"Kamu dengarin dulu Ki, dia yang suka sama aku Ki. Tapi aku sudah menolak dia, dan aku tidak menyangka bahwa dia akan berbuat seperti ini. Aku di jebak oleh dia Ki", 'Ucap Revan lagi, dan berusaha memberikan penjelasan'.


"Sudah lah Rev, semuanya sudah jelas. Tidak ada yang perlu di jelasin lagi", 'Ucap Adzkia kemudian memutuskan sambungan telepon tersebut'.


Revan pun mencoba menelpon Adzkia berkali-kali, tetapi Adzkia merejectnya, karena Adzkia sudah terlanjur sakit hati dan kecewa.

__ADS_1


"Ya sudah Ki, kalau memang kamu tidak mau angkat telepon aku. Sekarang kamu tenangin diri kamu dulu aja, maaf ya Ki. Aku akan buktikan semuanya sama kamu Adzkia, secepatnya. Aku tidak mau kehilangan kamu Adzkia Almahyra", 'Ucap Revan mengirim pesan WhatsApp kepada Adzkia'.


__ADS_2