
Seminggu sudah Adzkia bekerja di salah satu perusahaan makanan, di Tangerang Banten. Adzkia sudah mulai terbiasa dan lincah dalam melakukan pekerjaannya di tempat kerja. Tetapi masih agak panik ketika ada masalah dalam pekerjaannya, misal ketika ada produk yang tidak sesuai standar perusahaan, apa yang harus di lakukan. Adzkia masih belum bisa mengatasi ketika ada penyimpangan-penyimpangan standar produk di area produksi.
Mungkin Adzkia dan teman-temannya masih tergolong baru, jadi belum terlalu mahir dalam menangani penyimpangan-penyimpangan produk di lapangan, oleh karena itu Adzkia dan teman-temannya masih di dampingi senior dalam Minggu ke dua ini. Agar mereka lebih bisa dalam segala hal yang berhubungan dengan standar produk yang telah di tetapkan oleh perusahaan, dan akhirnya bisa di lepas dan juga bisa menangani masalah tersebut tanpa harus adanya atasan mereka maupun senior mereka masing-masing.
"Adzkia kamu sudah berapa lama?", 'Tanya Gita senior yang menemani Adzkia Minggu ini'.
"Satu Minggu teh", 'Jawab Adzkia'.
"Berarti kamu sudah di ajari semuanya dong", 'ucap Gita lagi'.
"Sudah teh", 'Jawab Adzkia'.
"Baik kalau begitu. Karena kamu sudah di ajarin semuanya, hari ini kamu yang handle dan mengerjakan semua pekerjaan dan juga laporan, saya hanya memantau kamu. Jika kamu ada yang masih kurang di mengerti atau tidak tahu, kamu bisa tanya saya", 'Jelas Gita dengan judes'.
"Baik teh", 'Jawab Adzkia'.
Adzkia pun memulai menyiapkan kertas laporan, yang nantinya akan dia isi sampai jam kerja berakhir. Dan juga Adzkia sudah memulai pekerjaannya, karena ini sudah masuk jam kerjanya, dan juga dia sudah tukar informasi tentang line produksi yang dia pegang dengan QC yang start awal hari ini.
Karena hari ini adalah hari Senin, jadi Senin pagi sekitar jam 5 pagi, di mulai start produksi kembali. Setelah hari Sabtu stop produksi, dan hari minggunya di cleaning, makanya hari Senin ini start produksi kembali setelah di cleaning, jadi hari ini adalah hari yang sangat riweuh dan melelahkan, karena hari pertama start produksi di Minggu ini, maka akan ada saja masalahnya bagi beberapa line produksi.
*
"Aduh, capek bangat", 'Ucap Adzkia kepada Diah saat mereka pulang naik jemputan'.
"namanya juga hari Senin Ki, nanti kamu juga terbiasa, apalagi tadi kamu di line yang paling bermasalah dan tujuh mesin lagi", 'jawab Diah'.
"Iya kali ya Diah, ntah lah hari ini begitu melelahkan, dan juga dapat seniornya yang judesnya minta ampun", 'Ucap Adzkia kesal mengingat teh gita'.
"Emangnya kamu sama siapa Ki?", 'Tanya Diah'.
"Teh gita", 'Jawab Adzkia'.
__ADS_1
"Dia mah emang seperti itu orangnya, kamu tidak lihat dia bagai mana sama anak-anak produksi. Anak-anak produksi aja, pada takut sama dia. Tapi belajar sama dia enak tahu Ki, di jelasin semuanya sama dia", 'Ucap Diah'.
"Iya sih Diah, belajar sama dia enak. Tapi aku tidak di bantunya sama sekali, aku yang mengerjakan semuanya sendiri termasuk laporan. Mana hari ini banyak bangat lagi masalahnya, dia cuman bantu dikit doang, ketika bagian produksi sudah marah-marah sama aku, jadinya Dia deh yang turun tangan. Dan kamu sendiri tahu lah, gimana di line yang tujuh mesin itu, itu adalah yang paling banyak masalahnya. Mana aku mau pulang di suruh nyatat laporan apa saja masalah hari ini, untuk di share di grup WhatsApp QC. Tadi kamu tidak lihat, aku telat keluar dan lari-larian. Untung saja tadi aku lokernya bareng sama kamu, dan kamu sudah duluan keluarnya. Kalau tidak bisa ketinggalan jemputan aku tadi mah", 'Ucap Adzkia yang masih kesal'.
"Tidak apa-apa Ki, itu semua melatih kamu. Sekarang saja saat kamu masih belajar, sudah di kasih line produksi yang bermasalah, jadi nanti kamu sudah terbiasa ketika sudah di lepas sendirian dan tanpa di dampingi senior lagi', 'Ucap Diah menenangkan Adzkia'.
"Iya juga ya diah, semoga saja lah ada nikmahnya di balik ini semua", 'Ucap Adzkia yang sudah mulai tenang'.
Tidak terasa Adzkia, Diah, dan yang lainnya sampai di gang perumahan tempat tinggal mereka, dan mereka pun turun dan pulang menuju kos an mereka masing-masing.
Adzkia pun juga pulang ke kossannya, sampai di kamarnya Adzkia pun merebahkan badannya di atas kasur, karena hari ini adalah hari yang sangat melelahkan baginya. Mungkin karena lelahnya, Adzkia tertidur masih memakai pakaian kerja dan kerudung.
*
"Tok....tokk.... Adzkia....Adzkia....", 'Teriak Feni sambil mengetuk pintu kamar Adzkia'.
"Hmmm", 'Jawab Adzkia membuka matanya dengan paksa lalu berjalan untuk membuka pintu kamarnya'.
"Astaghfirullah Ki, kamu belum ganti baju dan masih pake kerudung juga lagi", 'Ucap Feni, kaget melihat Adzkia'.
"Iya sih, tadi aku lihat info kamu yang di kirim ke grup QC panjang bangat, dan banyak masalahnya", 'Ucap Ijah '.
"Ya begitu lah, btw kalian mau kemana?", 'Tanya Adzkia melihat teman-temannya yang sudah ganti pakaian dan rapi'.
"Mau keluar Ki, beli makan. Karena kamu tidak kelihatan makanya kami panggil kamu. Kamu mau ikut tidak?", 'Tanya Feni'.
"Gimananya, aku nitip aja boleh tidak", 'Jawab Adzkia nyengir'.
"Yasudah, kamu mau beli apa?", 'Tanya Feni'.
"Samain aja sama kalian", 'Jawab Adzkia'.
__ADS_1
"Kamu mandi dulu gih sana, udah Maghrib tau. Kita juga tidak lama kok, mau di bungkus saja jadinya. Kasian nanti kamu makan sendirian", 'Ucap Ijah'.
"Makasih ya, kalian memang teman-teman aku yang terbaik", 'ucap Adzkia senyum-senyum'.
"Yasudah kita pergi dulu ya", 'Ucap Feni'.
"Iya, ntar kamu lanjut tidur lagi", 'Ucap Ijah'.
"Kalau dia lanjut tidur, kita makan saja nanti punya dia", 'Ucap Leni'.
"eh jangan dong, iya nih aku mandi", 'Ucap Adzkia pun mengambil handuk'.
*
"Ki kamu, pergi kok tidak pamit dulu sama aku", 'Ucap Revan melalui pesan WhatsApp'.
"Emangnya kamu siapa, suruh saya pamit segala sama kamu", 'Balas Adzkia'.
"Saya ini pacar kamu Ki", 'Balas Revan lagi'.
"Tepatnya mantan pacar ya", 'Balas Adzkia lagi'.
"Kita tidak pernah putus ya Ki, dan saya juga tidak pernah mutusin kamu. Saya juga tidak mau kita putus", 'Balas Revan'.
"Terus apa dong, selama ini kamu menghilang tanpa kabar. Dan saya juga pernah lihat dengan mata kepala saya sendiri kamu jalan sama cewek lain. Enak amat kamu jadi cowok", 'Balas Adzkia dengan kesal'.
"Itu cuman teman Ki, kamu dengarin dulu penjelasan saya", 'Balas Revan'.
"Teman kamu bilang, gandengan tangan gitu teman ha.... Teman serasa pacar?", 'Balas Adzkia lagi'.
"Beneran Ki, itu cuman teman saya, sumpah demi Allah Ki. Kamu dengarin dulu penjelasan saya", 'Balas Revan lagi'.
__ADS_1
"Sudah lah, kamu jangan ganggu saya lagi. Saya tidak mau nanti di anggap jadi penganggu dalam hubungan orang. Saya juga sudah lihat sendiri postingan perempuan itu di Facebook", 'Balas Adzkia'.
Revan pun mencoba menelpon dan panggilan video Adzkia berkali-kali tetapi di tolak oleh Adzkia. Begitu pun dengan pesan WhatsApp yang masuk, juga tidak di hiraukan oleh Adzkia, karena merasa risih Adzkia pun memblokir nomor Revan, agar Revan tidak menganggu dia lagi. Dan Adzkia juga tidak mau nantinya, di tuduh dan di salahkan oleh pacar Revan sebagai penganggu hubungannya.