
Hari berganti hari, dua Minggu sudah Adzkia dan teman-temannya bekerja. dan Minggu ketiga ini mereka akan di lepas bekerja sendiri, tanpa di dampingi lagi oleh senior mereka. Karena line sudah banyak yang produksi, untuk mengerjakan stok barang buat natalan dan tahun baru.
"Gaes formasi buat besok sudah keluar nih", 'Ucap Ijah Saat mereka senang ngumpul dan makan bersama, dan yang lainnya pun bergegas melihat handphone mereka masing-masing'.
"Emang iya jah?, kita di mana ya dan shift berapa?. Kan kemarin kata pak Rianto kita bakalan di lepas dan di pencar shiftnya", 'Ucap Feni'.
"Aku, Feni dan Leni shift 1 dan kita jadi QC oven gaes", 'Ucap Adzkia'.
"Aku dan Anggraini shift 2 dan juga QC oven", 'Ucap Ijah'.
"Gina dan Meli shift 3 dan juga QC oven", 'Ucap Gina'.
"Berarti kita lawan shift dong semuanya.... gimana ya besok mana besok start awal lagi", 'Ucap Adzkia'.
"Semangat ya yang start awal", 'Ucap Ijah nyengir'.
"Eit.... tapi kita tidak masuk jam 5 pagi ya", 'Ucap Leni'.
"Iya walaupun tidak masuk jam 5 pagi, tapi tetap saja kan melanjutkan sampelnya", 'Ucap Ijah'.
"Iya juga sih", 'Ucap Leni lagi'.
*
Seperti biasa, sebelum masuk kedalam ruangan produksi masing-masing, semua QC Field mengadakan lentera hati terlebih dahulu.
Lentera Hati adalah bagian dari keseharian kita yang mengawali aktivitas kehidupan profesional kita sebagai karyawan perusahaan dan juga ada beberapa informasi penting yang berkaitan dengan pekerjaan yang di sampaikan oleh unit head QC di shift tersebut.
Unit head atau yang biasa di panggil UH adalah atasan QC Field yang mengawasi dan menindaklanjuti apabila ada penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di lapangan dan yang bertanggung jawab di grup atau shift tersebut.
" Adzkia hari ini kamu pegang Line 15 ya, soalnya Riki tidak masuk dia sakit. Nanti kamu yang gantiin di sana, dan di sebelahnya ada Arif kok nanti kamu tanya-tanya sama dia aja kalau ada yang tidak di mengerti atau nanti tanya saya atau Bu Asti", 'Ucap Bu amal'.
Ruangan produksi di tempat Adzkia bekerja ada 10 ruangan, 1 ruangan berisi 2 line jadi totalnya ada 20 line produksi di tempat Adzkia bekerja tersebut.
"Baik Bu, tapi bagaimana dengan formasi saya yang awal Bu?", 'Tanya Adzkia'.
"Itu nanti biar saya yang infoin sama mereka, dan mereka handel dari oven sampai packing. Soalnya kita tidak ada orang lagi, ini produksi sudah banyak yang jalan", 'Jelas Bu amal'.
"Baik Bu", 'Jawab Adzkia'.
Adzkia pun mengambil laporan yang akan dia isi nanti, dan bergegas menuju ruang produksi.
*
"Kamu yang di sini?, bukannya Riki?", 'Tanya Aini'.
__ADS_1
"Iya kak, soalnya bang rikinya tidak masuk dia sakit", 'Jawab Adzkia'.
"Yasudah ini masin packingnya sudah jalan semua ya, tinggal lanjutin sampelnya aja", 'Jelas Aini'.
"Baik kak", 'Ucap Adzkia'.
"Yasudah saya tinggal ya", 'Ucap Aini'.
"Iya kak", 'Jawab Adzkia'.
Adzkia pun melakukan rutinitas pekerjaannya dan juga melakukan controlling mesin packing di ruangan tersebut dan juga mengerjakan laporan sesuai format dan standar.
*
Drt....drt....drt..... (Handphone Adzkia berbunyi menandakan ada panggilan masuk).
"Hallo assalamualaikum ma", 'Ucap Adzkia'.
"Waalaikumusalam Ki", 'Jawab Wati'.
"Kamu sudah pulang kerja nak?", 'Tanya Wati'.
"Sudah ma, ini baru sampai di kos", 'Jawab Adzkia'.
"Belum ma", 'Jawab Adzkia'.
"Kamu makan yang teratur Ki, jangan telat-telat nanti kamu sakit, tidak ada yang ngurusin di sana Ki", 'Ucap Wati'.
"Iya ma, nanti Adzkia makan. mama tenang aja, Adzkia bakalan makan tepat waktu kok", 'Ucap Adzkia'.
"Mama sama papa sehatkan?", 'tanya Adzkia'.
"Alhamdulillah sehat, kamu baik-baik ya di sana", 'Ucap Wati'.
"Iya ma, Adzkia bakalan jaga diri kok disini. Mama sama papa tidak perlu terlalu khawatir dan terlalu mikirin Adzkia. Tidak baik juga buat kesehatan mama sama papa", 'Ucap Adzkia'.
"Yasudah kamu istirahat sana, jangan lupa mandi dulu. Jangan di biasain mandi malam-malam Ki", 'Ucap Wati'.
"Iya ma, bentar lagi Adzkia mandi kok, soalnya masih panas kalau sekarang", 'Ucap Adzkia'.
"Yasudah mama tutup ya telepon", 'Ucap Wati'.
"Iya ma", "Jawab Adzkia' memutuskan sambung telepon tersebut.
*
__ADS_1
"Ki, kamu sudah pulang belum?", 'Tanya Diah melalui pesan WhatsApp'.
"Sudah Di, kamu emangnya shift berapa?", 'tanya Adzkia balik'.
"Aku shift 3 Ki", 'Ucap Diah'.
"Oooo... berarti masuk malam dong?", 'Tanya Adzkia'.
"Iya Ki, kamu lagi ngapain?, aku kesana ya sekalian ada yang mau di bicarain", 'Ucap Diah'.
"Oh iya Di, kesini aja. Kaya sama siapa aja kamu, biasanya geh juga langsung kesini", 'Balas Adzkia'.
"Iya Ki, kadang aku tidak enak sama Anggraini, takut dia ke ganggu gara-gara kita", 'Balas Diah lagi'.
"Iya juga sih, tapi sekarang dia tidak ada kok. Soalnya kan dia shift 2, jadi sekarang dia kerja", 'Balas Adzkia'.
"Yasudah aku kesana ya", 'Ucap Diah'.
"Oke, di tunggu", 'Balas Adzkia'.
"Apaan Di, yang mau kamu bicarakan sepertinya serius?", 'Tanya Adzkia spontan saat Diah datang'.
"woi... orang baru datang itu, di suruh masuk kek dulu, di suguhi apa kek. Ini malah langsung di todong pertanyaan", 'Ucap Diah meledek'.
"Lagian kamu juga sudah masuk kan, tidak ada juga yang mau di suguhi, belum gajian, hehehe", 'Ucap Adzkia tertawa'.
"Ntar gajian pertama traktir ya,hehehe", 'ucap Diah juga tertawa'.
"lihat ntar deh, kalau uangnya masih sisa", 'jawab Adzkia nyengir'.
"Sudah deh langsung keintinya aja, apa yang mau kamu bicarain sepertinya serius bangat", 'tanya Adzkia lagi'.
"Tentang Revan Ki", 'Jawab Adzkia Pelan karena takut Adzkia akan marah, tetapi Adzkia tetap mendengarnya'.
"Revan?, jangan bilang kamu di suruh oleh Revan", 'Ucap Adzkia yang sudah tidak nyaman'.
"Ki kamu tenang dulu, ini aku bicara jujur ya sama kamu, tapi kamu jangan marah. Revan emang minta tolong sama aku, buat bicara sama kamu. Tapi aku tidak janji sama dia Ki, aku hanya tidak ingin sahabat aku galau lagi dan sedih terus", 'Jelas Diah'.
"Tapi apa kamu tega, sahabat kamu di sakiti terus sama laki-laki itu?", 'Tanya Adzkia'.
"Awalnya aku juga tidak mau Ki, buat bantuin dia. Tapi dia nunjukin semua bukti bahwa dia tidak pernah nyakiti kamu", 'Jelas Diah lagi'.
"Bukti apa lagi Di, yang dia tunjuki sama kamu?, semua sudah jelas Diah. Aku melihat dengan mata kepala aku sendiri, dan juga cewek itu posting di Facebooknya. Kan aku sudah lihatin ke kamu Di, sudah lah Diah. Kamu jangan bantuin dia lagi, aku janji sama kamu aku tidak akan galau dan sedih lagi gara-gara dia", 'Ucap Adzkia'.
"Tapi Ki, kamu harus dengarin dan lihat dulu bukti ini. Baru kamu buat suatu keputusan", 'Ucap Diah'.
__ADS_1