Kehidupan Di Kampung Dan Tetangga Yang Julid

Kehidupan Di Kampung Dan Tetangga Yang Julid
Hari yang melelahkan


__ADS_3

Setelah memindahkan barang-barang mereka semuanya, Adzkia, Leni dan Feni mau istirahat terlebih dahulu. Karena hari sudah siang menjelang sore, dan mereka bertiga juga belum tidur dan istirahat dari pulang bekerja tadi pagi. Nanti sore atau besok pagi mereka akan ke kosan lama mereka lagi, mengecek barang-barang mereka apakah masih ada yang tertinggal atau tidak, dan juga mengembalikan kunci kamar mereka kepada pemilik kos-kosan.


*


"Baru pulang jualan Bu Wati", 'Tanya Rosma yang lewat depan rumah Wati'.


"Iya Rosma", 'Jawab Wati yang baru saja turun dari mobil, karena dia baru pulang jualan'.


"Eh... Bu Wati, bagaimana kabar Adzkia Bu?", 'Tanya Rosma basa-basi'.


"Alhamdulillah baik Ros", 'Jawab Wati'.


"Alhamdulillah lah kalau begitu, udah kirimin uang bulanan dong Bu sama Adzkia. Secara sekarang kan awal bulan", 'Tanya Rosma lagi'.


"Oh itu, saya mah ngak pernah minta Ros sama Adzkia", 'Jawab Wati'.


"Emang selama ini Adzkia ngak pernah ngirimin orang tuanya uang?, ngak tahu balas jasa bangat jadi anak. Sekarang udah kerja, tapi masih ngak ngasih orang tuanya uang", 'Ucap Rosma lagi'.


"Saya sama suami saya, masih kuat cari uang Ros, jadi tidak perlu ngandelin anak", 'jawab Wati'.


"Itu mah hak kita Bu Wati, kita susah payah membesarkan dia dari kecil, dan menyekolahkan dia sampai tamat SMA. Setelah dia bekerja, jadi kita tinggal nikmatin hasilnya. Ngak perlu capek-capek kerja lagi Bu Wati", 'Ucap Rosma'.


"Saya mah ngak pernah berpikiran begitu sama anak-anak saya, dan saya juga ikhlas membesarkan dan menyekolahkan mereka tanpa harus mereka membalasnya di kemudian hari. Saya dan suami saya juga tidak pernah memaksa anak-anak kami untuk bekerja ke sana kemari, dan harus memberikan gajinya kepada kami. Saya dan suami masih kuat buat bekerja, ngak ngandelin anak yang sudah bekerja, mereka punya kebutuhan masing-masing", 'Jawab Wati lantang'.


"Anak yang ngak tahu diri itu mah, kalau ngak ngirimin orang tuanya uang", 'Ucap Rosma lagi-lagi memancing emosi Wati'.


"Saya kedalam dulu ya Ros, capek soalnya baru pulang jualan, dan juga gerah mau mandi", 'Ucap Wati dan meninggalkan Rosma begitu saya di tempat tadi mereka berbicara'.


"huh.... belagu bangat, sok ngak ngandelin gaji anaknya", 'Teriak Rosma dan beranjak pergi dari tempat dia berbicara dengan Wati tadi'.


"Hhhmmm sabar Wat, ngak usah di tanggapi orang seperti dia itu. Kerjaannya cuma ngurusin hidup orang dan mengibah, dalam satu hari saja di tidak melakukan itu, pasti merasa ada yang kurang di dalam dirinya", 'Ucap Wati seorang diri dan mengelus dada'.


"Mama, mama kenapa sih berdiri di pintu dan melihat kebelakang terus mengelus dada begitu, mama sakit?", 'Tanya Rian yang melihat mamanya berdiri di pintu sambil mengelus dada'.


"Hhmmm ngak kok yan, mama ngak apa-apa. Cuman heran saja lihat orang-orang di kampung ini yang suka bangat mengurus kehidupan orang lain", 'Jawab Wati yang masih mengelus dada'.


"Sudah lah, ngak usah terlalu di pikirin. Sekarang mama istirahat sana, kalau mandi mandi dulu aja baru istirahat", 'Ucap Rian dan menyuruh mamanya masuk untuk istirahat'.


Wati pun mengikuti apa kata anak sulungnya itu, masuk kedalam rumah dan menuju kamarnya.

__ADS_1


*


"Eh ngak ada jemuran tahu, cuman yang di depan pintu itu aja", 'Ucap Leni'.


"Iya yah, kalau mau bikin di luar juga ngak ada tempatnya. Kalau di depan sini mah lama bangat keringnya, soalnya ngak kena sinar matahari", 'Jawab Feni'.


"Berarti kita harus beli jemuran juga nih buk Ben", 'Ucap Leni dan melirik Adzkia'.


"Yasudah Ayuk, mau di beli sekarang?", 'Jawab Adzkia'.


"Sekarang mah udah malam kali Ki, mana ada toko yang buka", 'Jawab Leni'.


"Gimana kalau minta tolong Gita sama Diah aja gimana?. Mereka shift 2 tuh jadi mereka bisa bantu beli dulu pagi, aku udah ngak kuat lagi soalnya, mana udah hampir satu Minggu ini kita kurang tidur terus, palingan tidur cuman 1-4jam doang", 'Ucap Feni'.


"Iya sama Fen, aku juga udah ngak kuat. Ini aja tenggorokan aku sakit bangat, rasa-rasa mau demam", 'Ucap Adzkia'.


"Iya sama Ki, aku juga", 'Ucap Leni'.


"Iya mana besok pagi, kita harus ke kossan yang lama lagi. Ngecek barang-barang lagi, sama balikin kuncinya", 'Ucap Adzkia'.


"Iya juga ya, kamu udah kirim pesan belum Ki sama ibu kossan yang lama atau anaknya kalau kita besok mau balikin kunci", 'Tanya Leni'.


"Iya nih aku kirim pesan ke ibunya", 'Ucap Feni dan langsung mengirim pesan kepada ibu kossan mereka yang lama'.


"Aku kirim pesan di grup ya, minta tolong Gita sama Diah buat beli jemuran besok", 'Ucap Adzkia'.


"Iya kita, kirim aja", 'Jawab Feni'.


"Aduh udah jam 8 aja ini, mana masih ngantuk ya Allah, harus kerja lagi", 'Keluh Adzkia'.


"Iya nih, kita pura-pura bablas aja yuk bertiga", 'Ucap Leni'.


"Kasian yang di pabrik ntar Len", 'Ucap Feni'.


"Iya juga ya, ntar ada yang megang 2 line lagi, hehehe", 'Ucap Leni cekikikan'.


Mereka bertiga pun bersiap-siap untuk berangkat kerja, karena mereka harus gantian mandi dan juga nyetrika pakaian, jadi cukup menghabiskan waktu yang lama.


*

__ADS_1


Drt...drt.... (handphone Adzkia berbunyi menandakan ada panggilan masuk).


"Hallo assalamualaikum ma", 'Ucap Adzkia'.


"Waalaikumusalam Ki", 'Jawab Wati di seberang sana'.


"Kamu lagi dimana?", 'Tanya Wati'.


"Di jalan ma, mau berangkat kerja", 'Jawab Adzkia'.


"Maaf ya mah, semingguan ini Adzkia ngak ada nelpon mama. Soal nya Adzkia sibuk pindahan mah, ini aja Adzkia sama teman-teman kurang tidur, karena bolak balik angkut barang lah, beli perlengkapan elektronik lah", 'Ucap Adzkia lagi'.


"Iya nak, ngak apa-apa. Kamu jaga kesehatan, jangan sering-sering kurang tidur seperti itu", 'Ucap Wati'.


"Iya mah, namanya juga kita buru-buru buat pindah mah. Jadi di kebut aja angkut barang-barangnya", 'Jawab Adzkia'.


"Terus sekarang pindahannya udah kelar?", 'Tanya Wati lagi'.


"Alhamdulillah mah", 'Jawab Adzkia'.


"Terus itu barang-barang cara belinya gimana?", 'Tanya Wati'.


"Kita patungan ma", 'Jawab Adzkia'.


"Terus kalau nanti kalian udah ngak sama-sama lagi, barang-barangnya mau di kemanain?", 'tanya Wati lagi'.


"Ya di jual lah mah, atau di kemanain gitu. Ntar aja di pikirin ma", 'Jawab Adzkia'.


"Ma udah dulu ya, Adzkia mau masuk kerja dulu. Ini Adzkia udah sampai di pabrik", 'Ucap Adzkia'.


"Iya Ki, kamu jaga kesehatan ya. Jangan sering-sering telat makan sama kurang kurang tidur begitu", 'Ucap Wati'.


"Iya ma, mama juga jaga kesehatan ya, papa juga", 'Ucap Adzkia'.


"Iya, kamu hati-hati ya kerjanya", 'Ucap Wati'.


Adzkia pun memutuskan sambungan teleponnya, begitupun dengan Wati.


Dan Adzkia pun siap-siap turun dari jemputan, dan masuk ke area produksi.

__ADS_1


__ADS_2