
"Eh Bu Wati.... Adzkia ngak pulang buk, kan ini mau puasa....", 'Tanya Rosma?".
"Ngak Ros....", 'Jawab Wati'.
"Kenapa ngak pulang Bu Adzkia nya, kan udah ini mau puasa Bu. Di kampung kita ini kan juga ada tradisinya kalau mau puasa itu pada nyekar makam, dan biasanya yang di rantau-rantau itu juga pada pulang loh Bu", 'Ucap Rosma lagi'.
"Iya Adzkia nya ngak pulang, ntar dia pulangnya lebaran. Soalnya sekarang ngak ada liburnya", 'Jawab Wati'.
"Kan bisa cuti kali Bu, masa kerja di perusahaan besar tapi ngak ada cutinya....", 'Ucap Rosma dengan sewot'.
"Oh kalau itu saya kurang tahu ya Ros...", 'Jawab Wati'.
"Oooo begitu, eh Bu Wati kira-kira gaji Adzkia di sana berapa ya?", 'Tanya Rosma lagi, yang tadinya berdiri dan sekarang duduk di sebelah Wati'.
"hhmmm kalau itu saya kurang tahu juga ya Ros, soalnya saya ngak pernah nanya sama dia. Itu kan gaji nya Adzkia, jadi saya ngak berhak atas hasil keringatnya itu", 'Jawab Wati'.
"Masa sih Bu, Adzkia ngak pernah ngasih tahu ibu gajinya berapa. itu kan gaji anak kita Bu. jadi kita juga berhak atas itu semua, soalnya kan dia bisa kerja di sana itu, berkat ibuk yang menyekolahkan dia. Kalau tidak di sekolahin mah, mana bisa kerja di perusahaan besar begitu", 'Ucap Rosma lagi'.
"Ya saya mah emang ngak pernah nuntut anak-anak saya harus kasih saya uang tiap kali mereka gajian. Ya kalau mereka kasih saya terima, kalau ngak juga ngak masalah bagi saya, soalnya saya masih kuat kerja dan masih ada penghasilan sendiri. Dan saya juga ngak pernah tuh mengungkit sama anak saya, kalau mereka itu seperti sekarang ini, berkat saya sekolah kan mereka tinggi-tinggi atau di sekolahan unggul di kota. Ngak saya ngak pernah tuh, begitu sama anak-anak saya. Karena mendidik mereka itu adalah tanggung jawab kita, kalau kita mengharapkan imbalannya di kemudian hari saat mereka sudah bekerja mah, itu semua berarti kita tidak ikhlas mendidik mereka selama ini", 'Jelas Wati'.
"Hhhmmm...... Tabungan Adzkia sekarang pasti udah banyak kali ya Bu, secara dia hampir setahun kerja di sana", 'Ucap Rosma mengalihkan ceritanya'.
"Kan tadi saya sudah bilang sama kamu Ros, kalau saya tidak tahu menahu soalnya gaji dan uangnya Adzkia", 'Jawab Wati lagi dengan tegas'.
"Ibu pasti di kirimin lah kan ya Bu uang tiap bulannya, ngak mungkin lah kan ya tidak di kirimin sama anaknya sendiri, heheheh", 'Ucap Rosma cengengesan'.
"ya kalau saya di kirim uang atau tidak oleh anak saya apa hubungannya sama kamu Ros?", 'tanya Adzkia balik'.
"ngak ada sih Bu......", 'Jawab Rosma yang masih cengengesan'.
__ADS_1
"kamu itu sebenarnya kesini ada maksud apa sih Ros?, dari tadi kamu ngulak ngulik tentang anak saya terus", 'Tanya Wati yang sekarang berdiri dari duduknya'.
"Hhhmmm...... Bu boleh ngak saya pinjam uang 500 RB sama ibu", 'Jawab Rosma mengutarakan niat sebenarnya'.
"Maaf Ros, saya lagi ngak ada uang juga. Soalnya saya abis belanja barang dagangan saya", 'Jawab Wati'.
"Ngak mungkin lah ibu ngak ada uang, saya minjam cuman 500rb bukan 5jt", 'Ucap Rosma lagi'.
"ya kan saya udah bilang kalau saya ngak ada uang, kenapa kamu malah ngengas", 'Ucap Wati'.
"Oek....oek...oek...", 'Terdengar suara tangis anak kecil dari dalam rumah'.
"Saya masuk dulu ya Ros, Qila nangis tuh kedengarannya, soalnya tadi saya tinggal dia tidur dan mungkin sekarang udah bangun", 'Ucap Wati bohong jadi dia bisa melarikan diri dari Rosma karena ada Ira di dalam yang tadi nungguin Qila sedang tidur'.
Wati pun langsung masuk kedalam rumahnya, tanpa ada persetujuan dari Rosma, dan kemudian Wati pun menutup pintu kembali. Biasanya pintu rumah Wati juga sering tertutup, karena banyak ayam yang berkeliaran di sekitaran rumah. Jadi takut ayamnya masuk kedalam rumah, berterbangan di dalam yang bisa merusak perabotannya yang dan juga bisa jadi nanti ayamnya pup di dalam rumah.
malas menghadapi orang yang seperti Rosma itu, dia itu hutang nya di mana-mana, tapi gaya hedon. Dan kadang dia sering lupa kalau punya hutang, dan juga kalau di tagih lebih galak dari pada yang nagih, hehehe.
Wati pun mengintip Rosma dari balik jendela, apakah dia masih di depan rumah Wati atau sudah pulang.
"Huft..... untung aja itu orang udah pergi", 'Ucap Wati sendirian'.
"Mama lihatin apa sih ma?, sampai-sampai ngintip dari balik jendela segala", 'Tanya Ira'.
"itu bini mamak kamu Ra", 'Jawab Wati dengan Lega'.
Bini mamak maksudnya adalah istri dari pamannya Ira, ibu Ira dengan suami Rosma kakak beradik.
"Bini mamak?, siapa sih ma?", 'Tanya Rosma yang masih penasaran'.
__ADS_1
"Rosma....", 'Jawab Wati yang kemudian duduk dekat cucu dan menantunya itu'.
"ngapain emang dia?", 'Tanya Ira lagi'.
"Ya awalnya dia itu, nanya-nanya Adzkia pulang ngak kan mau puasa. Terus gaji Adzkia berapa, suka di kirimin uang ngak sama Adzkia", 'Jawab Wati'.
"Ngak ada hubungannya sama kamu anak saya mau ngirimin uang atau tidak, mama gituin ngak tadi dia", 'ucap Ira memotong penjelasan dari Wati'.
"Udah Ra mama udah gituin, tapi apa coba Ra ujung-ujungnya", 'Ucap Wati mengantung ucapannya'.
"Minjam uang....", 'Jawab Ira cepat'.
"Ya itu, apalagi. Kalau Si Ros itu mah, ngak bakalan jauh-jauh dari situ ucapannya, kalau udah mendekat begitu", 'Ucap Ira lagi'.
"Tapi untungnya Qila nangis kebangun, yaudah mama langsung kedalam aja dengan alasan qila nangis", 'Ucap Wati'.
"Bagus lah ma, kalau ngak mama pinjamin. Uang aku aja belum di balikin sama dia. Aku heran sama dia itu, padahal Mak etek (suami Rosma) kerja loh ma tiap hari. Dan anaknya juga ngak ada tanggungan yang terlalu besar, tapi uang entah buat apa. hUtang sana, hutang sini, begitu terus seperti suaminya ngak kerja-kerja. Tanggungan ya apa yang berat menurut mama, Eli udah nikah, Mela SMA dan itu juga SMA negeri sini, terus yang kecil geh juga belum sekolah", 'Ucap Ira'.
Mak Etek maksudnya adalah mamak ketek, suami Rosma adalah adik dari ibu Ira yang paling kecil atau ketek jadi di panggil Mak etek.
"Emang dia juga minjam uang sama kalian?", 'Tanya Wati'.
"Jangan di tanya lagi ma, itu mah kalau ngak di tagih ngak bakalan di bayar. Itu pun nagihnya susahnya minta ampun, kadang juga ngak enakkan untuk nagih terus ma, segan sama Mak etek tu, kalau sama dia mah mana ada segannya", 'Ucap Ira'.
"Kemarin aja, Nengsih Minta utang sama dia di omelin balik. seperti saya mau melarikan diri saja, kalau ada uang mah udah saya bayar dari kemarin-kemarin ucapnya dengan garang kepada nengsih. Lebih galak yang di tagih dari pada yang nagih. Padahal mah itu hak kita ya buat nagih,tapi ya mau gimana lagi", 'Ucap Ira lagi'.
"Terus apa kata nengsihnya...", 'Tanya Wati lagi'.
"Yasudah terserah kamu lah Ros, kalau kamu bayar atau tidak. Itu sudah urusan kamu sama yang di atas, itung-itung saya bersekedah kepada kamu dan juga mungkin bisa mengurangi sedikit dosa saya", 'Jawab Ira membicarakan Nengsih dan Rosma'.
__ADS_1