Kehidupan Di Kampung Dan Tetangga Yang Julid

Kehidupan Di Kampung Dan Tetangga Yang Julid
Apa ini yang di namakan Keluarga?


__ADS_3

"Mama belanja sayurnya di mana sih, kok belanja sayurnya lama amat", 'tanya Adzkia'.


"Ya, di tempat Bu Peni lah Ki, di mana lagi", 'Jawab Wati'.


"Terus, kenapa mama lama amat", 'Tanya Adzkia lagi'.


"Biasa lah Ki, pagi-pagi mama udah berurusan dengan Tante kamu itu. Bikin mood mama tidak bagus saja", 'Jawab Wati'.


"Maksud mama, Tante Rima. Ngapain lagi dia ma?, tidak bosan-bosan ya dia ganggu keluarga kita", 'Ucap Adzkia'.


"Iya Ki, siapa lagi kalau bukan dia. Dia bukannya belain kita, tapi malah menjelek-jelekkan kita ke semua orang di kampung ini", 'Kata Wati'.


"kok mama bisa berurusan dengan dia pagi-pagi begini?, emangnya dia ngapain ma?", 'Tanya Adzkia'.


"Itu lah Ki, dia bilang ke semua ibu-ibu yang belanja sayur tempat Bu Peni itu. Kalau kedatangan pak RT sam istrinya kesini kemarin itu, untuk melamar kamu. Dan dia juga bilang kalau kamu mau di jodohin Sama anak pak RT itu loh, yang bernama Beni", 'Jawab Wati'.


"Kok bisa-bisanya ya ma, dia bicara seperti itu. Keluarga macam apa dia itu, perasaan apa yang dia susah kita selalu bantu deh", 'Ucap Kesal mendengar apa yang di ucapkan mamanya'.


"Katanya dia cemburu sama mama, karena harta warisan dari kakek dan nenek buyut mu jatuh ke tangan nenek kamu. nenek kamu juga sudah pernah menjelaskan sama dia, itu semua adalah pilihan dari mamanya Rima, tetapi dia tetap tidak percaya. Padahal dulu apa yang di minta oleh Rima, selalu di berikan oleh nenek mu termasuk juga uang", 'jelas Wati'.


"Ya otomatis itu bukan salah mama dan nenek dong, kalau memang itu sudah pilihan nek Yati", 'Ucap Adzkia juga'.


"Terlebih lagi, sebelum mama datang kesana dia sudah bertengkar juga dengan Bu Peni hampir sampai jambak-jambakkan Ki. Karena Tante mu menjelek-jelekkan Ki, sedang Bu Peni membela kita, dan Tante mu tidak terima", 'Ucap Wati lagi'.


"Ada ya ma, orang seperti itu", 'ucap Adzkia'.


"Sudah lah Ki, tidak perlu di bahas lagi biar lah dia melakukan sesuka hatinya. Yang penting tidak kita duluan yang ganggu keluarga dia", 'Ucap Wati'.

__ADS_1


"Kamu beli lauk matang aja sana, tempat Bu Ita. Mama sudah tidak mood masak", 'Ucap Wati lagi sembari memberikan uang'.


"tidak perlu ma, mama istirahat saja biar Adzkia yang masak", 'Jawab Adzkia'.


"Kamu Yakin Ki?", 'Tanya Wati ragu'.


"Yakin lah ma, walaupun masakkannya tidak seenak masakkan mama. Tapi bisa lah dikit-dikit ", 'Jawab Adzkia'.


"Yasudah, mama istirahat dulu ya. Kepala mama pusing bangat ini. Dan ingat kamu jangan bikin, dapur mama seperti kapal pecah ya", 'Ucap Wati sembari berjalan menuju kamarnya'.


"Iya mama ku tersayang", 'Ucap Adzkia nyengir'.


*


"Assalamualaikum", 'Ucap Pak RT dan Papa Adzkia'


"Waalaikumusalam pak RT dan pak Ajis", 'Zainal yang merupakan guru mengajar mengaji di masjid Al-Ikhlas ini'.


"Sudah pak, tumben-tumbennya Pak RT datang bersama pak Ajis kesini saat anak-anak mengaji,hehehe", 'Ucap Zainal sambil bercanda'.


"Begini pak Zainal, kemarin saya sudah bicara dengan pak Ajis selaku pengurus mesjid Al-Ikhlas ini. Bahwasanya akan di adakan lomba MTQ tingkat kecamatan, dan kampung kita ini terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ tersebut. Saya minta pak Zainal dan pak Ajis beserta pengurus masjid Al-Ikhlas yang lain, untuk mempersiapkannya dengan baik. Dan juga saya minta pak Zainal juga untuk mengutus, murid didikan pak Zainal untuk mengikuti lomba MTQ tersebut. Pak Zainal juga harus melatih mereka lagi", 'Jawab Pak RT'.


"Baik pak RT, kalau boleh tahu acaranya di mulai kapan ya pak?", 'Tanya Pak Zainal lagi'.


"Acaranya di mulai tanggal 1-3 Agustus untuk tingkat kecamatan, tanggal 20-25 Agustus tingkat kabupaten, tanggal 15-21 September tingkat provisi dan tanggal 10-18 Oktober untuk tingkat nasional", 'jawab Pak RT'.


"Baik pak, Saya akan mengutus murid-murid terbaik saya. Dan bagaimana kalau kita tes dulu mereka pak, dan saya minta Pak RT dan pak Ajis berkenan juga untuk menjadi jurinya. Nanti saya minta juga pak Haji Ismail dan pak Marzuki, untuk menjadi juri juga dan mereka juga imam dan khatib masjid Ini", 'Ucap Zainal'.

__ADS_1


"Boleh juga tuh pak Zainal, nanti waktunya kasih tahu saya saja kapan. Kita masih ada waktu sekitar 3 Minggu lagi, untuk mempersiapkan itu semua. Nanti saya juga minta tolong warga, untuk gotong royong membersihkan sekitar masjid dan juga minta remaja masjid untuk mendekorasi sedikit-sedikit. Nanti kita juga akan mengadakan rapat, untuk pembentukan panitia pelaksanaan MTQ ini", 'jelas pak RT'.


"Bagaimana kalau hari Jumat besok kita menguji kemampuan mengaji anak-anak didik saya pak, selesai sholat Jumat. Jadi mereka yang terpilih, bisa lebih berlatih lagi dan waktunya juga masih lumayan lama", 'Ucap Zainal'.


"Boleh juga tuh pak Zainal, dan hari minggunya kita sudah bisa bergotong royong untuk membersihkan sekitaran masjid. Bagaimana menurut pak RT?", 'Ucap Ajis'.


"Saya setuju dengan pak Zainal dan pak Ajis, lebih cepat lebih baik persiapan kita. Saya minta tolong pak Ajis, untuk memberi tahu warga kalau hari Minggu kita akan bergotong royong membersihkan masjid", 'Perintah pak RT'.


"Baik pak", 'Jawab pak Ajis'.


"Yasudah, kalau begitu saya pamit pulang dulu", 'Ucap pak RT'.


"ya pak, hati-hati. Kita juga mau pada pulang,hehehe", 'Ucap Pak Ajis'.


"Kalau begitu, kita sama-sama saja pulangnya. Saya pikir tadi kalian bakalan disini dulu", 'Ucap Pak RT'.


"Tidak lah, hari sudah malam ini. Nanti yang ada saya di kunciin di luar pak, hehehe", 'Ucap Pak Zainal'.


"Hahahahaha", 'di sambut tawa pak RT dan pak Ajis'.


"Ada-ada saja kamu ini, Zainal", 'Ucap Pak RT'.


Pak RT, Ajis, dan Zainal pun berjalan menuju rumah mereka masing-masing.


*


"Anak-anak, sehubungan akan di adakannya MtQ tingkat kecamatan tanggal 1-3 Agustus, dan Masjid kita ini ditunjuk menjadi tuan rumahnya. Oleh karena itu, Nama yang bapak sebutkan ini untuk dapat mengikuti serangkaian tes terlebih dahulu. Yang akan di laksanakan pada hari Jum'at besok, selesai sholat Jum'at di masjid kita ini. Nanti akan di nilai, siapa yang terpilih mewakili RT kita ini untuk mengikuti lomba MTQ tingkat kecamatan tersebut. Nantinya yang terpilih jangan terlalu berbesar hati dan Sombong bahwa dialah yang terbaik, dan yang tidak terpilih jangan berkecil hati tetap berusaha lagi untuk menjadi yang terbaik lagi kedepannya. Mungkin di lomba MTQ selanjut kalian lah yang terpilih menjadi perwakilan RT kita ini", 'Ucap pak Zainal'.

__ADS_1


"Baik pak", 'Jawab murid-murid pak Zainal bersamaan'.


Pak Zainal pun, menyebutkan nama-nama muridnya yang akan mengikuti serangkaian tes untuk mengikuti lomba MTQ tingkat kecamatan. Nama-nama yang di sebutkan di minta untuk memisahkan diri dari teman-teman yang lain, untuk beri arahan lebih lanjut.


__ADS_2