
Drt......drt....(handphone Adzkia bergetar).
"Hallo.....", 'Ucap Adzkia mengangkat panggilan masuk di handphone nya dan masih merem'.
"Bangun yang.....", 'Ucap Revan'.
"hhhmmm", 'Jawab Adzkia'.
"Bangun sayang, udah jam 12 lewat. katanya mau kerja", 'Ucap Revan lagi'.
"Iya iya....", 'Adzkia pun memaksakan membuka matanya, dan melirik jam yang berada di dinding kamar sudah menunjukkan hampir pukul setengah satu siang, sedangkan Feni dan Leni juga masih tidur nyenyak'.
"Aku mandi dulu ya", 'Ucap Adzkia lagi yang memaksakan diri untuk bangun, meskipun dya masih ngantuk bangat'.
"yasudah sana mandi dulu, jangan lupa makan siang ya. ntar kalau udah berangkat kerja kabarin lagi ya", 'jawab Revan'.
"Iya iya....", 'Jawab Adzkia dan menutup panggilan telepon tersebut'.
Adzkia pun masih memainkan handphone sebentar, sambil mengumpulkan nyawanya yang masih tertinggal di alam mimpi,hehehehe.
"Alhamdulillah Dya udah sampai, Maaf Dya aku baru balas pesan kamu, soalnya tadi ketiduran", 'Adzkia membalas pesan WhatsApp Dya'.
"Iya Ki, ngak apa-apa", 'Dya membalas pesan dari Adzkia'.
"Sekarang udah di mana Dya?", 'Tanya Adzkia'.
"Udah di jalan pulang ke kampung Ki", 'Balas Dya dan juga mengirim foto di mana keberadaan dya sekarang'.
"Hati-hati ya dya, kalau udah sampai di rumah nanti kabari ya. Salam sama keluarga di kampung ya", 'Balas Adzkia'.
"Iya Ki, kamu baik-baik juga ya di sana", 'Balas Dya'.
Adzkia pun langsung menyambar handuknya yang berada di gantungan baju, dan segera menuju kamar mandi.
__ADS_1
*
"Emang Dya udah pulang, kenapa cepat bangat. Emang Dia ngak mau cari kerja disini lagi", 'Banyak pertanyaan yang di tujukan kepada Feni, Leni, dan terutama Adzkia saat mereka bertiga sampai di tempat kerja'.
"Ya emang udah di suruh pulang sama orang tuanya", 'Jawab Mereka bertiga'.
Mereka bertiga capek juga selalu di tanya-tanya dan di ceramahi sama senior, tentang semua anak yang begini lah begitu lah kelakuannya.
Ngak salah sih, mungkin maksud mereka itu agar mereka bertiga tidak sama seperti yang lain.
Ya yang salahnya itu, kenapa mereka di hakimi, bukan yang berbuat salah yang di hakimi.
Ya begitu lah, yang berbuat salah satu, tapi yang kena semuanya.
Kadang mereka bertiga sampai kesal gitu, kenapa mereka bertiga yang selalu kena semprot sama senior padahal mereka tidak melakukan kesalahan apapun.
Tetapi senior di grup lain ngak pernah tuh, heboh sendiri apabila si A ini ada salah. Tapi Grup kerjanya Adzkia beh jangan di tanya, mereka yang heboh sendiri, padahal mah atasan biasa aja.
Sampai waktu itu, Feni berontak sendiri karena saking kesal nya selalu di ceramahi karena ulah satu orang temannya yang juga berasal dari Padang, dan mereka nyebut nya ya 'Anak Padang'.
"iya tuh hen, mereka mah ngak ada yang bener", 'Jawab teh Uli menimpali ucapan Teh Heni'.
"Jangan bawa-bawa anak Padang dong Teh, yang berbuat ulah satu orang ya satu orang itu aja yang di hakimi, jangan semuanya. Kalau bawa-bawa anak Padang, berarti kita semua yang anak Padang juga kena", 'Jawab Feni Kesal'.
"Ya kan emang mereka itu anak Padang kan?", 'Tanya teh Heni lagi Nyolot'.
"Iya mereka itu anak Padang, tapi cukup sebut namanya aja, jangan bawa-bawa anak Padang. kalau anak Padang itu otomatis kita yang juga berasal dari Padang kebawa-bawa juga", 'Jawab Feni balik Nyolot'.
"Ya emang kamu meresa seperti itu, kalau kamu merasa berarti kamu juga sama kayak mereka", 'Ucap Teh Heni lagi'.
"Udah Fen, jangan di ladeni terus. Ngak bakal menang kita mah, udah mendingan kita masuk aja yuk", 'Ucap Adzkia berbisik menenangkan Feni'.
"Tapi mereka bawa-bawa nama anak Padang Ki, kamu ngak sakit hati dengarnya", 'Jawab Feni'.
__ADS_1
"Iya aku sebenarnya juga sakit hati dengarnya Fen, tapi kalau ngeladeni mereka ngak bakal ada habisnya, buang energi kita aja", 'Ucap Adzkia lagi, dan menarik tangan Feni masuk kembali ke ruangan kerja mereka'.
"Kalau ngak ngerasa begitu, jangan Nyolot kali. Kan di bilang juga fakta yang sebenarnya", 'Teriak Teh Heni lagi'.
"Udah Fen, diam aja. jangan di jawab, percuma kita ngeladeni emak-emak itu, ngak bakalan ada habisnya. Ntar ujung-ujungnya juga kita yang salah dan di bilang ngak sopan. Mendingan diamin aja", 'Ucap Adzkia yang masih mengandeng tangan Feni'.
"Tapi aku kesal dengarnya Ki, selalu anak Padang anak Padang yang di ucapin nya. Padahal mah yang berbuat salah hanya satu atau dua orang, tapi yang kena kita semua yang anak Padang", 'Ucap Feni yang masih kesal'.
"Aku juga kesal Fen, tapi ya mau gimana lagi emak-emak di lawan ngak bakalan ada tandingannya. Bukan semua anak Padang yang kena Fen, cuman grup kita doang yang selalu di ceramahi begini dan bawa-bawa nama anak Padang apabila ada orang Padang yang berbuat kesalahan, di grup lain mah santai aja seniornya ngak ribet", 'Ucap Adzkia'.
"Kenapa Si Feni Ki, bete bangat kayanya", 'Tanya kak Ara saat mereka berpapasan di koridor'.
"Biasa Kak, cekcok sama emak-emak 2 itu", 'Jawab Adzkia'.
"Kenapa Emangnya?", 'Tanya Ara lagi'.
"Itu kak, si Andi sama si Bima kan lagi di pantau Bu Hani tu, soalnya Andi kalau istirahat suka bablas apalagi kalau shift tiga, dan Bima kerjanya asal-asalan, lawan shift tiap awal shift nemuin kemasan produk yang not Ok terus dan bongkar telusur mundur terus sampai ke shift kita. Jadi emak-emak 2 itu ngobrol bawa-bawa nama anak Padang, padahal kan yang bermasalah hanya 2 orang itu aja bukan semua anak Padang. Jadi Feni ngak terima kak, ya aku sebagai anak Padang juga ngak terima sih sama omong orang berdua itu, mereka berbicara seolah-olah semua anak Padang itu begitu", 'Jawab Adzkia menjelaskan semua nya'.
"Udah lah Fen, jangan di ladeni emak 2 itu mah, mereka emang begitu dari dulunya. Kamu liat aja tuh kalau ada standar produk yang baru, dulu mah ngak begini, dulu mah ini itu. Mereka selalu membanding-bandingkan dengan yang dulu-dulu. Atasan aja ngak ada yang mau menanggapi ucapan mereka itu, karena udah tahu mereka itu seperti apa, ngapain kita capek-capek ngeladeni orang seperti itu Fen-fen buang-buang energi kamu aja", 'Ucap Ara'.
"tuh Fen, apa aku bilang. kakak Ara juga bilang begitu, buang-buang energi kita aja ngeladeni mereka", 'Ucap Adzkia lagi'.
"Kamu udah istirahat Ki?", 'Tanya Ara'.
"Belum kak, ini mau", 'Jawab Adzkia'.
"Yaudah Ayuk istirahat", 'Ajak Ara'.
"Aku udah kak", 'Jawab Feni'.
"Yasudah kita Istirahat dulu ya, jangan bete-bete lagi", 'Ucap Ara'.
"Iya kak Ara", 'jawab Feni'.
__ADS_1
Ara dan Adzkia pun keluar koridor untuk beristirahat, sedangkan Feni kembali keruangan kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya.
Di tempat Adzkia bekerja waktu istirahat memang bergantian, karena tidak bisa stop produksi sebentar-sebentar hanya untuk waktu istirahat.