
"Ma.... Kia izin ya mau beli makanan", 'ucap Adzkia kepada mamanya'.
"Mau beli apa kamu Ki?", 'tanya Wati'.
"Belum tahu ma, Kia lapar tapi lagi tidak pengen makan nasi", 'Jawab Adzkia".
"Yasudah hati-hatinya bawa motornya", 'Ucap Wati'.
"Mama mau di beliin apa?", 'Tanya Adzkia'.
"Apa yang kamu beli aja lah Ki", 'Jawab Wati'.
"Yasudah ma, KIA pergi dulu ya", 'ucap Adzkia yang menaiki motornya'.
"Iya hati-hati bawa motornya", 'ucap Wati'.
"Iya ma", 'Jawab Adzkia sembari melajukan motornya'.
Adzkia melajukan motornya dengan santai, sambil menghirup udara segar di kampungnya yang bebas polusi.
*
"Ma... Adzkia mana?", 'tanya Ira yang baru sampai di rumah mertuanya'.
"Keluar tadi Ra, beli makanan katanya", 'jawab Wati'.
"Beli apa dia ma?", 'tanya Ira lagi'.
"Mama juga tidak tahu Ra, tadi mama lihat dia ke arah pasar. Soalnya kan cuma di sana banyak orang jualan makanan sore-sore begini", 'Jawab Wati'.
"Nitip lah tadi aku tu, kalau tahu dia pergi", 'Ucap Ira'.
"Telpon atau tidak WhatsApp aja Ra, mama lihat tadi dia bawa hp kok", 'ucap Wati'.
"Iya ma", 'jawab Ira'.
"Ra sekalian bilangin Adzkia, papa nitip martabak manis gitu", 'ucap Ajis'.
"Oke, pa", 'jawab Ira'.
Ira pun mengirim pesan kepada Adzkia, supaya di belikan mie ayam bakso 2 bungkus dan juga martabak manis buat papa mertuanya.
"Rio mana ma?, belum pulang sekolah dia?", 'Tanya Ira lagi'.
"Belum Ra, dia mah pulangnya ntar abis Maghrib. Lagi kerjain tugas katanya di tempat temannya", 'jawab Wati'.
"Tumben, biasanya temannya yang bikin tugas disini", 'ucap Ira'.
"Semenjak Adzkia di rumah, dia tidak mau bawa temannya kerumah, baik itu bikin tugas atau pun cuman sekedar main. Soalnya mereka berisik ya, jadi takut Adzkia marah", 'Ucap Wati kemudian tertawa'.
__ADS_1
"Iya ya ma, Adzkia tambah galak Lo. Apalagi kalau berisik tuh, perasaan dia dulu kalau ada yang berisik cuman geram dan ngedumel sendiri", 'ucap Ira juga tertawa'.
"Iya itu lah Ra, Rio sampai ngomong seperti ini. Kakak Kia bukannya galaknya berkurang, tetapi malah bertambah", 'Ucap Wati yang masih tertawa'.
"Mungkin karena dia di kossan hanya berdua kali ma, itu pun mereka sibuk sama tugas dan handphone masing-masing. Jadi tidak terlalu berisik, apalagi di kossan Adzkia dulu kamarnya hanya ada 2 ma", 'Ucap Ira'.
"iya juga ya Ra, tapi ada baiknya juga sih dia begitu, jadinya kita bisa istirahat dan tidur siang dengan nyenyak. Lah dulu mana bisa kita tidur siang, karena dia dan teman-temannya pada berisik. Qila aja susah tidur karena mereka pada berisik", 'ucap Wati'.
Wati dan Ira duduk, dan ngobrol santai di ruangan keluarga sambil nonton televisi dan nunggu Adzkia pulang.
"hmmm... lagi ngomongin apa sih, asik bangat kayanya, ketawa-ketawa", 'Ucap Adzkia yang datang membawa kresek yang berisi makanan'.
"Orangnya panjang umur Ra", 'ucap Wati senyum-senyum'.
"Iya ma", 'ujar Ira juga'.
"Lagi ngomongin apa sih, apa jangan-jangan ngomongin aku lagi", 'ucap Adzkia cemberut'.
"Ih PD bangat kamu Ki", 'ucap Wati'.
"Ini ni yang di tunggu-tunggu akhirnya pulang, pesanan papa di beliin kan?", 'Ucap Ajis'.
"Di beliin papake, tunggu bentar ya. Kia ambil piring dulu", 'Ucap Adzkia'.
"sekalian ya Ki, mangkok Samo sendok", 'Ucap Ira'.
"Iya kak", 'jawab Adzkia'.
"Ini punya Ira sama bang Rian, ini martabak papa, ini punya aku", 'Ucap Adzkia memberikan pesanan satu persatu'.
"Mama mana?", 'tanya Wati'.
"Tadi kata mama lagi tidak pengen apa-apa, nanti di beliin tidak di makan lagi. tuh masih ada gorengan sama fried chicken", 'Ucap Adzkia sembari menuang mie ayam bakso punyanya ke mangkok'.
"Kamu ya, anak durhaka. Mamanya sendiri tidak di beliin", 'omel Wati'.
"Lah kok aku yang durhaka, orang mama sendiri tadi yang bilang lagi tidak pengen apa-apa", 'ucap Adzkia membela diri'.
"Harusnya kamu jadi anak itu harus peka", 'Omel Wati lagi'.
"Lah orang aku cewek, ngapain aku harus peka. Yang harus peka itu kan cowok", 'Ucap Adzkia lagi'.
"Dasar anak durhaka", 'ucap Wati cemberut'.
"Ini, ni aku beliin. Dari pada aku jadi anak durhaka, gara-gara ini mie ayam", 'Jawab Adzkia memberikan punya mamanya'.
"Nah gitu dong jadi anak", 'Ucap Wati'.
"Sebenarnya itu mah buat Rio, tapi karena dia belum pulang. Ya sudah deh, buat mama saja", 'Ucap Adzkia yang masih memancing debat dengan mamanya'.
__ADS_1
"Kalau sudah di kasih ke mama, berarti untuk mama dong", 'jawab Wati'.
"Sudah-sudah makan aja tu, ini debat Mulu. Kalian tiap hari berdebat, tiada hari tanpa berdebat sepertinya", 'Ucap Ajis'.
Adzkia dan Wati pun diam, menyantap makanannya masing-masing. Begitu pun dengan Ira dan Rian, dan Qila juga anteng makan sendiri.
*
"Assalamualaikum", 'ucap seseorang dari luar rumah adzkia'.
"Waalaikumusalam", 'Jawab semua orang yang berada dalam Rumah'.
Adzkia pun berjalan menuju pintu, untuk membukakan pintu.
"Eh Pak RT sama Bu RT, silahkan masuk pak, buk", 'Ucap Adzkia'.
"Papa kamu ada Ki?", 'tanya pak RT".
"Ada pak, silahkan masuk dulu pak. Saya panggilin", 'Ucap Adzkia'.
Pak RT dan Bu RT di persilahkan oleh Adzkia duduk di ruang tamu, Adzkia berjalan keruang keluarga untuk memanggil papanya.
"Pa, ada pak RT sama Bu RT", 'Ucap Adzkia'.
"Iya Ki, kamu tolong bikin minum sama ntar bawain cemilan ini kedepan ya", 'ucap Ajis'.
"Okeh pa", 'Jawab Adzkia'.
Adzkia pun berjalan kearah dapur, untuk buatin minuman untuk pak RT, Bu RT dan papanya. Sedangkan Ajis berjalan keruang Tamu, untuk menemui pak RT dan Bu RT.
*
"Eh Bu...ibu..... tahu tidak, semalam saya lihat Pak RT loh di rumahnya Wati. Kira-kira dia ngapain ya, atau jangan-jangan pak RT mau jodohin anaknya si beni itu sama Adzkia lagi", 'Ucap Rosma'.
"Masih sih Ros?, ntar kamu nyebar fitnah lagi. Mana tahu Pak RT ada urusan sama pak Ajis kali", 'Tanya Nani'.
"Orang di sana ada Bu RTnya juga, ada Wati sama Rian juga. Terus apa dong?, kalau tidak menjodohkan Beni sama Adzkia. Kalau ada urusan mah, pasti pak Ajis sama pak RT aja berdua", 'Jelas Rosma lagi'.
"Iya kali ya, itu lagi alasan si Adzkia tidak mau kuliah, Karena dia mau nikah dan di jodohin lagi. Alasannya tidak kuliah karena udah lulus kerja, tinggal nunggu keberangkatannya. Tapi ini sudah hampir 1 bulan, belum juga tuh berangkat-berangkat dia", 'Ucap Rima yang baru datang'.
"Iya kali ya, kasian ya Adzkia baru lulus sekolah sudah di jodohin aja sama orang tuanya", 'ucap ibu-ibu yang lain'.
"Kalian itu jangan asal bicara, mana tahu mereka memang ada urusan. Kamu lagi Rima, kamu itu kan tantenya Adzkia. Kamu itu sepupunya Wati, kamu bukannya membela, tapi malah ikut menjelekkan mereka", 'Ucap Peni'.
"Kamu apaan sih Peni, malah marah-marah sama saya. Saya kan cuman.....", 'jawab Rima ragu'.
"Cuman apa..... cuman ikut menjelekkan saudara kami sendiri", 'Ucap Peni'.
"Kamu dia bayar berapa sih sama keluarga Wati, sampai kamu segitunya membela mereka", 'Ucap Rima Emosi'.
__ADS_1
"Saya tidak pernah di bayar oleh mereka, saya seperti karena saya sudah malas dan muak mendengar kamu selalu menjelekkan saudara kamu sendiri. Aib keluarga mereka adalah aib kamu juga, ini yang ada malah menyebar fitnah keluarga sendiri", 'Ucap Peni juga dengan nada tinggi'.
Peni dan Rima pun terlibat cekcok, yang hampir baku hantam. Untung saja, ibu-ibu di sana cepat melerai mereka.